The Same Old Sky

.

.

.

.

.

.

.

Jika berbicara masalah hati, kegigihan Kyuhyun patut diacungi jempol. Kegigihannya bahkan bisa sampai merepotkan orang-orang di sekitarnya. Tetapi, jika sudah mengenalnya lebih dekat, dia adalah sosok yang sangat rapuh. Sejak kematian Hyungnya tiga tahun silam, ia mencoba untuk mengembalikan dirinya yang dulu lagi. Meski sulit, tetapi setidaknya ia berhasil. Sosok dirinya yang sekarang, yang penuh rasa percaya diri adalah berkat uluran tangan dari seseorang, seseorang yang tak mampu ia lupakan dan bayang-bayangnya selalu mendampinginya. Karena seseorang itulah, ia mampu menyorot arah pandangnya ke arah yang lebih jauh lagi hingga menjadi dirinya saat ini. Menjadi Cho Kyuhyun yang baru.

.

.

.

.

.

.

Kyuhyun sangat menyukai bau buku di perpustakaan. Ia tak perlu berada di sebuah perpustakaan hanya untuk membaca. Itu adalah kegiatan membosankan baginya. Ia hanya perlu berada di ruangan penuh tumpukan buku dan menghirup udara yang sama dengan letak buku-buku itu. Ia sangat sangat menyukainya. Hanya saja, dalam seminggu ini ia sering sekali berada di perpustakaan kota. Tempatnya yang tak begitu jauh dari tempatnya bekerja paruh waktu itu, memberikan kemudahan baginya untuk mengikuti seseorang. Tidak, dia bukan seorang stalker. Ia tidak akan melakukan hal maniak seperti itu hanya untuk melihat dan mengekori seorang idola dari jauh.

Tetapi, di situasi seperti ini, rasanya ia seperti menjilat ludahnya sendiri. Kyuhyun tak sepenuhnya menyangkal bahwa saat ini ia sedang menjadi stalker, hanya saja versi stalker baginya justru terang-terangan. Bisa dibilang, ia sedang mengejar cinta. Namun, ia belum tahu nama seseorang yang disukainya itu. Ia sedang berada dalam radius satu meter dari namja yang diincarnya tetapi seolah lidahnya kelu untuk mengeluarkan sebuah gumaman sekalipun.

"Kau lagi!" Tunjuk namja itu ke arahnya dengan sorot mata mengintimidasi. Kyuhyun yang kaget karena kegugupannya, menjadi salah tingkah dan mengeluarkan senyum-senyum tanpa dosa.

"Anyeong haseyo. Cho Kyuhyun imnida." Kyuhyun melirik ke arah namja di sampingnya yang sedang memilih buku yang akan dipinjamnya yang ternyata sudah acuh tak acuh dengan keberadaannya.

"Ya, aku sudah tahu. Dari kemarin yang kau sebut hanya namamu." Balas namja itu tanpa melihat ke arah Kyuhyun. Ia sedang fokus mencari bukunya.

Kyuhyun tersenyum semakin lebar. Ternyata usahanya menarik perhatian namjanya telah berhasil di hari kelima. See, Kyuhyun itu gigih. Ia pantang menyerah. Usahanya yang selalu hanya menyapa dan menyebutkan namanya sendiri membuahkan hasil. Rasanya ia begitu bahagia hari ini. Akhirnya ia bisa mendengarkan suara namja itu. Suaranya berat dan sexy. Ia bahkan sedang membayangkan bagaimana desahan namja itu ketika di ranjang. Hingga tanpa sadar, ia menggigiti bibirnya sendiri sambil memandang penuh nafsu ke arah namja itu.

"Namamu?" Oh tidak, Kyuhyun terhanyut dalam fantasinya sendiri hingga tanpa sadar menanyakannya dengan suara sedikit mendesah. Hell, dia sedang tidak berada di dalam bar atau room salon saat ini!

Namja itu melirik ke arah Kyuhyun yang demi apa, wajahnya memerah dan sedikit menggoda. Namja itu perlahan mengeliminasi jarak di antara keduanya. Hingga membuat Kyuhyun salah tingkah sendiri. Ia mengerjap polos begitu namja itu hanya berada sejengkal darinya.

"Kim Kibum." Kyuhyun meremang, area sensitif di sekitar telinganya di sentuh oleh tangan namja itu. Tangan itu menyelipkan rambutnya ke belakang telinganya dengan begitu gentle. Ia sangat suka! Sangat sangat suka! Ia yakin akan mendapatkan namja ini dan menjadikannya kekasihnya secepatnya.

"Jangan pernah mengikutiku lagi, kau mengerti, slut!" Ingin Kyuhyun berkata kasar saat ini, ia masih ingat berada di mana sekarang, untungnya. Namja itu kini hanya terlihat punggungnya saja yang semakin menjauh.

.

.

"Wah! Aku tak menyangka ia akan sedingin itu!"

"Wae? Wae? Wae?" Changmin, sahabat Kyuhyun yang begitu penasaran dengan cerita love life Kyuhyun yang sekarang, menggoncangkan bahu Kyuhyun dengan tak sabaran.

"Dia mengataiku apa tadi? Slut? Dia mengataiku jalang Chwang! Wah! Dia benar-benar tipe idamanku!" Kini Changmin menyesal telah merasa prihatin dengan sahabatnya barusan. Dikatai jalang oleh orang lain dan dia bilang dia menyukainya? Hell! Sahabatnya ini benar-benar mendapatkan ilmu masochist entah darimana.

"Jadi?" Tanya Changmin dengan ogah-ogahan. Percuma memberi tanggapan, nanti juga Kyuhyun akan bertindak dengan kemauannya sendiri.

"Kau bercanda? Tentu saja akan kudapatkan! Aku tak akan kehilangan tipeku untuk yang kedua kalinya!" Jawab Kyuhyun dengan begitu menggebu-gebu. Akhirnya kini Changmin bisa lega. Sahabatnya ini mulai mendapatkan suntikan dana lagi. Ya, cerita love life Kyuhyun akan selalu menjadi hal yang di tunggu-tunggunya dan menjadi salah satu kebahagiaan tersendiri untuknya. Karena ia sungguh tak menginginkan dunia Kyuhyun yang runtuh itu kembali kepermukaan.

"Kau berhasil mendapatkan fotonya?" Kyuhyun refleks menepuk jidatnya sendiri. Ia lupa. Ia berjanji akan memamerkannya kepada Changmin.

"Aku lupa. Tapi, tak apalah jika bukan hari ini. Yang terpenting wajahnya sudah terperangkap di dalam otak dan hatiku." Kyuhyun seketika langsung menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Ia menjadi malu sendiri dengan apa yang baru saja dikatakannya. Changmin hanya mampu memutar matanya malas. Kyuhyun saat ini terlihat seperti gadis yang sedang mengalami pubertas diumurnya yang sudah 27 tahun.

"Dia pasti tidak lebih tampan dariku. Kau tahu, pesonaku bahkan mampu menjatuhkan siapapun keatas ranjang." Kyuhyun mencebikkan bibirnya. Meski saat ini wajah Changmin berada hanya sekitar lima centi dari wajahnya untuk mengalungkan syal di lehernya, ia tak akan tertarik pada lelaki itu.

"Kau adalah namja terakhir di dunia ini yang akan kubawa keranjangku, bodoh!" Changmin terkekeh, ia mencium pipi lembut Kyuhyun yang menggoda itu sangat lama hingga Kyuhyun sendiri yang harus melepaskannya.

"Yah! Aku tahu kau sangat mengidolkanku, Chwang. Tapi aku merasa sedang berkhianat pada Kim Kibum jika aku berada di ranjangmu malam ini. Eumm, cium aku saja tak apalah." Changmin tersenyum lebar. Tak apalah jika ia hanya diberikan ciuman, karena kau tahu, bibir Kyuhyun itu begitu lembut dan candu.

.

.

.

.

.

Tbclah.

.

.

Padahal aku maunya End disini wkwk

.

.

Ga keberatan ngasih review ya? Makasih^^

.

.

Great Love. DearSJ