author's first fic... harap maklum
Disclaimer: Kuroshitsuji milik Yana Toboso-senpai
Rate : T (beginning)
Clue:
'….' = dalam hati " …."=bicara
'tap tap tap'
Suara langkah kaki yang berasal dari seorang pria tinggi berbaju hitam memasuki sebuah kamar nan megah yang terletak di phantohive mansion. Siapa lagi kalau bukan Sebastian Michaelis yang merupakan demon sekaligus butler yang mengikat perjanjian dengan seorang anak 13 tahun, yang merupakan kepala keluarga phantohive. Ciel Phantomhive untuk membalaskan dendam Ciel terhadap pembunuh orangtuanya. Sekarang, Ciel telah berumur 15 tahun dan tepat semalam, syarat perjanjian mereka terpenuhi. .
'Tok tok tok'.
"Masuklah"
Mendengar sang majikan memperbolehkannya, pria bersurai hitam itu masuk kedalam kamar ciel.
"Saya mengantarkan evening tea untuk anda tuan muda" kata Sebastian sambil membungkuk.
"Hn"
" Ada apa tuan muda? Melihat wajah anda sepertinya anda sedang memiliki masalah... "
" Sebastian.. Apa benar kemarin malam..."
" Ya tuanku. Orang yang membunuh orangtua anda telah saya singkirkan" Sebastian melihat Ciel sambil mengulaskan seutas senyuman yang menyeramkan
" Apa... Itu berarti... Kontrak kita..."
Sebastianpun menutup mulut Ciel dengan jari telunjuknya , tersenyum dan berkata..
" Sebentar lagi... Ya." *smirk*
" Minumlah dulu tehnya, my lord..."
Teh yang dibuat Sebastian dan diminumkan ke Ciel kaliini berbeda. Dibuat dengan tambahan ...racun mematikan yang masih non aktif.
"..."
" Ada apa tuan muda?"
"A-aaku... Ingin selalu bersamammu Sebastian.. Walaupun kontrak kita habis. Aku ingin kau" tersentak ciel Menangis. Sebastian mencium kepala ciel lembut
" Aku tidak akan meninggalkanmu, tidak akan pernah. Hanya saja setelah malam ini... Akulah yang menjadi tuanmu" kata Sebastian dengan senyumannya
" Sebastian..."
Ciel's mind:
Aku duduk merenung di kamarku. Sebastian sudah menyelesaikan kontraknya... Tapi beberapa tahun terakhir entah kenapa aku merasa sesuatu yang lain bersamanya. Aku... tidak ingin dia pergi. Aku takut kalau aku sendiri, takut dia tidak bersamaku lagi. Atau jangan jangan aku mencintainya..?
Tidak! Kau Ciel phantomhive! Penerus tunggal keluarga phantomhive. Tapi perasaan apa ini... Sebastian... Ya butlerku yang selalu memandikanku, memberiku makan yang lezat. Apa benar aku menyukai Sebastian.. Dia pria! Apa yang akan dikatakan Orang-orang! Tetapi kenapa perasaan ini 'hangat'...
Sebastiann pov
Ciel phantomhive. Anak yang menarik, beberapa tahun lalu anak ini mengikat kontrak dengan imbalan jiwanya. Dan semalam kontrak terpenuhi! Aku taktau kenapa aku tidak bisa menyakiti anak itu, dia sungguh... 'Menarik'. Sayangnya Ia telah membuat seoraang deamon sebastian michaelis menyukainya, anak manis itu... Sebelumnya aku tidak bisa menyentuhnya, karena dalam perjanian Ciel adalah 'tuan' ku. Tetapi setelah kontrak berakhir ia 'Milikku'. inilah yang kutunggu. Aku ingin memilikinya, membawanya ke tempatku di alam yang lain. Ya, Ciel akan menjadi milikku seorang!
Normal pov:
"Kau tidak apa-apa, tuan?" Tanya sebastiaan degan senyumnya yang bisa membuat orang sweatdrop.
"Sebastian, kalau ini hari terakhir... Aku jadi ingin kita bersenang senang, aku... Tidak mau kau pergi .."
"Tuan muda, kontrak akan segera terpenuhi. Ingatlah, aku akan selalu bersama tuan, hingga di nerakapun aku akan bersamamu. Malam ini adalah malam yang istimewa.. Kalau boleh, Maukah tuan berkunjung ke kamarku sehabis makan malam?"
" Ya, tentu... Sebaastian, a- aku... Mau..."
'Panas...? Apa ini'Wajah ciel memerah karena efek racun nonaktif yang diberikan Sebastian.
"Kau manis sekali tuan..." *cup* sebastian mencium dahi tuannya perlahan, dan disambut lirikan tajam tuannya yang wajahnya semakin memerah.
" Bersabarlah hingga malam ini, ya Ciel Phantomhive. Sebentar lagi bukankah kau harus hadir ke perjamuan makan malam tuan Alois?" *smirk*
"Sebastian, Se-sejak kapan kau memanggilku begitu, hn?" Ciel menjawab dengan ketus, tetapi diangap manis oleh sang butler...
" Anda terlalu imut, tuan.. Maaf, tetapi... bila tuan muda terus begini aku ti-" Sebastian mengurungkan niatnya untuk memberitahu Ciel tentang rencananya malam ini, dan membuat Ciel penasaran.
" Ah, maaf... Aku sudah menyiaapkan pakaian anda di sebelah lemari, silahkan" Lanjut Sebastian.
" Ya Sebastian, aku sudah selesai dengan tehnya, terimakasih" cap Ciel lembut
"Yes, my Lord" ucap Sebastian sambil membungkuk, lalu meninggalkan Ciel..
'tuggulah sebentar lagi Ciel Phantomhive, sebentar lagi'
Read and Review all ^^ Thx for reading
To be continued... ;)
Salam manis dari Cherr99
