Ohayou~! Terima kasih sudah mau mampir kemari.

Silahkan buat diri anda nyaman sebelum membaca lebih lanjut.

Hmm… mungkin cerita yang kubawakan kali ini akan terdengar aneh, tidak menarik bahkan membosankan. Tetapi untuk kalian yang sudah bersedia menyimak, kuucapkan terima kasih. Arigato~! ^^

Nah, kuperingatkan ya~ jika tidak menyukai ini, kalian bisa meninggalkan page ini karena aku tidak memaksa untuk melanjutkannya. Jika tetap ingin melanjutkannya, maka… happy reading~~! ^^


Title : Under Stars

Author : Couphie

Disclaimer : All characters isn't mine. They're belong to Masashi Kishimoto

Pairing : SasuNaru (and others)

Warning (!) :

OOC, AU, Sho-ai, BL, Typos (maybe)

.

.

.

Don't like? Don't read please!

I've warned you!

No plagiarism!

.

.

.


Chapter 1 : Magic

"Setiap hari itu sama saja. Diawali dengan pagi dan diakhiri dengan malam."

.

.

.

Naruto.

Ya, Naruto. Bukan, dia bukan jenis makanan yang satu itu. Naruto yang ini adalah seorang remaja—dan dia laki-laki. Umurnya 17 tahun. Baru saja dia pindah ke Konoha seminggu yang lalu, dan saat ini sedang dalam perjalanan menuju sekolah barunya. Dan lagi, sekolah itu merupakan asrama pula. Bagus sekali. Sekarang mood remaja dengan iris berwarna sapphire itu makin bertambah buruk.

Ia suka Oto. Pemandangannya indah. Ia lahir di sana, tentu saja ia sangat mencintai tempat itu. tetapi sang ayah mendapat pekerjaan baru, di kota besar bernama Konoha.

Ia anak yang manis dan penurut. Tetapi kepindahannya ini memang sulit diterima. Beberapa hari ia terus memasang wajah masam dan penuh protes serta rasa keberatan yang teramat sangat. Tapi sudah terlanjur. Ia sudah berada di Konoha dan ia tidak bisa berbuat apa-apa.

Sekolah barunya terkenal dengan reputasinya yang sangat baik. Katanya ini adalah sekolah paling elit di Konoha. Seingatnya sekolah itu bernama Konoha Academy.

'Huh. Norak sekali namanya. Bilang saja Konoha Gakuen. Sok pakai bahasa Inggris segala.' pikir Naruto saat ia mengingat nama sekolahnya.

Dan di sekolah berasrama itulah Naruto akan menghabiskan tahun terakhirnya di SMA. Di balik pagar Konoha Academy. Terlalu sarkastis memang. Padahal tentunya akan ada libur dan pastinya para siswa tidak akan tinggal disana selamanya, Na-ru-to~~

.

.

.

Ini adalah hari Senin yang cerah. Keadaan yang biasa digambarkan dengan langit biru, matahari yang tidak terlalu bersinar terik, burung-burung dengan kicau riangnya dan tawa para siswa pada pagi hari, dalam hal ini khususnya di Konoha Gakuen—Naruto malas menyebutnya 'Academy'.

Arsitektur sekolah ini sangat menakjubkan. Megah dan seperti yang pernah dikatakan—sangat elit. Setidaknya bisa merubah 'sedikit' pandangan Naruto. Sepertinya bersekolah disini tidaklah terlalu buruk.

Setelah mengunjungi ruang tata usaha untuk konfirmasi kedatangannya, Naruto kembali berjalan menuju kelas barunya. Dan kali ini mood-nya sudah membaik. Terbukti dari hilangnya aura kelabu dan kerutan di dahi remaja manis itu.

Ini dia. Kelas 3-B.

Sepertinya pelajaran sudah dimulai. Suasana kelas tampak agak tenang, dan samar terdengar suara berat yang berbicara panjang lebar—mungkin itu guru yang sedang mengajar.

Lalu ia berdiri depan pintu, dan mengetuknya beberapa kali. Suara bariton itu terhenti sejenak, lalu terdengar lagi dengan menggumamkan kata 'masuk' dari dalam kelas. Naruto pun membuka pintu kelas itu.

Angin sejuk menyapu wajah dan tubuhnya begitu ia masuk ke ruangan itu. Helaian rambut pirang cerahnya bahkan bergerak sedikit tertiup angin.

Aneh. Angin dari pendingin ruangan harusnya tidak beraroma seperti ini. Dan seharusnya lebih dingin dari ini. Naruto mengerling pada sosok yang berdiri tegap di depan kelas.

Mungkin itulah pemilik suara bariton tadi. Tubuhnya tinggi—lebih tinggi dari Naruto—dengan bentuk tubuh yang lumayan terbentuk. Kulitnya putih dan agak pucat, sangat kontras dengan kulit tan Naruto. Rambutnya berwarna hitam dengan potongan spike—mungkin—dengan bagian belakang yang entah bagaimana bisa melawan gravitasi. Serta mata dengan iris onyx. Ia juga terlihat masih muda. Mungkin hanya berbeda beberapa tahun dengan Naruto.

Naruto masih terdiam di tempatnya. Mendadak dia tidak tahu harus berbuat apa.

Lalu angin itu berhembus lagi. Dan ia tersentak.

Iris hitam kelam milik guru itu berubah menjadi merah dengan tiga koma di sekelilingnya, menatap tajam pada Naruto. Remaja manis itu merasakan sesuatu yang aneh sedang terjadi di sini. Segera saja ia menolehkan pandangannya ke penjuru kelas. Dan mata dengan iris sapphire-nya membulat melihat fenomena paling aneh yang pernah terjadi sepanjang hidupnya.

Waktu seolah berhenti. Para siswa di kelas itu mematung di tempatnya masing-masing. Semuanya berhenti. Termasuk jam di dinding.

Guru muda itu mendekati Naruto yang masih terdiam—seolah ikut membeku pada tempatnya. Perlahan pandangan Naruto beralih pada sosok itu. Matanya masih merah, tetapi setidaknya tatapan itu terlihat lebih teduh. Dan bibir itu membentuk sebuah lengkungan samar—ia tersenyum.

Tangan pucat itu terulur, lalu mengusap lembut pipi Naruto yang agak tembam dengan tiga garis halus di masing-masing pipinya. Ia menatap lekat pada iris yang serupa lautan biru di hadapannya.

"Hai, Naruto. Aku Sasuke. Uchiha Sasuke." ujarnya dengan suara berat yang tiba-tiba saja membuat Naruto berdebar dua kali lebih cepat.

Bibir plum Naruto terbuka. Namun belum sempat ia mengeluarkan suara, remaja manis itu kembali terpaku. Dilihatnya tiga koma pada iris merah itu berputar sesaat. Lalu perlahan kesadarannya mulai menghilang.

Hatinya memberontak, memaksanya untuk tetap terjaga. Ia hampir membuka matanya secara penuh, mencoba menggapai kesadarannya kembali. Lalu ia merasa seseorang mendekapnya. Dan sesuatu yang lembut menempel di bibirnya. Setelah itu, ia benar-benar terlelap.

.

.

.

.

.

To be continued

.

.

.

Couphie's Note :

Ohayou minna-san~~! ^^

Terima kasih sudah mau baca sampai sini. Gomen ne, masih pendek. Ini baru prolog soalnya. Ff ini pernah aku publish di Facebook masih berupa prolog juga, tetapi bukan di akunku yang sekarang. Aku lebih sering online pakai akunku yang asli. Soalnya terhubung dengan teman-temanku dari dunia nyata *LOL*. Sebenarnya judul aslinya adalah "Alice Lost In Neverland" dengan pair straight yaitu Alice dan Peterpan. Tetapi karena di FB ceritaku itu dikacangin akhirnya aku publish disini. Dan tentunya dengan perubahan alur cerita, karena ini shonen-ai apalagi pairnya sasunaru (my favourite ^^). Judulnya yang sekarang terinspirasi dari lagunya Tom Felton-Under Stars.

Yah, mungkin agak aneh. Dan gaya tulisanku pun beda dari biasanya. Tapi aku berharap tidak hancur-hancur amat jadinya. Hehehe… ini ff Sasunaru pertamaku loh… awalnya ragu mau di publish atau tidak. Tapi akhirnya… ya gitu deh~ :D

Okay, bagaimana menurut kamu? Apakah ff ini cukup berhenti disini saja atau ingin ini dilanjutkan? Berikan pendapatmu dengan klik pada kotak review yang ada di bagian bawah sana~ :3

Terima kasih sudah mau membaca~ Arigato gozaimasu! Jaa~~! \( ̂ ▽ ̂ )/

Couphie—

.

.

.

.

.

Leave a review, please?