Keyakinan Diri

Disclaimer : punyanya Masashi Kishimoto, ceritanya punya ku OK. gitu aja kok repot *plakk

Rated : T ( pokoknya aman deh)

Genre : advanture

Pairing : ? belum tau

Summary : Naruto yang selalu di kucilkan, di lecehkan, dan dianggap monster selalu berusaha agar semua orang mengakui keberadaannya

dont like domt read oke...!


"Pergilah dari sini monster! Aku tak sudi melihat wajahmu itu." Teriak salah satu penduduk kepada seorang anak berambut pirang dan bermata biru shapire.

"Tapi aku bukan monster, aku kesini hanya ingin menawarkan anda beberapa ikan segar yang baru saja saya tangkap. Seharian ini aku belum makan nasi" mohon anak tersebut yang kita ketahui bernama Naruto. Ya, dari tadi pagi hingga sore hari ia sama sekali belum makan apa-apa, sedari tadi ia hanya menangkap ikan lalu menjualnya, walau pun dari tadi belum ada seorang pun yang mau membeli ikan tangkapannya.

"Jika aku memakan ikan tangkapanmu pasti aku akan keracunan karena tersentuh oleh tanganmu" bentak orang tersebut.

"ta-tapi aku belum makan, kumohon belilah ikan tangkapanku ini" mohon Naruto.

Sebenarnya kenapa nNaruto melakukan ini, padahal ia bisa mengolah ikan tersebut menjadi makanan.? Itu karena selain untuk memenuhi kebutuhan pokoknya sebenarnya juga Naruto ingin di perhatikan dan di anggap ada di desa konoha oleh para penduduk, tetapi apapun usaha yang ia lakukan pasti selalu gagal dan biasanya berakhir dengan babak belur. Bahkan pernah ia hampir mati karena disiksa oleh para penduduk, untung saja ada sekelompok ANBU suruhan Sandaime hokage untuk menyelamatkan Naruto.

"Pergi dari sini" bentak orang tersebut dan mendorong Naruto hingga terjatuh sampai membuat ikan tangkapanya jatuh dan kotor.

JDER~

Orang tersebut menutup pintu rumahnya dengan tertunduk sedih walaupun ia selalu di perlakukan seperti ini Naruto tetap saja merasa sedih.

"Kenapa? Kenapa semua orang memperlakukanku seperti ini" Tanya Naruto pada dirinya sendiri.

Naruto pun memungut ikan tangkapannya yang sudah kotor. Sebenarnya saat ini Naruto tengah menahan tangisnya dan tetap tegar, tetapi walaupun sekuat apapun ia menahan tangisannya air matanya tetap mengalir di pipinya dan jatuh ketanah.

Sekarang suasana hati Naruto tengah kacau. Naruto pun bangkit dan berlari sekencang-kencangnya, sebenarnya tak tau kemana ia akan tuju tetapi ia ingin menjauh dari para penduduk untuk menenangkan hatinya yang saat ini tengah kacau. Ia berlari, hingga hampir menabrak seseorang.

"Dasar anak kurang ajar. Kesini kau akan kuhajar" teriak seseorang yang tadi hampir tertabrak oleh Naruto dengan penuh amarah.

Naruto tak menghiraukan teriakan orang tersebut dan tetap berlari. Para penduduk yang melihat kejadian tadi memandang dengan tatapan sinis.

"Ada apa dengannya?" kata seseorang wanita paruh baya dengan nada tak suka.

"Dasar anak itu selalu saja membuat masalah. Dasar monster" kata seorang laki-laki yang sedang melayani para pembeli yang akan membeli sayurannya.

Sebenarnya ada beberapa para penduduk yang melihat naruto dengan iba, salah satunya pemilik kedai ramen ichiraku, paman Teuchi. Serta anaknya, Ayame.

"kasihan Naruto. Semoga tak terjadi apa-apa pada Naruto" kata pemilik kedai, Paman Teuchi dan dibalas dengan anggukan dari sang anak.

Naruto berlari tak tentu arah. Dan sampailah ia di tepi sungai. Naruto kembali tertunduk

"kenapa? Kenapa semua orang memperlakukanku seperti ini. Apa salahku hingga semua orang membanci ku" Tanya Naruto pada dirinya sendiri.

Naruto pun menitikan air mata, menumpahkan semua kesedihannya yang sedari tadi ia tahan. Tanpa di sadari seseorang mendekati Naruto lalu menepuk pundaknya. Naruto pun tersentak kaget, saat Naruto menoleh ke belakang ia mendapati sosok Sandaime hokage yang tengah tersenyum kepadanya.

"Kakek" kata Naruto.

"Jangan biar kan hal itu mengganggu mu, berusahalah dengan berbagai cara agar kau diperhatikan" kata Sandaime hokage.

"Tapi aku telah melakukannya dengan berbagai cara tetapi semuanya gagal. Sebenarnya apa salahku?" kata Naruto dengan keras dan sambil menahan tangisnya.

"Apa kau mempunyai tekad api?" Tanya Sandaime hokage.

"Tekad api?" ulang Naruto, sebenarnya naruto tidak mengerti sama sekali maksud kata tersebut. Sandiaime hokage yang mengerti bahwa Naruto kebingungan kemudian menjelaskannya.

"Tekad api, tekad yang selalu ingin melindungi orang yang berharga bagi nya. Apa kau punya impian naruto?" Tanya Sandaime hokage kembali.

"Aku ingin melampaui kekuatan hokage dan menjadi hokage agar bisa melindungi semua orang dan aku juga ingin akui semua orang" kata Naruto tanpa keraguan.

"Itu impian yang bagus. Kejarlah impianmu itu, lakukan dengan semangat dan tekad pantang menyerah suatu saat pasti semua orang akan mengakui mu" kata Sandaime hokage berusaha menyemangati Naruto.

" Tetapi siapa yang melatihku?" Tanya Naruto.

Sandaime hokage pun tersenyum "jika kau ingin menjadi kuat agar bisa melindungi semua orang berlatihlah denganku besok, aku akan mengajarkan teknik ninja kepadamu, bagaimana naruto apa kau mau?" tawar Sandaime hokage.

"Benarkah?" Tanya Naruto yang tidak percaya.

"Benar, kalau kau berminat besok siang datanglah kepada ku?" kata Sandaime hokage.

Naruto yang mendengar hal itu pun tersenyum senang. "yosh.! Aku akan berlatih dan menjadi kuat agar bisa melampaui kekuatan hokage dan bisa melindungi semua orang" kata Naruto penuh semangat.

Sanndaime hokagepun kembali tersenyum. 'ternyata anak ini memiliki sifat seperti 'dia' ' batin sandaime hokage.

Latihan akan dimulai besok, impian naruto untuk melampaui kekuatan hokage semakin besar

[SKIP TIME]

Saat ini Naruto sedang bersama Sandaime hokage di sebuah area pelatihan ninja. Saat ini Naruto akan berlatih bersama Sandaime hokage yang dijanjikannya kemarin.

Hari ini Naruto sangat bersemangat, bahkan dari tadi senyuman Naruto tidak pernah hilang dari wajahnya.

Sandaime yang melihat Naruto yang sangat bersemangat pun ikut tersenyum.

Satu pertanyaan, bagaimana Sandaime hokage meninggalkan ruangan sedangkan dokumen-dokumen yang harus dikerjakannya ditinggalkan?.

Ternyata Sandaime hokage sudah menyuruh penasehat kepercayaannya, Shikaku Nara. Untuk menggantikan nya sementara karena Sandaime hokage akan mengajari Naruto teknik ninja.

"Apakah kau siap Naruto?" Tanya Sandaime hokage.

"Ya, aku sangat siap" kata Naruto dengan semangat 45.

"oke yang pertama kau akan belajar melempar shiruken. Lihat seperti ini!" kata Sandaime hokage sambil mencontohkan cara melempar shiruken.

Di kedua tangan Sandaime hokage masing-masing terdapat 4 shiruken , Sandaime pun memasang kuda-kuda lalu melemparnya ke sebuah batang pohon yang menjadi sasarannya.

Akhirnya semua shiruken yang ia lemparkan tpat mengenai sasaran. Naruto yang melihatnya hanya brdecak kagum.

"Yosh. Akan kucoba" kata Naruto.

Naruto pun mengambil 8 shiruken lalu di setiap tangannya terdapat 4 shiruken. Naruto pun bersiap-siap, ia memasang kuda-kuda kemudian melemparnya.

Saat Naruto melihat kedepan ternyata semua shiruken yang ia lempar tadi tidak ada yang tepat sasaran.

Bahkan salah satu shiruken yang dilemparkan Naruto tadi hampir mengenai kepala Sandaime hokage.

Naruto yang melihat semua shiruken nya tidak tepat sasaran hanya nyengir kuda sambil menggarukan belakang kepalanya yang tidak gatal.

Sandaime hokage pun hanya tersenyum maklum, namanya juga masih pertama.

"Tak apa Naruto, teruslah berlatih hingga kau bisa aku akan mengawasimu dari sini" kata Sandaime hokage.

"Baiklah akan kucoba hingga aku bisa dan menyelesaikan latihan ini dengan sempurna" kata Naruto yang kembali bersemangat.

Percobaan kedua Naruto tetap saja gagal, tak ada satu pun shiruken yang mengenai sasaran.

Percobaan ketiga shiruken yang tepat mengenai sasaran hanya 2 shiruken saja.

Naruto terus mencoba dan mencoba hingga percobaan ke tujuh Naruto berhasil melempar shiruken dan semuanya tepat sasaran. Narutopun tersenyum puas.

"Bagus Naruto kau mempelajarinya dengan cepat, coba sekarang kau ulangi lagi" kata Sandaime hokage sambil tersenyum

"Hai. Akan ku lakukan" kata Naruto dengan penuh semangat.

Naruto pun bersiap-siap. Di setiap tangannya terdapat masing-masing 4 shiruken Naruto pun mulai memasang kuda-kuda. Kemudian Ia melemparnya. Dan

TAP~ TAP~ TAP~ TAP~

Semua shiruken yang di lempar oleh Naruto semuanya tepat sasaran

Sandaime hokage pun tersenyum kembali. "bagus Naruto, kau memang mempunyai kemampuan untuk menjadi ninja. Semoga apa yang kau ingin capai dapat kau raih dan bekerja keraslah untuk mewujudkan keinginanmu itu" kata Sandaime hokage sambil mengusap kepala Naruto.

Naruto yang dilakukan seperti itu bersyukur masih ada orang yang peduli kepadanya. Naruto pun tersenyum bahagia.

6 JAM KEMUDIAN

Kini Naruto telah selesai latihan. Saat ini Naruto sedang berada di tepi sungai, ia tengah berbaring di atas hamparan rumput hijau untuk mengistirahatkan tubuhnya yang tengah kelelahan .

"huft.. latihan hari ini sangat melelahkan, tapi demi menjadi hokage akan kulakukan yang terbaik dan keinginanku untuk di akui semua orang akan terwujud" kata naruto penuh keyakinan.

Saat latihan Naruto tekah mempelajari teknik ninja dan semuanya bisa ia kuasai. Mulai dari melempar kunai dan shiruken dengan berbagai macam teknik melempar, memusatkan cakra di telapak kaki agar bisa berjalan di atas air dan di batang pohon, membuat bunshin, dan teknik dasar ninja yang lainnya.

Sandaime kini telah kembali ke kantornya. Kini Naruto tengah sendirian yang sedang menikmati hembusan angin yang menerpanya.

Ia masih mengingat kata-kata Sandaime hokage kepadanya. Sandaime hokage mengatakan bahwa ia ingin memasukan Naruto ke akademi ninja besok. Betapa senangnya Naruto saat mendengar kata-kata itu.

Esok adalah hari yang baru bagi Naruto. Disana pasti ia akan mendapatkan teman

"yosh. Aku akan melakukannya dengan baik, dan suatu saat nanti aku akan menjadi hokage yang di akui semua orang" kata Naruto dengan semangat dan meta berapi-api.

Pada waktu itu Sandaime hokage mengatakan bahwa perlengkapan di akademi nanti yang akan mengurusnya adalah Sandaime hokage sendiri. Betapa senangnya Naruto karena masih ada yang peduli padanya walau itu hanya Sandaime hokage yang sudah ia anggap sebagai kakeknya

T.B.C


ini fanfic kedua saya dan fanfic berchapter pertama saya, jadi mohon kritik dan sarannya ya

tapi kalau soal pairing saya belum tau. apa para reder ada yang mau kasih pendapat soal pairing di fanfic ini?

dan selanjutnya

REVIEW YA KALAU ENGGAK *NODONGIN PISTOL, READER NODONGIN BASOKA. AUTHOR ANGKAT TANGAN :-D