Chapter 1

Perang shinobi keempat, itulah yang tepat menggambarkan tempat itu dengan ratusan ribu mayat shinobi gabungan dari lima desa besar dan di sebut aliansi shinobi. Semua orang sedih karena kawan atau saudaranya meninggal dan juga bangga karena rela menggorbankan nyawanya demi lima negara.

Lost dimension

Terlihat empat orang yang sedang terduduk lemas karena sehabis pertarungan sengit, tim tujuh terdiri dari Uzumaki 'Namikaze' Naruto, Uchiha Sasuke,Haruno Sakura dan Hatake Kakashi berhasil menyegel(fuin) Kaguya sang dewi kelinci. Setelah berdiam diri cukup lama Kakashi mengajak anak didiknya untuk pulang ke dimensi yang berada di desa-desa shinobi.

"baiklah anak-anak, ayo kita pulang!" kata Kakashi sambil bangkit dari ,Sakura dan Sasuke yang mendengarkan itu juga langsung bangkit dari duduknya

"tapi.. , aku hanya bisa memindahkan kalian dua dari kalian bertiga"kata Kakashi dengan nada sedih, tim tujuh kaget karena salah satu dari mereka harus tinggal tempat yang hampir hancur semua.

"kenapa bisa begitu ?" tanya Sasuke dengan bingung.

"karena aku harus menyesuaikan mata satunya agar kita tidak terdampar ke dimensi lain" kata Kakashi sambil melakukan persiapan.

"kenapa tidak sensei saja yang disini dan kami pulang" usul Naruto sambil nyengir ndak jelas. "Bletaak"

"bodoh, kalau kita pindah sensei nanti tidak bisa dirawat malah akan membutakan matanya sehingga tidak bisa kembali Naruto-baka" teriak Sakura sambil menjitak kepala naruto.

"baiklah persiapan sudah selesai, siapa yang akan tinggal disi.." "aku" belum menyelesaikan kata-katanya, Kakashi,Sakura,Sasuke menoleh kepada pemotong suara tersebut ternyata Naruto pemotong suara tersebut.

"baiklah Naruto, aku akan kembali sekitar empat sampai lima jam setelah mendapat perawatan medis" kata kakashi sambil berdiri di depan Sakura dan Sasuke.

"selamat tinggal Naruto/dobe" kata Sakura dan Sasuke bebarengan sambil melambaikan tangannya. Naruto yang melihat teman-temannya juga melambaikan tangannya.

"baiklah kalau begitu" kata Kakashi seambil membukanya menampakan mata mangekyou sharingannya.

"Kamui" kata Kakashi lalu muncul seperti pusaran angin melawan arah jarum jam di sekitar Kakashi.

"Zuzuzuzu" suara angin tersebutlalu hilang secara perlahan.

Naruto pov

Perkenalkan namaku Uzumaki Naruto, anak dari Yondaime Hokage atau dipanggil Namikaze Minato dan Uzumaki Khusina. aku sedang menunggu Kakashi-sensei menjemputku, aku menunggu sudah dua jam. Sebaiknya aku jalan-jalan sebentar.

Normal pov

Naruto yang sedang berjalan-jalan melihat pemandangan yang sama yaitu kehancuran setelah melawan Kaguya .Naruto yang sedang menikmati pemandangan mendengar namanya di panggil dengan samar-samar. Naruto berpikir mungkin halusinasinya. Tapi semakin melangkahkan kakinya ke depan suara tersebut bertambah besar volumenya.

"na-Naruto..." kata seseorang dengan jelas.

Naruto mengedarkan pandangannya ke segala arah. Dan Naruto melihat tumpukan batu dan terlihat samar-samar rambut berwarna hitam.

Naruto yang melihat itupun segera menolong orang tersebut dengan memindahkan seluruh tumpukan batu yang lumayan besar.

Setelah memindahkan semua batu, terlihatlah seorang terbaring dengan kondisi lemah dengan rambut hitam berantakan dan tubuh penuh luka yang terlihat dari darah yang mengalir ditubuhnya dan celana setelan anbunya hampir sobek semua dengan mata merahnya yang masih menyala walaupun di kelopak matanya masih ada darah mengalir.

"Ma-Madara!" kata Naruto dengan kaget karena Madara masih hidup walaupun dengan kondisi menggenaskan.

"to-tolong baringkan a-aku di batu i-itu..." kata Madara pelan sambil menunjuk batu besar dengan atasan seperti ranjang.

"untuk apa ?" ucap Naruto bingung

"ayolah ba-baringkan saja, ada yang a-aku bicarakan" suruh Madara dengan nafas berat.

"baiklah" pasrah Naruto dengan perkataan Madara karena kasihan. Naruto mengangkat Madara dengan ala bridal style menuju batu yang berada di lima meter di depannya.

Sesempai di batu tersebut, Naruto meletakkan Madara dengan hati-hati dibatu tersebut.

"kamu ingin membicarakan apa Madara" kata naruto sambil memposisikan duduknya di samping Madara.

"waktuku sudah tidak la-lama lagi" kata Madara tersenyum tipis.

"aku ingin mempercayakan rinnenganku ke-kepadamu" lanjutnya sambil memposisikan dirinya.

"kenapa? Kan perang telah usai ? kebencian semua orang kan sudah hilang ? mengapa kau memberi kekuatan lagi kepadaku ?" tanya beruntun Naruto kepada Madara karena menerima kekuatan lagi.

"kau masih muda. Belum mengerti kondisi sesudah peperangan, walaupun kamu memenangkan seribu perang sekaligus. Selama ada iri,ambisi,ketamakan dll. Itu api kecil untuk mengobarkan peperangan, aku ingin kau memadamkan api-api kecil itu dengan kekuatanmu dan kekuatanku . dan juga aku ingin bagian tubuhku berguna untuk orang lain." Kata panjang lebar oleh Madara sambil menatap Naruto.

Setelah mendengar ucapan Madara, Naruto memikirkannya hasil positif dan dampak negatif.

Setelah memikirkannya cukup lama karena otak Naruto yang kapasitas yang dibawah rata-rata dan dia sudah menyimpulkannya.

"baiklah aku menerimanya, aku akan menggunakan mata rinnengan itu. Tapi bagaimana denganmu ?" kata Naruto.

"tenang saja, waktuku sudah hampir habis. Apa kau siap Naruto" ucap madara sambil berdiri di samping batu tersebut, walaupun dia tertatih-tatih.

"baiklah aku siap" kata Naruto sambil memposisikan di hadapan Madara.

"oke ini akan terasa sedikit sakit" kata Madara lalu membuat handseal dengan kecepatan sedang.

" Uchiha kenjutsu: Tensha gijutsu no me"

Setelah mengucapkan jutsunya, terlihat seperti benang cakra keluar dari kedua mata Madara menuju mata naruto dengan perlahan.

"arrghhh.." teriak Naruto kesakitan akibat seperti sesuatu masuk ke matanya.

Setelah selesai ritualnya Madara langsung kembali berbaring di batu sambil matanya terpejam. Dan Naruto serasa sudah tidak merasa sakit ingin bertanya kepada Madara.

"Madara, bagaimana menggunakan mata ini? Dari sharingan biasa , mangekyou sharingan , eternal mangekyou sharingan hingga rinnengan?" tanya Naruto.

"pertanyaan bagus. Cara menggunakan sharingan hanya mengalirkan sedikit cakramu ke mata jika kamu melihat seseorang dengan aliran cakra maka kau berhasil menguasai sharingan, untuk mangekyou dan eternal mangekyou caranya hampir sama tinggal menambahkan cakramu tapi saranku pergunakan eternal mangekyou saja untuk pencegahan kebutaan , lalu rinnengan juga sama tapi jika kamu melihat sesuatu lebih cepat dari mata biasa atau sharingan berarti kamu berhasil memasuki mode rinnengan" kata Madara panjang lebar

Naruto yang mendengarkan penjelasan Madara hanya mangut-mangut tandanya ia mengerti

"apa kau paham penjelasanku ?" kata Madara memastikan karena dia kelihatan tampang bodoh.

"akan kuusahakan" jawab Naruto dengan tampang serius.

"baiklah , waktuku sudah habis Naruto , semoga mata itu bermanfaat . dan bakar mayatku dengan Amaterasu biar tidak di salah pergunakan nanti" kata Madara. Setelah itu Madara menghembuskan nafas terakhirnya

Naruto yang meliha itupun sedikit rasa iba dan bangga. Lalu Naruto mengaktifkan mata eternal mangekyou sharingan mula darii matanya yang biru shappire menjadi hitam lalu berubah menjadi merah dengan tiga tomoe berputar pelan lalu ketiga tomoe saling menyambung sambil berputar dan diantara tomoe terdapat tiga garis lurus pertanda itu mata eternal mangekyou sharingan Madara sudah aktif.

"Amaterasu"

Kata Naruto , lalu mayat Madara terdapat percikan api hitam . lama-kelaan api itu bertambah besar dan membungkus mayat Madara tapi mayat Madara belum hangus

"apa karena sel Shodaime-sama sehingga tubuhnya tahan lama , untung amaterasu tahan tujuh hari tujuh malam" kata Naruto . mendadak Naruto bingung kenapa ia menjadi pintar apa karena tubuh tambahan sehingga dia ia mengangkat kedua bahunya pertanda ia tidak mengetahui.

.

.

Naruto mulai menjauhi mayat Madara ,Secara tiba-tiba Naruto mempunyai ide yang sangat gila digunakan.

"kalau menggunakan mangekyou sharingan berarti aku bisa menggunakan kamui untuk pulang" kata Naruto dengan tidak mengetahui kalau setiap mangekyou sharingan mempunyai keistimewaan tersendiri seperti Shisui dengan Koto amatsukami lalu Itachi dengan Tsukoyomi dll.

"baiklah aku akan mencobanya" kata Naruto dengan masa mudanya.

"Kamui"

"Zuzuzuzu"

Perlahan muncul pusaran angin melawan arah jarum jam lalu menyedot Naruto dan mulai terkikis dan menghilang sepenuhnya.

.

.

.

.

.

Tak jauh dari mayat madara terdapat juga pusaran angin melawan arah jarum jam lalu memuntahkan tiga orang disana yaitu Hatake Kakashi,Senju Tsunade,Hyuuga Hinata yang lengkap dengan pakaian perangnya

"Hokage-sama kita sudah sampai tujuan" kata Kakashi sambil menatap Tsunade.

"baiklah,ayo kita cari Naruto!" kata Tsunade kepada dua orang yang dihadapanya.

"ha'i/ha-ha'i" kata Kakashi dan Hinata.

" Hinata ,gunakan Byakugan mu untuk mencari keberadaan Naruto" kata Tsunade tegas

"ha-ha'i" jawab Hinata.

"Byakugan"

Urat-urat muncul di sekitar samping mata Hinata lalu bergerak ke kanan kiri untuk mencari pujaan hatinya Naruto.

"dari sini aku tidak menemukan Na-Naruto-kun sampai se-sepuluh kilometer dari sini" kata Hinata sambil melepas jutsunya.

Kakashi dan Tsunade yang mendengar itu langsung memikirkan yang tidak-tidak.

"tapi, a-aku menemukan kobaran api kecil di a-arah jam de-delapan" lanjut Hinata dengan nada tergagap-gagap karena perasaannya tak enak

"baiklah, ayo kesana" kata Tsunade dijawab anggukan keduanya.

.

.

.

Sesampainya di lokasi Tsunade,Kakashi dan Hinata langsung melihat kobaran api. Mereka kaget karena kobaran api itu bewarna hitam menandakan itu jurus Amaterasu dan di dalamnya seperti seekor mayat.

"apa itu Naruto ?" kata Tsunade dengan nada sedih dan Hinata yang melihat dari belakang sudah menagis sejadi-jadinya.

"sepertinya, Ya karena yang tinggal di sini hanya Naruto" kata Kakashi menghampiri Tsunade di depan mayat dengan kobaran api.

Hinata pov

a-apa Naruto-kun meninggal, tidak mungkin. Dia itu kuat, sudah membuat janji kepada desa Konaha kalau dia akan kembali dan aku tahu Naruto-kun tidak akan melanggar janjinya karena itulah jalan ninjanya ta-tapi apa yang kulihat mayat dengan kobaran api hitam,mau tak mau aku harus percaya karena memang Naruto-kun di tingal Kakashi-sensei di sini. aku mencintai Naruto-kun sangat mencintainya bahkan melebihi cintaku kepada Tou-sama. Aku sudah pasrah, tidak ada Naruto-kun hidupku sudah tidak ada artinya lagi. Sebaiknya aku mengakhirinya.

Normal pov

Hinata yang melihat Kakashi dan Tsunade cukup jauh di depan dan tidak melihatnya mulai melaksanakan aksinya. Dia mulai duduk bersila dan mengambil batu seperti batu bata di sampingnya dengan tangan kirinya diletakan di depannya lalu Hinata mengambil kunai di kantong kecil di belakang tubuhnya. Dengan pelan ia menggores jarinya dengan kunai sehingga keluar darah sedikit banyak dan ia mulai menulis di batu di depanya.

Selesai menulis ia mulai menggenggam batu itu dengan erat dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya memegang kunai diarahkan ke depan lehernya lalu Hinata menumpahkan air matanya dan tersenyum lalu bergumam "aishiteru Naruto-kun , Sayonara"

"Crasshh"

Hinata menancapkan kunainya tepat ke lehernya lalu tergeletak sambil memegang kunai dan batu dan wajahnya tersenyum walaupun ada air mata di pipinya dan lehernya mengeluarkan darah merah kental lalu ia mati dalam keadaan menggenaskan

.

.

.

Setelah tenang Tsunade menghampiri Kakashi yang masih merenungkan Naruto, ia tahu kalau Kakashi tidak akan memaafkan dirinya jika kehilangan anggota tim lagi.

"sebaiknya kita pulang Kakashi" kata Tsunade sedih.

"baiklah Hokage-sama" jawab kakashi dengan suara serak

Setelah itu Tsunade dan Kakashi berbalik, keduanya kaget melihat Hinata tergeletak. Dengan cepat keduanya menghampiri Hinata.

Sesampai di tempat Hinata, keduanya terkaget lagi dan panik melihat Hinata bunuh diri dengan kunai.

"Kakashi,mengapa Hinata bunuh diri ?" tanya Tsunade sambil memeriksa keadaan Hinata

"saya juga kurang tau" jawab Kakashi sedih melihat Hinata mati tidak sengaja Kakashi melihat batu seperti batu bata.

"Hokage-sama mengapa Hinata menggenggam batu itu?"kata Kakashi sambil menunjuk batu yang di genggam Hinata

"entahlah, sebaiknya kulihat" kata Tsunade sambil mengambil batu yang di genggam tidak sadar air mata Tsunade keluar deras walaupun ia tidak menangis.

"Hokage-sama, mengapa anda menangis ?" kata Kakashi bingung kelakuan Hokagenya.

Tsunade lalu memberikan batu itu kepada Kakashi, Kakashi langsung membacanya. Secara tidak sadar juga kakashi mengeluarkan air matanya tak kuasa melihat tulisan itu

"k-k-Kakashi sebaiknya k-kita pulang. Bawa hi-hi-Hinata juga" kata Tsunade bergetar.

"ha-hai Hokage-sama" kata Kakashi sambil menggendong Hinata. Ia tidak mempedulikan darah yang mengenai bajunya karena darah hinata, karena ia sudah terbiasa di Anbu ROOT

"Kamui"

Muncul pusaran angin melawan arah jarum jam lalu menyedot mereka beserta batunya yang memang di bawa Tsunade untuk di tempatkan di antara nisan kuburan Hinata nanti

[isi batu : Aishiteru Naruto-kun, Ai takata]

Kota Qishan

Pagi yang cerah memenuhi kota Qishan. Terdapat banyak bagunan-bangunan sederhana, tak jarang juga perdagangan budak banyak dilakukan disana. Dan di tengah-tengah kota tersebut terdapat bangunan tabung yang sangat tinggi yang disebut Labirin Amon.

Dari keramaian terdapat rumah-rumah kecil yang ditempati untuk budak atau pekerja paksa. Di antara rumah-rumah terjadi pusaran angin melawan arah jarum jam dengan cepat memuntahkan seseorang dengan kulit tan dengan wajah cukup tampan dengan tiga pasang kucing kumisnya menambah nilai imutnya lalu berambut pirang berantakan sampai leher dan jaket hitam strip orange hampir sobek semua dan juga celana panjang hitamnya delam keadaan menggenaskan

Terdapat juga luka-luka memar di seluruh tubuhnya, tak jarang darah kental keluar dari mulutnya mengenai kulitnya bewarna tan. Ya dia tokoh utama kita Naruto Uzumaki, yang sedang pinsan akibat kegagalan dalam jurus Kamui.

Tapi tak berselang lama karena terjadi keributan di salah satu rumah tersebut.

"kenapa kau masih tidur?!" kata seseorang dari dalam rumah sambil melempar orang dengan perawakan kecil berambut biru panjang di kepang satu sampai punggung dan memakai surban di kepalanya, dia meemakai kemeja tipis tanpa lengan bewarna biru muda dengan terusan celana panjang bewarna putih yang kelihatanya longgar dia adalah Aladdin.

Dan nampak seseorang keluar dari rumah tersebut, seorang berambut pirang sampai leher berkulit putih memakai kaos bewarna hijau dibalut jubah lengan panjang yang dilipat dengan terusan celana putih yang juga kelihatan kebesaran jangan lupa syal panjang di pakai sebagai ikat pinggang dia adalah Alibaba Saluja, putra ke tiga dari raja terdahulu di Balbad.

"sakit tahu,Onii-san" kata Aladdin sambil menepuk-nepuk punggungnya karena benturan tadi.

"salahmu sendiri, kenapa kau masih tidur?kita harus kerja untuk membayar semangka yang kau makan kemarin" kata Alibaba kesal.

" iya iya" kata Aladdin lemas sambil menggaruk-garukan tak sengaja Aladdin melihat Naruto yang pingsan di pinggiran rumah tetangga Alibaba.

" hey Onii-san, siapa itu? Kita tolong" kata Aladdin sambil menghampiri Naruto.

"baiklah-baiklah" kata Alibaba lemas karena belum makan seharian.

Aladdin melihat keadaan tubuh Naruto merasa iba, ia segera membawanya ke rumah Alibaba utuk di obati. Tapi dengan tubuhnya ia tidak kuat untuk menggendongnya.

"Onii-san tolong orang ini, cepat Onii-san" kata Aladdin sambil mengeluarkan puppy eyes.

"baiklah.., akan ku gendong orang ini" pasrah Alibaba tak kuasa melihat teknik Aladdin.

.

.

.

.

Setelah merawat Naruto, Aladdin dan Alibaba istirahat sejenak sehabis menggantikan pakaian Naruto yang hampir seluruhnya robek semua.

Aladdin dan Alibaba heran peralatan yang dibawa Naruto itu aneh,yaitu beberapa seperti pisau tetapi pangkalnya berlubang,dan benda kecil memiliki sudut empat sudut lancip dan buku bertuliskan 'icha-icha paradise', ia juga menemukan beberapa scrool di kantong kecil.

"engghh..." erang Naruto.

Aladdin dan Alibaba yang mendengar erangan Naruto langsung menghampiri Naruto yang berada di tempat tidur Alibaba(lantai berkarpet). Naruto mulai membuka matanya perlahan

"dimana ini?" gumam naruto melihat sekelilingnya sambil duduk dan menemukan dua orang yang sedang tersenyum ke arahnya.

"siapa kalian berdua?" kata Naruto lemas sambil pemperhatikan keduanya secara seksama.

"namaku Alibaba" jawab Alibaba singkat.

"namaku Aladdin. Ne namamu siapa ?" tanya Aladdin.

"namaku Uzumaki Naruto, ini di desa mana?" tanya Naruto sambil merenggankan otot-ototnya.

"desa?bukan ini kota Qishan" kata Alibaba

"kota?Qishan? siapa yang memimpin di wilayah ini?" kata Naruto dengan panik karena takut jurus Kamui gagal.

"pemimpin di sini adalah pangeran muda Qishan" jawab Alibaba dengan santai

Naruto yang mendengar itu kaget 'apa! Bukan kage, sebaiknya aku memasuki Sage mode unuk mengeceknya'kata batin Naruto.

Naruto langsung menutup matanya,melipat kakinya dan menyatukan tangannya jempol berada di atas dan sisanya berada dan Alibaba bingung apa yang di perbuat Naruto dari tadi.

Aladdin dan Alibaba langsung kaget gara-gara memperhatikan wajah Naruto cukup lama dan muncul warna orange di sekitar kelopak Naruto.

"Naruto-kun apa yang terjadi padamu?" panik Aladdin melihat kelopak mata Naruto

Terasa sudah selesai naruto menonaktifkan Sage Mode 'ternyata benar, aku sudah terdampar kedimensi lain. Huh..'batin Naruto sambil memijit keningnya yang sedikit pusing karena syok.

"tidak apa-apa Aladdin" kata Naruto sambil tersenyum hangat.

"Alibaba, boleh meminjam kepalamu sebentar?" kata Naruto sambil memperhatikan Alibaba.

Alibaba yang mendengar ucapan Naruto sedikit ragu-ragu, tapi melihat Naruto sudah serius akhirnya ia pasrah.

Naruto memegang kepala Aladin cukup erat dengan tangan kirinya lalu ia memejamkan matanya agar tidak ada yang mengetahui mata rinnengan. Ia segera berkonsentrasi pada kedua matanya lalu mengucapkan jurusnya.

"Ningendo"

Memori otak Alibaba mulai terekam cepat di otak Naruto. Setelah mendapat semua informasi yang ia butuhkan ia mulai bertanya.

"Alibaba apa kau ingin menyelesaikan Dungeon di Labirin Amon?" tanya Naruto mulai tertarik dengan petualangan tersebut.

"ya, aku ingin mempunyai kekuatan,kekayaan,harta dan Djin" jawab Alibaba dengan mantap.

"misal, jika kau sudah menyelesaikan Dungeon tersebut. Kau akan melakukan apa?" tanya Naruto sambil menyeringai.

"aku...,tidak tau" jawab Alibaba lemas sambil menundukan kepalanya.

"kau harus mengetahuinya, kau harus memikirkan sebelum bertindak. Bukan begitu...Alibaba Saluja" kata Naruto sambil menambah seringainya dan menekan kata Saluja.

"dari mana kau tahu nama asliku Naruto!" marah Alibaba sambil menarik kerah baju Naruto.

"itu rahasia, selama kau tidak menanyakannya. Aku tidak akan membeberkan rahasia kecilmu terutama kepada Aladin" kata Naruto sambil menunjuk Aladin.

"ada apa ini Alibaba-kun,Naruto-kun?" bingung Aladin dengan percakapan antara Aladin dan Naruto.

"tidak ada apa-apa kok Aladdin"kata Naruto dengan tersenyum tulus.

"hah... sekarang maumu apa?" tanya Alibaba sambil melepaskan cengkramannya kepada Naruto.

"Hmnn.. bagimana kalau aku membantumu menyelesaikan Dungeon dengan imbalan setengah harta yang kau ambil akan menjadi milikku. Hmm.. tertarik" kata Naruto sambil menyeringai.

Alibaba kaget dengan keputusan Naruto . ia mulai memfikirkannya 'kalau menyelesaikan Dungeon aku mendapatkan semuanya tapi hata setengahnya akan diambil oleh Naruto'batin Alibaba bingung . 'baiklah aku akan menerimanya . harta gampang di cari. Kekuatan susah di cari' batin Alibaba.

"baiklah aku menerima kesepakatanmu Naruto" kata Alibaba tersenyum sambil menjulurkan tangan kanannya.

"ok, tapi ngomong-ngomong kalian melihat peralatanku ndak ?" tanya Naruto bingung.

"matsudmu benda aneh di situ" tunjuk Aladdin ke arah tumpukkan kunai dan shuriken dan jangan lupa novel 'Icha Icha Paradise'

"ya yang itu" kata Naruto sambil mengambil semua benda miliknya.

Terasa sudah cukup Aladdin ingin berjalan-jalan ke pasar Qishan.

.

.

.

.

Siang hari menyinari kota Qishan,salah satunya pasar di kawasan tengah kota Qishan. Aladdin,Alibaba dan Naruto sedang menuju pasar tersebut.

"selama kau punya uang, kau bisa beli apapun!" kata Alibaba sambil memperhatikan jalan.

"tapi selama kau punya nyawa, kau akan masih hidup" sengit Naruto dengan wajah datarnya.

Aladdin dan Alibaba yang mendengar perkataan Naruto langsung sweatdrop.

"tapi kau bisa beli apapun makanan enak,kakak cantik" kata Alibaba sambil melihat Aladdin menghayal

"kakak cantik!" kata Aladdin sambil membayangkannya dengan memutar-mutar tubuhnya.

Secara tidak sengaja Aladdin menabrak seorang perempuan berambut merah cerah dan memiliki kulit putih sedang menjual makanan.

"maaf ya,nee-san" kata Aladdin sambil berjongkok melihat orang itu jatuh.

Lalu wanita itu serasa tidak mempedulikan omongan Aladdin mulai mengambil dua makanan yang terjatuh. Si wanita berdiri sambil mengembungkan kedua pipinya sambil meninggalkan mereka melihat pada si wanita.

"ada apa Aladdin?" tanya Naruto sambil memperhatikan Aladdin dari tadi.

"itu" tunjuk Aladdin pada borgol di kaki wanita penjual makanan tadi.

"itukan budak/budak" kata Alibaba dan Naruto bebarengan.

Merasa di perhatikan terus menerus oleh ketiga remaja tadi. Si wanita malu karena ia seorang budak,terlihat jelas rona merah di pipinya. Berusaha menutupi borgolnya dengan daster ala budak malah menjatuhkan semua makanan yang di yang merasa iba mulai mendekati si wanita tersebut.

Si wanita penjual makanan yang tadinya memungut makanan setelah di dekati oleh Aladdin, ia menghentikan memungutnya dan berusaha menutupi borgol kaki dengan pakaiannya.

Aladdin yang melihat itu langsung mendekatkan seruling yang dia bawa ke arah rantai borgol lalu ia meniup serulingnya santai

"Ctakkk..."

Rantai yang dipakai si wanita itu putus, warga-warga yang melihat itu heran apa yang dilakukan oleh Aladdin. Alibaba yang melihat itu mulai panik.

"oi, ini gawat Aladdin" kata Alibaba cemas sambil memegang kedua pundak Aladdin.

"kenapa ?" bingung Aladdin dengan kelakuan Alibaba.

"mencuri budak itu kejahatan besar,lho" kata orang di kerumunan para warga.

"bagaimana caramu untuk mengganti rugi ?" lanjut orang tadi sambil menggosokkan makanan yang jatuh ke muka Alibaba, ternyata itu majikan Alibaba.

"anda ini bicara apa? Kami cuma orang bisa memotong rantai itu." Jawab Alibaba sambil tersenyum palsu dan menggeratkan pegangan ke Aladdin.

"ya benar juga, jika kau tidak membayarnya,kau harus menjadi budak" kata majikan Alibaba dengan angkuh.

"kehidupan menjadi budak itu keras,lho!" lanjut sang majikan sambil menarik rambut si budak tadi.

"hentikan. Oji-san" kata Aladdin sambil menatap serius kepada majikan Alibaba.

"ada apa gaki, kau ingin aku memanggil para penjaga?" kata majikan sambil menunjuk Aladdin.

"itu tidak perlu!" sahut Alibaba panik , tapi tiba-tiba Alibaba dan Aladdin ditodongkan senjata di dahi mereka oleh penjaga majikan dari belakang.

"atau, kau ingin aku membunuhmu sekarang juga?!" bentak majikan dengan emosi.

Tapi tiba-tiba Aladdin meniup serulingnya dengan panjang lalu muncullah sepasang tangan djin sangat besar bewarna biru pucat dari ujung seruling menghantam kedua penjaga majikan dengan keras dan di akhiri menepukan kedua tangannya dengan keras menyebabkan gelombang udara.

Orang-orang yang melihat itu langsung kaget dan syok begitu juga dengan Alibaba dan Naruto. Walaupun hanya sebatas tangan saja, itu pertama kali bagi orang-orang melihat djin.

" hei! Apa yang terjadi di sini ?" kata penjaga tambahan dari belakang kerumunan warga.

"gawat! Ada penjaga, kita pergi dari sini" kata Alibaba sambil menarik Aladdin menjauh dari kerumunan.

Naruto yang melihat dari kerumunan warga sedikit terkejut ' apakah itu Susano'o ? tapi aku tidak melihat kerangkanya dulu walaupun tangan saja. Apakah ini yang di maksud dengan djin oleh Alibaba' kata batin Naruto sambil menghilang dari kerumunan warga. ' kenapa sifatku berubah, cenderung seperti Madara. Apakah ini yang dinamakan kehidupan baru' lanjut batin Naruto. "yosh, sekarang waktunya bekerja"kata Naruto semangat.

"Kage bunshin no jutsu"

Setelah mengucapkan jurusnya, muncullah sosok seperti Naruto berjumlah tiga.

"ada apa kau memanggil kami Boss ?" kata Bunshin Naruto bebarengan.

"kalian bertiga carilah pekerjaan yang langsung mendapat uang dengan cepat. Apa kalian mengerti" kata Naruto kepada Bunshinnya.

"baik Boss" kata Bunshin Naruto mantab.

"kerjakan!" kata Naruto keras. Setelah Naruto berucap, ketiga Bunshin menghilang dengan kepulan asap.

"hah sebaiknya aku tidur dulu.." kata Naruto menuju rumah Alibaba

.

.

.

.

Pagi yang mendukung cuaca tersebut dengan baik. Banyak orang melakukan aktifitasnya sehari-hari, tak terkecuali tokoh utama kita Uzumaki Naruto yang sedang meringkuk di tempat tidur Alibaba dengan bergumam.

"ramen..ramen..ramen.." gumam Naruto seperti biasa.

Pelahan Naruto mulai membuka matanya perlahan untuk menyesuaikan hawa pagi yang cerah.

"enghh.. sudah pagi" kata Naruto sambil merenggangkan ototnya.

Naruto yang asik merenggangkan ototnya melihat ke kirinya terdapat uang yang lumayan cukup banyak ' hmm, kerja bagus Bunshinku' batin Naruto sambil tersenyum.

"sebaiknya aku pemanasan dulu. Dua hari aku belum pemanasan" kata Naruto mulai bangkit dari tidurnya untuk memulai pemanasannya.

"300x sit-up,500x push-up dan mengelilingi kota 20x kurasa cukup.." gumam naruto sambil memposisikan sit-up.

Hari menjelang sore tapi Uzumaki Naruto masih mengelilingi kota Qishan. Tapi instingnya mengatakan teman-temanya berada dalam masalah, dengan segera Naruto Shunshin ke tempat Alibaba dan Aladdin.

.

.

.

.

Setelah sampai di tempat Alibaba dan Aladdin, Naruto melihat sebuah tanaman sangat besar yang sedang melilit djin milik Aladdin dan didalamnya terdapat Alibaba terperangkap dalam tentakel tanaman tersebut. Melihat itu Naruto menghampiri Aladdin yang berada di samping gerobak.

"Aladdin mengapa Alibaba di dalam tanaman raksasa itu ?" kata Naruto di samping Aladdin sambil melihat kondisi Alibaba.

"ah! Naruto-kun, Alibaba terjebak di tanaman itu menyelamatkan perempuan kemarin" kata Aladdin cemas.

"aku punya rencana. Kau tolong perempuan itu bersama adiknya dan Alibaba, dan tanaman itu biar aku yang urus" kata Naruto sambil bersiap-siap.

Setelah percakapan itu selesai, Aladdin membuka surbannya untuk dinaiki terbang menuju yang melihat itu langsung turun ke dalam kawah tersebut.

Aladdin sesampainya di perempuan itu langsung menariknya bersama adiknya dengan paksa dan menuju Alibaba.

Naruto melihat djin Aladdin dililit oleh tanaman itu berniat menolongnya dengan menebaskan kunainya. Naruto melihat Aladdin sudah terbang di atas bersama Alibaba dan perempuan itu bersama adiknya.

"Aladdin kembalikan djinmu ke dalam serulingmu. Aku akan mengakhirinya." Kata naruto sambil bersiap terbang.

"baik Naruto-kun." Aladdin kemudian seperti menghisap serulingnya dan djin itu masuk ke dalam seruling.

"oke, sekarang waktunya Uzumaki Naruto beraksi!" Kata Naruto terbang menuju disamping Aladdin.

'sekarangaku akan menggunakan jutsu apa ya ? sebaiknya aku akan mencoba jutsunya Menma, karena aku sudah memiliki semua element" batin Naruto sambil menyeringai

"na-na-Naruto mengapa kau bisa terbang ?" tanya Alibaba kaget karena Naruto terbang tanpa menggunakan apa-apa.

"dari dulu aku bisa terbang. Aku akan menggunakan lima persen kekuatanku. Jadi tolong menyingkirlah sedikit" perintah Naruto sambil mengangkat tangan kanannya.

" baiklah Naruto-kun" Aladdin langsung menjauh sekitar sepuluh meter.

Setelah melihat Aladdin menyingkir, Naruto konsentrasi pada element kegelapan pada tangan kanannya.

"Dai Rasenringu"

Muncul seperti bola pingpong bewarna hitam dan dikelilingi seperti cahaya di tangan Naruto. Aladdin dan Alibaba bingung yang di buat Naruto, yang mereka amsumsikan mana bisa bola sekecil itu menghancurkan tanaman sebesar itu.

Naruto yang sudah memadatkan jutsunya dengan sempurna, melempar bola itu dengan santai dan

"Blaarrrr.."

Debu-debu yang tadinya sedikit karena di gurun pasir kini seperti di terjang badai pasir karena jutsu Naruto. Alladin yang melihat itu mempertahankan surbannya agar tidak kehilangan keseimbangan.

Debu mulai menipis dan nampaklah kawah yang tadinya besar dan dalam menjadi besar dan sangat dalam.

"he-hebat, padahal hanya dengan bola sekecil itu" kata Alibaba kaget dan kagum.

"apakah itu termasuk sihir Naruto-kun ?" ucap Aladdin sambil mendekat kepada Naruto.

" ya, apakah kalian berdua akan ke Dungeon ?" tanya Naruto

"sepertinya iya, karena aku harus membayar biaya yang ku perbuat bersama Aladdin" kata Alibaba sambil deathglare ke arah Aladdin.

"i-i-iya Naruto-kun aku akan pergi bersama Alibaba-kun, apakah kau Akan ikut ?" kata Aladdin berharap Naruto akan ikut.

"tidak, aku dirumah saja. Kalian pergi saja" kata Naruto sambil tersenyum.

"baiklah aku akan per.." "tunggu" sela Naruto pada perkataan Aladdin.

"kita mendarat dulu, ada yang aku bicarakan" kata Naruto. Dijawab anggukan Aladdin bersama Alibaba.

Setelah mereka turun Alibaba menyuruh perempuan tadi kembali ke ibunya. Naruto membuka scrool yang di ambil dari kantong ninjanya dan menggigit jarinya dioleskan ke scrool tersebut dan keluarlah asap.

Serasa Asap menghilang nampaklah puluhan kunai bercabang tiga dan ganggangnya di beri Fuinjutsu.

"kalian simpanlah ini saat berada di Dungeon" kata Naruto sambil memberikan dua kunai bercabang tiga ke Aladdin dan Alibaba.

"untuk apa Naruto-kun ?" penasaran Aladdin dan disertai Anggukan Alibaba.

"agar nasibmu tidak seperti tanaman tadi" kata Naruto sambil menatap tajam aladdin.

Aladdin yang di tatap tajam terlihat pucat pasi 'ko-kowai' kata batin Aladdin merinding.

"baiklah kalau begitu, aku pulang dulu" kata Naruto sambil tersenyum lebar dan beberapa detik kemudian menghilang dalam kepulan asap.

Setelah Naruto pulang. Aladdin dan Alibaba melanjutkan perjalanan ke Labirin Amon.

.

.

.

.

Naruto yang sekarang berada di rumah Alibaba sedang kesakitan.

"kough..hoeek" suara naruto memuntahkan darah kental dari mulutnya. ' sebaiknya aku harus banyak berlatih agar dapat meniru semua jurus' batin Naruto.

Setelah sedikit sehat Naruto langsung tidur karena sehabis pertarungan yang menguras banyak tenaga.

TBC