Disclamer: Bleach milik TiteKubo-sensei.
Pairing: Fem!ToshiroKurosaki Ichigo.
Chapter 01: Sebagai Shirone Michaelis.
Hitsugaya Toshiro, komandan divisi 10 bagian investigasi harus merelakan dirinya berakhir setelah Winter War melawan Aizen Sousuke, mantan komandan divisi 5 yang berkhianat. Luka yang menganga besar dan kekurangan darah membuatnya tidak dapat menggerakan tubuh kembali. Walau sudah diusahakan oleh Orihime Inoue dengan kemampuan Shun-Shun-Rika untuk dapat sembuh dengan cepat luka yang terlalu banyak membuat gadis lemah lembut itu terlalu cepat kelelahan. Jadi ditempat peperangan yang sudah tertutup salju, Hitsugaya Toshiro pemegang Zanpakutou tipe Hyosetsu terkuat menghembuskan nafas terakhirnya sebagai pahlawan. Hal yang tak diketahuinya -setelah kematiannya ia hanya berharap dapat tidur selamanya dengan tenang- bahwa masalah tak pernah jauh darinya.
Namanya sekarang adalah Shirone Michaelis, putri bangsawan keluarga Michaelis yang menguasai beberapa negara. Tak terlalu beda dengan rupannya dulu, Shirone atau dulu saat sebagai Shinigami ia bernama Hitsugaya Toshiro memiliki manik emerland indah, hanya saja lebih bening juga rambut berwarna silver selutut dengan bando berpita dikedua sisi. Sifatnyapun tak jauh berbeda; dingin, datar, tapi jenius. Oh yeah jenius, seperti yang diharapkan dari mantan Shinigami berbakat di Soul Society, otaknya membuatnya meloncat kelas beberapa kali di Mekai Academi battle Magic Korea. Sebuah sekolah sihir terpopuler di Korea.
Keluarga Michaelis bukan keluarga biasa. Keluarga Michaelis merupakan keluarga penyihir tertua dan mafia yang memiliki lebih perusahaan yang merajai dunia bisnis di seluruh dunia. Selain itu hal yang dapat membuat keluarga Michaelis jauh dari kata biasa adalah keluarga ini adalah seorang Magical Creature terkuat.
Shirone yang merupakan putri keluarga Michaelis mendapat Magical Creature-nya. Seorang Seraphim yang didapat dari ibunya.Makhluk sihir rupawan dengan sayapnya yang indah berwarna biru bercampur hijau muda dan terdapat serpihan putih. Sangat indah. Tapi satu hal yang tidak diketahui yang lain, Shirone masih memiliki kekuatan Shinigami-nya. Pedang Hyorinmaru ia simpan di dimensi sihir. Tidak mungkin ia membawanya terang-terangan kecuali ia ingin masuk penjara karenanya.
SHIRONE POV
Namaku sekarang adalah Shirone Michaelis, putri satu-satunya dan anak bungsu keluarga Michales. Ayahku bernama Sebastian Michaelis, Lord Michaelis dengan Magical Creature-nya iblis. Beliau orang yang tegas tapi santai. Nadanya selalu ramah kendati wajahnya datar dan dingin. Aku selalu tidak bisa menebak jalan fikirannya. orang yang penuh misterius dan aneh kalau kau tanya aku pendapatnya. Tapi beliau sangat mencintai ibuku, Ciella Michaelis nĕĕ Phantomhive, istri yang cantik, baik dan tegas terhadap anak-anaknya.Magic Creature-nya Seraphim sama sepertiku. Ibuku dulunya merupakan Lady Phantomhive terkenal di dunia sihir maupun Muggle (sebutan untuk manusia non-sihir) begitupula didunia 'atas' dan 'belakang'. Tapi semenjak ibu mengenal ayah mereka memutuskan menikah dan memiliki kami.
Kakak pertamaku bernama Arian Arctuss Michaelis dengan Magic Creature iblis. Laki-laki ramah dan baik hati. Kakakku ini telah bekerja sebagai mentri sihir Jerman di usia muda. Lalu ada Aland Corneo Michaelis, kakak laki-lakiku juga yang kini berumur 11 tahun yang bersekolah di Hogwart. Magic Creature-nya adalah vampir. Ia sebenarnya sudah tamat sekolah Durmstrang saat berumur 10 tapi kemudian kakakku ini tiba-tiba meminta bersekolah di Hogwart. Aku yang saat itu heran menanyakan alasannya bersekolah disana, kemudian ia menjawab...
"Aku bosan dan tak tau harus bekerja apa, jadi aku hanya ingin bersekolah lagi dulu baru memutuskan ingin bekerja apa"
Aku sweatdropped mendengarnya. Kakak keduaku memang aneh. Jahilnya bukan main dan sifatnya kekanakan sekali. Aku kadang heran dengannya. Tapi biar begitu aku sangat mencintai keluargaku yang sekarang. Sekarang aku mengerti kenapa Kurosaki bisa sangat mencintai keluarganya.
Lalu kenapa kami bersekolah di tempat yang berbeda karena kami tak ingin disamakan. Hanya setiap hari libur saja kami bisa berkumpul bersama dirumah.
Ayahku tak melarang kami memilih jalan yang kami sukai. Beliau selalu membebaskan kami apa-apa aja kami inginkan asalkan kami bisa bertanggungjawab dan menjalankannya dengan senang hati. Ayahku juga tak mengekang Arian untuk memimpin keluarga Michaelis karena ayahku berpendapat Arian masih terlalu muda dan perlu banyak belajar. Jadi ayah mengijinkan Arian sebagai mentri sihir Jerman asal tak memakai koneksi keluarga dan hanya mengandalkan kejeniusan otak. Keluarga Michaelis memang terkenal dengan otak jenius dan Magic Creature-nya, jadi saat kami lulus diusia muda itu adalah hal biasa.
Seperti aku, aku sudah lulus diusia muda di Mekai Academi Magic Battle di Korea saat umur 8 tahun. Dua tahun lebih muda dari kelulusan Aland. Aku lalu bekerja sebagai Unspeakable kementrian Korea dan kemudian dengan cepat dipromosikan sebagai ketuanya. Aku memang dulu bercita-cita ingin sebagai Unspeakable. Dulu aku sempat bingung antara ingin menjadi Auror atau Unspeakable mengikuti keinginanku sejak dulu. Setelah dipikir-pikir aku tak ingin terlibat lagi ke sebuah pertempuran jika aku memang menjadi Auror. Memikirkannya hanya akan mengingatkanku pertempuran Winter War-nya sebagai Shinigami. Jadi aku memilih bekarja menjadi Unspeakable.
Aku kira hidupku bisa normal sebelum kemudian aku bertemu dengan Hollow.
FLASHBACK-ON
Aku baru saja selesai bekerja dari pekerjaanku sebagai Unspeakable. Sangat menyenangkan bisa menyingkap misteri-
misteri sihir. Meski terkadang Hyorinmaru sering menggerutu tentang ia tak bisa keluar. Yahh... aku tak bisa menyalahkan karena dunia tempat aku be-reinkarnasi sangat damai. Tidak ada Shinigami, Hollow, maupun Arrancar. Walau aku kadang merindukan anggota divisi 10, Matsumoto, Baa-chan, Hinamori dan terkhususnya Kurosaki. Aku tau aku salah dulu. Jatuh cinta pada sesama laki-laki merupakan hal yang tabu. Tapi aku juga tak bisa menipu diriku. Selama ini selalu aku tutup rapat perasaanku ini hingga tak ada yang tau kecuali Matsumoto. Entah kenapa Letnan tak berguna itu bisa mengetahuinya.
Hahhh... Sudahlah. Sekarang aku sudah mempunyai keluarga yang selalu kuimpikan. Keluarga yang saling menyayangi dan menjaga sasamanya. Aku sangat bahagia.
Aku tinggal di apartemen sederhana didunia Muggle. Walau sederhana tapi sangat nyaman dan hangat untuk ditinggali. Sebelum pulang aku biasa mampir di kedai teh. Namanya 'Tea and Brend Delicius'. Tempatnya kecil tapi hangat. Sajian teh dan rotinya sangat enak.
"Mrs.Bright aku pesan seperti biasanya, dibungkus." kataku pada wanita renta yang selalu tersenyum hangat padaku. Namanya Fenian Bright. Pemilik kedai sederhana yang selalu kukunjungi.
"Bubuk teh blackcurent dan roti selai vanilla dua lapis dipotong kotak-kotakan." Mrs.Bright segera menghidangkan pesananku sementara aku duduk sembari melihat jalan Korea yang mulai sepi. Aku memang selalu memesan bubuk teh-nya saja sebagai persedian dirumah.
Saat aku melamunkan sesuatu tiba-tiba aku merasakan sesuatu. Reatsu ini kan... Tidak mungkin! Bagaimana Hollow bisa ada disini apalagi dengan jumlah puluhan?
"Master ini bukan tipuan. Sejumlah Hollow menyerang di empat arah berbeda. Salah satunya kearah sini Master." Suara Hyorinmaru makin menekanku bahwa aku tidak bisa jauh dari masalah.
Level mereka?
"Hanya level rendah tapi ada satu Gillian diantaranya."
Baiklah, ini akan jadi malam panjang bagiku. Padahal aku belum menyeduh teh dan rotiku. Dengan Shunpo aku sudah berada ditimur dari arah kedai teh. Karena dengan begini aku bisa menghadang mereka duluan dan cepat-cepat kembali ke kedai sebelum Mrs.Bright melihat aku sudah tidak ada disana.
Aku merentangkan tangan kananku sedangkan mataku manatap tajam kelompok Hollow yang mengarah padaku. Lingkarang sihir biru berlambang naga muncul di telapak tanganku. Kemudian sebuah pedang dengan batas pedang berbentuk empat bintang telah berada ditanganku. Hyorinmaru bersinar terang. Sepertinya Hyorinmaru sudah tak sabar. Baiklah tinggal menebas mereka dengan Shikai dan segera pergi dari sini. Aku berspekulasi jika ada Hollow berarti ada Shinigami dan aku tak ingin hidupku kacau lagi. Bisa saja aku menghiraukan masalah ini tapi jika kelompok Hollow ini tak kearah kedai. Aku tak bisa membiarkan Mrs.Bright yang sudah kuanggap sebagai Baa-chanku sendiri terluka.
Setelah aku dapat melihat kelompok Hollow aku segera menebas dan melafalkan mantra, "Sote ne zase, Hyorinmaru."
Naga berwarna biru bening keluar dari pedangku. Lalu aku menunjuk pedangku kearah kesegerombolan Hollow itu dan Hyorinmaru segera melesat. Es-es membekukan para Hollow dengan cepat. Fyuuh.. selesai dengan cepat. Aku segera ber-shunpo lagi ke kedai, tak ingin mendapat masalah. Walau aku ragu tak mendapatnya. Karena pasti reatsu dari es itu akan diketahui milik siapa. Sepertinya aku harus berpisah dari kehidupan tenangku.
To Be Contuned...
