A Fanfiction Naruto
Friend
Author : Oshin
Disclaimer:Masashi Kishimoto
Rated:T
Pair:NaruHina, ShikaTema, SasuSasu, SaiIno
Genre:Romance, Friendship,
Warning:OOC, GaJe, Typos, Alur Kecepetan, Alay
Enjoy !
Chapter 1 : Tetangga Baru
berhubung ini baru Chapter pertama jadi agak singkat^^
Selamat membaca^^
.
.
.
Hari Minggu, hari yang sangat cocok untuk bersantai. Hari tenang yang membuat kita tak harus memikirkan tentang sekolah dan pekerjaan. Dan hal inilah yang tengah dilakukan oleh Hyuuga Hinata, seorang murid di Konoha Internasional High School, sekolah terfavorit di kotanya. Ia tengah duduk di teras rumahnya, menikmati indahnya langit. Namun tiba-tiba pandangannya langsung beralih pada dua mobil box yang tengah berhenti di depan sebuah rumah yang bisa dibilang sangat mewah. Karena penasaran ia pun memutuskan untuk kesana. "Permisi.." ucapnya pada salah seorang pria yang tengah menurunkan barang dalam kardus.
"Iya, ada apa?" sahut pria itu.
"Jii-san kalo boleh tau siapa yang pindah kesini?" tanya Hinata pada pria itu.
"Aku yang pindah." jawab seseorang dari belakang Hinata.
Hinata menoleh, ia terkejut saat melihat seorang pemuda yang mungkin seumuran dengannya. Dari penampilannya Hinata sangat yakin jika pemuda itu berasal dari luar negeri. Dengan rambut pirang, mata blue sapphire dan wajah yang tampan, pemuda ini sukses membuat Hinata sedikit terpesona.
"Namaku Namikaze Naruto, aku baru pindah kesini." ujar pemuda itu memperkenalkan dirinya. "Kau siapa?" tanya Naruto menatap Hinata.
"Eh, ano...aku Hyuuga Hinata, rumahku tepat di depan rumah ini." kata Hinata menoleh ke arah rumahnya.
"Oh, kau mau masuk kerumahku?" tanya Naruto.
"Eh, tidak, tadi aku hanya penasaran saja dan ingin melihat siapa yang pindah kesini." jawab Hinata.
"Oh begitu."
"Kalau boleh tahu, Namikaze-san pindahan dari mana?" tanya Hinata.
"Panggil saja Naruto, aku baru pindah dari London." jawab Naruto.
"Oh, lalu apa Naruto-kun sendiri dirumah ini?" tanya Hinata.
"Ya untuk tiga bulan kedepan." jawab Naruto. Hinata sedikit bingung mendengar jawab Naruto.
"Untuk tiga bulan kedepan?"
"Iya."
"Memang orangtua Naruto-kun kemana?" tanya Hinata.
"Mereka masih ada di London, menyelesaikan bisnis." jawab pemuda tiga goresan di masing-masing pipinya itu.
"Oh begitu." sahut Hinata.
Dua orang yang semula mengangkat barang-barang ke dalam rumah pun datang menghampiri Naruto.
"Maaf, semua barangnya sudah selesai dimasukkan." kata salah seorang dari mereka.
"Ah ya, terimakasih Kotetsu-san, Izumo-san." kata Naruto.
"Iya kalau begitu kami pergi dulu." ujar seorang dengan nametag Izumo.
"Iya,"
Kedua orang itupun naik ke dalam mobil dan segera meninggalkan tempat itu, menyisakan Naruto dan Hinata disana.
"Hinata-chan?" panggil Naruto.
"Ya?" sahut Hinata.
"Eum, boleh aku minta tolong?" tanya Naruto ragu. Hinata tersenyum.
"Memang ingin minta tolong apa?" tanya Hinata.
"Ano...bisakah kau membantuku membereskan beberapa barang?"
"Tentu," jawab Hinata ramah.
.
.
.
Hinata kagum melihat setiap sudut rumah mewah ini. Memang rumahnya tepat di depan rumah ini, tapi ini adalah kali pertama ia masuk ke dalamnya. Biasanya ia hanya melihat bagian luarnya saja. Ia tak pernah menyangka bahwa rumah ini benar-benar mewah.
"Hinata-chan?" panggil Naruto membawa sebuah kardus.
"Iya Naruto-kun ada apa?" tanya Hinata.
"Bisakah kau menolongku menaruh beberapa foto ini ke atas lemari kecil itu?" tanya Naruto menunjuk sebuah lemari kecil di sudut ruangan.
"Ya, tentu." jawab Hinata mengambil kardus itu dari tangan Naruto.
"Baiklah, terimakasih." ujar Naruto.
Hinata pun berjalan kearah lemari itu. Ia mengambil beberapa foto dari dalam kardus dan menaruhnya diatas lemari. "Naruto-kun?" panggil Hinata.
Naruto menoleh berjalan kearah Hinata. "Iya, kenapa?" sahutnya.
"Ini orangtuamu ya?" tanya Hinata menatap sebuah foto. Di foto itu memperlihatkan seorang pria dewasa dengan wajah yang hampir mirip dengan Naruto tengah berdiri bersama seorang wanita berambut merah panjang.
"Iya itu Kaa-san dan Tou-san." jawab Naruto.
"Tou-sanmu sangat mirip denganmu." ujar Hinata tersenyum kearah Naruto. Semburat merah sedikit terlihat di wajah Naruto saat melihat senyum Hinata.
"Be-benarkah?"
'Sial, kenapa aku jadi gugup begini?' batin Naruto.
"Kaa-sanmu sangat cantik." ujar Hinata lagi.
"Dia sangat menyeramkan saat marah." ujar Naruto. Ia sedikit bergidik ngeri membayangkan saat sang Ibu marah.
"Benarkah?" tanya Hinata.
"Iya. Bahkan dulu televisi di rumah kami sampai hancur karena dilempar oleh Kaa-san." jawab Naruto.
"Memangnya kenapa sampai semarah itu?" tanya Hinata.
"Sebenarnya hanya masalah kecil, waktu itu Tou-san tidak mau mematikan tv padahal sudah larut malam. Jadi Kaa-san melempar tv itu." jawab Naruto.
"Astaga, sangat menyeramkan." kata Hinata.
"Walaupun begitu, kadang-kadang Kaa-san bisa menjadi sangat baik." ujar Naruto tersenyum.
"Oh, begitu ya,"
"Ya sudah, kalau begitu aku akan keruangan lain." sahut Naruto.
"Hmm." kata Hinata menganguk. Naruto pun pergi.
Hinata pun kembali melanjutkan kegiatannya. Setelah selesai ia pun mengambil barang-barang lain dan menatanya. Tak lama Naruto pun datang.
"Hinata-chan, kau tidak perlu melakukan ini, aku bisa kok melakukannya sendiri." ujar Naruto.
"Sudahlah Naruto-kun, aku tidak masalah kok mengerjakannya." kata Hinata.
"Baiklah, kalau kau tidak apa-apa." kata Naruto.
"Lebih baik Naruto-kun juga membereskan barang-barang yang lain." saran Hinata.
"Baiklah." .
.
.
.
Hinata tengah beristiraha di sofa sembari mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah guna memberi sedikit hawa sejuk di tubuhnya.
"Ini minumanmu Hinata-chan." kata Naruto menyodorkan segelas jus jeruk kepada Hinata. Hinata menoleh dan mengambil jus itu dari tangan Naruto.
" Arigatou." ucapnya sebelum meminum jus itu. "Hah, segarnya~" ucap Hinata setelah cairan di dalam gelas itu habis.
"Astaga, sepertinya kau sangat kehausan." kata Naruto menatap Hinata.
"He...he..he." Hinata hanya tertawa kecil mendengar kata-kata Naruto.
Naruto juga ikut tertawa kecil melihat Hinata.
"Yosh, kalau begitu aku pulang dulu Naruto-kun." kata Hinata bangun dari sofa.
"Eh? kenapa cepat sekali?" tanya Naruto. Sebenarnya ia agak sedih, karena tak ada teman yang bisa ia ajak untuk mengobrol.
"Aku sudah berjanji pada Kaa-san untuk membantunya hari ini." jawab Hinata.
Naruto pun ikut berdiri. "Oh begitu, ya sudah. Terima kasih ya sudah membantuku." kata Naruto.
"Iya sama-sama." sahut Hinata berjalan meninggalkan Naruto. Namun tiba-tiba ia berhenti dan menoleh.
"Kalau Naruto-kun mau datanglah kerumahku." kata Hinata.
"Ya tentu saja." sahut Naruto tersenyum.
"Baiklah, aku pulang dulu. Jaa~"
"Jaa~"
Hari ini adalah awal dari pertemuan antara Namikaze Naruto dan Hyuuga Hinata. Dan juga awal baru dari kisah kehidupan mereka.
TBC~
mohon berikan review nya ya teman-teman^^
Salam Naruhina Lovers^^
