Expectations of love

Disclaimer : Mamashi Kishimoto

By : wf

Pairing : belum tahu, heheheh

Rate : T

Genre : drama, romance, friendship, hurt/comfort, little bit humor

Warning : smart!naru, cool!naru, maaf kalau cerita ini masih abal, gaje, dan masih banyak typo karena saya masih baru,, x_x,, gomennasai,, dan juga kalau ada kesamaan cerita dengan author lain, saya sungguh minta maaf, tapi sungguh ini murni dari pikiran saya sendiri, I hope you can enjoy reading this story guys,,

Capther 1 : pertemuan kembali

Let it go, don't back it anymore adalah kalimat yang selalu aku yakini setelah semua hal ini terjadi dalam hidupku. Aku sendiri binggung kenapa kalimat yang orang itu katakan sangat melekat dalam otakku seakan lem yang sangat erat. Lama-lama aku bisa menjadi pikun karena terlalu banyak melamun, sambil menghela nafas berat, aku kemudian menoleh kearah jam weker ku, baru jam 6:10, wee, apa jam 6:10 wah 1 jam 5 menit lagi masuk kelas, kalau aku terlambat lagi aku bisa di cincang oleh kakashi sensei. Sebaiknya aku segera mandi dan berangkat ke sekolah. Setelah selesai bersiap aku turun ke bawah dan dapat kulihat otou-san ku sedang menyantap sarapannya. Dia hanya melihat kearahku sebentar lalu kemudian memalingkan kepalanya kearah lain, seakan aku ini sesuatu yang jijik untuk di lihat. Aku yang di tatap seperti itu sudah merasa biasa sejak kejadian 10 tahun yang lalu, tepatnya kejadian pada waktu umurku baru 6 tahun. Oh iya, aku lupa memperkenalkan diri, namaku Yamanaka Ino, 16 tahun aku mempunyai cirri-ciri rambut pirang pucat, iris aquamarine serta tubuh yang menurutku profosional, banyak yang bilang aku seperti Barbie di dunia nyata. Bukannya kepedean tapi memang itu kenyataannya.

Tokyo international high school

Aku melangkahkan kakiku dengan santai menuju ruang kelas tempat aku menuntut ilmu, selama bersekolah disini. Yaitu kelas XI A, tempat orang-orang yang mempunyai prestasi yang luar biasa di bidang akademik maupun non akademik. Aku sendiri merasa heran kenapa aku bisa masuk ke dalam kelas ini, kalau bilang prestasi ku bagus, tidak juga, aku hanya dapat rangking 10 dari 12 siswa, iya sih kelas ini jumlah siswanya hanya 12 orang. Mungkin karena aku mempunyai bakat dalam merangkai bunga dan bidang fashion kali ya, untuk informasi saja, aku sudah banyak mempunyai prestasi di bidang fashion dan merangkai bunga, contoh aku pernah mengikuti lomba desain fashion, dan lomba merangkai bunga selalu mendapat juara, aku bersyukur untuk itu.

Sesampainya di kelas aku mulai menyapa teman-teman ku ini, "ohayou" kataku. "ohayou ino-chan" balas sahabatku yang mempunyai rambut indigo serta beriris lavender. Namanya Hyuuga Hinata dia di sekolah dikenal dengan sifat pemalunya walau begitu dia adalah salah satu primadona di sekolah, tapi jangan salah dia pemenggang mendali emas untuk bidang ekonomi, masalah keuangan serahkan saja pada hinata, dia juga selalu mendapat rangking 6 di sekolah pintar kan. "ohayou pig" balas sahabatku yang berambut pink lembut beririskan emerald, cantik, pintar, dan lembut, tapi jangan salah jika sakura marah dia bisa membuat orang yang bermasalah dengannya menginap di rumah sakit selama 1 minggu bahkan lebih, karena dia adalah salah satu pemenggang sabuk hitam di bidang karate dan juga dia pemenggang rangking 8 di sekolah, namanya Haruno Sakura. "ohayou ino/chan" balas dua orang sahabat ku yang lain, yang pertama berambut pirang yang diikat empat, serta beriris hazel, cantik, pintar, dan perhatian serta dewasa mungkin karena dia satu tahun di atas kami, dia bisa satu kelas dengan kami, karena dia terlambat masuk sekolah, tapi jangan salah dia ketua klub karate di sekolah jadi, tidak ada yang berani macam-macam dengannya, dikelas ia selalu dapat rangking 7, namanya Sabaku no Temari dan yang kedua gadis berambut coklat di cepol dua dengan iris mata coklat manis, pintar dan tomboy tapi kadang bisa feminim, dia ketua tim basket putri, kemampuan bermain basketnya tidak perlu di ragukan lagi, timnya sudah banyak menghasilkan mendali emas untuk cabang basket di setiap pertandingan dan juga dia selalu dapat rangking 9 di sekolah, namanya Tenten. Aku bersahabat dengan mereka sejak tk, kemudian Aku melangkahkan kakiku kearah meraka dan mendudukkan diri di bangku barisan dua dari belakang.

Mereka kemudian menghampiriku, ketika ku menghela nafas berat, "kenapa lagi pig, kamu tidak berusaha untuk bunuh diri lagi kan" Tanya sakura dengan nada cemas dan khawatir di sertai anggukan setuju oleh sahabatku yang lain. Aku menggelengkan kepala untuk menjawab pertanyaan mereka. "ayolah, ino-chan kamu jangan pendam masalah kamu sendiri, ada kami yang akan selalu mendengarkan semua keluh kesa dan curhatan kamu" kata hinata. "apa kamu ada masalah lagi dengan tou-sanmu" Tanya temari dengan nada yang penuh kehati-hatian, aku terdiam sejenak mendengar pertanyaannya, mereka semua memang sudah lama mengetahui semua masalah yang tengah aku hadapi.

"aku tidak apa-apa kok, kalian tenang saja aku tidak pernah melakukan percobaan bunuh diri lagi" jawabku setelah terdiam lumayan lama. "baguslah" balas mereka. Setelah mereka mengatakan itu aku kembali termenung, memikirkan dia. Sudah lama, aku tidak mendapatkan kabar darinya, aku sungguh merindukannya, banyak pertanyaan yang muncul di kepalaku, mulai dari apakah ia masih mengingatku, apa ia juga merindukanku sama halnya dengan ku, apa ia masih pintar sama dengan yang dulu, oke untuk pertanyaan yang ini aku tentu sudah tau jawabannya dia itu genius, bahkan shikamaru dan sasuke saja kalah darinya, apa ia masih suka main basket, dan banyak pertanyaan lain yang lain di kepalaku. Bisa ku sadari semua sahabatku melihat kearahku dengan tatapan sendu. "ino-chan" sahut hinata sambil memenggang tanganku seakan mentransferkan semangat. "hei pig, apa kamu masih memikirkan'nya'" Tanya sakura dengan nada yang penuh kehati-hatian. Aku cukup lama terdiam sebelum akhirnya menjawab pertanyaan sakura. "tentu saja, aku masih memikirkannya, kalian tau aku telah berjanji padanya untuk tidak mencoba bunuh diri lagi, jauh sebelum aku berjanji pada kalian, tapi, waktu kalian menemukanku pada percobaan bunuh diri, aku telah mengingkari janjiku padanya, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan, makanya aku mencoba bunuh diri, yang pada akhirnya aku mengingkari janji, aku.. aku tidak tau apa yang harus aku lakukan" kataku sambil menahan tangis, pada akhirnya tangisku pecah ketika sakura dan yang lainnya memelukku. "hmm, kenapa kita jadi melankolis begini" kata ku sambil melepaskan pelukan mereka dan kemudian menghapus jejak air mataku. "ngomong-ngomang, makasih ya, kalian mau dengerin cerita dan keluh kesah ku, mereka hanya tersenyum manis sambil menganggukkan kepala mereka. "udah jam berapa sekarang, kok kaka-sensei belum datang" keluh temari. "tem, baru jam 7" balas tenten, sebenarnya aku pun terkejut, "masak sih, padahal aku kira udah jam 7 lebih, waw, berarti aku selesai bersiap cepat dong hari ini" syukurku. "baguslah ino-chan" balas hinata. Aku hanya tersenyum menanggapinya.

"waahh sasuke-kuunn"

"saiii-kuuunn"

"shikamaru-kuuunn"

"nejii-kuunnn"

"gaaraaa-samaaa"

Teriakan para siswi yang ada di sekolah ini, membuat kami menghentikan obrolan seru yang kami lakukan. "mereka sangat popular ya di kalangan para siswi" keluh sakura. Mendengar keluhan sakura timbul ide jahilku "tenang aja saku-chan, gaara-sama tidak akan menyukai wanita berisik seperti mereka, dia akan setia padamu kok" goda ku pada sakura sambal mengedipkan sebelah mataku, dapat kulihat wajah sakura merah padam saat ku berkata demikian. "o iya teman-teman, aku ada info penting tentang forehead ini loh" jahilku belum sepenuhnya hilang. "o iya, apa-apa" Tanya mereka dengan nada menuntut. "si forehead dan gaara sudah resmi pacaran loh" kataku dengan nada menggoda. "masak,, kapan ino/chan" sahut ketiganya dengan serempak. Sakura yang menjadi bahan pembicaraan mereka hanya bisa menundukkan kepala dengan wajah memerah padam. "kemarin" jawabku singkat. "kok kamu bisa tau pig, padahal kemarin hanya ada aku dan dia" seru sakura tanpa sadar apa yang telah di ucapkannya. "wahh, ternyata benar ya, padahal aku hanya asal menebak loh" godaku lagi, aku memang tidak pernah puas dalam menggoda sakura, karena diantara kami hanya dia yang kadang susah di buat salah tingkah dan malu, karena kami terus menerus menggodanya, sakura mulai menundukkan kepalanya sambil berdiri dari kursi tempat kami mengobrol kembali ke kursinya, dasar pastinya mengambek tuh.

Kegiatan menggoda sakura terhenti, setelah 5 pemuda yang menurutku sok keren itu, masuk kedalam kelas. Yang pertama Uchiha Sasuke, pemenggang rangking 1 di sekolah, selain itu dia ketua osis sekolah ini, dia juga pemenggang mendali emas bidang sains, baik fisika, kimia, maupun biologinya tingkat se asia, mempunyai ciri-ciri fisik seperti rambut raven dengan gaya emo hair style, tapi menurutku lebih kayak pantat ayam, beriris onyx tajam, mempunyai wajah tampan di atas rata-rata, tapi menurutku lebih gantengan 'dia', flat face, sifatnya dingin kecuali pada keluarga dan sahabatnya walau dingin juga tapi tak sedingin pada orang lain, irit kata. Yang kedua, Uchiha Sai, dia kembaran sasuke, pemenggang rangking 3 di sekolah, selain itu dia bendara osis, dia juga salah satu pemenggang mendali emas di bidang matematika tingkat se asia dan juga dia pandai sekali melukis, dia juga banyak mengikuti event atau lomba lukis, mempunyai fisik seperti rambut hitam dengan gaya klimis, beriris onyx tajam, dia juga tampan, sifatnya sama persis kayak sasuke. Yang ketiga Nara Shikamaru, pemenggang rangking 2 di sekolah, selain itu dia adalah wakil ketua osis, dia juga salah satu pemenggang mendali emas untuk cabang Teknologi tingkat se asia, mempunyai ciri-ciri rambut hitam diikat seperti nanas, mata hitam tajam, tampan, selalu menggumamkan kata mendokusai atau merepotkan,. Yang ke empat, Hyuuga Neji, pemenggang rangking 5 di sekolah, selain itu dia adalah ketua klub basket putra di sekolah, telah banyak memenangkan turnamen atau lomba basket, dia mempunyai ciri-ciri rambut coklat dan beriris lavender, sifatnya juga pendiam dan dingin. Yang kelima, Sabaku no Gaara, dia adik dari temari, mempunyai cirri-ciri rambut merah maroon, beriris emerald, sifatnya dingin dan pendiam, tampan, rangking 4 di sekolah dan juga dia sekretaris umum osis. Mereka berlima adalah pangeran sekolah, tapi sayang sampai sekarang belum mempunyai pacar, kecuali Gaara. Mereka memasuki kelas dengan tampak angkuh dan sombong mereka. Aku saja heran, kenapa aku bisa dekat dengan mereka ya. Sudahlah daripada mikirin tentang itu, lebih baik aku duduk dengan tenang karena kakashi sensei sudah berada di dalam kelas.

Normal pov

'tok tok' suara ketukan pintu pada ruangan yang berlebel kepala sekolah itu, "permisi" sahut dua orang siswa dan siswi atau lebih tepatnya, hanya siswi itu saja yang menyahut, sedangkan sang siswa hanya diam, sambil melangkah pelan memasuki ruangan itu. "yah, masuk" sahut orang yang berada di dalam ruangan tersebut. "wahh, naruto-kun, ruko-chan, kalian sudah kembali,"seru sang kepala sekola sambil memeluk kedua sang cucu. "ck, bukannya baa-san sudah tau, kenapa bertanya lagi" kata sang pemuda yang mempunyai ciri-ciri rambut pirang cerah jabrik, beriris sappier, dengan tanda 3 garis di kedua pipinya dan berkulit tan berucap dengan dingin dan datar. "ckk, tidak berubah sama sekali" balas sang kepala sekolah sekaligus nenek kedua siswa dan siswi tersebut. "maaf ya baa-chan, nii-san memang tidak pernah berubah" sahut gadis yang mempunyai ciri-ciri yang sama dengan sang pemuda bedanya dia tidak mempunyai tanda 3 garis di kedua pipinya serta ia berkulit putih. Mendengar perkataan sang gadis, pemuda itu kemudian men death glare tajam pada gadis muda itu. "iya, kamu benar ruko-chan, benar-benar seperti ayah dan kakekmu, dingin, datar, irit bicara, tapi genius" sambung sang nenek. "naru-kun, nenek mau Tanya beneran kamu dapat mendali emas pada bidang IT, science, kebumian dan astronomi pada olimpiade se Amerika dan Eropa kemaren naruto-kun" Tanya sang kepala sekolah. "hn" jawab sang pemuda pirang. "kok bisa" serunya lagi. "salahkan mereka yang mengutusku di semua bidang tersebut" balas sang pemuda dengan datar. "kamu kan bisa menolaknya dan hanya focus pada satu bidang saja" kata neneknya. " bagaimana aku bisa menolak kalau alasan mereka begitu klasik, mereka berkata 'tidak ada orang yang lebih bagus di utus selain kamu, dan juga waktu pertandingannya tidak serentak, jadi kamu dapat mengikuti semua olimpiade tersebut', ckk, kenapa aku jadi banyak bicara begini kalau di hadapan kalian" sahut pemuda yang di ketahui namanya Naruto tersebut. Dua wanita yang ada di ruangan tersebut terkekeh pelan mendengar sang pemuda berbeda dari karakter aslinya.

"permisi" sahut seorang pria yang memakai masker dengan seragam khas guru di Jepang, memasuki ruangan kepala sekolah dengan buku orange yang selalu ia bawa kemana saja, dia mempunyai ciri-ciri rambut perak dan beriris hitam serta tubuh tegap khas pria dewasa. "duduklah kakashi" balas wanita yang menyandang jabatan kepala sekolah, walau umurnya sudah memasuki kepala 5, dia tampak masih segar dan cantik khas wanita yang sangat matang. "ada apa Tsunade-sama memanggil saya kemari" Tanya pria yang di ketahui bernama Kakashi ini. "oh iya, ini ada dua orang murid baru yang akan belajar di kelas anda Kakashi, silahkan bawa mereka ke kelas" kata kepala sekolah. "baiklah, nah mari ikut sensei ke kelas kalian" ajak kakashi pada dua murid baru tersebut. "untuk kalian berdua, silahkan ikuti Kakashi-sensei ke kelas dimana tempat kalian belajar dan juga dia adalah wali kelas kalian" tegas Tsunade pada kedua cucunya. "Ha'I baa-

san" balas siswi baru tersebut, sang pemuda yang ada di sampingnya hanya diam sambil mengikuti langkah keduanya.

Naruto POV

Aku mengikuti kedua orang ini menuju kelas yang akan menjadi tempat kami belajar, yah aku dan saudari kembarku ini, dia yang sangat antusias dengan kepindahan kami kembali ke Jepang, setelah sudah lebih kurang 10 tahun kami meninggalkannya untuk tinggal di Amerika. Padahal, kami baru saja sampai ke sini satu hari yang lalu, tapi saudari kembarku ini langsung mengajak ku berangkat ke sekolah baru kami di Jepang. Ayolah aku masih malas untuk berangkat kesekolah, kalau bukan karena ancaman koleksi ramen, ps dan temuanku dibuang mana mau aku ikut ke sekolah, apalagi dengan tambahan muka garang kaa-san, tamatlah riwayatku. Karena terlalu banyak melamun, tidak terasa kami sudah berada di depan kelas XI A, ku lihat Kakashi-sensei sudah lebih dulu memasuki kelas. Setelah itu, dia mempersilahkan kami masuk, kami pun mulai memasuki kelas, ku edarkan pandanganku ke seluruh ruangan kelas, dapat aku lihat semua teman yang akan menjadi teman sekelasku nanti tidak ada yang meneriaki wajahku yang tampan ini dan wajah saudari kembarku, bukannya kepedean, tapi memang kenyataannya begitu, aku selalu di teriaki baik karena ketampananku maupun talenta yang aku miliki, syukurlah, aku kira akan sama dengan Amerika, karena semua perempuan itu berisik, kecuali adik, kakak, nenek dan ibuku tentunya, walaupun mereka sama berisiknya dan mereka kalau marah sama seperti monster, tapi walau begitu mereka penuh akan perhatian dan cinta kasih yang besar, makanya bagi orang penyuka ketenangan sepertiku, ayah dan kakek merasa nyaman akan keberisikkannya mereka. Yah, ternyata tidak di sini, oh God you save me, thank you for that, aku menatap mereka satu persatu sampai pada akhirnya mata ku berhenti tepat pada sepasang aquamarine yang menatapku dengan tatapan terkejut dan rindu- eer kok aku jadi kepedean begini. Aku merasa pernah mengenalnya tapi dimana. "baik, silahkan perkenalkan diri kalian" suara kakashi sensei membuyarkan lamunan ku. "ohayou minna, perkenalkan namaku Namikaze Naruko, umurku 16 tahun, hobiku belanja, salam kenal" sahut saudari kembarku seperti biasa penuh dengan semangat. "Namikaze Naruto" sahut ku. "hanya itu" Tanya Kakashi sensei padaku. "hn" gumamku, dapat ku lihat semua orang di kelas termasuk sensei, kecuali 5 orang cowok bermuka datar plus gadis beriris aquamarine yang masih menatap ku lekat, sweatdrop mendengar cara perkenalanku. "hmm, baiklah silahkan, kalian duduk di samping Yamanaka-san dan Uchiha-san" kata kakashi sensei sambil mempersilahkan kami duduk di kedua bangku kosong yang tersisa di kelas. Aku melangkah pelan menuju bangku kosong yang ada di samping gadis pirang itu, aku bisa merasakan ada gejolak rindu yang amat sangat menjalar di sekujur tubuhku ketika melihat mereka, yah mereka keempat gadis ini dan kelima pemuda ini, kecuali gadis berambut pirang diikat empat serta pemuda gemuk itu dan pemuda yang memiliki rambut yang seperti mangkok, seakan kami pernah bertemu di masa lalu.

End of Naruto POV

Aku menggeleng-gelengkan kepala heran melihat Sakura yang mengambek karena kami godain sedikit, walau apa bisa di katakana sedikit setelah kami berhasil membuat gadis tergalak setelah temari malu dan salah tingkah, aku menolehkan kepala ku kearah luar jendela, memandang indahnya langit biru yang mengingatkan ku padanya. Sungguh, Tuhan kalau aku di beri umur panjang hidup di dunia ini, aku ingin menghabiskan waktuku dengannya. "ohayou minna" suara Kakashi membuyarkan lamunan ku tentangnya. Karena takut kakashi sensei marah aku kemudian menghadap ke depan. "ohayou sensei" balas kami serempak. "o iya, sensei lupa kalian hari dapat teman baru, ayo kalian berdua silahkan masuk" kata kakashi sensei sambil mempersilahkan kedua murid baru itu masuk. Ketika mereka mulai memasuki kelas, teman-temanku baik laki-laki maupun perempuan terdiam melihat mereka. Aku pun tanpa sadar tidak bisa mengalihkan perhatianku, kecuali menatap pada pemuda tampan berambut pirang itu, apakah dia benar-benar kamu naru-kun ? kalau iya, kenapa kamu tidak mengenaliku ? banyak gejolak yang timbul dalam diri ku, jujur aku sangat kaget kedatangannya sebagai murid baru di sini, tapi tetap saja ada rindu dan perasaan sedih ketika dia tidak mengingatku. Tanpa aku sadari pandangan ku tidak lepas dari sosoknya, benar dia adalah Namikaze Naruto, laki-laki yang entah sejak kapan aku mencintainya, laki-laki yang meninggalkan ku pergi ke Amerika mengikuti kedua orang tuanya yang pindah ke sana.

T o be continue

Review capther depan

"wahh, ini beneran kalian, naruko-chan dan naruto-kun"

"aku sangat merindukanmu, naruto-kun"

"aku mencintaimu, naruko-chan"

"naruto tou-san, mau bilang sesuatu, kamu ingat teman ayah yang ini kan, ayah mau kamu bertunangan dengan anak perempuannya"

"baiklah, tou-san"

"kau tega sekali, naruto-kun, dia sangat setia denganmu tapi, kamu malah bertunangan dengan gadis lain"

Pojokan Author

Halo reader-san, ketemu lagi dengan Author super kece dan keren (reader : narsis amat sih #authorkemudianditendang) dengan fic baru yang berjudul expectations of love atau harapan dari cinta, sebenarrrnyyaaa, author masih binggung jalan ceritanya bagaimana, capther ini terjadi sesuai dengan apa yang terpikirkan di otak saja, lanjutannya tidak tau harus seperti apa… o iya masalah pairing author masih binggung nih, cocoknya Naruhina, Naruino atau Naruten. Beri masukannya ya reader-san. Di capther ini, sudah ketebak jelas kan kalau ino suka sama naruto.

Ino : author aku mau protes… (dengan muka sangar)

Author : protes apa ino-chan,,,, (berkeringat dingin)

Chara yang lain datang..

Sasuke : aku mau protes

Neji : aku juga

Shikamaru : mondukusai, tapi aku juga

Gaara : hn

Sai : 'tersenyum evil' aku juga

Author : 'berkeringat dingin' kalian mau protes apa

Ino : kenapa aku jadi sangat menderita disini…

Sasuke : kapan adegan romantic ku dengan naruko muncul (yang lain merasa aneh seorang uchiha bisa seperti itu)

Neji : aku kapan mulai ada dialog

Shikamaru : kenapa aku kesannya rajin sekali dengan posisi wakil ketua osis, atau jangan-jangan kamu sengaja ya mengurangi jadwal tidur ku (apa yang ada di otaknya Cuma tidur ya pikir semua chara dan sang author serta reader tentu saja)

Gaara : apa aku beneran pacaran dengan sakura,, 'dengan wajah menuntut penjelasan'

Sai : hmm, author cantiikk 'dengan senyum menawan'

Author : 'kelepek-kelepek merasa terbang ke langit'

Sai : 'berubah menjadi senyum evil, author merasa gelisah' hmm… pasanganku nanti siapa author..

Semua chara dan author sweatdrop mendengar pertanyaan sai, yang sekarang sai memandang author dan chara lain dengan wajah polos.

Belum sempat author menjawab pertanyaan mereka chara perempuan datang dengan wajah sangar

Sakura : apa maksudmu dengan wajah tergalak author-chan 'dengan senyum evil nya'

Temari : jadi aku paling galak begitu… 'memasang kuda-kuda karate'

Hinata : anoo.. author-san aku,, pasanganku nanti siapa, aku harap bisa sama nar..uu-kun 'pertanyaan polos seperti sai'

Tenten : kenapa aku dapat peran tomboyyy…. 'teriak gaje, maklum anak alay'

Semua chara : cepat jawab… 'bersiap dengan jurus ninja andalan masing-masing'

Author : anoo… aku,, 'tak tau harus menjawab seperti apa'

Sebelum author sempat menjawab lagi datanglah pasangan kembar narunaru

Naruko : ada acara apa.. 'tanyanya dengan tampang polos/\'

Naruto : hnn

Author : Sebelum author menjawab pertanyaan para chara author mau bilang jangan lupa read and review ya cerita abal ini byee,,, sampai jumpa lagiii… #lari sekencang-kencangnya

Semua chara kecuali narunaru : author….. 'teriak mereka sambil berlari mengejar author'

Naruko : o iya, jangan lupa RnR ya guys, dan juga masalah pairingnya author tunggu loh masukannya,, arigatou dan jaa nee minna..

Naruto : hnn