Let Me Embrace You
.
.
Cast :
Huang ZiTao, Oh Sehun , etc
.
Rated : T
.
.
TaoHun
.
Warning : mereka milik tuhan, orangtuanya, dan fans.
.
Don't like Don't Read
.
.
Wuusshh~
Wuusshh~
Tampak dua sosok mkahluk yang membelah hutan dengan kecepatan di atas rata rata. Mereka tidak sedang berlomba melainkan menghindari musuh. Satu di antaranya mulai merasa was was dan pasrah.
"ayo sebentar lagi, chagi. Kita pasti bisa" salah satunya memberi semangat.
"aku sudah tak kuat lagi"
"ck, ayo kita pasti bisa"
Dan mereka melanjutkan pelarian mereka dengan semangat yang hampir hilang. Mereka terus melesat tanpa tahu arah. Yang mereka lakukan hanya melindungi sang buah hati, satu satunya yang tersisa dari ras mereka. Mereka terus bergerak hingga tak terasa mereka tiba di tepi jurang yang curam dan dengan ombak laut yang ganas di bawahnya.
"b-bagaimana ini chagi?" sedangkan yang di Tanya masih berupaya memutar otak.
"Enta-…"
"well…well…well… apa kalian sudah menyerah?" suara yang tegas dan berat memotong pembicaraan mereka.
Sosok dua ini panik tetapi mampu menutupinya, agar nasib mereka mampu selamat.
"ck, apa yang kalian mau dari kami huh?! Tak puas kah kalian membunuh semua ras kami di sini?"
Sang penantang kini tertawa dengan kelompoknya.
"pfftt…hahahaha…kami puas? Tidak sebelum sang ketua vampire mati di tangan kami" smirk itu terpampang jelas di wajahnya.
"dalam mimpimu hewan terkutuk!" Geraman marah terdengar dari ketua kelompok itu.
"ggrrhh~ well, terserah katamu yang pasti itu adalah kata kata penghinaanmu terhadap kami….bangsa serigala"
Di belakang ketua vampire tampak istrinya yang mulai khawatir dan mendekap erat sang buah hati. Ketua vampire itu memang sudah pasrah tetapi dia akan berusaha tetap melindungi keluarga kecilnya.
Sementara itu dibelakang kelompok serigala tampak seeorang anak dari ketua kelompok serigala yang sedang bertanya kepada ibunya.
"eomma, meleka yang di tepi julang itu siapa?" anak berusia lima tahun itu bertanya dengan suara khas anak kecil.
"itu mereka musuh bebuyutan kita… mereka yang waktu itu membuat keributan di desa kita"
"owh… belalti meleka jahat dong eomma?"
"iya… maka dari itu appamu sedang melawannya, kau mengerti kan tao?"
"ngg~ ne aku mengelti eomma"
"TAOO~~"
Belum sempat tao bertanya lagi kepada eommanya, appanya sudah memanggil namanya. Dan sesegera mungkin menuju ke tepat appanya di depan sana. Setibanya di sana tao kaget dan nafasnya tercekat bagaimana mungkin hanya di tinggalkan berbicara dengan eommanya keluarga vampire itu sudah… di tahan oleh anak buah appanya. Bahkan ketua vampire itu kini sudah ingin di penggal kepalanya dengan cakar yang panjang dan tajam.
"n-ne ada apa appa?" tao masih shock dengan pemandangan di depannya .
"appa ingin kau membunuh anak vampire sialan itu"
"t-tapi…"
"anggap saja ini bentuk pelatihan mu di usia dini"
"n-ne" tao takut, Sangat malah. Dia hanya belum bisa membunuh seseorang meskipun itu adalah musuhnya sendiri. Tao terus berjalan dan dia tiba di dekat sang balita yang kira kira berusia dua tahun. Si balita sedang mengangis kejar karena tidakmerasakan pelukan ibunya . Dia sangat putih batin tao.
Ketika bayi itu di angkat tao manik mata sang balita tertuju pada tao. Tao-pun jadi salah tingkah dan sedikit mengayunkan pelukannya agar balita itu berhenti menangis. Ajaibnya balita itu behenti menangis dan memeluk erat tao seolah tao adalah ibunya.
"h-hey… apa kabar hehe" tao sedikit kaku berbicara dengan balita itu.
"k-ku-mohon…ugh jangan b-unuh an-anakku" di sbelah kiri tao tampak ibu si balita ini dengan keadaan yang menggenaskan. Nyaris mati pikir tao.
"a-aku~…"
"TAO! APA YANG KAU LAKUKAN! CEPAT BUNUH ANAK ITU" bentak sang appa membuat tao tersentak.
"ku-ugh mo-hon…jan-gan… di-dia ha-harus te-tap hid-uhuk dup"
Tao bimbang bahkan kini matanya memperhatikan sekelilingnya. Tao dapat melihat sang ketua vampire sudah tewas dengan kepalanya yang terpenggal dan tubuhnya kini sedang di bakar. Dia melihat beberapa kelompoknya yang sedang tertawa keras dan senang akan keberhasilannya.
Dan matanya jatuh lagi kepada ibu dari balita ini. Kini ibu itu sudah tewas dengan jantungnya yang tertancap benda lancip, tak puas akan hasilnya bahkan ada salah seorang anak buah appanya yang mulai merobek dadanya dan mencabut jantung itu.
Kini yang tersisa hanya anak ini, dan hey apa itu. Tao segera melihat kalung yang di pakai anak ini saat kalung itu berhasil tao lihat sepertinya kalung ini buatan ayahnya karena di sisinya terdapat ukiran yang aneh tapi unik dan tengahnya terdapat huruf yang membentuk kata oh sehun. Tao rasa itu namanya, belum sempat ia memasukkan lagi kalung itu sebuah suara mengagetkannya.
.
"HEY… APA YANG KALIAN LAKUKAN BANGSA SIALAN" suara yang kencang itu membuatnya sangat kaget dan balita yang di genggamannya pun terlepas. Si balita terjatuh dan menangis kejar.
"awas kalian" geram ketua serigala dan meninggalkan tempat itu karena mereka membawa banyak sekali vampire. dan tao-pun di paksa pergi meninggalkan tempat dan… balita itu.
Selang beberapa menit kemudian ada sepasang tangan yang mengangkat balita yang sedang menangis itu
"cup…cup..jangan menangis… aku eomma barumu ne…( dan mata itu jatuh ke kalung anak balita itu)…sehun" senyumnya tercetak jelas di wajahnya.
.
.
OOooOO
.
.
15 Years Later…
.
.
Brak…bruk…brak…bruk..
"aish… dimanaaaa! Aaaarrrggghhh…"
Brak…bruk…brak…bruk…
"ugh… kemana dasi itu… oh ayolah ini hari senin jangan sampai telat,sial"
Dan suara gaduh itu terus terdengar hingga lengkingan keras keluar dari kamar itu.
"EOMAAAAA… DIMANA DASIKU?"
Eomma yang sedang di dapur itu menjawabnya
"Ya mana eomma tau kan kau sendiri yang menyimpannya"
"ARRRRGGHHH…" teriakkan frustasi itu keluar.
#Sementara di bawah sana…
"kenapa dia eomma"
"biasalah kehilangan dasinya yah, seperti kau tak tahu sikap cerobohnya saja. kau mau roti?"
"ne…tentu saja"
Suara langkah kaki menuruni tangga itu terdengar sangat keras. Orang itu berjalan sambil menyimpulkan dasinya.
"eomma ingat kan aku untuk membersihakan pakaian di samping lemari kare-….na~
KAAAAUUUUUU!"
.
.
Tbc Or End
.
.
A/N : wahahaha… akhirnya jadi juga setelah beberapa bulan pengen nulis ff ini tapi males banget bawaannya *maklum sibuk*.
Well, di sini belum terlalu nonjol konfliknya jadi maap deh kalo map juga kalo ada typo, gue hanya manusia biasa yang gak luput dari kesalahan #plak.
.
Oh iya kak Near nih yang gue ceritain… mau kasih saran? Ya gue atau ini absurd jangan kecewa deh yak -.-
.
So, ini mau lanjut atau enggak itu terserah Riders sekalian (emang ada yang mau baca ya? #pundung)
Dan yeah jangan jadi siders yak..
.
.
See you guys ~
De~
Review please… ^^
