Camella Kingdom

...:::...:::...:::...

Summary:

Sebuah dongeng yang menjadi nyata, atau kah sebuah kisah nyata yang menjadi dongeng? Itulah Camella Kingdom. Sebuah negeri mimpi yang nyata dan keberadaannya tersembunyi dalam potongan puzzle ingatan manusia. Mereka tersedot dalam dunia mimpi, menjadikan mereka bagian perseteruan Dark dan Light. Hanya satu cara untuk dapat kembali kedunianya yaitu dengan menjadi sang pemenang. SUPER JUNIOR and other, KyuhyunXSungmin as Main pair.

...o...0...o...


Intro:


Declaimer:

Tuhan Yang Maha Esa

Chara:

Member(s) SUJU and other

Main Pair:

Kyuhyun X Sungmin

Rate:

T

Warning(s):

SLASH, Shonun-ai,BL, Gaje, TYPO (s), Skip Time, OCC, OC, EYD yang masih peru dibenah, etc

.

Terima kasih anda berkenan mampir,

bila warning(s) diatas menganggu anda silakan tinggalkan halaman ini.

Dan bagi yang tetap tertarik membaca, saya tunggu reviewnya^^.

.


Prolog


Kisah ini dimulai ketika sang terpilih membuka matanya dan pemandangan yang ia dapati bukan lagi kamar kecilnya yang rapi. Tidak ada lagi meja belajar yang menempel di sisi kanan tempat tidur, bahkan kasur tempat ia berbaringpun leyap. Sang terpilih menyadari dirinya berada ditempat yang berbeda, jauh berbeda dengan tempat tinggalnya.

Ia mencubit pipinya dan mengeluh sakit. Menyadari bahwa ini bukan mimpi, sang terpilih memilih untuk bangkit dan mulai berjalan, meninggalkan tempatnya tadi bersandar yaitu sebatang pohon besar dengan ranting bersinar biru redup dengan bunga berwarna putih bersih.

Petualangan sang terpilih dimulai dari sana, dari menjelajahi isi desa, bertemu orang-orang satu takdir, menemukan arti keberadaannya disana, sekaligus belahan hatinya. Sang terpilih menikmati setiap petualangannya disana, sampai saat pertarungan terakhir antar Light dan Dark. Pertarungan tak terelakkan yang terjadi hampir sepanjang masa.

.

-c.a.n.d.l.e-

.

Seorang wanita setengah baya mengelus rambut putra tersayangnya yang tertidur lelap dalam balutan selimut pink tebal.

"Padahal dongengnya belum selesai, tapi kau sudah tertidur, Minnie," serunya kemudian sambil menutup buku dongeng dipangkuannya dan meletakkannya di meja belajar.

"Selamat tidur, sayang..." tuturnya lembut sebelum menutup pintu kamar sang buah hati.

Srreettttt

Pelan-pelan anak laki-laki berumur 6 tahun itu menyibak selimutnya, ia mengambil buku dongeng yang diletakkan ibunya diatas meja belajarnya. Camella Kingdom, judul buku itu. Matanya berbinar menatap ilustrasi dalam buku dongeng, selembar demi selembar dibukanya dengan antusias. Ia menyadari yang ibunya sampaikan adalah ringkasan keseluruhan cerita. Minnie mendapati dirinya jatuh cinta pada setiap bait kata yang tersaji mudah untuk terserap anak berumur 6 tahun.

Namun mendadak ekspresi senang kekanakannya berubah ketika ia membaca halaman ke 31.

-Dia akan melakukan segalanya untuk sang terpilih, meski itu bearti mengorbankan kepercayaannya atau membuatnya menjadi musuh sang terpilih.-

Kening kecilnya mengenyit bingung, hanya sekejap karena sesaat kemudian dia tersenyum lebar, "Jika nanti Minnie besar, Minnie akan menjaga orang Minnie sayang tanpa membuatnya benci pada Minnie."

Kemudian anak itu tertidur sambil memeluk buku dongeng bercover hijau dengan frame keemasan, didalam selimut pink tebalnya.

-15 tahun kemudian-

Sungmin berjalan dengan langkah gontai, ia menatap nanar setumpuk buku dalam gendongannya. Dosennya dengan seenak hati menyuruh Sungmin untuk membawa semua buku praktikum hanya karena ia terlambat 5 menit.

"Perlu bantuan?" tanya seorang namja berambut hitam dengan potongan pendek. Tampak lesung pipit menghiasi pipi mulusnya.

Entah sadar atau tidak, wajah Minnie merona lalu ia mengangguk menyetujui tawaran bantuan sang namja.

Mereka berdua berjalan, menembus lautan mahasiswa yang hilir mudik memenuhi koridor saat jam pulang seperti ini.

"Gomawo, Siwon-ssi," seru Sungmin saat akhirnya mereka sampai diperpustakan. Segera saja Sungmin menghampiri petugas perpustakaan dan menyerahkan cacatan khusus peminjaman buku ke petugas.

"Mau makan malam bersama?" tawar Siwon saat Sungmin selesai mengurus pengembalian buku praktikum.

Sungmin terkekeh kecil, "Ini bahkan masih jam lima sore, Siwon-ssi. Terlalu cepat untuk ukuran jam makan malam."

Siwon ikut terkekeh kecil, "Tak masalahkan, aku hanya ingin bersamamu lebih lama lagi."

Wajah sungmin semakin memerah, "Baiklah kalau begitu."

Mereka berdua berjalan keluar perpustakaan sambil bergengaman tangan, sementara di sana, di balik rak-rak buku tebal perpustakaan. Berdiri seorang namja 'manis' yang menatap mereka geram, walau tampak diluar ia terlihat tanpa ekpresi.

"Wah, wah, ada yang cemburu rupanya."

Dengan cepat namja itu menoleh dan mendapati yeongja yang dijuluki 'Ice Princess' menatapnya dengan pandangan merendahkan.

"Aku tidak cemburu," jawabnya sambil mendudukan diri di kursi baca.

Jessica –nama sang yeongja- duduk tepat menghadap Kibum. Disentuhnya tangan kiri Kibum dengan satu jari lentiknya. Tiba-tiba tangan kiri Kibum membeku, berlapis-lapis es menumpuk tangan kirinya, mengunci gerakan tangannya.

"Jangan berbohong padaku, Oppa."

Kibum mendesah pasrah, walau masih dengan wajah stonic-nya.

"Tak perlu ku katakan pun, kau tahu apa yang ku pikirkan."

Kibum mengkonsentrasinya pikirannya pada es yang menumpuk ditangannya, dan dalam sekejap es tadi hancur berkeping-keping,

"Jangan gunakan kekuatanmu secara sembrono, Jesy."

Jessica mengibas rambut pirang panjangnya, dengan gerakan anggun yang angkuh ia berdiri dan melenggang pergi tanpa memperdulikan perkataan kakak tirinya itu.

.

-c.a.n.d.l.e-

.

BRAKKKKK

Setumpuk makanan kura-kura jatuh dan isinya bertaburan kelantai. Seekor kucing hitam yang menjadi pelaku dari tindak kriminal –menjatuhkan makanan kura-kura- melengang santai dan mengeong lembut.

"KYU! Lihat apa yang dilakukan kucingmu! Bagaimana anak-anakku bisa makan makan kalau makanannya terus dijatuhkan kucingmu itu!"

Seorang namja bermata sipit dan berkepala sedikit besar berdecak pinggang menatap makanan kura-kura miliknya yang berserakan.

"Salah Hyung sendiri meletakkannya sembarang tempat, dia kan tidak sengaja," seru pemuda yang dipanggil Kyu sambil asik memainkan PSPnya.

" Tidak kucing, tidak tuannya, sama-sama menyebalkan!" teriak Yesung frustasi.

Kucing hitam itu melompat ke sofa dan langsug mendudukan dirinya dipangkuan sang tuan. Kyu mengelus kucingnya dengan sayang lalu melanjutkan permainan game-nya.

Yesung hanya dapat menggelengkan kepalanya melihat kelakuan kucing-majikan itu.

.

-c.a.n.d.l.e-

.

"Tuan, sudah saatnya kita melakukan hal itu," seru seorang penasehat kerajaan pada sang raja yang teramat cantik sehingga rakyat lebih sering memanggilkan Ratu.

Sang Raja memijat keningnya, sungguh ia merasa pusing dengan keadaan ini. Jika bisa dia tidak ingin melibatkan mereka dari dimensi berbeda untuk masalah begini.

"Haruskah kita memanggil mereka, Victoria?"

Penasehatnya itu ikut menghela napas berat, "Sayangnya ini harus kita lakukan untuk mengakhiri perang ini. Kekuatan kita terlalu seimbang, Tuan."

Raja Heechul, sang Raja bagian Light hanya dapat menganggukkan kepalanya lemah dan mengikuti sang penasehat yang telah terlebih dahulu berjalan menuju Sera. Yaitu suatu kuil tempat pemanggilan para Kesatria Sun.

'Perang ini harus segera kita akhiri,' tekad sang Raja.

.

-o.c.t-

.

"Mereka sudah bergerak lebih dulu, Tuan. Jika kita tidak cepat memanggil mereka. Kita bisa didahului Light."

"Baiklah, Eunhyuk, kumpul segera pasukan kita akan segera mengadakan upacara pemanggilan Kesatria Moon. Kita habisi pihak Light tanpa sisa," seru sang Raja Dark dengan seringai kejam yang terlukis dibibir tipisnya.

"Baik, Raja Hangeng," jawab Eunhyuk dengan menyunggingkan seringai yang tanpak sama kejamnya dengan sang raja.

.

-c.a.n.d.l.e-

.

DEG

Irama jantung sang terpilih mendadak seirama. Mereka semua dalam satu waktu, memengang dadanya erat, merasakan sesak yang menyiksa jiwa dan raga.

DEG

Sedikit demi sekit kesadaran mereka hilang, lenyap.

DEG

Sebersit sinar mengelilingi tubuh mereka, membuat mereka menghilang dalam selimut cahaya menenangkan, sehangat jiwa pemiliknya.

Dan sebagian dari mereka terselubungi gelap, yang menggerogoti dan menelan tubuh mereka dalam rasa sakit tak terelakkan, segelap jiwa mereka.


TBC


A/N

Hai semuanya^^. Lagi-lagi saya membuat karya baru, padahal yang lama belum selesai ==;. Nah, bagaimana menurut kalian karya saya kali ini? Apa mengecewakan? Dimana letak kekurangannya?

Tolong beritahu ya.. Hal ini dalam rangka evaluasi diri...^^

Keep or Delete?