This FF Officially by Piyoo

Author : Piyoo

Main Cast : Oh Sehun, Luhan.

Cast : Lee Hyuk Jae, Park Chanyeol, etc.

Genre : School Life, Romance.

Rated : T+

Warning : Typo dan kata-kata gaje(?) ._.


Oh Sehun, seorang namja berperawakan tinggi dan memiliki kulit yang putih –bisa dibilang pucat(?)- tengah berjalan menembus kerumunan. Berkali-kali ia mengucapkan 'joesonghamnida' karena menabrak seseorang atau membuat orang lain kesal bukan main.

Disini lah ia sekarang, berdiri di hadapan papan pengumuman yang bertuliskan 'Daftar Pembagian Kelas Music Star Art School' Sehun mencari namanya, ia mencari dan mencari...

'Oh Sehun... Dance Class A'

Matanya melotot terkejut, ia mengucek mata dan mencubit pipinya. Seketika itu juga ia melongok senang, membayangkan dirinya yang berdiri di panggung. Menari dengan lincahnya sehingga para fangirls ber-...

BUGH

"Aww~!" Sehun memegangi kepalanya yang baru saja membentur lantai. Rupanya selama ia mengkhayal tidak jelas, siswa-siswa yang tidak sabar melihat pengumuman mendorongnya hingga ia jatuh tersungkur.

"Eeeyy~! Dasar ka-!" Sehun menggantungkan amarahnya, "Tenang Oh Sehun, sabarlah.. Suatu saat mereka akan berteriak menyerukan namamu. Sabarlah.. Hari seperti itu pasti akan datang." Sehun bermonolog menenangkan dirinya sendiri. Terlalu percaya diri memang, tapi begitulah Oh Sehun.

Sehun menarik kopernya dan pergi meninggalkan tempat itu. Hal yang harus ia lakukan selanjutnya adalah menemukan kelasnya.

"Vocal class A,... Rap class A,... Aaaah~ ini dia! Dance class A." Ia bergumam menyebutkan kelas-kelas yang dilewatinya hingga ia menemukan kelasnya sendiri.

Sehun melangkah masuk.

"Letakkan koper-koper kalian di pojok ruangan!" perintah seorang lelaki tua.

"Karena pembagian asrama belum ada, kalian harus menunggunya dahulu. Tapi pertama, kalian harus memasuki kelas." para siswa berdiri sejajar membentuk barisan menghadap lelaki tua itu. "Nama saya Lee Hyuk Jae. Senang bertemu kalian." ia tersenyum tipis.

"Ne~ Annyeonghaseyo songsaenim." mereka –para siswa- menunduk hormat.

...

Sehun berdiri tegak sambil memegangi kopernya di aula MSAS, sepertinya ia sedang menunggu. Tidak, bukan hanya Sehun yang terlihat sedang menunggu tapi hampir semua siswa tahun pertama. Terlihat dari ekspresinya yang sangat serius menunggu sesuatu.

"Oh Sehun... Room 205. Oh Sehun... Room 205." Oh, pantas saja. Mereka sedang menunggu pengumuman pembagian kamar asrama.

Sehun menghampiri seorang wanita yang cukup muda, ia hendak meminta kunci kamar asramanya. "Ehm, maaf.. Tapi aku belum tau siapa teman sekamarku."

"Kau bisa melihatnya nanti." jawab wanita itu enteng sambil menyerahkan kunci kamar 205.

"Eeeyy~ dasar! Aku kan bertanya lembut kenapa dijawab kasar begitu. Cks!" gerutu Sehun pelan.

Sehun terlihat sangat sibuk, ia mondar-mandir menata kamarnya. Barang-barang yang ada di koper harus segera ia pindahkan ke tempatnya masing-masing. Atau ia tidak akan punya waktu lain lagi.

"Huuuh~ semuanya sudah terlihat lebih baik sekarang." ia membuang napas lega. "Sepertinya teman sekamarku akan pulang terlambat malam ini. Hmmm... Siapa sih dia? Seharusnya ia merapikan barang-barangnya juga kan?" monolog Sehun sambil berjalan ke tempat tidur bertingkatnya –maksudku, ia dan teman sekamarnya- kemudian ia membaringkan tubuhnya. Tak butuh waktu yang lama, Sehun sudah berada di dunia kapuknya.

...

Seluruh siswa tahun pertama MSAS bersemangat mengawali hari pertamanya aktif belajar tak terkecuali bagi Sehun, ia bahkan bangun lebih awal –hanya untuk menggunakan banyak gel rambut- dan berpakaian rapi. Ia mungkin terlalu berlebihan menunjukkan rasa semangatnya -_- berdo'a saja agar ia tidak diledek siswa putri.

"Hai Sehun!" sapa seorang namja tinggin nan jangkung(?).

"Ouh.. Hai Chanyeol!" sapanya balik.

"Language Class, kan?"

"Yup. Kau juga?"

"Tentu saja! Itu kan mata pelajaran wajib." suasana hening sejenak. Tapi tenang saja, Chanyeol memiliki bakat alami untuk menghidupkan suasana(?). "Siapa Roommate-mu?"

"Entahlah, rasanya seperti baru aku saja yang menempati kamar itu." ya, Sehun memang tidak tau menau tentang Roommate-nya itu. Pada pagi hari ia terbangun, kasur atas –ia tidur di kasur bawah- masih terlihat sangat rapi.

"Aaah~ begitu.. Mungkin saja kau akan mendapatkan Roommate yang cukup mengejutkan."

"Mwoya~? Mengejutkan macam apa?" Sehun tak mengerti kata-kata aneh yang terlontar dari mulut namja jangkung di sebelahnya itu.

"Entahlah..." jawab Chanyeol seadanya.

"Cks. Dasar!" desis Sehun jengkel.

Obrolan mereka harus dihentikan karena Language Class akan dimulai. Sehun cukup lega dengan fakta itu. Ia tak perlu menahan emosi karena berbicara tidak jelas dengan namja jangkung bertelinga lebar itu.

KLIK

Pintu ruangan kelas sepertinya terbuka dari luar, menandakan seseorang yang akan masuk ke dalam. Perlahan pintu itu terbuka, semakin lebar dan lebar hingga wajah si 'pembuka pintu'(?) terlihat dengan jelas.

"Oh... Oh... Itu Luhan, Luhan~" para gadis terlihat saling berbisik.

"Model rookie yang sempat mencuri hati para seniornya kan?" tanya salah satu yeoja memastikan.

"Benar! Woaah~~ dia benar-benar tampan."

Namja yang bernama Luhan itu berjalan ke depan kelas. Setiap yeoja yang dilewatinya selalu berbisik pelan memanggil namanya.

"Luhan oppa~"

"Oppa tampan sekali~" -ya, semacam itu lah-

Luhan menghentikan langkahnya di hadapan Choi songsaenim. Ia membungkukan badannya hormat, lalu berkata "Joesonghamnida songsaenim. Saya terlambat." ia menegakkan kembali badannya.

"Ah, Ne~ Ne~ Kita semua di sini pasti mengerti alasan keterlambatanmu itu, benar kan?"

"Ne~~~~" jawab para siswa –lebih tepatnya siswa putri- serempak.

"Ghamsahamnida songsaenim." Luhan kembali membungkukan badannya dan duduk di salah satu kursi yang terlihat tidak ditempati.

...

Sehun, namja berkulit putih itu terlihat sedang melepas lelahnya. Hampir seharian ia berlatih dance demi meningkatkan kemampuannya. Ia tak ingin menjadi dancer yang setengah-setengah. Ia harus memiliki kemampuan yang terbaik. Begitulah standar kemampuan dance yang ditargetkan Sehun pada dirinya sendiri.

Merasa badannya sudah cukup ringan untuk diajak beraktivitas, ia berjalan menuju kamar mandi. Mandi memang cara terbaik untuk menyegarkan diri kembali, ya kan?

Ia melepas kaus hitam bergambar tengkorak dan juga celananya. Ia berjalan menuju bilik shower(?). Diputarnya keran yang terhubung dengan shower. Sesaat kemudian air dingin membasuh wajahnya dan- (kurasa aku tak perlu bercerita banyak soal ini hoho.-.)

KLIK!

Suara pintu yang terbuka bergema di kamar Sehun. Sehun yang sedang membaca majalah dance mengalihkan perhatiannya ke pintu berwarna putih itu. 'Orang itu akhirnya datang juga' pikir Sehun.

Ia berjalan mendekati pintu itu. Terdengar suara koper yang sedang ditarik.

Seorang namja lainnya berdiri di hadapan Sehun dengan tangan kirinya yang memegangi koper hitam –yang terlihat mahal-. Tangan kanannya tengah melepas kacamata hitam yang dipakainya.

"Annyeonghaseyo~." sapa namja itu hangat.

"Eoh? Luhan-ssi?"

.

.

.

.

TBC


Ottokhae~ /o\

Gimana FF nya?

Jelek ya? gapapa~ piyoo tau itu kok :'D

Jangan lupa Review yaaa~~ Piyoo bakalan update secepat mungkin

See Ya~