"Tenang saja." Yamato menggenggam tangannya erat, selengkung tajam yang menambah manis wajah muncul kembali, "Aku akan kembali lagi kok ke pangkalan ini."
The New World (c) bruderup
Kantai Collection (c) Kadokawa Games
Yamato agak bingung, apa laksamana tidak salah bilang?
"Ya, sederhana kan?"
Iya, gadis kapal itu mengangguk ragu-ragu, "Tinggal mencari lahan baru saja kok, apa susahnya?" Lalu laksanama menceritakan tentang lahan nan jauh di barat sana, ada banyak rempah-rempah, ada banyak logam mulia, peperangan yang semakin panas dan membutuhkan banyak sumber daya menjadi alasan utama kenapa harus berlayar.
"Laksamana serius?"
Sosok yang berpakaian putih itu mengangguk, menunjukkan keseriusan.
Bukan, bukan artinya Yamato meragukan laksamana, gadis kapal itu benar-benar yakin kalau laksamana mampu memimpin dan memiliki keputusan brilian, hanya saja, menaruhnya untuk ekspedisi sementara dirinya lebih cocok untuk bertempur...
"Aku tidak bisa mengirim Ikazuchi atau Inazuma, tidak pula Hibiki dan Akatsuki, mereka ada misi lain yang harus dikerjakan."
Ah, iya, ember penyembuh cepat juga makin sulit dimiliki, "Jadi, aku berharap banyak padamu, Yamato."
Mengangguk penuh hormat, tersenyum manis, Yamato benar-benar anggun. Tapi, jangan salah terka, gadis kapal itu kuat dan memiliki senjata berkaliber 46 cm!
Jadi, saat Sendai tengah menggila karena latihan malam dan gadis-gadis kapal lain masih terlelap, Yamato sudah berdiri diatas air, tersenyum manis, mendekap destroyer kecil yang tak mau lepas darinya.
"K-Kenapa mereka mengirim Yamato-senpai untuk ekspedisi?!" Ada kekesalan, jengkel, sekaligus sedih, laksamana yang biasa dia hormati, untuk sementara jadi agak dibenci, "Tidak usah sedih begitu, dong, Fubuki-san."
"Tidak, a-aku, Y-Yamato-senpai~"
Iya ih, kenapa laksanama begitu kejam! Lagipula, Yamato suka sekali makan, bagaimana kalau selama perjalanan makanannya tidak cukup, lalu diserang kapal laut dalam, lalu karam?!
Tidak!
"Tenang saja." Yamato menggenggam tangannya erat, selengkung tajam yang menambah manis wajah muncul kembali, "Aku akan kembali lagi kok ke pangkalan ini."
Surai gelap itu menghilang pelan-pelan diantara kabut.
Sementara, Ooyodo dan Nagato masuk kembali ke pangkalan.
"Kenapa laksamana mengirimkan Yamato?"
"Yamato kan kapal tempur, juga butuh makanan banyak, agak aneh juga menempatkannya untuk ekspedisi."
Dia hanya tersenyum, sedikit terlihat karena sebagian besar tertutupi seragam putihnya, "Sederhana, aku hanya tidak ingin dia kembali."
End
Pyuuuh~ Yamato-chwan~ agak bingung juga mau naruh siapa jadi tokoh utamanya, akhirnya jatuh aja pilihan ke battleship Jepang yang kawaii abis, Yamato!
Terima kasih~ jangan lupa tinggalkan jejak ya~
