First Love

.

Kim Jongin & Jung Soojung.

2011.

Kebanyakan orang bilang masa putih abu-abu adalah masa yang paling berkesan. Tapi menurutku masa dimana kita merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya adalah masa yang paling membekas. Betul tidak?

Namanya Kim Jongi. Biasanya sih aku memanggilnya Kkamjong, anggap saja itu panggilan specialku untuknya. Hehe.

"Krys!"

Dia biasa mmanggilku Krystal, katanya sih aku indah seberti batu kristal. Ew. Dasar laki-laki modal dusta.

"ya, ada apa?"

Aku mulai menyukainya sejak tingkat pertama JHS. Saat itu dia memintaku mengajarinya bahasa inggris. Well, sejak saat itu kami sedikit lebih dekat.

"aku pinjam tugas bahasa inggrismu."

Sudah tiga tahun ini (sampai sekarang) dia selalu menyontek tugas iahasa inggrisku. Alasannya selalu beragam jika aku menyuruhnya lebih giat bahasa inggris. Katanya bahasa inggris itu susah dan dia tidak terbiasa berbicara menggunakan inggris, itu salah satu alasan utama kenapa dia malas belajar bahasa inggris.

"Coba kau kerjakan dulu sendiri jika benar-benar tidak bisa baru kau tanyakan padaku. Jika kau terus menerus menyontek kapan kau akan bisa berhasa inggris!"

"Kau ini cerewet sekali."

.

Saat itu Rabu setelah ulangan tengah semester berakhir siang dia menyeretku ke kantin. Ah, aku sedikit malu jika mengingat ini. Tiba-tiba saja dia berlutut di depanku membawa susu coklat di tangan kanannya dan mawar merah di tangan kirinya.

"Soojung-ah, jadilah kekasihku,"

Apa yang dia katakan barusan?

"minum susu coklat ini jika kau menerimaku dan ambil mawar ini jika kau menolakku. Aku yakin sih kau pasti menerimaku." dia tersenyum bangga.

Ew.

Percaya diri sekali rupanya.

Sial. Mengapa harus susu coklat.

"hm,"

Kan tidak mungkin cintaku kandas begitu saja hanya karena susu coklat?

Pada akhirnya, tentu sja aku meminum susu coklat dan dia langsung menciumku. Ugh. Aku alergi susu coklat asal kalian tahu saja. Ah, dia sangat mengerti aku.

Ditengah keramaian kantin dia menciumku dengan waktu yang tidak sebentar. Itu sangat membuatku malu. Sungguh!

.

Setelah kejadian kantin itu, aku dan dia resmi berpacaran. Namun, sbelum ujian kelulusan dia mengakhiri hubungan kami. Dia harus fokus untuk ujiannya. Padahal saat itu hubungan kami baru memasuki bulan keempat.

Aku masih mencintainya? Tentu. Aku tidak menolak kok saat dia bilang kami harus berakhir, meski aku sangat sedih mendengarnya. Dan sekali lagi itu memang haknya untuk memulai atau mengakhiri sebuah hubungan, meski paa akhirnya aku harus dengan sabar menerima kenyataan ini. Dan memang apa yang bisa aku lakukan selain menerima kenyataan?

.

Setelah ujian kelulusan berakhir dia melanjutkan sekolahnya ke Jepang, tanpa memberitahukanku sama sekali.

Perasaanku? Sakit tentu saja. Dia pergi dalam kurun waktu yang aku yakin tidak akan sebentar dan dia tidak mencoba menghubungiku. Sedih? Sudah jelas bukan. Ini memang sudah keputusannya dan aku masih menyimpan perasaan ini. Walaupun aku pernah mencoba menjalin hubungan dengan pria lain namun hatiku tetap untuknya, Kim Jongin. Kkamjongku.

2014

"Soojung-ah, tolong antarkan lukisan ini pada tuan di pojok sana yang memakai kemeja merah yabg membelakangi kita."

"Baik, tuan."

Sambil membawa lukisan hasil karya seorang pelukis terkenal Mr. Jang itu, Soojung membawanya dengan hati-hati. Takut-takut kalau ia ceroboh dengan tidak sengaja menjatuhkan lukisan itu, tamatlah sudah riwayat kerjanya.

"Permisi tuan. Ini lukisan anda."

Pria itu berbalik dan. Bang!

"Ya, kamsha ham- hey. Krys?"

"uhm.. haiJongin, kau terlihat baik.

Soojung sendiri tidak tahu, ucapannya yang terakhir itu sebuah pertanyaan ataukah peryataan.