Yak! Silahkan dibaca para readers sekalian fanfic saya ini.
Ini fanfic pertama saya jadi dimaklumi jika banyak kesalahan dalam cerita. Dan juga mohon bimbingannya ^^ (membungkuk).

Langsung saja..


Tokyo, 06:00 am

Mamori POV

Kimi to deaeta no wa kitto guuzen janai~~
Itsunomanika sonna fuu ni omoeteta~~
Dokomademo tsuzuku bokura no tabiji~~
Futo kizukeba saitetandana bokura no aida ichirin no hana~~

"Lagunya enak..." batin Mamori masih setengah tidur.
"Tunggu itukan suara ringtone ponselku," Mamori sudah mendapatkan kesadaran penuh.

"Moshi moshi?" Mamori langsung menjawab orang yang menghubungi ke ponselnya.

"Oh! Ada apa?" Mamori bertanya dengan polosnya.
Sesaat dia agak terkejut dengan teriakan diseberang telepon.

"hehehe… Maaf maaf.. Tentu saja jadi. Aku kerumahmu jam 8 nanti kan?" Mamori memastikan.
Sesekali ia mengangguk tanda mengerti.

"Ok!" Mamori menutup teleponnya.

"Hmm… jujur saja aku lupa kalau hari ini aku akan berkunjung kerumah Suzuna chan," batin Mamori yang sudah mulai membereskan kamar tidurnya.

Mamori POV end…

….

Anezaki Mamori. Anak yang cukup popular disekolahnya karena kebaikan hati dan juga parasnya yang cantik. Bersekolah di SMU Deimon.

"Mamo chan! Apa kau sudah bangun?" Teriak ibu Mamori dari lantai 1 kediaman keluarga Anezaki.

"Ya!" jawab Mamori yang mendengar teriakan ibunya.

"Cepat mandi dan sarapan ya," Ibu Mamori mengakhiri teriakan paginya(?)

30 menit kemudian…

DRAP DRAP DRAP

Suara langkah kaki Mamori turun dari kamarnya yang terletak dilantai 2.
Ia langsung menuju dapur dan menemukan kedua orang tuanya yang sudah menunggunya sedari tadi.

"Pagi Ayah.. Pagi Ibu.." Mamori mulai duduk tak jauh dari Ayahnya yang sedang membaca koran.

"Pagi Mamo. Rapi sekali, mau kemana?" tanya Ayah Mamori.

"Aku mau kerumah Suzuna chan. Taki kun, kakaknya Suzuna sakit demam jadi Suzuna yang menjaga. Dan Suzuna merasa sepi dan bosan juga kalau tidak ada teman ngobrol saat menunggui kakaknya yang kadang tertidur saat setelah meminum obat. Ditambah lagi orang tua mereka memang tidak ada dirumah karena kerja diluar kota," jelas Mamori sangat detail.

"Oh.. ya sudah makan sarapanmu," Ayah Mamori meletakkan korannya dimeja.

"Itadakimasu!" Mamori mulai menyantap sarapannya.


"hmm… jalan pagi hari saat akhir pecan begini memang enak," batin Mamori sambil membalas senyum kepada orang-orang yang menyapanya.

"Aku ke toko buah sebentar lalu kerumah Suzuna deh," Mamori meneruskan perjalanannya ke toko buah.

Mamori berjalan dengan riangnya karena memang cuacanya yang cerah. Sesekali ia mengamati sekitarnya. Sampai pandangannya berhenti disalah satu mobil besar dan orang-orang yang saling membantu menurunkan perabotan rumah kedalam sebuah rumah.

"Oh? Ada yang sudah menempati rumah itu ya," Mamori lalu meneruskan perjalanannya kembali.

Toko Buah Shinsen, 07:47 am.

Mamori tengah asik memilih-milih buah yang kelihatan segar dan lezat di toko itu.

"Wah… Buahnya terlihat segar-segar semua. Aku ambil ini dan ini," Mamori memilih buah yang nantinya akan dibawa kerumah Suzuna.

Beberapa saat kemudian…

"Yosh! Sudah siap semuanya. Saatnya kerumah Suzuna," Mamori menuju kerumah Suzuna.


Suzuna House.

"hah…" Suzuna hanya menghembuskan nafas menandakan dirinya bosan.

Untuk menghilangkan bosannya yang hanya menunggu kakaknya yang tertidur ia pergi keruang tamu dan menyalakan televisi.

"Diberitakan rumah seorang pengusaha dirampok oleh sekawanan pencuri kemarin siang. Mereka berpura-pura menjadi tukang listrik(?). Awal aksi mereka adalah dengan mengetuk pintu korban…"

TOK TOK TOK

suara pintu rumah Suzuna ada yang mengetuk.

"Ada suara ketukan pintu?" Suzuna bergumam lalu melanjutkan mendengarkan berita di televisi.

"… secara otomatis korban membuka pintu tapi itu adalah celah besar bagi pencuri. Karena saat itulah pencuri langsung memukul korban sampai pingsan dan merampok barang berharga didalam rumah korban. Sampai sekarang pencuri tersebut belum berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian."

TOK TOK TOK

Suara ketukan pintu kembali terdengar.

Suzuna sudah mulai agak ketakutan.

"Jangan-jangan itu malingnya lagi," Suzuna memeluk bantal kecil yang ada disofa ruang tamunya.

"Sekian sekilas berita hari ini" Reporter ditelevisi selesai membawakan acara berita

TOK! TOK! TOK! TOK!

Suara ketukan pintu kembali terdengar dengan suara agak lebih keras.

"Ka.. Kakak… Bagaimana ini? Kalo itu perampok yang diberitakan di televisi tadi," Suzuna makin gemetaran.

TOK! TOK! TOK!

"HWAAA!" Suzuna refleks berteriak.

"Suzuna chan! Kau baik-baik saja? kenapa berteriak? Cepat bukakan pintunya," Mamori yang dari tadi mengetuk pintu langsung panik mendengar suara teriakan dari Suzuna.

"Eh?" Suzuna berhenti histeris dan sekarang memasang muka bingung.
"Tadi bukannya suara Mamo nee?" Suzuna berjalan kearah pintu dan langsung membuka pintu.

"Suzuna chan! Apa terjadi sesuatu padamu? Apa ada yang luka atau sebagainya? Kau baik-baik saja kan?" Mamori langsung menyerang Suzuna dengan menghujani pertanyaan yang tidak jelas. Suzuna hanya bisa sweet drop.

"jadi yang kukira perampok tadi Mamo nee. Hehehe" batin Suzuna sambil nyengir sendiri.

"Ayo Mamo nee kita masuk kedalam," Suzuna mempersilahkan Mamori masuk.

"Suzuna chan aku bawa sedikit buah-buahan untuk Taki kun. Ngomomg-ngomong bagaimana keadaannya?" Mamori bertanya.

"Sudah baikan. Ayo kalau mau lihat," Suzuna mengajak Mamori.

"Nah itu dia," Suzuna menunjuk kakaknya yang ternyata lagi ngelindur.

"ahaha~ ahaha~" Taki tidur sesekali mengangkat satu kaki seperti biasa.

Mamori dan Suzuna sweet drop melihat tingkah kaki.

"Tidur pun masih juga ngangkat kaki satu. Mimpi apa dia…?" batin Mamori.

"Dasar kakak bodoh…" Suzuna juga membatin.

"Ayo mamo nee kita ngobrol diruang tamu saja," Suzuna mengajak Mamori.

"em!" Mamori mengikuti langkah Suzuna menuju ruang tamu.

….

….


Tokyo, 02:06 pm.

"Suzuna chan aku pulang dulu ya," Mamori melambaikan tangan ke Suzuna yang berdiri diambang pintu.

"YA! Hati-hati Mamo nee," Suzuna balas melambaikan tangan.

Mamori mulai berjalan, tapi sepertinya ia masih enggan untuk pulang.

"hah… jarang-jarang di akhir pekan begini tidak ada latihan amefuto. Selagi masih ada waktu kenapa tidak habiskan waktu liburku yang berharga ini saja," Mamori bergumam.

"Tapi kemana ya enaknya…?" Mamori berpikir sejenak

"AHA! Ke mall saja. Siapa tahu ada discount kue sus. Yosh! Berangkat!" Mamori langsung melesat pergi.

Mall Onzutsi, 02:15 pm.

"Hmm… ramainya…" Mamori mulai berkeliling didalam mall itu.

Menjelajah, melihat, dan membeli beberapa barang-barang yang dijual dimall tersebut. Ya.. itulah yang dilakukan Mamori selama dimall tanpa menyadari waktu semakin berjalan..

1 jam kemudian…

"Sudah pukul segini. Aku harus pulang," Mamori melihat jam tangannya.

Kimi to deaeta no wa kitto guuzen janai~~
Itsunomanika sonna fuu ni omoeteta~~
Dokomademo tsuzuku bokura no tabiji~~
Futo kizukeba saitetandana bokura no aida ichirin no hana~~

Ringtone ponsel Mamori berbunyi dengan cepat Mamori mengangkat panggilan diponselnya.

"Moshi-moshi…" Mamori menjawab.

Sesaat seperkian detik…

"Apa?" Mamori agak panik.

Di Tempat Lain..

"Latihan dari sore begini pasti pulangnya malam lagi. Fuu, sungguh melelahkan," Pemuda tampan dengan rambut merah dan kacamata yang berjalan dengan gitar yang bertengger dipunggungnya menambah penampilannya yang bisa dibilang keren.

"Fuu, lingkungan disini lumayan juga," pemuda itu melihat-lihat sekitar yang ia lewati.

"Tapi orang-orang disini apa juga ramah- ram_"

BRUAK!

Tabrakan becak_ eh maksud saya pemuda itu ditabrak seseorang.
Pemuda itu pun melihat orang yg berada diatasnya.

"Fuu, kau…" kata akaba agak malas.

To Be Countinue…


Akane : "…..
*krik krik krik* (suara jangkrik),"

Fumiki : "woy! Udah abis tuh,"

Akane : "oh udah abis ya? Menurutmu cerita ini gimana Miki nee?"

Fumiki : "aku pribadi sih datar…"

Akane : "=,= sungguh jahat dirimu. Tapi kan itu baru pendapatmu belum pendapat readers. Hehehe
nah readers sekalian berikanlah review anda untuk semangat saya meneruskan cerita ini.
Dan juga mohon bimbingannya dan juga minta maaf jika banyak kesalahan dicerita tadi. Saya
anak baru senpai-senpai sekalian. Hehe..."

Fumiki : "Intinya mohon di review dari readers sekalian…"