Title: Happy Birthday Jaemin!
(Tinkxx)
– Mark x Jaemin –
an: bukan spesial karena saya bikinnya nggak jelas gini:( jaemin-jisung saya bikin sekamar ya!
– Happy Birthday Jaemin! –
Mark
Mark sadar, sangat sadar. Sebentar lagi hari akan berubah. Tanggal 12 Agustus menjadi 13 Agustus. Ulang tahun seseorang.
Ia meniup kedua tangannya yang dingin. Semua hyungnya dan Donghyuck sudah tertidur sejak tadi. Pesawat sepi, hanya terdengar bunyi bisik-bisik beberapa orang. Ia menoleh ke jendela yang ada di sampingnya, matanya menembus kaca, menatap gumpalan awan gelap.
Samar-samar ia mendengar dengkuran halus Jaehyun yang terlelap di kursi sebelahnya. Ia menghela napas, kembali melihat jam di ponselnya, 23.57. Tiga menit lagi sebelum tanggal 13 Agustus.
Apa yang harus ia lakukan? Panggilan malam dengan seseorang yang jauh dibelakangnya? Apa itu tidak mengganggu?
Lagi-lagi ia menghela napasnya. Ayolah, dua menit lagi. Tentukan apa yang mau kau lakukan dan kemudian kau bisa tertidur dengan nyenyak.
"Kalau mau telepon, telepon saja, Mark. Jangan bergerak terus begitu, kakiku tidak bisa kuluruskan ke depan." Taeil berdecak kesal. Mark merengut mendengar ucapan hyungnya itu.
"Hyung pikir telepon Jaemin itu mudah? Lagipula apa sinyal telepon tidak menganggu?" dengusnya sambil memindahkan duduknya sedikit ke samping agar kaki Taeil bisa lebih leluasa.
"Kupikir kalian sudah lebih dari yang orang-orang lihat,"
Mark mengeryit bingung. "Maksud hyung?"
Dengan mata terpejam ia membalas pertanyaan Mark, "Kupikir kalian ada sesuatu,"
"Sesuatu apa?"
Bantal kecil yang ada di samping Taeil terlempar begitu saja ke arah Mark. Ia kesal juga kalau orang yang ia ajak bicara tidak langsung paham maksudnya. Oleh karena itu, ia memilih untuk tidur, mengabaikan Mark yang masih menyenggol kakinya terus menerus.
"Hyung, jangan tidur! Maksudmu sesuatu apa?"
"Sstt diamlah, Mark, aku mau tidur. Dan lagi ini sudah lewat tengah malam, ada baiknya kalau kau telepon Jaemin. Dan masalah sinyal itu, kupikir tidak apa untuk telepon. Aku tadi melihat orang di belakang sana telepon terus menerus, yang penting jangan lama-lama."
Mark melongo, ia menelengkan kepalanya bingung. Ia cuma paham kalau hyung tertuanya ini memberinya izin untuk telepon.
"Baiklah, selamat tidur." ucap Taeil sebelum melanjutkan tidurnya yang tertunda karena Mark.
Kembali ia dihadapkan dengan keheningan yang entah kenapa mencekamnya. Jantungnya berdegup kencang entah karena apa. Ia akan lebih tenang kalau Jaemin ada bersamanya, duduk di samping atau di depannya.
Oh iya, Jaemin! Ia buru-buru membuka layar ponselnya. Benar saja, sekarang sudah pukul 00.05. Ia mendesah pelan. Dengan tangan gemetar ia mengetik nomor Jaemin yang sudah ia hafal diluar kepala.
Ia cukup lama menunggu sampai..
"Halo?"
Mark terkesiap. Tangannya menutup mulutnya dengan dramatis.
"Halo? Mark hyung, ya?"
Dengan susah payah ia menahan dirinya yang sudah ingin melonjak-lonjak senang. Ia berdeham. "H-Halo Jaemin."
Ia bisa mendengar. Disana ada suara berisik Jisung yang sedang berteriak. Pasti sedang pesta dengan Jisung, batinnya.
"Ada apa, hyung?"
Mark kembali gugup. "T-Tidak ada apa-apa."
"Hyung tidak tidur?"
"Belum ngantuk,"
"Tidurlah, hyung, sudah malam."
"Tapi.." Mark memutus ucapannya. Kata-kata selamat ulang tahun yang sebelumnya ia susun sudah hilang entah kemana. Menyisakan dirinya dengan rasa gugup yang membuatnya makin pening.
"Kenapa, hyung? Cepat katakan."
Mark berdeham sekali lagi. "Disana ramai ya,"
Basa basi!
Jaemin terkekeh. "Tidak juga, hyung. Jisung sedang bermain PS,"
"Kenapa kau tidak tidur?"
Untuk sesaat sambungan mereka terputus oleh keheningan, tidak ada yang berbicara. Ia bisa mendengar Jaemin meminum sesuatu di seberang sana dan berdeham setelahnya. "Menunggu Jisung sampai ngantuk,"
"Oohh..."
Mark mendengus. Ia benci ketika tidak tahu apa yang harus ia katakan lagi. Dan secara tidak sadar ia sudah mencubit jari-jari kaki Taeil dengan keras. Beruntunglah Taeil tidak terbangun karena merasakan cubitan Mark di jari kakinya.
Mungkin ia memang harus mengatakannya sekarang.
"Jaemin.."
"Ya, hyung?"
Ia menghela napas pelan, senyuman menghiasi wajahnya. "Selamat ulang tahun, ya. Ke 16 kan, ya? Oh tapi di Korea jadi 17. Apapun yang terbaik untukmu. Maaf aku tidak ada disana saat ulang tahunmu hari ini. Maaf aku tidak bisa langsung mengatakannya padamu. Maaf juga aku bukan jadi orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun. Sekali lagi, selamat ulang tahun, Jaemin.."
Keduanya terdiam. Secara tidak sadar ia meniup ke arah ponselnya yang kemudian terdengar kikikan Jaemin. Tangannya bergerak untuk memegang dadanya yang berdetak tak karuan hanya karena mendengar suara lembut Jaemin. Mengontrol dirinya agar tidak memekik dan membangunkan orang-orang yang sedang terlelap.
"Kau berlebihan, hyung,"
"Kau selalu mengataiku berlebihan, kalau kau mau tahu."
Jaemin kembali tertawa. Tawa lembut yang entah kenapa membuatnya ingin kembali ke Korea.
"Dan lagi, hyung.."
Mark menunggu.
"Kau orang pertama yang mengucapkan ulang tahun padaku,"
Mark melongo. "Eh?"
"Iya, hyung. Kau yang pertama. Yang lain tidak ada yang repot-repot bangun untuk mengucapkan selamat padaku. Bahkan mungkin Jisung lupa kalau hari ini ulang tahunku."
"Astaga! Kupikir aku sudah sangat telat,"
Jaemin terkekeh dan Mark mendengarnya dengan jelas. "Terima kasih, hyung."
Mark mengangguk saking senangnya. Padahal Jaemin tidak akan bisa melihatnya mengangguk seperti itu.
"Kupikir kau sebaiknya tidur, hyung. Aku takut nanti hyung kelelahan. Aku juga mau tidur, Jisung menungguku."
Mark mengerucutkan bibirnya sedih. "Yah.. Yasudah kalau begitu, kau tidurlah."
Jaemin tersenyum dan Mark tidak menyadarinya mengingat jarak diantara mereka. "Sekali lagi terima kasih, hyung. Selamat tidur."
Klik.
"Selamat tidur." ucap Mark walaupun ia tahu kalau sambungannya sudah terputus. Kebiasaan Jaemin yang suka memutuskan sambungan lebih dulu yang terkadang membuatnya kesal.
Ia menyamankan duduknya, pikirannya kembali pada obrolan singkatnya dengan Jaemin. Tanpa sadar ia tersenyum, pipinya merona merah, lucu. Dan detik berikutnya ia sudah memejamkan matanya. Tidak butuh waktu lama untuk membuat seorang Mark Lee tertidur.
Apalagi setelah mengobrol dengan Jaemin, pasti semakin nyenyak..
END
Happy Birthday Jaemin sayang:)
Cuma bisa bikin ini, karena pikiran saya masih belum fokus minggu ini wkwk. Nggak jelas juga huhuhu.
(Saya bikin ini sambil dengerin No Matter What nya Boa & Beenzino, bikin senyum-senyum sendiri, entah kenapa feelnya kena di saya xD)
Love,
Tinkxx
