Get Help
Disclaimer :
Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi
Get Hep © Ryuukaze Hikari
Genre(s) :
Humor , Romance
Rated :
T
Warning :
Typo(s), Romance, Humor, Shonnen-ai
Pair(s) :
KiseMidorima, slight another pair
.
.
Pagi yang cerah dimana sebagian besar masyarakat memulai aktivitas rutin mereka. Bangun tidur , mandi , sarapan , lalu pergi bekerja/sekolah. Dia membuka kedua matanya. Seorang pemuda berambut dan bermata bagikan warna langit cerah tanpa awan di pagi hari. Kemudian dia bangkit untuk mandi dan menyiapkan sarapan paginya.
Lalu dia segera bergegas menyiapkan sarapan untuk mereka juga. Are? Mereka? Ya. Kuroko tinggal satu apartemen dengan teman – teman Kiseki no Sedai. Setelah mereka lulus dari SMA mereka masing – masing , mereka memutuskan untuk tinggal satu apartemen dan berkuliah di kuliah yang sama. Tentu saja ini berasal dari otak Kise – dan yang lain terpaksa mengikuti kemauan Kise. Entah karena Kise yang lagi beruntung atau ada 'sesuatu, sehingga mereka SEMUA mengabulakan ide dari model itu. Dan yang lebih parahnya lagi dalah satu apaetemen yang mereka sewa terdapat 3 kamar yang dimana setiap kamar terdapat 2 kasur yang cukup luas untuk satu orang.
Lalu yang menempati adalah Kuroko – Aomine , Akashi – Murasakibara dan Kise – Midorima. Sebenarnya Kise tidak menyangka akan sekamar dengan orang yang dia sukai sejak SMP itu. Dia meminta kepada Kuroko untuk satu kamar dengannya, dan mendapatkan hadiah gratis berupa Deathglare dar Ace Teiko.
Terpaksalah dia satu kamar dengan Midorima. Kenapa dia tidak meminta satu kamar dengan yang lain? Karena . .
Kuroko : dapat deathglare dari Aomine yang membuatnya bagaikan melihat film horor di depan matanya
Aomine : dia sudah pasti akan menggeret Kuroko sekamar dengannya. Lagi pula siapa yang bisa tahan dengan Aomine yang pasti akan menghabiskan waktu senggangnya di atas kasur miliknya
Akashi : Kau mau mencari mati dengannya? Salah sedikit maka nyawamu lah yang akan menjadi taruhannya – mengingat dia selalu membawa gunting kemana saja
Murasakibara : Akashi akan melakukan hal yang sama dengan Aomine namun lebih parahnya dia membawa guntingnya sebagai senjata ampuh miliknya. Dan lagian apakah kau mau kamarmu berantakan dengan sampah – sampah makanan mainis yang selalu dia makan?
Jadi terpaksa Kise satu kamar dengan Midorima
'Hmm? Ada yang lebih dulu bangundari aku? Tapi siapa? Kise-kun? Argh lupakan saja itu mustahil SEKALI. Midorima-kun? Dia pasti lebih memilih untuk membaca buku ramalan Zodiacnya. Aomine-kun? Paling pagi dia akan bangun sekitar jm 10 – 12 siang. Murasakibara-kun? Dia tengah sibuk untuk menyetok sekantong penuh permen. Lalu Akashi-kun? Tak punya ide aku untuk itu. Daripada cuman menerka – nerka yang tidak pasti, lebih baik aku cek saja.'
"Ooh Ohayou Kurokocchi!"
"Ohayou mo~ Kise-kun. Tumben kau sudah bangun?"
"Yaaah sebenarnya sih aku mau minta tolong pada mu Kurokocchi. Jadi aku bangun sepagi ini."
"Oh. Kau minta tolong padaku untuk apa?"
"Hmm . . . begini, bisakah kau membantuku untuk 'dekat' dengan Midorimacchi?" kata Kise dengan berbisik dan muka yang memerah.
"Ooh Wakatta. Baiklah aku akan bantu- aah Midorima-kun!" kata Kuroko ketika melihat Midorima melewati dapur – dimana mereka sedang berbicara.
"HEEEEEEEEEEEEE?!" teriak Kise salah tingkah
"Hmm? Nani?" tanya Midorima dengan membawa – are? Bukannya itu boneka yang berbentuk seperti Kise yang sengaja dibuat oleh Photografer nya untuk para fansgirlnya Kise? Tapi kenapa-
"Midorima-kun, bukannya itu boneka Kise? Kenapa kau membawanya?" tanya Kuroko polos dan sukses membuat wajah sang Model tampan ini memerah dengan sukses namun tertutup oleh poninya yang cukup panjang.
"Hm? Ooh ini. Ini Lucky Item ku hari ini. Boneka berbentuk manusia dengan rambut berwarna kuning keemasanatau benda yang merupakan seseuatu yang mengingatkan mu akan temanmu ." Jawab Scorer Teiko ini.
"Tapi kenapa harus Boneka Kise?" tanya Kuroko dengan polosnya.
"Kalau Barbie, Takao ataupunkalian akan tertawa terbahak – bahak. Kalau gunting, dikira aku tertular Virus dari Phyco-Taichou"
"OMAE! SIAPA YANG KAU KATAI DENGAN SEBUTAN PHYCO-TAICHOU HAAAAAH?!" Teriak Akashi yang barusaja keluar dari kamarnya dan sudah bersiap dengan gunting berwarna ungu miliknya yang menginagtkannya pada sang kekasih yang memiliki rambut berwarna senada dengan gunting miliknya itu.
GLUP
Semuanya langsung meneguk ludah mereka dengan paksa ketika melihat Akuma yang marah
"Hoaaaaam . . kalian ini ada apa lagi kalian bikin ribut , hm? Ne Kuroko?" tanya Aomine kepada sang kekasihnya yang super imut dan polos itu.
"Ohayou Aomine-kun. Iie, nandemonai." Jawab Kuroko
"Nee Murasakibara! Jaga kekasih mu itu lain kali agar tidak membangunkan tidur nyeyak ku!" teriak Aomine kepada Murasakibara yang barusaja keluar dari kamar dan tentu saja dengan sekotak Pocky di tanganya.
"Hmm? Haaaah. Ayo Aka-chan jangan marah di pagi hari itu tidak baik." Tegur Murasakibara kepada kekasih merahnya itu agar menyelamatkan nyawa Scorer Teiko itu
"Demo ne Mura-kun-" protes Akashi namun tertahan dengan jari panjang milik Murasakibara tebat di bibinya
"Ssst sudahlah."
"Ooh ya, apakah sudah ada sarapan? Aku lapar Kuro-chan" kata Aomine dengan nada malas dan manja jadi satu kepada Kuroko
"Gomene , aku belum membuatnya." Jawab Kuroko
"Bagaimana kalau kita bkin bersama saja? Ne Kurokocchi?" tanya Kise
"Boleh juga. Setidaknya agar kalian masuk dapur sekali – sekali" jawab Kuroko
"HEEEEEEEEEEEEEEE?!"
"Demo, aku mau makan Pocky ku ini . . . " protes Murasakibara
"Aku tidak ingin kuku ku manjadi rusak" (Midorima)
"Aku masih mau tidur Kuro-chan" (Aomine)
"Tak punya bakat di dapur" (Akashi)
"Tidak ada alasan untuk itu! Ayolah apakah kalian tidak kasihan melihat Kurokocchi yang setiap hari bangun pagi – pagi sekali untuk berbelanja lalu memasakkan kita sarapan dan makan malam hah?! Dia juga sama bahkan terkadang lebih lelahnya dari kita tapi kita tidak bisa egois membiarkan Kurokocchi seperti ini. Heh Aominecchi, kau tidak kasihan apa melihat Uke mu sendiri kelelahan?" Kata Kise panjang lebar
"Aku tidak merasa keberatan dengan ini" kata Kuroko
"Demo ne Kurokocchi . ." protes Kise kepada Kuroko
"Daijoubu Kise-kun" kata Kuroko lembut yang bisa membuat siapa saja akan luluh
"Kau begitu baik, demo . . Huaaaa kenapa kau memilih pacar yang sangat egois dan malas? Seharusnya kau pacaran saja denganku. Aku-"
DUAK
Kata – kata Kise barusan mendapat lemparan sebuah sepatu sport milik Aomine tepat di kepalanya tentusaja sang pemilik sepatu tersebutlah pelakunya
"Haaah baiklah . . aku akan membantu" kata Aomine yang sukses menarik perhatian kelima anggoto Kiseki no Sedai yang lain
"Nani?" tanya Aomine
"Wuaaaah . . kejaiban dunia ke 8-"
BRUAK
Kali ini adalah sebuah bola basket mengenai kepala sang Model ini dan pelakunya tentu saja Aomine
"Yosh! Apa yang akan kami lakukan Kuroko?" tanya Akashi
"Baiklah kalau begitu . . pertama yang ditugaskan untuk berbelanja bahan Akashi-kun dan Murasakibara-kun, lalu yang untuk berbelanja bumbunya Aomine-kun dan Midorima-kun sedangkan aku sendiri dan Kise akan menyiapkan semuanya. Dan ini daftarnya" kata Kuroko memberikan instruksi kepada keempat lainnya.
"Chotto Matte yo! Aku tidak mau berbelanja dengan si kacamata aneh yang selalu pada ramalan Zodiac yang sangat tidak jelas dari Oha-Ashi yang teramat tidak jelas!" bantah Aomine ketika tau dia akan berbelanja bersama dengan Midorima
"Hmm? Kau tidak mau Aomine-kun? Baiklah kalau begitu. Midorima-kun kau tidak keberatan untuk berbelanja dengan ku kan?" tawar Kuroko kepada Midorima
"HIIEEEEEEEE?! Apa-apa'an itu Kuro-chan?! Kau tidak boleh pergi dengannya!" teriak Aomine yang teramat sangat tidak terima bila Uke manisnya ini jalan dengan Midorima
"Lalu aku harus bagaimana? Kasihan Midorima bila dia berbelanja seorang diri dan belanjaan yang dia bawa tidaklah sedikit" kata Kuroko. Benar - benar Lucky Item ku hari ini , dapat perhatian Kuroko pula, yah walaupun aku masih tidak terima bila Kuroko lebih memilih pria pemalas seperti Aomine daripada aku, walau begitu, Kise manis juga- huh? Arrgh bisa-bisanya aku memikirkan Kise. Batin Midorima
"ARRGH baiklah aku akan pergi! Ayo Midorima" ajak (paksa) Aomine pada Midorima. Midorima sih ayo-ayo saja
"Haaah baiklah kami juga akan pamit untuk berbelanja juga. Ittekimasu" pamit Murasakibara dan Akashi
"Uun Itterashai" balas Kuroko dan Kise secara bersamaan
.
.
"Ayo Kurokocchi kita mulai persiapannya" kata Kise bersemangat
"Demo . . aku tidak yakin Ao-kun dan Midorima-kun bisa bekerja sama" kata Kuroko tampak – Khawatir
"Aah Daijoubu ne Kurokocchi. Percayakan saja pada mereka" kata Kise mencoba untuk menenangkan Kuroko
"Hmm? Ada apa? Daritadi kau tampak tersenyum. Ada apa Kise-kun?" tanya Kuroko dengan muka Innocent yang membuat siapapun akan jatuh hati pada nya
"Eeh? Tidak hanya saja, aku tidak tahu kenapa aku ingin tersenyum untuk hari ini Kurokocchi" jelas Kise
"Yaah tidak ada yang lebih baik dari merayakan hari dimana kau lahir dengan orang – orang yang kau sayangi kan?"
"Uun betul sekali kau Kurokocchi! Kau satu-satunya yang bisa mengerti akan diriku" kata Kise senang semabri memeluk Kuroko dengan erat
"Semoga mereka dapat melaksanakannya dengan baik" harap Kuroko
To be Continued
