Tittle : Overdose
Sehun, Luhan.
GS for Uke
.
.
.
Oh Pheonix present
.
.
.
.
.
Siapa yang tidak tahu Rumah Sakit Jiwa terkenal dipinggiran kota Seoul? Jaeguk Hospital. Tempat dimana para manusia yang terlanjur putus asa dengan kerasnya kehidupan dunia sehingga tubuh dan pikirannya menjadi tak terkendali dan suka berbuat diluar kesadarannya, dengan kata lain. Gila.
Mungkin tidak semua yang ada didalam sana menjadi gila, ada juga yang hanya sekedar depresi berat dan juga pemeriksaan apakah dia layak berada disana ataupun hanya terkena depresi ringan.
Begitu juga dengan seorang gadis perawakan mungil yang diseret paksa kedalam salah satu kamar, teriakan histerisnya menggema disepanjang lorong rumah sakit.
"AKU TIDAK GILA, SIALAN!"
Namun berapa kalipun memberontak, ataupun memaksa salah satu diantara petugas itu untuk melepaskannya, tetap saja hasilnya sia-sia.
"Pasien baru?" para petugas rumah sakit itu menoleh dan seketika membungkuk singkat kala melihat pemuda dengan jas dokter bertanya datar pada mereka.
"Ya, Dokter Oh, Ketua Ahn menugaskan pasien ini langsung kepada anda." Salah satu perawat lelaki bernama Minhyuk menyerahkan sebuah map berisi data pasien yang baru saja ia antarkan kekamarnya.
Pria yang dipanggil dokter itu membuka map tersebut dan meneliti data pasien barunya, meski saat ini Minhyuk juga tengah menjelaskan isi dari map merah itu padanya.
"Namanya Lu Han, keturunan Korea-China. Ia dibawa kesini oleh bibinya, Victoria Song. Bibinya mengungkapkan jika Luhan seringkali mengamuk dan menyakiti orang-orang disekitarnya, dan juga..."
Sehun mendengarkan dengan seksama apa yang dibeberkan oleh Minhyuk, namun kemudian ia mengernyit saat ucapan lelaki itu menggantung diudara.
"Ada apa?" tanyanya datar.
Minhyuk terlihat menggaruk tengkuknya dengan canggung, sesaat bertemu pandang dengan manik kelam dokter itu dan menelan salivanya dengan gugup.
"Bibinya bilang, Luhan mempunyai orientasi yang menyimpang.. itu sebabnya dia dianggap gila dan dibawa kesini."
Sehun mengangguk paham, menepuk pundak Minhyuk sekali dan berjalan masuk kedalam kamar yang ditempati Luhan sekarang.
Ceklek!
Luhan mendongak diantara lipatan lututnya, gadis itu menyudutkan tubuhnya sendiri diujung tempat tidur dengan kedua tangan memeluk lututnya yang terlipat. Sehun yang melihatnya hanya menampakkan ekspresi datar, berjalan kearah tempat tidur dan duduk ditepian, memperhatikan Luhan yang kembali menenggelamkan kepalanya diantara lipatan lututnya.
"Hei,"
"Aku tidak gila!" sentak Luhan langsung, menatap manik elang Sehun yang terlihat tajam tanpa rasa takut.
DEG!
Sehun terpaku ketika Luhan menatapnya, mata rusa itu...
.
.
.
.
.
.
TBC/END
Lagi punya ide ngebuat Sehun jadi seorang dokter dan Luhan jadi pasiennya. Ckckck, padahal masih ada ff yg on going, tapi entah kenapa kangen nulis ff HunHan.
Gimana? Berminat? Pheo Cuma minta review nya, seberapa besar antusias para HHS sama ff ini.
Betewe, pheo mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya buat salah satu senior di ffn, Author Death Sugar alias Leon.. beliau salah satu author favorit pheo dan juga motivator pheo dalam mempublish karya2 pheo di ffn. Semoga beliau mendapat tempat terindah disisi Tuhan. Aamiin..
Selebihnya, wanna to review?
.
.
Oh Pheonix 2016
bbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbb
