WARNING:

BOYS LOVE(YAOI)!, OOC!, TYPO!, Geje!, DSKL!... Oh yeah ini seting dunia kita-kita nih.

Pairing:

SasuNaru

ItaKyuu

SasoDei/DeiSaso(Kayaknya)

Rated:

T

DISCLAIMER:

Naruto punya Masashi Kishimoto.

*Btw,buat yang nggak suka warning di atas,... Nggak usah baca ya... Nekat? Silakan,tapi yah... Kalo marah atau kesel itu sih... DL! (Kabur)*

XxxXxxXxxXxxXxxXxxXxxX

"Hah, capek." Ujar Naruto, salah satu anak dari Namikaze Minato dan Namikaze Kushina, sambil duduk di salah satu sofa ruang tamu. Naruto punya mata berwarna biru cerah dengan rambut pirang. Sifatnya kekanak-kanak'kan, ditambah tiga garis tipis di pipinya bikin kesa imut buat dia.

"Emang lo pikir cuma lo aja apa? Gue juga capek tau." Sambung sang kakak pertama, Namikaze Deidara." Kalo lo Kyuu?" Tanyanya kepada sang adik pertamanya, oh iya sama seperti Naruto, ia mempunyai rambut pirang, bedanya dia rambut deidara ini panjang sampai ke pundak dan mata biru cerah. Sifatnya ceria, jahil namun perhatian.

"Biasa aja kok." Jawabnya singkat. Namikaze Kyuubi, anak kedua keluarga dari keluarga Namikaze, matanya merah dan rambut panjang sedikit warna kuning tapi ada highlight alami warna orang campur merah. Sifat Kyuubi itu Cool dan Calm, walaupun kadang jahil dan jahat juga.

"Dei, Naru dari pada ngeluh mendingan kalian ke kamar terus beres-beres." Suruh Namikaze Kushina, Ibu yang tegas juga lembut dan Designer terkenal. Warna rambut Kushina merah serasi dengan matanya.

"Iya, bener tuh kata bunda." Sahut Minato Namikaze, sang kepala keluarga juga idola yang tak ada habis masa bersinarnya, yup dia idola yang selalu menjadi idola semua orang baik laki-laki maupun perempuan. Minato mirip Naruto versi dewasa, yang beda hanya garis tipis di pipinya itu.

"Hai.." Jawab Naru dan Dei dangan malas, mengambil koper dan barang-barang lainnya, mereka pun naik ke atas. Oh iya, pasti kalian parti bertanya-tanya mereka habis dari mana, well mereka habis pergi berlibur dari liburan panjang musim panas di Tokyo.

Kushina menoleh ke arah Kyuubi yang sedang... SMS-an? Oh maaf maksudnya internet'an. "Kyuu?" Kyuubi menoleh dari layar HP-nya ke arah Ibunya. Ia berdiri dan ngambil koper dan biola case warna putih kesayangannya lalu beberapa benda yang ia beli di Tokyo dan berjalan ke atas.

"Hn, mereka itu.." Kushina hanya menggeleng kepalanya melihat tingkah laku anak-anak'nya itu.

"Hei, dari pada begitu bagaimana kalo kita beres-beres juga, tadi Fugaku telepon, katanya dia mau datang ke sini." Suruh Minato sambil memberi penjelasan. " Oh iya sekalian beresin kamar tamu ya?"

"Eh, kenapa?" Tanya Kushina kaget. "Memang mereka mau menginap? Tapi untuk apa? Lagipula pula lusa adalah awal semester baru'kan? Pasti anak mereka harus sekolah."

"Apa kau keberatan?" Tanya Minato kepada istrinya itu.

"Tidak, kau tau aku suka jika Mikoto menginap ke sini, hanya saja... Untuk apa? Kenapa terburu-buru seperi itu." Tanya Kushina sekali kagi. Minato hanya tersenyum dan berkata.

"It's A Secret."

XxXxXxXxX

Sekitar setengah jam berlalu...

"Well somebody told me you had a boyfriend, who looked like a girlfriend that I had in February of last year." Deidara keluar dari kamar mandi sambil nyanyi. Kamar Namikaze satu ini penuh sama lukisan dan gambar, coretan kasar penuh di meja belajarnya. Yup bisa di tembak bahwa sang Namikaze satu ini sangat mencintai gambar.

"Nah, sekarang tinggal beres-beres... Kamar." Kata Deidara sambil melihat kamarnya yang berantakan itu, kalo beres-beres kayak ngun-pack sih udah dari tadi.

Namun di tengah perkerjaan itu ia berhenti mendengar alunan sebuah biola. Ia tersenyum sebelum berlari keluar.

XxXxXxXxX

"For years i've envied... Your grace and your charm, everyone loves you you know." Naruto nyanyi sambil beres-beres. Kalo mandi sih, dia udah dari tadi pas waktu masuk kamar. Naruto tuh suaranya tuh bagus banget, namun ia nggak pernah ngrasa tapi Naruto emang cinta banget sama musik, di kamarnya banyak alat musik dan CD walaupun ngggak selengkap si Kyuubi.

"Hm... Lusa semester baru... Gimana ya?" Pikir Naruto sambil masukin baju barunya ke lemari dan baju bekas ke cucian. Naruto tiba-tiba berhenti sewaktu suara alunan biola memenuhi ruangan. Naruto berdiri dan tersenyum dan berlari keluar sama dengan reaksi Deidara.

XxXxXxXxX

"Hm... Lagu itu... Lagu siapa sih? Lacy? Raven?" Bisik Kyuubi, Kyuubi udah mandi sama beres-beres. Sekarang Kyuubi lagi tidura di kasurnya... Berpikir. Sejak awal musim panas, pas waktu mereka pergi liburan ke Tokyo, dia sering ngalamin flashback dan mimpi yang kayaknya adalah masa lalu, ia juga kadang tanpa sadar suka berjalan ke suatu tempat yang persis sama tampat yang ada dalam flashback dan mimpinya. Dia nggak tau ada apa tapi... Dia ngrasa ada yang salah dan yang paling aneh adalah gimana caranya dia nemu kunci bersama gembok kecil, berwarna silver di belakang bertulias'kan: Forever Friend disebuh pohon yang ada di tamam Tokyo dekat Tokyo Tower.

Entah itu kebetulan atau apa tapi dia merasa pernah melihat dua benda itu dan lagi akhir-akhir ini dia ngdapat sebuah alunan lagu yang terputar terus di kepalanya. Lagu yang familiar banget buat dia, tapi dia tidak tau pernah dengar di mana. Kyuubi punya memory photographic art yang membuat dia bisa mengingat apa saja yang termaksud dari art dan musik, jadi buat dia lupa itu sangat... Aneh dan lagi alunan lagu itu indah dan lembut, dia nggak akan mungkin lupa jika aluna musik itu, bagus seperti itu.

"Argh!" Kyuubi pun yang kesal, berdiri dan mengambil biola casenya dan mengeluarkan biolanya dan mulai bermain, lagu yang ada dipikirannya.

XxXxXxXxX

"Jadi ini toh yang namanya,Itachi Uchiha." Kata Minato sambil meletakan tangannya di pundak Itachi. Itachi Uchiha, dia adalah anak pertama dari keluarga Uchiha. Dia jenius tingkat atas walaupun begitu Nobody's Perfect, dia sendiri juga punya kekurangan yang dapat dia sembunyikan dengan permainan kata, apa itu? Gampang, The Uchiha Itachi yang di katakan bisa semuanya punya kelemahan dalam... Menyanyi, yah menyanyi entah kenapa tapi dia memang nggak bisa.

"Hahaha, Aku juga senang bertemu denganmu Minato-san, apalagi anda idola semua orang." Jawab Itachi dengan senyumannya.

"Nah berarti ini adalah Sasuke Uchiha." Kushina memengang kepala Sasuke, Sasuke hanya diam dan tak bergerak. Sasuke Uchiha, anak ke dua dari keluarga Uchiha dan yang sangat dingin dan agak kasar, namun sebenernya dia baik kok, dia bukan jenius kayak Itachi dan Kyuubi namun dia tergolong orang pintar. "Nah, kalo itu siapa?" Tanya Kushina sambil menujuk ke arah Akasuna Sasori.

"Ah! Ini Akasuna Sasori, dia sepupu Itachi dan Sasuke yang akan bersekolah di Konoha High, dan daripada dia ngkos dan bayar lebih baik tinggal bareng kita." Jawab Mikoto Uchiha, perempuan sekaligus ibu yang lembut, dia adalah seorang artis yang sangat terkenal.

"Oh begitu." Balas Minato, yang lalu menoleh ke arah Fukagu Uchiha, pengusaha besar yang sangat kaya. "Lalu bagaimana denganmu Fugaku? Apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Minato kepada sahabat baiknya itu namun sebelum bisa menjawab pertanya Minato, alunan musik yang lembut, indah dan menenangkan memasuki ruangan. Minato dan Kushina tersenyum mendengar alunan musik itu.

"Suara... Biola ya? Tanya Itachi ke pada dua orang Namikaze yang berdiri di situ, Kushina pun menjawabnya.

"Iya, suara biolanya Kyuubi." Jawab Kushina, ia menoleh ke arah Itachi. "Kenapa? Kau tertarik?" Tanyanya kepada anak pertama Uchiha itu.

"Ya... Maaf, Kushina-san tapi... Siapa itu Kyuubi?" Itachi memang terlihat sangat tertarik dengan alunan musik ini.

"Dia adalah anak ke-dua kami, Kyuubi Namikaze." Jawab Minato dengan senyuman khasnya. "Apa kamu mau melihat permainannya?" Tanya kepala keluarga Namikaze itu.

"Wah! Boleh?" Tanya Itachi dengan semangat sambil tersenyum, senyuman yang membuat hampir semua makhluk hidup terpanah.(Lebay)

"Yah, jujur aku juga ingin melihatnya, dari informasi yang kudapat anakmu yang satu itu adalah jenius dalam musik dan art." Kata Fugaku namun apa yang di katakan oleh Fugaku itu benar, Kyuubi adalah natural jenius dalam art dan musik. Kyuubi bisa di bilang andalan dalam musik karena selain musik, dia kalah dari lukisan Deidara dan suara Naruto.

"Ya sudah ke sana yuk." Ajak Kushina dengan semangat, dia pun memimpin jalan ke kamar Kyuubi.

XxXxXxXxXxXxX

Alunan musik yang menenangkan itu mengisi kamar Kyuubi- Tidak mengisi seluruh ruanganan yang ada dalam manison itu. Alunan yang menenangkan, lembut dan indah. Kyuubi memainkan-nya dengan muka damai juga tenang, sangat tenang. Kyuubi bermain hingga tak sadar ada orang-orang yang berkumpul di depan pintu kamarnya untuk melihat permainannya namun permainian pun mencapai berakhir.

Plok Plok Plok

Tepuk tangan kecil menyambut Kyuubi yang baru menyelesaikan permainan'nya itu dan itu membuat Kyuubi melihat ke arah tempat suara itu berada.

"Wah! Benar-benar pantas di sebut jenius dalam musik." Kata Itachi dangan senyuman yang menawan, di situ ada kedua orang tuanya, adik dan kakaknya juga keluarga Uchiha.

"Yup! Seperti biasanya, je-ni-us~" Kata Deidara sambil tersenyum jahil, memasuki kamar Kyuubi yang besar itu. Disana ada satu tempat tidur Queen size, di samping kiri ada lemari coklat kayu sedangkan di samping kanan ada meja kecil yang di atasnya ada jam lalu, do sebelahnya lagi ada meja belajar yang lumayan besar menghadap ke pintu, di situ terdapat Laptop dan buku-buku juga coretan kasar dan beberapa gambar dasar lalu CD-CD penyanyi dari yang nggak terkenal sampai yang terkenal banget dan masih banyak lagi barang-barang yang ngisi kamar Kyuubi termaksud alat musik, seperti Bass, Drum, Keyboard, Piano dan lain-lain, wallpaper Kyuubi warnanya putih dan lantainya warna hitam dan bukan cuma itu aja, hampir semua benda di kamarnya warnanya hitam putih.

"Yup, bener banget! Oh iya Kyuu-nii itu-" Perkata'an Naruto terputus gara-gara Kyuubi.

"Siapa mereka?" Tanya Kyuubi dengan tenang, Minato menghela nafas.

"Kyuubi jangan gitu dong, nggak sopan." Kata Kushina kepada anak ke dua'nya itu. "Mereka ini teman bunda dan ayah semasa sekolah." Lanjut Kushina yang membuat Kyuubi mengangkat salah satu alisnya.

"Semasa sekolah? Kok nggak pernah denger." Jawab Kyuubi dengan nada heran, itu juga membuat Deidara dan Naruto menoleh ke arah bundanya. Minato dan Kushina saling menoleh.

"Mereka tinggal di New York, Amerika jadi kalian nggak tau." Jawab Minato membuat ketiga anaknya ber'oh'.

"Wah! Mirip ibu dan ayah'nya semuanya ya?" Kata Mikoto dengan semangat sambil tersenyum lembut.

"Hm... Ya, kau benar dan lagi semuanya punya potensi untuk terjun ke dunia seni." Sambung suaminya, Fugaku.

"Terima kasih." Ucap Deidara dan Naruto sedangkan Kyuubi hanya diam dan memberses'kan biola dan bekas permainan'nya itu.

"Nah kayak yang kalian tau, yang itu adalah Namikaze Kyuubi anak kedua kami." Kata Minato menujuk ke arah Kyuubi. "Yang itu Namikaze Naruto, anak ke tiga kami dan yang itu Namikaze Deidara, anak pertama kami." Sambung Minato sambil menujuk ke arah Naruto dan Deidara.

"Hm... Deidara ya? Wakil Jepang dalam lomba lukis interasional ya?" Tanya Mikoto dengan mata bersinar seperti anak kecil.

"Iya... Um tente sendiri kalo nggak salah Mikoto Uchiha bukan? Mantan salah satu pelukis terkenal di Amerika?" Tanya Deidara dengan semangat. Mikoto Uchiha adalah mantan pelukis terkenal karena rumah tangganya ia terpaksa meninggalkan karirnya untuk kepentingan keluarga.

"Wah! Masa ada yang inget ya? Kukira semuanya udah lupa." Jawab Mikoto dengan nada yang sama.

"Tante! Tante itu salah satu pelukis terkenal loh." Kata Sasori tanpa ekspresi dan langgsung lonjat ke pembicaraan.

"Yup, Bener! Mana mungkin lupa, tante salah satu pelukis paling hebat di seluruh penjuru Amerika bukan?" Deidara mata bersinar, tentu saja dia melihat idolanya di depan matanya, didepan matanya! Semua orang pasti begitu bukan?

"Ehm!" Fugaku berpura-pura batuk, menghentikan pembicaraan mereka berdua atau lebih tepatnya bertiga sebelum mereka terjun ke duanianya sendiri lalu menoleh ke arah Minato. "Minato, maaf tapi kalo boleh tau di mana kamar kita masing-masing?"

"Ah! Iya, ya hampir aja lupa." Jawab Minato. "Ya udah, um.. Kalian ambil barang kalian, biar Kushina dan aku nujukin kamar kalian." Lanjut Minato, menghiraukan pandangan heran dari anak-anaknya.

Akihrnya para Uchiha pun bersama Minato dan Kushina pergi keluar, meninggalkan ketiga anaknya dengan pertanyaan di kepala mereka. "Menurut kalian, maksud Ayah dan Bunda apa?" Tanya Deidara kepada kedua adiknya itu. Naruto hanya menggelengkan kepala tanda tidak tau sedangkan Kyuubi hanya diam.

"Okay jadi nggak ada yang tau." Kata Deidara, lalu tiba-tiba mata Deidara memancarkan sinar jahil. "Naru, kayaknya cowok yang seumuran kamu tadi ngliatin kamu terus deh." Seru Dei dengan jahil, Naruto langgsung menoleh ke arah Dei dengan muka sedikit mereh.

"Bo-... Bodoh, bukan urusan Dei-Nii'kan?" Teriak Naruto dengan nada kesal, Kyuubi menghela nafas dan menoleh ke arah Deidara.

"Bukanya kamu juga dari tadi ngliatin cowok yang rambut mereh itu?" Tanya Kyuubi ke Dei dengan tenang yang menghasilkan Deidara memerah.

"Ma-MANA MUNGKIN!" Teriak Dei dengan kesal, mukanya merah tanda malu.

"Masa?" Tanya Kyuubi sambil mengangkat satu alisnya dan menampilkan seringan khasnya.

"Beneran, udah ah! Aku belum selasai beres-beres." Jawab Dei sambil berjalan keluar ruangan. Naruto yang daritadi diam juga langgsung mengikuti Dei.

"Aku juga, met malem Kyuu." Kata Naruto sambil menutup pintu kamar Kyuubi. "Met malem." Jawab Kyuu, seringan tadi masih ada di mukanya. Yah walaupun Deidara itu adalah Troublemaker dalam keluarga Uzumaki tapi kalo mau Kyuubi bisa lebih sadis daripada Deidara.

Bersambung...

XxxXxxXxxXxxXxxXxxXxxX

Mind To Review?