Title : I'll Be Right Here Waiting For You

Pairing : Naruto U. & Hinata H.

Rated : T

Genre : Romance & Friendship

Disclaimer : © Masashi Kishimoto

Sumary : "Siapa gadis itu?"tanya pemuda berambut pirang tak jelas pada siapa dia bertanya./"Oh dia, dia adalah salah satu dari rombongan siswa SMU Konoha yang sedang berkunjung ke kampus kita,"jawab seorang temannya. RnR,Please ?

WARNING ! Gaje, Typo bertebaran dll ..

"Cepat anak-anak ! Semuanya masuk kedalam bis,"perintah seorang guru cantik beriris merah dan rambut yang tergerai.

Dengan segera anak-anak kelas satu SMU Konoha yang pada penurut itu langsung menuruti perintah dari guru mereka,dan masuk kedalam bis mereka masing-masing.

"Kurenai ! Apa semua murid telah masuk kedalam bis?"tanya seorang guru yang diketahui bernama Iruka. Bisa diketahui dari tanda pengenal yang dia pakai.

"Sudah ! Sebaiknya kita juga masuk karena ada jadwal yang sudah menunggu."

Kedua pengajar itu pun masuk kedalam bis. Mereka bertugas menjadi guru pendamping di bis 2.

"Semuanya, ada baiknya jika kita berdoa dahulu sebelum melakukan perjalanan ini. Berdoa menurut kepercayaan masing-masing. Berdoa mulai,"perintah guru Kurenai lagi. Semua anak-anak pun tampak khusyu berdoa.

"Berdoa selesai !"lanjut guru Kurenai.

Setelah selesai berdoa, suasana dalam bis menjadi gaduh. Masing-masing siswa mengerjakan hal yang berbeda, ada yang mendengarkan musik dari HPnya,ada yang bercanda, ada yang ikut menyanyi ria lagu yang diputar di kaset, dan ada yang mengobrol seperti yang dilakukan oleh para siswi yang duduk sebangku ini.

Yaitu Yamanaka Ino, Haruno Sakura, dan Hyuga Hinata. Mereka duduk dibangku yang bertiga dibarisan keempat dari depan. Namun jika dilihat-lihat yang banyak berbicara adalah si Yamanaka Ino dan Haruno Sakura, sedangkan yang satunya lagi, Hyuga Hinata hanya menjadi pendengar setia dari obrolan mereka bertiga. Ya gadis itu, memang tipe gadis yang pendiam dan tak banyak omong, berbeda dengan kedua temannya itu.

"Waah akhirnya kita bisa jalan-jalan melihat kampus,"seru Ino dengan girangnya.

"Iya kau benar Ino-chan, akhirnya aku bisa melihat kehidupan kampus itu seperti apa dan lagi kita bisa terbebas dari mata pelajaran Bahasa Jerman yang menyebalkan itu,"tanggap Sakura tak kalah girangnya.

"Iya kau benar Sakura, kita bisa terbebas dari mata pelajaran menyebalkan itu, kau tahu katanya Universitas Suna itu universitas terbaik yang ada dinegara ini, mulai dari dosen-dosennya, fasilitas, sistem mengajarnya, sampe yang paling penting disana itu mahasiswanya kece-kece lho, wah aku jadi tertarik masuk kesana, kira-kira bisa ngga ya?"ucap Ino panjang lebar, dan tak lupa bakat gosipnya keluar.

"Aduuh Ino, kau ini 'kamseupay' tau ! Universitas Suna itu memang sudah terkenal keren dari dulu kale, dan asal kau tahu ya, masuk kesana itu ngga gampang tahu ! Selain otak harus pintar, uang juga harus banyak !"jawab Sakura, dia memutar bola matanya tampak malas dengan kelakuan norak temannya itu.

"Huh dasar Sakura ! Aku kan hanya memberi tahu, dan memang benar masuk kesana susah tapi aku akan berusaha, oh iya .we kakak sepupumu itu kuliah disana ya Hina-chan?"dengus Ino. Hinata yang setengah mendengarkan kaget ketika namanya disebut. Dengan gagap Hinata menjawab pertanyaan temannya itu.

"I-i-iya, kau be-benar. Neji-nii memang masuk kesana,"jawab Hinata dengan sedikit senyum, tidak dipaksakan.

"Waah .. Hina-chan sepupumu itu memang hebat ! Pantas jika ia masuk kesana orang dia pintar, tahun lalu dia menjadi juara umum di sekolah ini kan ?" seru Ino tampak antusias.

"Iya, Neji-san itu memang pintar. Tidak sepertimu Ino."timpal Sakura dengan wajah malas.

"Apa maksudmu Sakura? Kau itu tidak boleh meremehkan orang tahu, mentang-mentang nilai biologi dan matematikamu itu diatasku, kau jangan seenaknya ya meremehkanku,"balas Ino dengan tatapan sengit.

"Tidak, siapa yang meremehkanmu, orang aku hanya membandingkan kau dengan Neji-san ko,"elak Sakura.

"Intinya sama saja SAKURAA !"teriak Ino.

"Su-sudahlah ka-kalian jangan be-bertengkar seperti itu, ka-kalian juga pasti bisa menyusul Neji-nii ke Universitas Suna,"Hinata berusaha menengahi pembicaraan kedua temannya itu.

"Hhhh, maafkan aku Ino, dan terima kasih Hinata-chan kau memang teman yang baik,"balas Sakura, kini nada suaranya melembut.

"Aku juga Sakura, maaf. Bagaimana kalau kita bertiga mulai sekarang berjuang bersama supaya kita bisa kuliah ke Universitas Suna !"kini Ino pun mulai girang lagi.

"Setuju !"seru Sakura.

"Na-nah gi-gitu dong, A-aku juga se-setuju ko,"jawab Hinata dengan senyumnya yang mengembang.

Obrolan mereka terus berlanjut, dan ada aja debat antara Ino dan Sakura dan akhirnya Hinata lagi yang menengahi mereka. Roda bis pun terus berputar. Membawa mereka semua ke tempat yang dituju.

^I'll Be Right Here Waiting For You^

Sementara itu di Universitas Suna. Tepatnya di fakultas kesibukan para penghuninya, banyak orang khususnya para mahasiswa dari Universitas itu tampak berlalu lalang. Mereka terlihat sangat sibuk. Yaps, hari ini Universitas Suna mengadakan clasmeeting, sebagai ajang refreshing dari rutinitas jadwal kampus yang sangat melelahkan dan menguras otak tentunya.

Kali ini universitas itu mengadakan sebuah acara, mulai dari perlombaan, penampilan dari berbagai ekstrakurikuller, dan hiburan musik, mulai dari band, girlband,boyband, solois, sampe penyanyi dangdut juga disuguhkan.

Ketika kebanyakan orang tengah sibuk mempersiapkan acara classmeeting, tidak halnya dengan sekelompok pemuda yang hanya mengamati orang-orang yang telah berjasa bergotong-royong membuat acara ini. Mereka hanya duduk-duduk di bangku taman yang biasa dijadikan tempat nongkrong oleh para mahasiswa.

Orang-orang itu adalah Nara Shikamaru si jenius, Sai si penebar pesona dengan senyuman mautnya, Sabaku no Gaara si ketua Senat yang amat tampan dan penuh karisma, Inuzuka Kiba si playboy yang sangat ramah terhadap wanita, Uchiha Sasuke si pangeran salju putra bungsu dari pewaris Uchiha corp, dan terakhir Uzumaki Naruto si pria beriris biru bak batu safir anak tunggal dari pewaris Uzumaki corp yang paling rame dari keenam teman sekelompokya itu.

Yak, pemuda-pemuda ini memang bintang dari universitas Suna. Bukan karena kepintaran atau kepandaian mereka saja, tetapi dari segi financial mereka adalah anak dari para borju. Selain itu mereka juga mempunyai tampang yang sangat tampan. Tidak salah jika mereka menjadi idola para mahasiswi dikampus ini. Mereka juga disegani oleh para mahasiswa lain.

Jadi jangan heran ketika semua warga kampus sibuk dengan tugas mereka, para pemuda idola tadi hanya menonton saja. Sangat merepotkan bagi mereka, untuk ikut-ikutan membuat acara seperti itu. Maklum, kalangan borjuis tidak mau ambil repot membuang tenaga mereka. Meskipun Gaara yang notabanenya adalah 'ketua Senat' malah hanya memantau sambil nongkrong bareng teman-teman selevelnya. Sekedar info, mereka semua sekarang masih menjomblo. Kiba putus dengan Yukimaru pacarnya dua hari yang lalu.

^I'll Be Right Here Waiting For You^

Roda bis itu pun berhenti berputar. Menandakan bahwa mereka telah sampai ditujuan. Sang guru pun memberi penjelasan kepada anak muridnya sebelum mereka keluar dari bis.

"Nah, anak-anak kita sudah sampai di Universitas Suna. Sesuai jadwal kita tiba pukul 12 siang. Sebelum kalian keluar sensei ingin memperingatkan kalian agar kalian semua menjaga sikap kalian, jangan membuang sampah sembarangan ! Dan jangan berpencar dari rombongan ! Kalian harus menjaga nama baik almamater kalian. Mengerti ?"ucap sang guru panjang lebar. Mewanti-wanti para muridnya agar tidak bersikap mempermalukan sekolah mereka.

"Mengerti Iruka sensei~"jawab anak-anak itu serempak.

"Oke kalau begitu ikuti aku, kita akan berkunjung ke fakultas Arsitektur. Nanti kita akan mendapat penjelasan mengenai Universitas Suna ini di aula. Untuk itu sebaiknya kailan membawa catatan kalian, setelah itu kita berkeliling kampus, sekali lagi jangan ada yang terpisah dari rombongan. Mungkin setelah itu ada waktu kosong selama 30 menit untuk menikmati Universitas ini, tetapi kalian jangan sampai menggangu proses belajar disana. Setelah itu kembali ke bis ! Paham semuanya ?"tambah Guru Iruka, namun sepertinya kata-katanya terlalu panjang sampai ada yang tidur mendengarnya(?).

Mereka akhirnya menuruti kata-kata dari gurunya itu. Lalu mereka mengikuti arahan dari seorang guide yang menunjukan jalan ke aula. Sesampainya diaula mereka diberi penjelasan tentang Universitas Suna lalu diberi kesempatan untuk bertanya. Ino, Sakura, dan Hinata dengan serius mencatat hal-hal yang menurut mereka penting. Dan Ino pun tidak menyia-nyiakan kesempatan bertanya. Dia bertanya mengenai bagaimana cara masuk dan apa ada beasiswa untuk para mahasiswa yang kurang mampu.

Selesai mendapat penjelasan dari aula, mereka diajak berkeliling kampus. Kebetulan karena tidak ada kegiatan belajar mengajar. Mereka dapat leluasa melihat satu-satu ruangan yang terdapat didalam kampus fakultas Arsitektur ini.

Setelah selesai berkeliling mereka diberi kebebasan untuk melihat-lihat seisi kampus. Ada yang berkeliling, ada yang ke toilet, ada yang ke cafetaria, ada yang duduk-duduk di taman, bahkan ada pula yang melihat acara classmeeting.

Untuk Ino dkk, mereka memutuskan untuk pergi makan ke cafetaria. Perut mereka sudah tidak bisa diajak kompromi.

"Saya pesan kwetiawnya satu sama es lemon teanya,"pesan Ino kepada salah seorang pelayan.

"Kalau saya nasi goreng seafoodnya satu sama jus strawberry saja,"Sakura menambahkan.

"Emm.. kalau aku jus alpukatnya satu,"Hinata menimpali, tak lupa tersenyum kepada pelayan tersebut. Dengan segera sang pelayan kembali ke belakang.

"Lho, Hinata kau tidak makan?"tanya Sakura.

"Tidak, aku tidak lapar Sakura-chan,"jawab Hinata dengan ditambah senyuman mengembang diwajahnya. Membuat pipinya terlihat chubby.

"Oh yasudah,"balas Sakura seadanya tak lupa membalas senyuman Hinata.

10 menit kemudian pesanan diantarkan. Setelah mengucapkan terima kasih, mereka menyantap hidangan masing-masing. Sedangkan Hinata cuma minum jus alpukat saja.

"Teman-teman, kalian tunggu disini sebentar yaa. Aku mau ke toilet,"kata Hinata disela-sela obrolan mereka.

"Yasudah, jangan lama-lama ya Hinata-chan,"balas Ino, lalu ia melanjutkan obrolannya lagi dengan Sakura.

"Baik,"Hinata dengan segera pergi meninggalkan kedua temannya itu.

Karena toilet dekat cafetaria sedang rusak maka ia mencari toilet lain. Hinata berkeliling kampus untuk mencari toilet. Namun toiletnya tak kunjung ketemu, akhirnya dia bertanya kepada petugas kebersihan. Akhirnya toilet itu ketemu juga. Setelah selesai dari toilet, Hinata langsung bergegas kembali ke kafetaria. Hinata melihat jam ditangannya, jam menunjukan pukul 1.50. Sedangkan ia harus kembali ke bis pukul 2, hal ini membuat Hinata panik.

Hinata mempercepat langkah kakinya. Namun karena panik tiba-tiba dia menabrak seseorang.

'Bruuk !'

"Aww !" teriak seorang pemuda berambut blonde sambil mengusap kepalanya yang terbentur.

"Ma-maaf saya tidak sengaja,"Hinata membungkuk mencoba meminta maaf.

"Makanya kalau jalan itu hati-hati,"balas pemuda itu, sepertinya dia orang yang lebay, orang Hinata juga terbentur tapi tak apa-apa, memang sakit sih namun Hinata mencoba menahannya.

"Ma-maaf sekali lagi saya minta maaf,"Hinata masih mempertahankan posisinya.

"Yasudahlah,"jawab pemuda blonde itu.

"Oei ! Naruto ! Kau ini lama sekali sih! Cepat yang lain udah pada ke kafe tuh,"teriak pemuda yang mempunyai gigi taring yang tampak runcing.

"Iya Kiba bawel, sebentar," jawab pemuda yang bernama Naruto itu.

Sementara Hinata masih mempertahankan posisinya.

"Hey kau, kau masih ingin membungkuk sampai kapan ? ah ?"tanya Naruto pada Hinata.

"Sampai senpai memaafkanku,"jawab Hinata lancar.

"Aku bukan orang yang kejam, kau sudah kumaafkan, jadi kau tak perlu membungkuk seperti itu lagi gadis kecil,"jawab Naruto dengan memperlihatkan cengiran 5 jarinya.

Ketika Hinata berdiri tegap, dan melihat wajah Naruto, wajahnya bersemu merah.

"A-ari-arigatou senpai,"kata Hinata sambil memainkan kedua jarinya dan bola matanya melirik kesamping, karena dia tak berani menatap Naruto, bukan karena takut dimarahi, tetapi seperti ada perasaan aneh yang membuat jantungnya berdebar kencang.

"Douita, aku pergi dulu ya !"seru Naruto sambil melambaikan tangan ke Hinata. Naruto meskipun dia terkenal namun dia selalu ramah kepada siapa saja, berbeda dengan teman-temannya yang lain.

Hinata hanya bisa mematung. Dan deringan Hpnya menyadarkannya. Dilayarnya tampak ada sebuah pesan masuk.

From : Ino-chan

Hinata kau dimana ? Kami tunggu kau di dekat panggung. Kata guru Iruka waktunya ditambah menjadi 30 menit lagi. Kami menunggumu Hinata-chan.

Dengan segera Hinata melangkahkan kakinya ketempat yang dimaksud. Namun kali ini ia lebih hati-hati agar tidak menabrak orang lagi. Sementara itu Sakura dan Ino tengah menikmati musik yang disuguhkan.

Kurasa ku tlah jatuh cinta~

Pada pandangan yang pertama

Sulit bagiku untuk bisa berhenti mengagumi dirinya

(Lagu yang tengah di nyanyikan oleh sebuah band lokal dari kampus)

Lalu dimarkas kelompok Gaara cs. Dikantin.

"Oei, kalian itu lama sekali sih ke toiletnya, buang air besar ya?"tanya seorang pemuda berambut nanas yang diketahui bernama Shikamaru.

"Ini nih, kerjaannya si Naruto, masa dia pake acara PDKT ga jelas ke cewe si, pake acara pura-pura nabrak lagi, huuh dasar.."jawab seorang teman yang tadi bareng Naruto ke toilet, yang bernama Kiba.

"Yee siapa yang pura-pura, orang tadi tabrakan beneran, masih sakit tau,"elak Naruto tak mau disalahkan, sambil mengusap-usap kepalanya.

"Kenapa kau tidak mati saja Dobe, kan tadi katanya kau tabrakan kan ?"tanya pemuda berambut raven dengan maksud mengejek.

"Dasar Teme, kenapa kau kejam padaku, gini-gini kan kalau aku mati nanti para fansku jadi pada sedih, lagipula kau kira aku ketabrak tronton apah ? Orang aku cuma bertabrakan sama seorang gadis kecil yang imuut~ lho, dia juga sangat sopan,"balas Naruto kepada pemuda yang dipanggil 'Teme' itu.

"Masa?"tanya Sasuke dengan tampang meyakinkan.

"Iya bener Teme.."jawab Naruto tak kalah serius dan meyakinkan.

"Bodo."jawab Sasuke dingin dan dengan tampang stoic andalannya.

"Huwee .. Gaara-kun masa Teme jahat padaku,"rengek Naruto pada Gaara dengan sok manja. Sedangkan Gaara hanya bisa bengong.

"Huh.. mendokusai.. Ayolah kita lihat pertunjukan band itu, bosan lama-lama aku disini,"tutur Shikamaru dengan tampang malas.

Mereka pun bergegas pergi dari tempat itu. Menuju halaman dalam yang menjadi tempat diadakannya panggung.

^I'll Be Right Here Waiting For You^

"Hinata kau darimana saja? Mengapa lama sekali ke toiletnya?" tanya Ino dengan memasang wajah heran.

"A-ano tadi aku sulit mencari toiletnya, jadi aku harus berkeliling kampus dulu, dan tadi juga aku sempat bertabrakan dengan seorang mahasiswa, jadinya lama deh.. Maaf ya,"jawab Hinata dengan panjang lebar dan menundukan kepalanya merasa bersalah.

"Oh begitu, yaudah gapapa, ngomong-ngomong lagunya enak-enak yaa teman-teman,"balas Ino dengan senyum.

"Huh, mulai lagi deh 'kamseupay'nya,"kata Sakura dengan nada malas.

"Hhh, kau i.." Ino belum menyelesaikan kalimatnya namun terhenti karena dia terbengong melihat sekelompok anak muda yang lewat didepannya. Siapa lagi kalau bukan kelompok Gaara cs.

"Sa-sakura lihat deh ada 6 pangeran lewat,"seru Ino sambil menarik-narik lengan baju Sakura.

"Bukan bodoh ! Mereka memang keren tapi bukan pangeran Ino !"timpal Sakura dengan volume suara yang sedikit ditinggikan.

"Lihat mereka melihat kearah kita !"seru Ino heboh. Langsung ia merapikan rambutnya.

"Se-senpai.."Hinata berkata sangat pelan namun bisa didengar oleh Sakura.

"Eh? Kau bilang apa Hinata? Apa kau mengenal mereka?"tanya Sakura pada Hinata. Pertanyaan Sakura itu pun membuat Ino kini berpaling dan menghadap Hinata.

^Chapter 1 finished^

Yeay ! Akhirnya cerita Ries yang kedua jadi juga ( -_-'). Semoga disini hasil tulisan Ries ada peningkatan dibanding yang sebelumnya. Mohon kritik dan sarannya yaa dari para readers (^_^). And arigatou buat yang udah baca fic saya ini Oo iya, chapter 2 kemungkinan akan update kilat. Hehehe, kata Shou-san (Shou Saga) saya ini author rajin yang suka update kilat lho ;) (dgn sok kepedeannya) #rajin_kata_lo? *ditimpukin sendal rame2* .

"Ampuun !"teriak Ries minta ampun sambil berlindung dibelakang Naruto *my-aniki*

"Aniki ? Kayanya gue ngga punya deh imouto kaya lo, lagian kan setau ane, aye itu ditakdirkan jadi anak atu-atunye deh ama encang Masashi,"protes Naruto disertai bukti yang nyata dan dengan logat yang berubah-ubah, dari anak gahol, japanese, logat arab, sampe logat betawi. 'Wah.. Ngga konsisten amat yak ?'

Hadooh daripada Ries ngebacot yang ga jelas. Akhir kata Ries memohon sesuatu :

Review please ? ;)