Geddoe x Queen Fan Fiction: When Our Heart Became One
Chapter 1 : In The Middle of Night
Di Penginapan Vinay Del Zexay…
…..
Sunyi…
Sepi….
Rasanya dulu aku tidak pernah seperti ini… Ujar Geddoe dalam hati sambil meminum winenya
"Apa yang sedang anda renungkan Geddoe?" Tanya Queen yang muncul dari pintu lalu kemudian duduk di bangku yang berada di depan Geddoe
"Oh Queen aku kira kau siapa" Ucap Geddoe sambil meminun winenya lagi
Queen memutar matanya " 'Aku kira kau siapa?' apa anda berpikir kalau tumben Queen masih bangun jam segini dan bukan Ace yang datang" Ucap Queen sambil meniru mimik Geddoe.
"Ah maaf"
Queen tertawa " Sudahlah Geddoe tidak apa-apa kok."
"Queen bagaimana dengan yang lain?". Tanya Geddoe
"Aila dan Joker sudah tidur, lalu Jackques sedang berjaga seperti biasanya dan kalau Ace aku tidak tahu dia sedang apa tapi mungkin dia sedang merayu wanita"
"Queen kau tidak tidur?" Tanya Geddoe
"Aku tak bisa tidur karena aku merasa sunyi dan sepi tanpa alasan yang jelas". Jawab Queen sambil menghela nafas.
Geddoe meletakkan gelas berisi wine di meja
"Sunyi dan sepi?" Geddoe mengernyitkan dahinya
"? Ya, apa ada yang salah Geddoe?" Tanya Queen sambil memandang Geddoe dengan tatapan yang aneh.
"Aku juga merasakan hal yang sama denganmu sunyi dan sepi malam ini" Jawabnya sambil mengambil kembali gelas winenya.
"Sungguh suatu kebetulan" jawab Queen
"Queen" Ujar Geddoe
"Ya Geddoe?" jawab Queen
"Maukah kau minum wine bersamaku?" tawar Geddoe
Geddoe mengajakku minum? Ujar Queen dalam hati
"Ya baiklah mungkin setelah minum-minum aku bisa tidur" Jawab Queen sambil mengambil gelas yang masih kosong.
Lalu keduanya minum bersama hingga Queen menyadari bahwa botol wine sudah kosong dan…
"Geddoe apa kau mau tambah winenya?" Tanya Queen
"Ya, tolong oper botol winenya kepadaku"
"Ini Ged- ah!" Queen terkejut karena tangan dia tidak sengaja bersentuhan dengan tangan Geddoe
PRANG!
"Maaf Geddoe" ucap Queen dengan panik dan memungut pecahan kaca botol yang jatuh
"Sudah tidak apa-apa ini salahku juga" jawab Geddoe sambil menolong Queen memungut pecahan kaca botol.
"Queen kau sudah selesai memungut pecahan kacanya?" Tanya Geddoe
"Ya sudah, dan tinggal dibuang saja" jawab Queen
"Biar aku saja yang membuangnya,kau istirahat saja" Ujar Geddoe
"Hei Geddoe terima kasih ya sudah membantuku memungut pecahan kaca botol"
"Ya, sama-sama" balas Geddoe tanpa ekspreksi
Lagi-lagi tanpa ekspresi keluh Queen dalam hati
"Kalau begitu aku permisi dulu selamat malam Geddoe"
"Ya selamat malam" jawab Geddoe sambil mengambil botol wine yang lain
Sunyi dan sepi lagi… Geddoe dan Queen kembali merasakan hal tersebut, dan merasa malam ini adalah malam paling terpanjang.
