Title :
11-13
(Flying, Deep in The Night)
.
Main Cast :
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
.
Genre :
Romance, Fluff, Hurt/Comfort
.
Warning :
Yaoi (Boys Love), Typo(s), OOC, AU, Adult Content, Confusing Plot, Over
.
It's a REMAKE fanfiction~!
Don't Like, Don't Read
.
.
.
I can hold on your pretty hand, fly in the night sky toward the castle..
.
The Point Cafe, Seoul.
Awal Oktober 2012.
.
Seorang lelaki setengah telanjang sedang menari dan meliuk-liukkan tubuhnya di atas panggung pertunjukan itu. Ia menari layaknya seorang penghibur. Seorang exhibitionist. Menggoda. Menggairahkan.
Ia mengikuti alunan musik yang memekakkan telinga dan cyberlight pun mengikuti ke mana arah langkahnya, yang dengan bangga memamerkan lekukan tubuh indahnya kepada setiap pengunjung club. Tak satupun mata yang rela berkedip melihat aksinya.
Aksi seorang striptease.
Ia mulai membuka kaitan celana jeans dan memamerkan merk underwear terkenalnya. Terus dan perlahan, celana itu terbuka hingga ke bawah. Sampai akhirnya ia hanya menggunakan celana pendek sepangkal paha yang semakin memperjelas lekuk-lekuk indah di sekujur tubuhnya. Dada bidangnya, perut seksi ramping dengan abs samar, betis yang indah dan pantat yang 'penuh' terangkat. Benar-benar sempurna sebagai seorang lelaki.
Sudah bisa ditebak apa yang terjadi selanjutnya pada lelaki exhibitionist tersebut. Gerakannya semakin erotis, seolah klub ini memang diperuntukkan khusus baginya dan hanya ia seorang yang berada di sini.
Tak lama kemudian, ia pun berjalan mengelilingi panggung sebelum akhirnya turun sambil tetap bergoyang mengikuti irama musik yang berdentum itu. Di sana, ia diraba, dibelai, dimanjakan, mungkin juga dizinahi.
Let's play, he's the King tonight!
Seorang wanita paruh baya tidak sabar lagi untuk melanjutkan "permainan" mereka. Tapi sayang, permainan sang lelaki harus berakhir malam itu, di tempat itu.
Tetapi tidak di tempat lain..
.
.
~oOo~
.
.
Paginya ia terbangun dengan pening yang teramat sangat mendera kepalanya. Dengan segenap tenaga yang ia kumpulkan, ia melirik tubuh wanita yang semalaman telah memiliki dirinya seutuhnya.
"Pagi, Sayang. Sudah bangun ya?" kata wanita itu sambil menarik selimut sebatas dadanya.
Lelaki itu tersenyum, "Bagaimana tidurmu? Nyenyak?"
"Of course," ia mengerling manja. "Permainanmu semalam luar biasa."
Dikecupnya sekilas ujung bibir lelaki itu, lalu ia membalasnya dengan kecupan yang lebih liar.
"Sesuai perjanjian kita tadi malam." Dan lembaran ratusan ribu won telah berpindah tangan ke lelaki itu. "Sengaja aku kasih lebih karena kau sangat hebat semalam," tambahnya.
"Thank you, baby."
Tanpa basa basi lagi lelaki itu langsung mengambil secarik kertas yang tersedia di atas meja. Ia menulis sebuah nama dan sederet nomer handphone di sana.
Cho Kyuhyun.
010-4009-9913
"Keep in contact, oke?"
Dan lelaki itu pun berlalu dari hadapannya.
.
.
.
Embassy Platinum, Seoul, 01:20 am.
Suasana nampak begitu ramai malam itu. Ditengah hingar-bingar suara musik yang menghantam gendang telinga, terlihat sebuah rombongan yang baru datang dan langsung menyita perhatian seantero club.
"Yo! What's up guys? Lama tidak terlihat. Kemana saja, darling?" Seorang lelaki jangkung berambut coklat menyala menyapa salah satu wanita di antara rombongan itu.
"Sibuk mengurus namja."
"Wow! Yang mana namjachingumu? Ini?" sangka lelaki itu pada satu-satunya pria di antara mereka.
"Bukan, ini Kyuhyun. Temanku. Kyu, kenalkan. Ini Zhoumi.."
"Kyuhyun." Dan mereka pun berkenalan singkat sambil berjabat tangan.
Zhoumi adalah salah satu dari tiga bersaudara pemilik klub ini. Dia yang paling bungsu sekaligus yang paling populer di antara kakak-kakaknya. Dan wanita yang memperkenalkannya pada Kyuhyun itu adalah salah seorang pengunjung tetapnya, namanya Ryeowook.
"Mana yang lainnya? Tumben masih sepi?" Ryeowook mengalihkan pandangannya ke seluruh penjuru klub. Meski kesannya sok cool, namun sebenarnya ia sedang menunggu seseorang.
"Tenang, dia pasti datang, sebentar lagi," Zhoumi mengedip genit, menggoda Ryeowook.
.
Ternyata malam ini mereka sedang berada di party Ryeowook line. Karena hampir semua yang ada di sana kenal dengan Ryeowook.
"Kabarnya Yesung sudah putus dengan Hyejin," Zhoumi lagi-lagi membuka pembicaraan.
"That's right! Maka dari itu Ryeowook jadi super gencar untuk mendekati dia!" Eunhyuk, yeoja berambut pirang sebahu itu ikut mencerocos.
Eunhyuk dan Ryeowook adalah teman dekat Kyuhyun, dan bisa dikatakan jika mereka adalah sahabat karib, karena di samping mereka bertiga adalah teman kuliah, mereka juga sama-sama memiliki hobi yang match; clubbing, raja dan ratu party, suka gonta ganti pacar dan tentunya, sama-sama 'nakal'.
Satu lagi laki-laki di antara mereka adalah Donghae, dari mereka berempat, hanya Donghae yang tidak kuat mabuk. Donghae di gank mereka bagai alarm berjalan. Menjadi satu-satunya yang tetap bisa terjaga dalam keadaan sadar sampai pagi membuat dia secara naluriah akan mengingatkan teman-temannya jika mereka sewaktu-waktu kebablasan.
Jam sudah menunjuk ke digit 02:30. Di tengah party berlangsung, tiba-tiba sebuah ide gila muncul di kepala Kyuhyun,
"Mm, guys, aku punya ide!" teriak Kyuhyun pada Eunhyuk cs.
"Apa?"
"Kalian lelang aku! Nanti kita open booth lagi. Bagaimana?"
"Hah? Kau serius?" Donghae nampak terkejut kali ini.
"Serius! Hitung-hitung uangku juga sudah menipis," sahut Kyuhyun mantap.
"Sumpah, kau gila, Kyu!" Kali ini Eunhyuk yang ragu-ragu.
Namun tanpa diduga, Ryeowook langsung naik ke atas stage dan berhadapan dengan penonton yang lain. Sontak, semua mata tertuju padanya.
Disusul Kyuhyun dengan langkah arogannya mengikuti Ryeowook menaiki stage tersebut.
"Halo..!" Ryeowook menyapa dengan suara melengkingnya. "Buat yeoja deul yang ada di sini, namja ini ganteng, tidak?" Teriak Ryeowook sambil memegang tangan Kyuhyun.
Dalam sepersekian detik, terdengar koor "wooo.." dari segala penjuru. Rupanya wanita mungil itu berhasil menyita perhatian seluruh klub.
"Boleh juga untuk cuci mata tuh," seorang yeoja berambut merah sebahu berteriak kecentilan.
"Tapi body-nya oke kan?" sahut wanita lain dari sisi yang berbeda.
Tanpa ragu Ryeowook menarik paksa kaus biru yang Kyuhyun kenakan sehingga kini Kyuhyun pun shirtless. Koor "wooaaaahhh" langsung terdengar kompak.
"Nah! Ayo, siapa yang bisa membayar paling tinggi, dia bisa membawa pulang namja tampan nan seksi ini!" Ryeowook mulai menggebu-gebu.
"Lima ratus ribu won!" Tawaran pertama dari seorang wanita paruh baya di ujung sana.
"Satu juta won!" Kata seorang yeoja cantik berusia dua puluh lima tahunan. Kyuhyun diam-diam berharap jika yeoja itu pemenangnya.
"Ada lagi?" Lengkingan Ryeowook semakin memanas. Sesekali ia ikut menggoyangkan tubuhnya mengikuti hentakan musik.
"Satu setengah juta!", kali ini tawaran berasal dari seorang laki-laki bertubuh kekar yang masih mengenakan jas kantornya.
"Gila!" Umpat Kyuhyun dalam hati. Tawarannya selangit, namun tidak mungkin Kyuhyun menerima laki-laki.
"Dua juta won!" yeoja cantik tadi kembali menawar.
"Dua setengah juta!" laki-laki itu tidak mau kalah.
Ryewook sontak melirik ke arah Kyuhyun. "Namja? Get it?"
Kyuhyun mematung. Perasaan takut, bingung sekaligus tak percaya tiba-tiba memberondongnya. Bagaimana bisa harga dirinya dipertaruhkan hanya dengan harga dua setengah juta won oleh seorang pria?
"Come on, sexy boy. Kita habiskan malam ini bersama-sama!"
"Mati kau Cho!" batin Kyuhyun nelangsa.
"Ehm, sorry," akhirnya Ryeowook angkat bicara lagi. Seperti membaca raut ketakutan di wajah Kyuhyun, ia pun berusaha untuk menengahi, "Ajang ini hanya untuk yeoja. Jadi maaf, tawaran Anda tidak berlaku, ahjussi."
"Hah? Mana bisa seperti itu! Aku tidak terima!" Serta merta lelaki itu langsung maju ke stage.
Dan sebelum suasana bertambah ricuh, datanglah petugas security yang seketika menyeret paksa pria itu untuk segera keluar dari klub.
"Dengar bangsat! Urusan kita belum selesai!"
.
.
Malam semakin larut. Alkohol, asap rokok, dentuman bass, teriakan, mata yang memerah, dan keringat lelah seperti tumpang tindih dalam benak Kyuhyun. Namun entah mengapa, Kyuhyun menikmati semuanya. Bermandikan dosa, enak sekaligus menjijikkan.
Kyuhyun mempererat pelukan Joy di pinggangnya. Joy, wanita yang berhasil memenangkan persaingan untuk memperebutkan Kyuhyun seharga dua juta won.
Gila! Namun nikmat. Kyuhyun bukan yang pertama kalinya melakukan aksi gila seperti ini.
"Kyu, aku dan Donghae lanjut ke The Point. Kau bagaimana?" Nampak Eunhyuk yang sudah bersiap 'cabut' dengan Donghae.
"Kalian duluan saja. Aku mungkin akan langsung ke hotel bersama Joy," Kyuhyun mengerling nakal pada Joy.
"Ryeowook bagaimana?"
Mereka bertiga menoleh ke arah Ryeowook yang rupanya sudah mabuk berat. Ada Kyungsoo di sampingnya yang menemani, Kyuhyun dan Eunhae pun tidak ambil pusing lagi.
.
.
Kyuhyun dan Joy sudah dalam perjalanan menuju sebuah hotel yang letaknya tinggal 2 kilometer lagi. Namun ketika sedang asyik-asyiknya menancap gas sedalam mungkin, tiba-tiba sebuah mobil hitam memacu kecepatan dan memepet Ford milik Joy.
Turunlah seseorang dari mobil tersebut. Seorang lelaki. Tenyata namja kekar itu lagi.
"Kau lagi rupanya! Mau apa lagi?" Tantang Kyuhyun.
"Aku hanya mau KAU!"
"Cih, sorry!" Kyuhyun mencebik meremehkan.
"Apa lebihnya jalang itu? Jelas-jelas aku mampu membayarmu lebih tinggi!"
"Karena dia perempuan!" jawab Kyuhyun tegas.
"Kau menolakku hah?" Lelaki itu mulai naik pitam.
"Calm down, aku bukan homo−"
Buagh!
Seketika bogem mentah mendarat ke wajah Kyuhyun. Sebelum Kyuhyun sempat melawan, muncul lelaki kekar lain dari dalam mobil hitam itu, mereka menghajar Kyuhyun habis-habisan hingga ia pun tak sadarkan diri.
Kyuhyun tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya. Yang ia tahu hanyalah sinar lampu mobil yang berangsur-angsur memudar, bau aspal yang bercampur anyir darah dan sakit di sekujur tubuhnya. Hingga ia sedikit sadar jika ia di papah oleh seseorang ke dalam mobil.
Seorang laki-laki.
Tetapi akhirnya pandangan Kyuhyun mulai kabur, semakin kabur dan ia benar-benar tidak sadarkan diri.
.
.
Miracle Apartment, Seoul, 08:24 am.
Sinar matahari merembes dari celah jendela dan membangunkan sesosok lelaki dari ketidaksadarannya.
"Ouch," Kyuhyun merasakan nyeri disekujur tubuhnya saat itu. Dalam keadaan setengah sadarnya ia mencoba menelaah ruangan tempat ia sekarang berada.
Sebuah kamar, bernuansa hitam putih. Dinding berwarna putih pucat. Beberapa perabotan terbuat dari kayu berwarna hitam dan campuran dark oak. Sebuah ruangan dengan konsep minimalis.
Lalu mata Kyuhyun tertuju pada seseorang yang sedang tidur di sofa di sudut ruangan ini. Seorang lelaki.
'Siapa dia? Dimana ini? Bagaimana aku bisa sampai di sini?' Kyuhyun sungguh merasa asing dengan semuanya.
Kyuhyun mencoba mengingat-ingat kejadian yang menimpa dirinya namun tiba-tiba sakit di kepalanya semakin menjadi.
"Aduh.." Kyuhyun kembali merintih.
Seketika seseorang yang sedang tidur itu terbangun dan semata-mata langsung beranjak menghampiri Kyuhyun.
"Syukurlah, akhirnya kau sadar juga," katanya dengan senyum mengembangnya. "Kau belum sembuh benar, jadi jangan banyak bergerak dulu, oke?"
"Aku di mana? Dan kenapa aku bisa sampai sini?" tanya Kyuhyun hati-hati.
"Tadi malam aku menemukanmu pingsan di pinggir jalan dalam kondisi babak belur," jawabnya sambil mengompres kening Kyuhyun dengan telaten.
"Lalu kau kubawa ke mobilku dan sekarang kau sedang berada di apartment-ku," lanjutnya.
Ada jeda beberapa saat. Kyuhyun menatap matanya dan lelaki itu juga menatap mata Kyuhyun. Seketika Kyuhyun terenyuh, ada binar ketulusan di sepasang bola mata rubah itu.
Dengan perlahan lelaki itu mengompres pelan luka di sekitar pelipis, pipi dan ujung bibir Kyuhyun. Demi Tuhan, Kyuhyun belum pernah diperhatikan seperti ini sebelumnya. Oleh seorang lelaki tentunya.
"Kau.. Namamu siapa?" tanya Kyuhyun dengan nada setengah meringis.
"Sungmin. Namaku Lee Sungmin," lalu ia mengulurkan tangannya ke arah Kyuhyun.
"Kyuhyun. Cho Kyuhyun," dan Kyuhyun pun membalas uluran tangan itu.
Genggaman tangan yang lembut sekaligus kokoh,
"Eung, Kyuhyun. Aku akan membeli sarapan dulu di bawah, kau istirahatlah dulu, jangan berpikir yang macam-macam dan jangan banyak bergerak," Sungmin mewanti-wanti sambil menyelimuti Kyuhyun. Dan ia pun berlalu dari hadapan Kyuhyun.
Sepeninggalan Sungmin, Kyuhyun memperhatikan seluruh sudut ruangan itu, dan matanya tertuju pada rak dengan berbagai botol minuman bermacam merk terpajang di sana. Dan sebagaian besar adalah botol wine.
Tidak lama, Sungmin kembali sambil membawa nampan lengkap dengan semangkuk bubur dan segelas susu hangat.
"Nah, sekarang kau harus sarapan dulu, Kyu." Dengan hati-hati Sungmin menyuapi Kyuhyun. Dari situ Kyuhyun melihat rona ketulusan yang terpancar dari wajah Sungmin.
Sungmin. Seorang lelaki berpawakan tidak lebih dari seratus tujuh puluh sentimeter. Tidak gendut dan tidak kurus. Kalau bisa dibilang, Sungmin itu padat berisi. Istilah nakalnya, montok.
Perangainya lemah lembut meski sebenarnya ia sangat cekatan. Dan wajahnya yang bersih putih itu, Kyuhyun bahkan awalnya mengira jika Sungmin adalah seorang perempuan.
"Kau sudah kerja atau masih kuliah?" Kyuhyun mencoba membuka pembicaraan.
"Sudah bekerja."
"Oh ya? Dimana?" Kyuhyun benar-benar terkejut kali ini. Wajah Sungmin bahkan terlihat 5 tahun lebih muda dari dirinya.
"Hehe.. Suatu hari kau pasti tahu," Sungmin hanya cengar-cengir tanpa menjawabnya.
"Kau suka minum wine?" tanya Kyuhyun lagi sambil menatap ke arah rak penyimpanan botol-botol wine Sungmin.
"Eung itu.. Ne, aku suka sekali minum wine. Bahkan menggilai. Hehe."
.
Sejak saat itu Kyuhyun merasa ada yang berbeda dalam hidupnya. Ia benar-benar menemukan teman dan sahabat dalam arti yang sebenarnya. Sungmin memberikan segala perhatian secara tulus kepada Kyuhyun tanpa diminta.
Selama tiga hari penuh Kyuhyun menginap di apartment Sungmin, dan Sungmin akan selalu ada untuk Kyuhyun, bahkan saat ia pulang malam pun, Sungmin akan selalu menyempatkan waktu untuk melewati malam-malam sepi hanya dengan mengobrol atau bercanda. Sederhana, tetapi semuanya tulus, tidak dibuat-buat.
Kyuhyun tidak mengerti perasaan apa yang saat ini sedang ia alami. Yang ia tahu hanyalah, ia nyaman berada di sisi Sungmin.
.
.
.
Hari keempat, kondisi Kyuhyun yang sudah jauh lebih baik membuat ia memutuskan untuk pulang ke boarding house nya.
"Pokoknya kalau kau membutuhkan sesuatu, lapar atau apa, jangan sungkan-sungkan untuk menghubungiku," pesan Sungmin yang saat itu mengantar Kyuhyun pulang ke kosnya.
"Siap!" Kyuhyun pura-pura berpose hormat.
"Dan ingat, jangan banyak beraktivitas dulu. Jaga kesehatanmu. Jangan clubbing dulu, jangan begadang dulu. Setidaknya sampai kau benar-benar sembuh. Lagi pula kau sebentar lagi harus ujian semester kan?" sekali lagi Sungmin mengoceh panjang lebar bagai ibu yang memberi pesan ke anak bungsunya.
"Beres, Tuan Putri.. Hehe.." Kyuhyun mengacak pelan surai hitam Sungmin. Membuat Sungmin sontak cemberut.
Kyuhyun suka sekali memanggilnya 'Tuan Putri', padahal sudah seratus kali ia menolak dengan panggilan itu. Demi Tuhan, dia pria! Tulen!
"Sungmin, aku benar-benar bersyukur bisa bertemu denganmu. Hh, mimpi apa aku bisa berurusan dengan gerombolan algojo seperti mereka."
Sungmin lantas tersenyum simpul, "Tidak perlu mimpi untuk bertemu orang-orang seperti mereka. Satu kejadian itu tragedi. Tetapi jika mengulang kejadian yang sama, itu namanya kebodohan."
'Wow!' Begitu dewasanya seorang Lee Sungmin. Ia selalu mampu membuat Kyuhyun kehabisan kata-kata.
'Siapa sebenarnya Sungmin?'
Tetapi siapa pun ia, ia telah terlanjur hadir dan mengubah pola pandang Kyuhyun, bahwa umur bukanlah tolak ukur kedewasaan seseorang.
Lee Sungmin. Dua puluh lima tahun. Tetapi sama dewasanya dengan lelaki berumur empat puluh tahunan.
Kyuhyun sekali lagi mengucap syukur kepada Tuhan karena telah dipertemukan dengan seseorang seperti Sungmin.
.
.
~oOo~
.
.
Kyuhyun melenggang santai ke arah parkiran motornya. Hari ini ia sudah menyelesaikan ujian semesternya dengan sempurna. Dan karena jam kuliahnya hanya sampai jam dua belas siang, ia pun berpikir untuk mengajak Ryeowook dan Eunhyuk berkumpul.
Lelaki berusia dua puluh dua tahun itu menyalakan handphone-nya, berniat untuk mengirim pesan ke Ryeowook, namun sebelum itu tiba-tiba terlintas pikiran tentang Sungmin. Sudah satu minggu ia tidak mengetahui kabar Sungmin karena jadwal ujiannya, ia bahkan tidak memiliki nomor handphone Sungmin.
Tanpa berpikir dua kali, akhirnya Kyuhyun pun memacu motornya ke apartment Sungmin.
.
.
Sekarang Kyuhyun sudah berdiri di depan pintu kamar Sungmin.
'Pencet? Tidak? Pencet? Tidak?' Belum pernah Kyuhyun merasa se-berdebar ini sebelumnya.
'Oh, come on Kyu! Dia hanya Sungmin! Apa yang kau pikirkan?' Suara di hati Kyuhyun berlomba menenangkan.
'Ding .. Dong ..'
Akhirnya Kyuhyun memencet bel kamar Sungmin.
Lima menit kemudian, seseorang di dalam sana membukakan pintu.
"Selamat siang, Tuan Putri.."
"Eh? Kyu?" Sungmin muncul dari balik pintu dengan penampilan yang acak-acakan khas orang baru bangun tidur.
"Kau sedang tidur ya? Aku mengganggu tidak?"
"Aniya, aku sudah bangun dari tadi, kok. Ohya, maaf kamarku berantakan," katanya malu-malu.
"Baru pulang dugem?" selidik Kyuhyun lagi.
"Tidak mungkin lah. Aku ada shift malam," jawab Sungmin enteng.
Kyuhyun sempat termenung sesaat, 'shift malam'? Sebenarnya Sungmin itu bekerja di mana?
"Kyu aku mandi dulu ya," pamitnya lagi sebelum menghilang ke balik pintu kamar mandi.
Kyuhyun meletakkan ranselnya dan memilih untuk membuka gorden kamar Sungmin agar cahaya matahari masuk sehingga ruangan tidak terlalu pengap.
Lalu pandangannya beralih pada kertas-kertas yang sedikit berceceran di lantai dekat ranjang Sungmin. Saat itulah Kyuhyun menemukan secarik kertas bergambarkan sketsa lukisan menggunakan pensil. Ternyata itu adalah sketsa wajah pria.
Kyuhyun memperhatikan baik-baik lukisan itu, walaupun nampak samping, tetapi rambutnya, bentuk matanya, bibirnya, sepertinya tidak asing bagi Kyuhyun. Mirip dengan..
Dirinya?
Namun Kyuhyun menepis anggapan konyol itu. Dialihkannya pandangannya ke sisi kanan-bawah lukisan itu. Ada sebuah kata-kata dengan tulisan tangan rapi kecil-kecil di sana,
'I want to stay close to you, no matter what, because I love you.' -LSM
Sebelum muncul berbagai macam pikiran, segera Kyuhyun letakkan lukisan itu di tempatnya semula.
Tepat beberapa detik setelahnya, Sungmin sudah keluar dengan keadaan yang jauh lebih segar dengan kaus hitam v-neck, celana pendek selutut dan handuk putih di lehernya.
Melihat penampilan Sungmin yang seperti itu, Kyuhyun jadi dapat melihat jika badan Sungmin sebenarnya cukup bagus. Ternyata tidak hanya wajahnya yang mulus, namun kulit lengannya, bahkan kakinya pun sangat mulus. Dia benar-benar mirip dengan yeoja.
"Kau sudah makan siang, Kyu?" tanyanya sembari menjemur handuknya di dekat balkon kamarnya.
Kyuhyun mengikutinya dan mendudukkan diri di kursi malas yang ada di balkon Sungmin.
"Belum, bagaimana jika setelah ini kita makan keluar?"
"Ide bagus!" Sungmin nampak bersemangat.
"Oh ya, bagaimana lukamu? Sudah baikan?", katanya tiba-tiba sambil bersimpuh di hadapan Kyuhyun dan menatap wajahnya dalam-dalam.
Kyuhyun sempat terperanjat bukan main. 'Mau apa dia?'
Deg.. Deg.. Deg..!
Sontak jantung Kyuhyun berdegub lebih kencang. Entah apa yang ia rasakan hingga jantungnya berdegub sekencang itu. Lalu ia pun menatap mata Sungmin, dan Sungmin juga balas menatap mata Kyuhyun. Dua pasang mata bertemu. Sekali lagi, Kyuhyun menemukan satu ketulusan di sana.
Tiba-tiba ada sensasi aneh yang muncul di hati Kyuhyun. Belum pernah Kyuhyun merasakan sensasi seperti itu sebelumnya. Menatap Sungmin, ia merasa menemukan bagian lain dari dirinya yang hilang. Berada di sampingnya, Kyuhyun merasa nyaman bagai menemukan rumah sejatinya. Lalu cepat-cepat ia menepis sensasi aneh itu.
"Kita akan makan siang dimana?" Kyuhyun mengalihkan pembicaraan.
"Eeh.. Itu.. Iya.. Terserah kau saja," jawab Sungmin gugup.
.
.
Acara makan siang mereka berakhir sebelum senja tanpa bisa diduga. Bersama Sungmin, waktu terasa tidak berkonstanta.
Dalam perjalanannya menuju kos, Kyuhyun memacu motor balapnya dengan perasaan aneh.
'Apa yang aku pikirkan? Sungmin hanyalah Sungmin. Aku namja, dia juga namja. Tetapi mengapa ada sedikit sisi dari Sungmin yang membuatnya berbeda dari teman-temanku kebanyakan? Aish, perasaan apa ini?'
.
.
11-13
To Be Continue
.
.
Apa ini? /heningsejenak/
FF macam apa sebenernya ini? T_T *desperate*
Ternyata susah ya nge-remake novel.. ;w; apalagi pake karakter Kyumin.. huhu.. *berguling di dada donghae*
Seriusan, butuh banyak2 saran dan pendapat buat my first Kyumin ini..
Maaappp banget kalau feels-nya kurang dan OOC-nya parah.. T_T
Tujuan saya nekat nulis ff ini karena semata-mata excited sama novel aslinya, plus karena kangen sama uri Kyumin.. L
Eunhyuk dan Ryeowook sengaja dijadikan genderswitch demi keutuhan alur cerita.. I'm sorry for both biases~ J
That's all.. semoga tidak terlalu mengecewakan.. kkkk.. ^^a
.
.
Rgds,
SHC.
