Manager Kim
.
.
.
.
Awalnya Sehun tidak tau, atau lebih tepatnya tidak begitu peduli mengenai managernya yang akan berganti terhitung mulai bulan ini. Yang ada didalam fikirannya hanya sesuatu seperti, Ah pasti sudah tua dan beruban atau semacam berkomat-kamit meminta pada Tuhan agar setidaknya yang menjadi managernya kali ini adalah seseorang yang baik dan murah senyum -persetan dengan umurnya. Sehun merutuk dengan jengkel ketika mengingat mantan managernya yang bahkan wajahnya menyebalkan bukan main, minus disemua bagian dalam pandangan mata Sehun, dan juga bagi pegawai lainnya.
Setidaknya dia dapat bernafas dengan leluasa ketika tau bahwa katanya menurut desas desus yang beredar dari mulut ke mulut. Berita burung itu berkata demikian:
'Dia lelaki muda yang sempurna'
-Sebenarnya Sehun agak tidak percaya pada kata sempurna yang didengarnya dari berita burung tadi, mana ada orang yang sempurna? Dia lelaki yang cukup realistis, oke?
Namun yang terlihat saat ini adalah dirinya yang mulai tersenyum tidak jelas, hidupnya memang agak berubah tidak teratur sejak menjadi salah satu staff keuangan di perusahaan kosmetik ini. Sebenarnya ia bukan dari lulusan accounting atau semacamnya. Semuanya berawal ketika Sehun mengenal salah satu tokoh penting diperusahaan ini, dan ya kejadian selanjutnya cukup mudah disimpulkan.
"Kau tau mereka bilang, kalau lelaki itu mempunyai tubuh proporsional. Dan kau tau apalagi? Mereka bilang, lelaki itu sangat baik.."
"Kau tampak sangat berapi-api, Jinri-ah"
"Bukan begitu hanya saja, aku jadi benar-benar sangat penasaran. Euhh~"
"Kau ini sudah punya suami masih saja seperti itu!"
Sehun tertawa ketika salah satu temannya yang berpenampilan seperti laki-laki, karena.. sejatinya dia itu dikodratkan menjadi wanita, memukul kuat kepala Jinri dengan pulpen sponsor yang tertulis nama perusahaan salah satu partner bisnis.
"Sehun-ah, bagaimana menurutmu?" Wanita setengah lelaki bernama Amber Josephine itu bertanya penuh rasa keingintahuan pada Sehun. Okay, dia agak risih dihadapkan dengan tatapan aneh dari kedua temannya ini.
"Aku? Kenapa memangnya?"
Amber memutar bola matanya jengah. Begitupula dengan Jinri yang kali ini melakukan hal yang sama dengan Amber.
"Aduh, noona kenapa memukulku sih!" Sehun berucap kesal sambil mengusap kepalanya dengan air wajah kesakitan. Pura-pura kesakitan lebih tepatnya, mana mungkin dirinya kesakitan hanya karena sebuah bolpoin. Ingatkan bahwa ia sepenuhnya seorang lelaki yang kuat.
"Memangnya kalian berharap apa?"
"Mungkin cerita yang sama seperti Kepala Park dan mantan asistennya si Byun Baekhyun itu, kau tau kan?" Jinri meletakan kepalanya untuk bertumpu pada sebelah tangannya, menghadap ke arah Sehun yang terlihat mengerutkan alisnya bingung. Sejujurnya mengerjai Sehun sedikit menyenangkan.
Sedangkan Sehun tiba-tiba terdiam. Memorinya berusaha mengumpulkan ingatan mengenai kejadian apa yang menyangkut-pautkan Kepala Park dan Baekhyun -Baekhyun itu teman laki-laki terdekat Sehun yang saat ini sudah resign karena menikah dengan Kepala bagian bernama Park Chanyeol- Padahal jika diingat saat itu Baekhyun baru bekerja beberapa bulan saja, namun berhasil meluluhkan Kepala Park begitu mudahnya. Karena lagi-lagi dari berita yang beredar Kepala Park itu termasuk pemilih berat mengenai pasangannya. Itu artinya Baekhyun memang sungguh beruntung.
"Lagipula kita belum tau bagaimana wajahnya kan?" Sehun berkata santai sambil menghadapkan dirinya pada beberapa berkas yang baru saja datang dari bagian penagihan.
"Hei hei, berita yang beredar kan dia sangat tampan" Jinri berkata menimpali Sehun, seraya memutar tubuhnya untuk kembali pada kegiatan semulanya sebelum gosip ditengah jam kerja ini dimulai beberapa menit yang lalu. Kepalanya menoleh seperti mencari seseorang "Kemana Amber?"
"Mungkin sudah kembali, ngomong-ngomong aku bahkan tidak sadar ia datang tadi, lalu sekarang sudah pergi, tiba-tiba pula"
"Dia memang begitu, sok misterius!"
Kemudian keduanya tertawa, dengan atensi yang terpaku pada pekerjaan masing-masing. Setidaknya bilik-bilik diantara meja dapat menyamarkan suara mereka untuk tidak mengganggu yang lain.
Sehun menguap lelah saat jam sudah menunjukan pukul lima lewat sembilan menit. Oke, karena ia adalah pegawai teladan yang tidak pernah mengabaikan jam pulang kantor dengan tepat waktu, maka dengan sesegera mungkin ia meletakan semua berkas-berkas dan alat-alat tulisnya ke tempatnya semula.
Kepalanya menoleh pada bangku Jinri yang kosong. Kemana dia? Ia membatin sendiri seraya berfikir karena seingatnya ia memang belum melihat Jinri bergegas pulang, sih. Lagipula tasnya yang masih berada disebelah CPU dibawah mejanya memperjelas fakta bahwa wanita duapuluh lima tahun itu memang belum meninggalkan kantor.
"Lelahnya" Sehun bergumam sambil merentangkan tangannya. Pemuda manis itu baru saja akan berdiri sebelum ketenangannya terusik oleh derap langkah Jinri yang dapat diasumsikannya tengah berlari kecil. Sehun mengerutkan alisnya bingung, saat Jinri baru saja sampai dan berkata dengan lafal yang tidak jelas.
"Dia disini, Manager Kim!"
Dan beberapa lainnya yang masih berada diruangan sontak mengalihkan perhatian mereka pada Jinri.
Hilang sudah niatnya untuk kembali ke rumah, sedikit banyak ia juga penasaran pada Manager barunya itu. Bahkan Minseok yang kabarnya sudah menjalin hubungan dengan salah satu direktur saja menoleh dan menjatuhkan atensi penuhnya pada kehebohan Jinri. Okay Jinri mulai benar-benar berlebihan.
Omong-omong direktur yang menjalin hubungan dengan Minseok itu sebenarnya kakak kesayangan Sehun sejak masih kuliah. Bisa dibilang dialah yang membawanya berakhir untuk bekerja disini.
Kembali ke topik dimana Jinri jadi terlihat bak pahlawan kesiangan karena ia yang akhirnya membawa berita tentang Manager baru mereka yang sudah ada disini. Sehun jadi berdebar-debar begini.
Dimasa euphorianya yang membara tak terkendali dalam dirinya, ia tak sadar bahwa euphoria rasa bahagia akan menghampirinya lebih parah dari sebelumnya.
"Dia datang!"
Bersamaan dengan pekikan tertahan itu, sontak semua yang ada disana mengalihkan tatapan mereka pada objek yang baru saja berjalan melewati lorong bersama seseorang yang tak asing lagi baginya.
Saat ini yang memenuhi isi pikiran Sehun ada sebuah pertanyaan mengenai, Bagaimana bisa Tuhan benar-benar sebaik dan semurah hati ini menakdirkan keduanya untuk bertatap wajah dan mungkin saling mengenal? Sehun mulai berharap terlalu banyak. Bolehkan ia menarik kata-katanya mengenai lelaki realistis tadi? Karena kenyataannya saat ini adalah dirinya yang mulai beranggapan bahwa julukan lelaki realistis yang ia percayai sejak dulu mulai tidak lagi cocok untuk dialamatkan pada dirinya karena apa yang ia lihat sekarang justru -fuckin' perfect man. Lihat caranya tersenyum! Astaga Sehun tak yakin jantungnya masih mampu memompa darah untuk mengaliri tubuhnya jika dihadapkan hal seperti Manager barunya ini.
Sehun masih bersama kekagumannya mengenai lelaki Kim didepannya saat seseorang menyikut perutnya dan menyuruhnya untuk memberi hormat. Kebodohan fatalnya sukses membuat seisi ruangan yang tersisa memandangnya tak berkutik. Astaga! Apa yang sudah ia lakukan! Padahal ia sudah menahan keinginannya untuk menjatuhkan rahangnya dan sebisa mungkin bersikaplah biasa saja. Demi harga dirinya.
Dan yang ia lakukan saat ini adalah yang terburuk dari segala pilihan buruk yang ada.
"Ma-maaf!" Sehun membungkuk sambil merutuk. Tuhan biarkan dia lolos dari kejadian memalukan ini Tuhan! Sehun mulai berdoa dalam hati.
Dan Sehun juga tidak tuli untuk mendengar kekehan teman-temannya disana. Ia tambah akan menangis dan berguling-guling saat sadar bahwa Manager barunya larut dalam kekehan yang sama mengenai kebodohannya.
"Seperti yang kita tau Manager Kim memang memiliki kharisma yang luar biasa, benarkan Sehunnie?" Itu suara Luhan, Sehun kembali menyesali satu pernyataannya mengenai dia adalah kakak kesayangan yang ia miliki. Luhan kembali terkekeh.
Sehun merutuk tak henti dalam hatinya! Kenapa Luhan selalu seperti itu? Jatuhkan saja harga diriku Hyung! Kau memang menyebalkan!
Tapi diam-diam seraya tertunduk Sehun tersenyum tipis. Dalam hati ia membatin Ah begini rasanya jatuh cinta pada pandangan pertama~!
.
.
.
.
Selesai
A/N : ga di edit lagi /.\
P.s: ayo menjadi lbh deket bisa PM atau di fb pribadi saya kinah kang shin woo. Klo soal ngomongin kaihun saya selalu semangat!
