Disclaimer

Characters Kubo sensei

Story Reffrainbow

Peringatan!

Mengandung OOC, AU, Typo(s), salah EYD, INCEST, mature, homo, oneshot gajelas

_

Otabek dan Yurio bersaudara. Mereka tinggal di sebuah apartemen sederhana bersama ayah dan ibunya. Otabek telah menginjak bangku SMA, sedangkan Yurio menginjak bangku SMP. Mereka adalah saudara yang akur, tiap pulang sekolah mereka bertemu untuk mampir ke rumah makan cepat saji untuk makan sore, atau sekedar pulang ke rumah beriringan saja. Hal itu berlanjut bahkan setelah mereka remaja.

Yurio yang tidak pandai berteman menganggap Otabek adalah kesatria gagah yang akan selalu melindunginya. Anggapan itu tidak pernah terusik sampai sekarang.

Suatu hari teman-teman sekelas Yurio mulai membicarakan topik orang dewasa. Temannya antusias sekali sampai telinga Yurio dapat mendengarkannya dari sudut kelas. "Tanda-tanda cinta", "Napsu dan birahi" tidak sengaja dipelajari oleh Yurio yang masih seputih kapas. Penasaran tapi tidak ia hiraukan.

Hari-hari bersama kakak tersayang berlanjut. Dalam keseharian sederhananya, tiba-tiba tumbuh perasaan aneh dalam hati Yurio kepada sang

kesatria. Awalnya ia acuhkan, sampai suatu hari hanya dengan melihat kakaknya dari dekat, adrenalinnya meningkat, suhu tubuhnya memanas. "Cinta?" Yurio sendiri mengerti tidak mengerti.

Yurio yang berusaha memendam perasaannya, berlagak biasa saja di depan kakaknya. Tapi sia-sia. Bisa-bisanya Otabek berjalan telanjang dada di depan adiknya itu, dengan rambut dan dada yang masih basah, membuat celana Yurio mengetat.

"Ah."

Pertama kalinya Yurio melakukan tindakan yang tidak terpuji, melakukannya seorang diri dengan membayangkan kakaknya sendiri. Canggung. Menyesal. Sejak saat itu Yurio mulai menjauhi Otabek secara sepihak.

Tidak ada lagi pulang bersama, singgah di restoran cepat saji, percakapan malam, dan keseharian lainnya. Begitu sampai rumah, Yurio langsung mengunci pintu kamarnya. Mengurung diri sampai fajar terbit kembali.

Kelulusan Otabek sudah di depan mata. Ia mendapatkan universitas di luar kota dan memutuskan untuk keluar dari rumahnya. Yurio setengah hati membiarkannya.

Malam itu, Yurio hendak singgah ke kamar kakaknya. Entah apa yang akan ia katakan, dalam benaknya ia ingin bertemu dengan Otabek untuk terakhir kalinya. Diketuknya pintu kamar Otabek. Tidak ada jawaban. Yurio membuka pintu kamar seenaknya. Terlihat Otabek berbaring di ranjangnya.

"Yura." nama kesayangannya di panggil.

Wajahnya memanas, dadanya berdegup kencang. Tidak percaya akan pemandangan yang ia lihat. Otabek melirik ke arah pintu sebentar, kemudian terus melakukan kegiatannya tanpa peduli adiknya sedang menonton dirinya sendiri. Yurio tidak sanggup lagi bertumpu pada kakinya. Otabek menyudahi urusannya.

"Yura." Otabek mengulurkan tangannya. Yurio berjalan ke arah kakaknya tercinta, menerimanya dengan lapang dada.

Clik. pintu di kunci.

_

*HAHAHAHA INI APA COBA XD

maafkan author lagi ga jelas, pengen bikin otayuri yang sedikit mature dan gajelas *coret* #ditimpukin ship (baca : perahu) otayuri.

Reffrainbow