Godaan ElVin begitu besar minna ._. jadi mau tak mau. Terima tak terima. Suka gak suka. Bisa gak bisa.

Ok cukup.

Intinya maaf untuk NaruGaa, Yullen, YuuRam dan KuroPika Readers kalian harus menunggu si neko ini lagi. Maklum baru bangkit dari kubur .-.

Disclaimer

U-Kiss milik NH Media dan KissMe diseluruh dunia.

Dan para tokoh tentu saja milik Tuhan dan orang tua masing-masing ._.

Rate

Belum jelas (?)

Genre

Masih dipikirkan

Summary

.

Pair

Elvin untuk pair utama.

WARNING!

Ini bukan ff yang menggunakan EYD dengan baik dan benar atau bahasa formal. Sho-ai/Yaoi/MaleXmale Yang gak suka tolong tekan back!

.

.

.

"Touch my body body body~ touch my body~" Pemuda (?) ramping itu asik berdendang sambil meliukkan pinggulnya. Sepertinya pagi ini adalah pagi yang indah baginya. Sangking indahnya dia terus saja melanjutkan aktivitasnya padahal kedua tangannya masih sibuk mengaduk sesuatu diatas wajan. Tak sadar ada serigala lapar yang menatapnya dengan nyalang (?) dari belakang.

"Touch my body body~" Lagi… sang pemuda asik berdendang sambil menggoyangkan pinggulnya.

Poke!

"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!" Kevin. Nama si pemuda, langsung berteriak histeris saat merasakan ada yang mencolek bokongnya.

Grubuk! Brak! Bruk!

Terdengar suara derap langkap dari lantai atas menuruni anak tanggga dan berlari ke dapur.

"Ada apa Kevin!?" Tanya Soohyun dengan masih memakai baju tidurnya dan wajah panic.

"Ada maling?" Hoon melongo dari belakang Soohyun. Tangannya memegang sandal dengan kepala pororo dibagian depan. Siap dia gunakan untuk menghantam siapapun.

"Maling! Hah..hah.. mana malingnya?" Kiseop datang sambil menenteng sapu.

"Hoaam.. Vin hyung kenapa?" Tanya Jun setelah menguap lebar dan mengucek matanya. Sepertinya maknae besar (?) kita masih mengantuk.

"A- ada yang mencolek butt ku.." Jawab Kevin sambil berbalik memegang spatula. Kedua matanya berkaca-kaca.

Kraus! Kraus! Kraus!

..

Soohyun CS langsung sweatdrop begitu mendengar jawaban Kevin dan melihat dipojokan dapur tepatnya di depan lemari es ada seekor (?) beruang besar tengah duduk santai sambil memakan buah apel. Sang beruang mengenakan celana longgar berwarna hitam dan kaos hitam tanpa lengan.

"Tangan Eli hyung gatal." Komentar Jun sebelum berbalik pergi dan melanjutkan acara tidurnya yang kali ini berpindah tempat di sofa panjang.

"Dasar Eli. Kau ini tidak bisa ya kalau tidak mengganggu Kevin?" Tanya Hoon memandang datar pada sosok yang kini masih asik memakan apel dengan kedua kaki yang berada diatas meja dan punggung bersandar di sandaran kursi.

"Aku hanya mengabulkan permintaannya." Jawab Eli santai.

"Memangnya kapan aku minta kau colek!?" Protes Kevin tak terima.

"Tadi," Jawab Eli cuek sambil melirik Kevin dengan ujung matanya. Soohyun menatap lekat sosok Kevin dan Eli bergantian. Matanya meruncing, sepertinya sang ketua sedang berpikir keras.

"Tidak pernah! Kau saja yang gatal!" Protes Kevin lagi.

Eli menghela nafas dan menurunkan kedua kakinya lalu duduk menghadap Kevin yang masih berdiri di depan kompor.

"Coba ulangi lagi apa yang kau lakukan tadi Princess." Pinta Eli dengan tampang ogah ogahan.

Buagh!

"Ugh!" Eli hampir terjengkang karena wajahnya terkena hantaman piring yang dilempar Kevin dengan penuh kekesalan.

'KDRT' Batin Soohyun speechless.

'Hebat' Ucap Hoon dalam hati.

'Waaahh…' Kiseop terpana.

"Prince! Not Princess!" Protes Kevin sambil menatap kesal pada Eli. Tapi walau bagaimanapun wajah namja yang bernama Kevin itu masuk dalam deretan Namja tercantik di korea. Belum lagi julukan Angel Face yang melekat padanya. Walaupun dia marah atau menatap kesal pada orang wajahnya tetap saja tidak mendukung karena malah terlihat menggemaskan.

'Princess' Ucap Kiseop, Hoon dan Soohyun bersamaan. Dalam hati, hanya dalam hati karena sepertinya Kevin memiliki banyak persediaan piring dan mereka tidak ingin mendapat jatah piring terbang dari Kevin. Mereka tidak tertarik dengan ilmu tata surya, perbintangan dan sejenisnya (?).

"Ssshh…" Eli kembali duduk tegak dan mengusap-usap wajahnya. "Ya ampun Kevin, kau mau pangeranmu yang tampan ini kehilangan ketampanannya karena hidungnya bengkok ya?" Celoteh Eli.

"Pigeon!" Maki Kevin kemudian berlalu pergi dengan kaki yang sengaja di hentak-hentakkan dan bibir mengerucut tanda kalau dia sedang kesal.

"Sebenarnya kau apakan lagi sih sampai Kevin semarah itu?" Tanya Soohyun yang masih berdiri disana dengan kedua temannya.

Eli menyeringai, seringai yang sungguh membuat Hoon ingin menenggelamkannya ke dalam bak mandi.

"Bukan salahku. Tadi saat aku turun dari kamar dan masuk dapur Kevin sedang bernyanyi touch my body sambil menirukan gerakan dance nya." Jawab Eli.

"Wah kau curang! Pantas kau rajin sekali bangun pagi." Tuding Soohyun.

"Tau seperti itu ku pasang alarm dan bangun lebih pagi. Kan lumayan bisa nyolek sedi-"

Buagh!

"Ugh…" Hoon terkapar dilantai sebelum menyelesaikan kalimatnya.

"Maaf piringnya licin," Ucap Eli yang sudah berdiri dan berjalan keluar dapur melewati ketiga temannya begitu saja.

"Dia itu, sama saja dengan Kevin." Kiseop speechless.

"Sudahlah, lebih baik kau bantu aku Kiseop." Ucap Soohyun.

"Baaaaik hyung…" Dan Kiseop pun membantu hyungnya membawa Hoon keluar dapur. Masing-masing dari mereka memegang sebelah kaki Hoon dan menyeretnya keluar dapur.

Soohyun, Kiseop, Hoon, Jun, Elison a.k.a Eli serta Kevin tinggal dalam satu rumah. Mereka merupakan kelompok anak muda berbakat dengan kemampuan khusus yang berbeda. Yang jelas mereka bukan sekumpulan anak muda konyol yang gak punya tujuan hidup. Yah walau terkadang mereka memang konyol.

Bukan rahasia lagi kalau Elison Kim yang menobatkan dirinya sebagai member tertampan menyukai Kevin. Siapapun yang mengenal Kevin pasti akan menyukainya, namja itu begitu ramah dan lembut. Minus kalau dia sedang diganggu oleh Eli. Selain itu parasnya begitu cantik dengan bibir tipis yang mungil, hidung mancung dan mata yang indah. Suaranya pun begitu lembut sampai membuat siapapun terhanyut dalam angan.

Bahkan Soohyun sang leader masih tidak terima kalau Kevin memiliki wajah yang hanya sebesar kaset CD. Begitu mungil, berbeda dengan yang lainnya karena Kevin merupakan produk mix Korea+Amerika.

Didukung dengan kulit putih mulus dan entah kenapa namja ramping itu memiliki bentuk S line untuk tubuhnya. Jadi jangan salahkan Eli karena mencoleknya tadi.

Sementara Kevin, dia tipe orang yang suka menempel pada siapapun yang membuatnya merasa nyaman. Dan percaya atau tidak Kevin selalu menempel pada Eli sejak 6 tahun lalu.

.

.

.

"Kevin! Apa yang kau lakukan!?" Pekik Eli dari ruang tamu. Namja tampan itu terlihat shock dan murka disaat bersamaan karena setelah keluar dari dapur dan masuk ke ruang keluarga ada pemandangan tidak senonoh.

Jun si magnae besar yang melanjutkan tidurnya di sofa panjang sedang berpelukan dengan Kevin yang juga sepertinya tergoda untuk tidur (?) bersama Jun.

"Masih belum selesai ya?" Soohyun mendengus dan menatap bosan pada Kiseop. Yang ditatap hanya menggedikkan bahunya tanda tak mengerti. Lalu keduanya pun melanjutkan acara menyeret Hoon dan memilih datang ke TKP di ruang keluarga.

"Kevin!" Eli menarik lengan Kevin. Mencoba melepaskannya dari Jun.

"Berisik hyung.." Jun justru mengeratkan pelukannya pada Kevin tanpa membuka matanya.

Kevin terkikik geli. " Jun besar hangaaat…" Ucapnya sambil ngelus-ngelus punggung Jun.

"Apa aku masih kurang besar Kevin!?" Murka Eli yang mulai naik pitam.

Soohyun dan Kiseop yang sudah sampai di ruang tamu hanya mampu memasang wajah sweatdrop.

"Hyung kau berisik, tidak bisa diam apa." Protes Kevin. Tangan lentiknya masih memeluk Jun sambil senyum senyum.

"Kevin!" Eli makin panas. Sepertinya ubun-ubun sang pigeon mulai berasap.

"Sudahlah Eli biarkan saja, mereka hanya anak kecil." Soohyun berujar sambil mengibaskan tangannya.

"Kau paksa seperti apapun mereka gak akan terlepas. Malah semakin rapat nanti," Imbuh Kiseop.

Sebenarnya Eli ingin sekali menendang Jun sampai ke planet tak bernama atau mencabiknya sampai tak berbentuk. Tapi itu tak mungkin dia lakukan, bagaimanapun juga Jun itu anggota mereka. Memang sih badannya tinggi dan besar tapi anak itu memang masih bocah. Usianya jauh dibawah mereka. Ditambah Kevin sangat menyayangi bocah besar itu.

"Sigh.." Akhirnya Eli hanya mampu mengela nafas tak rela. Lalu memilih pergi dari sana menuju kamarnya untuk mandi. Lebih baik mendinginkan kepalanya yang hampir berasap. Mungkin minum beberapa teguk air kran bisa mendinginkan dadanya yang juga memanas. Begini nih kalau menjalin hubungan tanpa status.

TBC

Entah ini mau disebut prologue, drabble atau apa. Mungkin jelasnya masih bayangan dari ff yang mau Kirin buat. Masih bingung mau AU, supernatural, fantasy, kehidupan modern atau apa. Rate mulai dari K sampai M.

Rencananya mau masukin pair YunJae juga sih. Nah kalau ada yang lihat lalu baca ff boleh menyampaikan sarannya. Mungkin bisa membantu untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya (?)