Disclaimer: Masashi Kishimoto
Pairing: SasuSaku
Warning: AU, Gaje, Typo tingkat tinggi, OOC, Hancur
Genre: Humor *may be*, Romance
Rated: T
Ini adalah fic pertama yang saya buat jadi bila ada gangguan seperti pusing atau mual-mual gara-gara baca fic ini mohon periksakan kedokter.
Don't like, Don't read!
.
.
.
Es Krim?
.
.
"Hari yang cerah.."sahut seorang gadis cantik yang sedang duduk diatas sebuah kursi panjang yang berada di taman. Angin sepoi-sepoi membuat rambut soft pinknya yang panjang itu bergoyang kesana-kemari. Orang biasa menyebutnya sakura. Banyak orang yang senang berinteraksi dengannya karena dia adalah gadis pandai yang ramah tamah. Gadis cantik yang satu ini memang menyenangkan diajak mengobrol, menurut orang disekitarnya. Pakaian seragamnya, menunjukkan dia adalah salah satu siswa di Senior High School Konoha atau singkatanya SHSK. Tadi dia bersama teman-temannya di sini, tapi mereka semua sudah pulang duluan dan tinggal sakuralah disini.
Sekarang menunjukkan pukul 15.23, seharusnya sakura pulang karena dari jam 1 tadi dia sudah berada di sini, begitulah kesehariannya. Sakura pun berdiri dari duduknya mengambil tasnya dan memulai langkahnya menuju rumah yang berada tidak jauh dari sini.
"Kakak sudah menunggu dirumah.."gumamnya. Sakura menyusuri pinggiran jalan yang dipenuhi dengan bunga-bunga. Terlihat jalan raya sedang tidak ramai sekarang. Air hujan yang mengguyur konoha tadi, membuat jalan raya sedikit becek. Dengan santai sakura berjalan ditengah-tengah pohon hijau yang rindang. Tapi…
SRAASSKKK.
Sepertinya sakura terkena cipratan air dari mobil sport yg tadi melaju kencang di sampingnya. Pakaiannya kotor, sampai mengenai wajahnya juga. Siapa yang tidak naik darah coba?
"Heeeeeeeeeeyyyyyy!"teriak sakura sekencang mungkin agar dia, si pengendara mobil tadi mengakui perbuatannya. Dengan wajah masam sakura menunggu reaksi dari mobil tadi. Tak lama kemudian mobil itu berhenti dan berjalan mundur menghampiri sakura. 'kalau sampai orang yang keluar adalah perempuan, aku akan menarik-narik rambutnya, dan kalau yang keluar adalah seorang laki-laki aku akan menonjoknya sampai dia bersujud meminta maaf kepadaku, hn, tanganku sudah gatal..'katanya dalam hati. Sampailah mobil sport itu di sampingnya, dan dengan sabar sakura menunggu pengendara mobil itu keluar.
Cekklekk. Pintu mobil itu terbuka dan tampaklah sosok lelaki yang errr tampan, berambut raven dan bermata onyx. Dia berjalan menghampiri sakura sambil menatap tajam ke sakura. Sedangkan sakura? Dia malah terperangah seakan-akan waktu itu berhenti, matanya tak henti-hentinya melotot menatap lelaki yang sedang ia hadapi sekarang.
"Hn, ini"sahutnya sambil memberikan sebuah sapu tangan berwarna putih ke sakura dan diletakkannya di atas tangan sakura. Sakura hanya berdiri tanpa komentar. *hey, yang kau katakan tadi tidak jadi?*. Setelah itu lelaki itu berbalik menuju mobilnya, tapi selangkah kemudian ia berbalik lagi.
"Oh, ya ini. Semoga dapat sedikit membantu"sahutnya lagi. Suara bass yang indah. Lelaki itu merogoh kantung celananya dan mengeluarkan uang senilai Rp.100.0000 dan diberikannya lagi ke sakura. Uang itu akhirnya berada di tangan sakura dan tanpa basa-basi lagi lelaki itu memasuki mobilnya dan dengan tiba-tiba melaju dengan cepat. Sakura? Gadis itu hanya berdiri ditempat dengan mulut yang terbuka sampai-sampai ada sepuluh lalat yang bersarang di sana.
1
2
3
"WHAAAAAAAAAATTTTTTT?"teriaknya pake toa. Ya ampun dia baru sadar. Sakura melirik tangan kanannya yang ada dua benda disana.
"Apa ini? Uang? Hoohh, aku bukan pengemis juga bukan gelandangan! Tapi apa ini? Dia dengan santainya memberiku uang yang tidak perlu? Memangnya aku terlihat seperti pengemis?"umpatnya. *dengan santainya? Kau itu dengan bodohnya pake tidur segala. –digampar saku-*. Dengan manyun sakura memasukkan kedua benda itu kedalam tasnya.
"Baiklah, aku berjanji tidak akan memakai sapu tangan itu, apalagi uang itu! Sampai aku bertemu dengan dia lagi. Hihhhh, memalukan sekali"ucap sakura dengan mantap. Dia melanjutkan perjalannya dengan pakaian kotor, di sertai dengan umpatan yang tidak jelas.
"Wahahahahahahaha!"tawa seorang laki-laki yang bisa disebut kakak sakura pecah. Bukannya malah kasihan tapi malah ditertawakan. Haha, kasihan kau sakura. *dishannaro*. Sampai-sampai pemuda yang umurnya lebih tua dari sakura itu terpingkal-pingkal akibat tidak bisa menahan tawa. Sakura hanya duduk di sofa sambil memanyunkan mulutnya.
" Sebenarnya kau dari sekolah atau dari sawah sih? Haahhahahh"katanya agak sedikit stabil. Dia kakaknya sakura, biasa dipanggil sasori. Mereka hanya tinggal berdua disebuah rumah yang cukup luas namun sederhana, rumah itu telah lama mereka tinggali. Mereka tinggal dikota konoha sedangkan kedua orang tua mereka berada di Suna mengurus perusahaan.
"Hentikan itu"sahut sakura sambil masuk kedalam kamarnya yang bernuansa pink dan menutupnya lagi dengan keras.
"Haahh, anak itu..tapi lucu juga.. hahhahahaha"katanya, setelah itu tawanya kembali pecah.
Sakura POV
"Kurang ajar kakak itu, masa adiknya yang cantik jelita ini ditertawai"umpatku sambil memanyunkan bibir. Aku meletakkan tasku yang berisi barang nista itu dimeja belajarku. Setelah itu aku mulai membuka seragam sekolahku yang kotor itu satu persatu dan menaruhnya ditempat pakaian yang seharusnya dicuci. Aku pun mengambil baju ganti dilemariku dan memakainya. Aku merasa sedikit lega karena seragam sekolahku ada dua, jadi aku bias memakai yang satu lagi. Aku begitu malas untuk mencuci siang ini, ditambah sekarang aku naik darah gara-gara kejadian dijalan. Aku mengambil dua benda nista itu didalam tasku, dan aku berjalan menuju ranjangku yang bisa dibilang empuk.
"Orang itu benar-benar.. Memangnya apa yang didalam pikirannya tadi? Sehingga dia memberiku uang yang sebenarnya sangat sangat dan sangat tidak perlu.?"kataku sambil menatap dua benda yang ada tanganku itu. Aku membolak-balikkannya sambil berpikir, ini sebenarnya untuk apa sih?.
"Memangnya aku terlihat seperti orang-orang yang tidak mampu..? Oohh,, aku tau. Mungkin karena dia orang kaya yang merasa punya banyak uang, jadi dia begitu.. Maaf bung, kau salah besar!"sebenarnya aku sangat malas memikirkan ini, karena ini sangat tidak berguna. Aku pun menaruh dua benda nista itu di atas mejaku dan segera menyalakan komputer yang biasa ku pakai online.
End Sakura POV
"Apa yang akan aku lakukan dengan benda ini?"katanya sambil menatap komputer yang ada didepannya. *dasar bodoh* -ditendang sampai kenegri china-. Dicuaca yang panas ini biasanya sakura memang online, tapi ada apa dengannya sekarang ya? Mungkin kesambet setan. –plaak-
Beberapa menit kemudian terdengar suara dari bawah yaitu kakaknya sakura yang sedang berteriak.
"Hey, sakura. Kau mau makan atau tidak? Kalau tidak, kakak makan duluan ya?"teriaknya.
"Makan? Ah, iya aku belum makan dari tadi.."gumam sakura dengan wajah yang kelihatan bodoh. *memang bodoh* -dimutilasi- "Ah, iya kak! Aku mau makan.."teriak sakura. Dia segera men-shut down komputernya dan setelah itu keluar dari kamarnya.
Sekarang menunjukkan pukul 17.22. Sakura dan sasori kini sedang berada di ruang keluarga, mereka sedang menonton sebuah film yang cukup seru. Bisa dikatakan mereka itu cukup akur, walaupun mereka bukan saudara kandung. Sekarang sasori sedang kuliah di salah satu universitas di Konoha, dia biasanya mengendarai motor sport, yang besar itu lhoo~. Sakura kalau ke sekolah biasanya diantar dulu sama sang kakak.
"Hey sakura,, kau dari mana saja tadi?"Tanya sasori. Mumpung lagi iklan.
"Dari taman.."jawabnya.
"Tapi kenapa bajumu kotor tadi?"tanyanya lagi.
"Ada sedikit insiden tadi waktu pulang.."jawabnya lagi.
"Oohh, insiden apa?"tanyanya yang ketiga kalinya. Banyak Tanya juga orang ini.
"Aku kecipratan air dijalan..becek…"jawab sakura malas.
"Ohh,, kau memarahinya? Siapa orangnya? Cowok atau cewek?"tanyanya lagi.
"Kau mau merasakan pukulanku yang indah?"sakura balik bertanya kepada sasori akibat pertanyaan sasori yang bertubi-tubi *ceilehh* membuat sakura naik darah saja.
"Ah, tidak kok.. kakak tidak mau.."jawab sasori seperti ketakutan. Tapi, masa didepan adik sendiri takut.
"Berhentilah berbicara"kata sakura malas sambil menatap televisi yang ada didepannya.
"Sebentar dulu,, kau mau kubelikan es krim?"tanyanya dengan wajah yang innocent.
"Ohh,, jadi kau benar-benar ingin merasakan pukulanku yang sangat indah? Kau tau sendiri kalau aku alergi es krim, jadi kau tidak usah menyebutnya. Dan sekarang, kau membuat moodku hilang!"ucap sakura sedikit kesal.
"Aaaa,, bukan begitu adikku sayang.."rayu sasori agar sakura tidak marah.
"Sudahlah, aku mau tidur. Selamat malam!"katanya setelah itu berlalu meninggalkan sasori yang wajah innocentnya masih belum hilang-hilang juga.
TBC
Bagaimana para reader? *yakin banget kalo ada yang baca* haaahh, pasti fic ini begitu hancur.. ya, maklumlah aku ini baru pemula. Masih memikirkan chapter selanjutnya mau jadi apa nantinya.
Cerita ini mungkin nantinya akan seperti cerita lain, *alur cerita* tapi cerita ini benar-benar dari otakku sendiri, kok
Cerita ini masih pendek karena aku hanya mempunyai sedikit waktu untuk mengetik jadi mohon dimaklumi ya^^. Kalau begitu saya mundur dulu ya.. Sebelumnya terima kasih! Arigato Gozaimasu!
Review please?
