Rewrite the Stars
.
.
Noble and Private Guard AU
Inspired by Rewrite the Stars song (c) Zendaya
Genre : Drama, romance, [mau masukin angst tapi kayaknya ga masuk deh hehe]
Warning : Typo(s), possibly OOC
.
"I know I want you
It's not a secret I try to hide"
.
Sanji menghembuskan asap rokoknya ke atas. Surai kuningnya melambai lembut dibelai angin sore. Atensinya terpaku pada pemuda yang sedang berlatih pedang di depannya. Manik Sanji berkilat, seakan menyiratkan harapan. Pemuda yang ditatap itu tak mengindahkan tatapan Sanji, menolak untuk melakukan kontak mata.
.
"I know you want me
So don't keep saying our hands are tied"
.
"Zoro," Untuk kesekian kalinya, nama tersebut keluar dari bibir Sanji di sela rokoknya. Dan untuk kesekian kalinya pula, lelaki pemilik nama Zoro itu menggeleng.
"Tidak, Sanji. Tidak bisa."
"Zoro," Nadanya sekarang tegas. "Kita tahu kenyataan perasaan masing-masing."
"Dan kita tahu kenyataan di luar sana."
Pemuda berambut pirang itu membuang abu rokok. Menunduk menatap hijau rumput di bawahnya. Ia tahu, ia tahu kenyataannya dengan jelas. Tapi tak bisa 'kah, untuk sekali saja, dunia berpihak padanya? Dunia yang ia tinggali ini kejam dan tidak adil.
.
"You claim it's not in the cards
And fate is pulling you miles away
And out of reach from me
But you're here in my heart
So who can stop me if I decide
That you're my destiny"
.
"Tidak. Aku tahu derajatku. Masyarakat di luar sana tak akan menyetujuinya." Zoro mengibaskan pedangnya kuat-kuat untuk meredam rasa kecewanya.
Sanji tergugu mendengar pernyataan Zoro. Ia menggigit rokoknya.
.
"What if we rewrite the stars?
Say you were made to be mine
Nothing could keep us apart
You'd be the one I was meant to find"
.
"Bagaimana-" Sanji memutar otak mencari solusi, menginginkan takdir untuk beralih memihaknya. "Bagaimana jika kita pergi?"
Kali ini, ia mendongak dengan segenap keberanian yang ia kumpulkan untuk menatap kedua mata Zoro. "Kita pergi. Ke kerajaan lain. Bersembunyi ke sudut bumi terjauh, ke tempat dimana tak ada satupun orang yang mengenali kita."
.
"It's up to you, and it's up to me
No one can say what we get to be"
.
Sanji membuang rokoknya yang tersisa setengah, mendekati Zoro dan berhenti di depannya. Membuat sang pendekar pedang menghentikan aktifitasnya. "Ini kisah kita, Zoro. Aku tak akan membiarkan orang lain campur tangan di dalamnya. Aku akan mengusahakan apapun demi kita."
.
"You think it's easy?
You think I don't want to run to you?
But there are mountains
And there are doors that we can't walk through"
.
"Kemana? Seluruh prajurit negeri ini akan mencarimu bahkan ke ujung dunia sekalipun," Zoro membuang tatapannya ke semak tak jauh dari posisinya. "Kita tak punya harapan. Bahkan dunia pun tidak menyetujui."
Sanji menunduk dan menggertakkan giginya. Ia menggeram kesal. Menolak untuk menerima takdir yang membelenggunya. Takdir yang mengekangnya sekarang bukanlah keinginannya.
.
"No one can rewrite the stars
How can you say you'll be mine?
Everything keeps us apart
And I'm not the one you were meant to find"
.
Zoro mengamankan pedangnya dalam sarung pedang. "Kita tak bisa merubah takdir. Takdirmu adalah pemuda bangsawan, dan takdirku hanyalah seorang pengawal pribadi yang kebetulan melayanimu,"
Perlahan, lelaki bersurai hijau itu berjalan ke bawah pohon dan bersandar di bawahnya. "Dunia itu kejam, Sanji,"
.
"It's not up to you, it's not up to me
When everyone tells us what we can be"
.
"Penghakiman masyarakat itu menyakitkan," Lanjut Zoro dengan suara lirih.
Sanji melangkah mendekati Zoro dan berdiri di sampingnya. Mendengarkannya dengan seksama.
"Seorang pengawal pribadi tak mungkin bersama dengan bangsawan."
.
"All I want is to fly with you
All I want is to fall with you"
.
Sanji menghela napas singkat. Mengelus gagang pedang Zoro perlahan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya. "Perasaan kita nyata, Zoro. Aku ingin bersamamu."
"Aku juga ingin bersamamu, Sanji. Namun dunia tak mendukung kita." Zoro menatap netra Sanji yang bebas dari perlindungan rambutnya.
"Aku yakin akan ada jalan." Ucap Sanji tegas.
.
"You know I want you
It's not a secret I try to hide
But I can't have you
We're bound to break and
My hands are tied"
.
Zoro menggeleng pelan. Menepis tangan Sanji dari gagang pedangnya kemudian mengangkat tubuhnya, berdiri membelakangi Sanji. "Maaf."
Sanji sontak ikut melangkah, namun posisinya masih di belakang Zoro. "Kumohon, Zoro."
"Maaf." Zoro mengulang satu kata tersebut dua kali. Ia membiarkan Sanji menatap dirinya sejenak sebelum melangkah pergi meninggalkan Sanji.
Sanji menunduk, meraih rokok dari saku celananya dan menjepitnya dengan bibir. Mati-matian menahan tangisnya yang akhirnya bocor. Hari ini, ia tertampar oleh pahitnya realita. Tersadar bahwa di dunia yang rasis ini ia tak akan bisa bersatu dengan pujaan hatinya.
