Cast : Park Jung Soo, Kim Heechul, Tan Hankyung, Kim Yong Woon, Kim Jong Woon, Lee Sungmin, Shin Donghee, Choi Siwon, Lee Donghae, Lee Hyukjae, Kim Ryeowook, Kim Kibum dan Cho Kyuhyun.

Rated : K+

Disclaimers : Mine.

Genre : Family

Warning : Just Fanfic, Typo, No Plagiat, No Bash.

Happy Reading!

.

.

Sapphire Blue adalah rumah yang di tempati oleh dua belas orang anak. Mereka hidup tanpa orang tua. Anak-anak yang tinggal di Sapphire Blue adalah anak yatim piatu. Rumah itu adalah rumah warisan salah satu dari mereka.

Di usianya yang masih sangat kecil, mereka tidak pernah mengeluh. Mereka mengerjakan semuanya sendiri. Hidup tanpa kasih sayang orang tua, membuat mereka hidup saling menyayangi satu sama lain. Pertengkaran dan air mata bukanlah masalah besar di Sapphire Blue. Bagi mereka itu semua untuk mempererat hubungan persaudaraan mereka. Sebuah hubungan yang tidak berdasarkan ikatan darah. Sebuah hubungan yang hanya berdasarkan hati tulus mereka.

Tangis, bahagia, kecewa, marah, senyum, mereka lewati bersama. Suka dan duka mereka hadapi bersama. Walaupun mereka masih anak-anak, namun mereka tahu arti menyayangi satu sama lain.

Seperti halnya pagi ini. Mereka semua tengah berkumpul di ruang tengah. Leeteuk selaku yang paling tua di antara mereka, memeriksa seluruh kamar. Karena setelah bangun tidur, mereka di haruskan membersihkan kamar masing-masing.

Hankyung dan Sungmin sedang di sibukkan dengan peralatan dapur. Di antara mereka, Hangkyung dan Sungmin yang memiliki bakat memasak. Walaupun sebenarnya mereka tidak sepenuhnya memasak. Hanya memanaskan beberapa makanan yang masih tersisa. Sedangkan Ryeowook yang biasanya membantu mereka di dapur, tengah asik menonton televisi yang menampilkan acara memasak. Semua yang berada di Saapphire Blue tahu, kalau si mungil itu sangat ingin menjadi koki.

"Makanan sudah siaaaappp." Kangin berteriak memanggil hyung dan dongsaeng-nya. Tanpa berteriak dua kali, mereka semua langsung berkumpul di meja makan. Dengan tenang, mereka menunggu Leeteuk membagi makanan ke mangkuk-mangkuk mereka. Karena mereka lebih suka makanan yang di bagikan agar adil dan tidak terjadi rebutan.

Mata Shindong berbinar saat makanan sudah tersaji di depannya. Perutnya yang sudah berbunyi membuatnya tidak sabar untuk melahap makanan yang ada.

"Chakkaman Shindong-ah! Kemana Siwon-ie?" serempak mereka mengedarkan pandangan ke sekeliling. Mereka baru sadar, lelaki paling tampan di antara mereka itu tidak terlihat.

"Itu Ciwon hyung." Kibum, yang terkecil di antara mereka yang saat ini masih berusia empat tahun, menunjuk ke arah jendela. Terlihat Siwon sedang serius dengan koran di tangannya.

Tanpa di suruh, Donghae yang paling hiperaktif di antara mereka langsung turun dari kursinya. Berlari ke taman belakang dan menarik teman seumurannya itu.

Sesampainya di meja makan, Siwon hanya menampilkan senyum manisnya saat Heechul, hyung yang memiliki wajah cantik namun tergalak di antara mereka memberi glare ke arahnya.

"Mian Hyung, tadi aku serius membaca koran," jawab Siwon kalem. Meskipun Shindong sudah memberikan pandangan protes acara makannya di tunda.

"Memang apa yang kau baca Won-ie?"

"Banyak Hyung. Tadi aku baca tentang tempat-tempat bermain yang ada di Seoul. Ah, dan aku juga baca masalah di keluarga kerajaan, Hyung." Mereka hanya angguk-angguk kepala. Mereka sudah memahami kebiasaan Siwon yang suka membaca koran. Bahkan sedari ia belum bisa membaca, Siwon senang memegang koran, mengikuti kebiasaan appa-nya.

"Nanti kau boleh membacanya lagi Won-ie. Sekarang kita makan terlebih dahulu!"

.

.

Malam harinya mereka semua berkumpul di depan TV. Walaupun tidak semuanya menonton, tapi mereka suka berkumpul seperti saat ini.

"Hyung, aku mengantuk," adu Donghae manja. Leeteuk tersenyum, menepuk pahanya agar Donghae berbaring. Walaupun Donghae bukanlah yang termuda, tapi ia yang paling manja. Bahkan jika di bandingkan dengan Kibum. Terbiasa memanjakan Donghae, membuat Leeteuk terlihat lebih dewasa di usianya.

Leeteuk mengacak rambut Kibum dengan gemas. Adik terkecilnya tengah serius belajar menulis. Tidak memperdulikan Heechul yang sedari tadi mengganggunya.

"Yak Kibumie. Kau sombong sekali." Terus-terusan di abaikan, membuat Heechul merasa kesal.

"Hyung jangan ganggu Bumie cedang belajal. Allachi?" semua yang berada di ruangan itu menahan tawanya mati-matian. Namun tidak dengan Eunhyuk. Ia yang paling sulit untuk menahan tawa. Melihat wajah Heechul yang merajuk membuat tawa Eunhyuk semakin keras.

"Yak Hyukie, berhentilah tertawa! Atau mau ku tendang bokongmu itu."

"Hyung, aku punya cerita." Tiba-tiba Shindong menghentikan acara mengemil keripiknya. Perkataannya langsung menghentikan tawa Eunhyuk.

"Apa itu dongeng Shindong-ah?" tanya Yesung. Sedari tadi ia memang sudah bosan melihat tayangan TV yang tidak ia sukai. Berharap Shindong menceritakan sebuah dongeng untuk penghantar tidurnya.

"Kita bukan anak kecil yang harus di beri dongeng Yesung-ah."

"Hyung, bukankah kita memang masih kecil? Aku dan Kibumie sangat suka mendengar dongeng."

"Bumie tidak cuka dongeng. Bumie cuka dengal belita caja." Ingin rasanya Heechul menggigit adiknya yang sok dewasa itu. Berbicara saja belum jelas, tapi lebih memilih berita yang menurutnya membosankan itu.

"Yak, kalau kalian memotong terus, kapan aku bisa memulainya?" setelah memastikan hyung dan dongsaengdeul-nya diam. Shindong berdehem untuk memulai cerita.

"Kalian tahu rumah yang terletak di paling ujung itu?" mereka semua mengangguk dengan serempak.

"Beberapa hari yang lalu aku mendengar dari beberapa warga. Waktu tengah malam, Kang ahjussi terbangun. Dia berjalan ke dapur karena merasa haus. Ketika sampai di dapur, Kang ahjussi melihat anaknya yang masih berusia lima tahun sedang berdiri di dapur. Setelah minum, Kang ahjussi menuntun anaknya untuk kembali ke kamar. Kalian tahu apa yang di lihat ahjussi itu saat sudah berada di kamar?" mereka semua menggeleng dengan serempak.

"Ketika sampai di kamar, ternyata anaknya sedang tidur dengan nyenyak." Tiba-tiba ruangan itu terasa mencekam. Bahkan Donghae merasa kantuknya hilang begitu saja. Yesung langsung berpindah tempat, duduk menyelip di antara Heecul dan Hankyung.

"Jadi siapa yang di tuntun ahjussi itu.?" tanya Sungmin yang paling tenang di antara yang lain.

"Tubuh Kang ahjussi langsung merinding saat itu. Ahjussi baru menyadari kalau tangan yang di ganggam itu sangat dingin. Ketika ahjussi menoleh ke bawah, ternyata yang bersamanya itu adalah anak kecil tanpa wajah."

"Aku tidak mau dengar. Aku tidak mau dengar." Donghae berteriak sambil menutup telinga dengan kedua tangannya. Semua yang berada di ruangan itu merapatkan tubuhnya satu sama lain. Walaupun ceritanya tidak terlalu seram, tapi bulu kuduk mereka semua berdiri. Bahkan mereka menatap takut sekeliling rumah.

"Bumie juga punya celita."

"Bumie mau cerita apa? Cerita si kancil dan buaya?" tanya Eunhyuk dengan nada mengejek.

"Kemalin, Bumie bangun kalena mau pipic. Waktu cudah di kamal mandi, Bumie dengal cuala belicik dali kamal Hae hyung dan Hyukie hyung." Kibum tidak mengacuhkan ejekan Eunhyuk. Ia malah bercerita dengan santai. Tangan mungilnya masih setia menulis-nulis di kertas warna miliknya.

"Memangnya siapa yang berisik di tengah malam Bumie?"

"Waktu Bumie buka pintu, telnyata di kamal hyung ada dua olang anak kecil yang cedang lompat-lompat di tempat tidul hyung."

"Uwaaaaaaaa."

Ryeowook langsung menghambur ke pelukan Sungmin,. Matanya sudah berkaca-kaca karena takut. Bahkan Donghae dan Eunhyuk sudah memeluk Leeteuk dengan erat dengan air mata yang mengalir.

Kibum tertawa ketika melihat wajah hyung-hyungnya sudah pucat pasi, bahkan sudah ada yang menangis. "Hyung bodoh kalau pelcaya." Kibum semakin tertawa keras saat Heechul dan Siwon menggelitiki perutnya.

"Hiks…Hiks…"

Tawa Kibum terhenti. Semua yang berada di sana menegang. Bahkan Yesung sudah menahan nafas. "Kalian dengar itu?" tanya Shindong.

"Siapa yang menangis malam-malam begini, Hyung?" Ryeowook semakin mengeratkan pelukannya. Sedangkan Sungmin hanya diam membatu. Ia memang tidak takut mendengar cerita hantu, tapi kalau mendengar dan melihat langsung ia juga sama dengan yang lain.

"Hiks…hiks…" Tangisan itu semakin jelas terdengar. Keringat dingin sudah mengalir di tubuh mereka. Tangisan bayi itu bahkan bukan hanya sekali dua kali terdengar. Tapi tangisan itu sangat jelas dan tidak terhenti.

"Hyung, kenapa ada tangisan bayi? Bayi siapa yang lepas malam-malam begini?"

"Yak, Hyukie pabboya. Kau pikir bayi sama dengan binatang ternak?"

"Hiks…hiks…huweeee."

Tubuh mereka semakin menegang karena tangisan bayi itu semakin kencang. "Hyung, apa itu hantu bayi?"

Karena penasaran, Leeteuk menarik Kangin dan Hankyung untuk menemaninya keluar. Tangisan bayi itu berasal dari pintu depan rumah mereka.

"Hyung, kalau benar-benar hantu bagaimana?"

"Kalian harus cepat -cepat lari." Yesung, Shindong, Eunhyuk, Donghae dan Ryeowook bersembunyi di balik tubuh Heechul. Sedangkan Kibum berada di gendongan Sungmin. Dengan tangan bergetar dan berkeringat dingin, Leeteuk perlahan-lahan mencoba membuka pintu.

Ketika pintu terbuka, "Huwaaaaaaa hantu bayiiiiiii." Kangin berlari masuk yang langsung di susul Yesung, Shindong, Donghae dan juga Eunhyuk. Sedangkan yang lain masih bertahan di depan pintu. Mata mereka membola melihat sesosok bayi mungil di depan pintu rumah mereka.

"Hyung… ini…ini apa?" tanya Ryeowook saat bayi mungil itu melihat ke arah mereka.

"Hiks…hiks… cu…"

"Eh, dia berbicara apa?" tanya Hankyung. Leeteuk menundukkan tubuhnya ketika bayi yang di yakini bukan hantu itu merentangkan tangannya seperti minta di gendong.

Sesosok bayi itu menatap mereka dengan wajah yang penuh dengan air mata. Tubuhnya yang terlihat gempal di balut dengan jaket warna baby blue. Penutup kepala yang berwarna putih membuat bayi itu seperti boneka. "Cu…hiks…hiks…"

Ryeowook yang sedari tadi berdiri ketakutan langsung mendekat. Melihat bibir bayi itu yang bergetar menahan tangis membuatnya gemas. "Neomu kyeopta." Ryeowook menyentuh tangan bayi mungil itu. Ia tersenyum lebar saat bayi itu mengerjapkan matanya. "Waaah seperti boneka."

Kangin, Shindong, Yesung, Donghae dan juga Eunhyuk yang sedari tadi bersembunyi langsung keluar saat mendengar ucapan Ryeowook. Bahkan Siwon yang tadi bersebunyi di kamar langsung bergabung dengan yang lain.

"Eh ini boneka atau manusia?" tanya Eunhyuk saat melihat Ryeowook yang memainkan tangan bayi mungil itu.

"Pabbo, kau lihat dia menangis. Mana ada boneka yang menangis." Heechul menggeplak kepala Eunhyuk yang tepat berdiri di sampingnya.

"Huweeee….cu…hiks…hiks…cu…huweeeee."

"Hyung, dia minta cucu.," kata Kibum yang sudah turun dari gendongan Sungmin. Sepertinya Kibum yang mengerti bahasa bayi mungil itu. Leeteuk menghapus air mata di wajah mungil itu. Menggendongnya masuk kedalam.

"Hyung, dari mana kita mencari susu? Kita harus memberi susu apa? Kita tidak tahu usianya berapa."

Bayi yang berada di dalam gendongan Leeteuk itu tidak lagi menangis. Hanya saja matanya masih memerah, jejak air mata masih terlihat di pipi chubbynya. Mata bulatnya mengerjap-ngerjap melihat orang-orang yang asing untuknya itu.

"Uwaah imut sekali. Seperti boneka," pekik Donghae girang.

Kibum mendekat ke arah Leeteuk. Matanya fokus pada bayi yang berada di pangkuan Leeteuk. Semua yang berada di ruangan itu terkejut saat Kibum menusuk-nusuk pipi bayi itu dengan jari telunjuknya. Sedangkan sang bayi hanya mengrjapkan matanya berulang kali. Membuat Donghae memekik tertahan.

"Apa yang Kibumie lakukan?"

"Dia cepelti boneka Hyung," jawab Kibum. Jarinya sudah berhenti menusuk-nusuk pipi tembem itu. Bibirnya menyunggingkan sebuah senyum, hal yang sangat jarang Kibum lakukan, saat bibir mungil itu bergerak-gerak lucu. Mengingatkan Donghae dengan hewan kesukaannya, ikan.

Karena takut memberinya susu dengan asal, akhirnya mereka memutuskan untuk memberi teh manis. Menyuapinya dengan sendok kecil. Lidah bayi mungil itu yang berulang kali menjulur karena merasakan rasa manis, membuat mereka semua memekik gemas. Mereka ingin menggendong, tapi Leeteuk tidak mengizinkan. Karena Leeteuk sudah terlanjur suka memangku bayi mungi berbadan gempal itu. Bahkan Hankyung yang biasanya terlihat dewasa dan selalu mengalah, kini merajuk karena tidak di izinkan Leeteuk menggendongnya.

Sungmin membuka jaket bayi itu karena bagian depannya basah terkena air teh. Saat jaket itu sudah terbuka, mereka melihat kalung yang di kenakan bayi mungil itu.

"Ehh ada tulisannya."

"Hyung pasti itu nama bayi ini." Leeteuk langsung mengambil alih kalung yang di sentuh Sungmin. Dan membaca ukiran di bandul tersebut.

"Kyuhyun. Namanya Kyuhyun."

TBC

.

.