Disclaimer

Naruto © Masashi Kishimoto

Warning: fic buatan orang awam,OOC

Pairing: Gahina,Gasaku

HARI PERNIKAHAN

28 november 2009

Dear deari . Hari yang kutunggu-tunggu kini telah tiba, penantian selama 3th berakhir juga. Hari-hari menakutkanku yang selalu membuatku cemas disetiap menit yang kulalui sepanjang hari kini telah usai. Dan lembaran baru telah menyambutku hidum baru yang akan kulalui bersama seorang yang baru

Awam gelap telah tergantikan cahaya matahari, tepat pukul 07.00 pagi di sebuah gedung yang berada di pusat kota kini di penuhi orang-orang yang sedang sibuk mempersiapkan pesta pernikahan yang akan digelar dua jam lagi. Para pegawai sibuk menata ruang dengan berbagai jenis bunga yang diletakkan disetiap sisi ruangan menjadikan pesta pernikahan dua klan besar yang tidaK begitu megah namun indah dipandang.

Hinata Hyuga yang sedang gugup menanti pesta pernikahannya melimpahkan seluruh emosinya kedalam buku hariannya. Ia sudah menganggap buku itu sebagai sahabatnya, sebagai tempat menyimpan segala keluh kensahnya yang selama ini tak pernah diketahui seorang pun.

Tok tok!

"Masuklah"

"Penikahan akan berlangsung sebentar lagi tapi kau masih malas-malasan seperti ini. Harusnya kau bersukur ada pemuda yang mau menikahimu" geram Hiashi

"Maafkan aku ayah"sahut Hinata takut.

"Sudahlah aku bosan dengar permintaan maafmu. Cepat bersiap sana". Setelah mengatakan itu ia langsung pergi meninggalkan anaknya. Hiashi Hyuga memang memiliki penyakit darah tinggi sering berkata kasar pada anaknya. Meski begitu sesungguhnya didalam hatinya ia sangat menyayangi Hinata dan menggantungkan harapan yang tinggi pada hinata. Tapi karena kesalahan fatal yang dilakukan hinata ia jadi sangat membenci anaknya.

Di ruang rias Hinata sibuk memandangi dirinya didepan cermin, ia merasa seperti orang asing. Dengan menggunakan gaun berwarna putih dihiasi berbagai hiasan motof bunga dan rambut disanggul kebelakang, wajahnya dibalut make up yang tidak begitu tebal membuat kesan anggun diwajah hinata.

"Aku tidak menyangka bisa secantik ini" kagumnya pada dirinya sendiri dengan mata berkaca-kaca.

"Kau kan memang cantik putriku. Ayo bergegas acaranya sudah akan dimulai"

"Baiklah,trims bibi"

Hinata berjalan diatas altar dengan didampingi ayahnya yang berjalan dengan bangga. Selama ini Hiashi sudah putus asa, takut jika tak ada yang mau menikahi putrinya yang punya masalalu kelam itu. Ototnya menegang jika teringat kejadian beberapa bulan yang lalu yang membuat harapannya pupus pada putrinya"Bahagialah putriku Hinata" Hiashi selalu ingin menangis jika membayangkan masa depan hinata.

09.00

Para tamu undangan memberikan tepuk tangan yang meriah begitu melihat pengntin wanitanya.

09.15

"Kapan pestanya dimulai"ricuh para tamu.

"Kenapa kau harus menikahinya. Kenapa harus kau yang memetik hasil dari kesalahan kakakmu". Erang sakura.

"Diamlah ini sudah menjadi pilihanku"

"Aku tau kau tidak ingin melaksanakan pernikahan ini kan. Katakan padaku kau cuma ingin menutupi aip keluargamu kan. Ayo kita pergi sakarang, masih belum terlambat, tak akan ada yang tau kalau kita kabur bersama" teriak sakura sambil berlumuran airmata.

"Bodoh perbuatanmu hanya akan menyakiti berbagai pihak"

"Kau tidak mencintainya kan Gaara ayolah hidup bersamaku" desak sakura

Melihat Gaara yang sudah ingin menangis, Sakura langsung memanfaatkan kesempatan itu. Ia menyaret Gaara ketempat tidurnya sambil merangkulkan tangannya ke leher Gaara dan mendekatkan bibirnya.

09.30

Para tamu undangan semakin ricuh. "mana pengantin prianya"

09.45

"Tenanglah putriku dia pasti datang. Jika tidak tangan ayahmu inilah yang akan….". belum sempat menyelesaikan kata-katanya hinata sudah menggelengkan kepalnya cepat, karna taksanggup mengeluarkan suara hanya airmata yang keluar.

"Lepaskan, aku tidak boleh menghianati janjiku sendiri"

"Sudahlah Gaara mulutmu berkata tidak tapi tubuhmu merespon semua perbuatanku. Jujurlah pada dirimu sendiri kita saling mencintai kan"

Akhirnya pertahanan Gaara runtuh juga mendengar kata-kata sakura. Akhirnya airmatanya jatuh berlinang membasahi wajahnya.

Ia teringat masalalunya bersama sakura gadis yang paling ia cintai sejak SMP. Namun semuanya hancur ketika saudara kembarnya datang, sakura lebih memilih kebahagiaan yang ditawarkan saudara kembarnya disbanding dirinya yang selalu bersikap dingin.

"Aku mencintaimu Gaara, jauh lebih mencintaimu dari pada cintaku pada sasori"

Gaara mulai hanyut dalam pelukan sakura, sembari memeluk Garaa sakura mulai menanggal kan satu persatu pakaiannya. Garaa memeluk sakura semakin erat kedalam dirinya.

10.00

Para tamu semakin ricuh, ada beberapa tamu undangan yang sudah bersiap untuk pulang.

"Tenanglah, kamimohon. Pernikahan ini akan tetap dilaksanakan. Pengantin prianya pasti akan datang. Mohon tunggu sebentar" pengumuman temari membuat semua tamu undagan menjadi tenang.

Bruk!

"Ayah bangunlah ayah, maafkan aku yang telah mempermalukan ayah" isak tangis hinata semakin menjadi-jadi melihat kondisi ayahnya saat ini. Ia merasa sebagai anak pembawa sial dalam keluarganya,karna ia lah yang membawa aip pada keluarganya.

Semua tamu undangan jadi ricuh kembali melihat hiashi hyuga pingsan.

"Cepat berikan pertolongan"

"Temari kau sudah hubungi Gaara"

"Sudah dad, tapi telfonku tidak diangkat dan smsku juga tidak dibalas"

"Kau…kau sudah tidak virgin…. Tapi sasori bilang dia tidak pernah menidurimu" geram garaa.

"Bi…bisa ku jelaskan. Bukankah gadis yang akan kau nikai juga sudah tidak…"

Plak!

"Diamlah.. dia itu Cuma korban dari kebiadapan sasori ternyata aku bisa kena tipu dayamu. Kau dari dulu memang tidak berubah. Sasori memang tolol mengapa dia lebih memilih gadis sepertimu daripada hinata"

Gaara bergegas memakai pakaiannya lagi. Lalu ia mencari handphonenya yang sengaja di silen.

"ada 20panggilan tak terjawab dan 15 pesan"

'Temari'

"Dasar kau . kemana saja kau, kau ingin menjadi laki-laki tidak bertanggung jawab seperti kakamu. Lihat karna perbuatanmu sampai pingsan"

Gaara melihat jam tangannya. "Gawat sudah jam setengah 11"

Gaara segera berlari meninggalkan apartemen sakura. Sedangkan sakura hanya bisa meratapi kepergian gaara.

'Kini satu lagi pujaan hatiku telah pergi, selalu saja seperti ini. Kisah cinta tragisku yang selalu berakhir dengan ditinggalkan. Memangnya salah jika aku ingin memiliki semuanya, apakah terlalu egois. Bukankah semua manusia dimuka bumi ini juga egois. Aku hanya ingin disayangi aku hanya tidak ingin melepas semua yang menyayangiku untuk orang lain. Karena mereka milikku'

"Lihat saja nanti gaara kau akan menyesal karna telah meninggalkanku"

"Sial! Macet"

Tepat saat taxi yang ditumpang gaara berhenti di lampu merah. Gaara segera turun dari taxi yang ditumpanginya dan memutuskan untuk berlari menuju gedung tempat pesta pernikahanya dlaksanakan.

'Bukankah dulu gadis itu pernah berlari tengah malam dari rumahnya sampai rumahku demi memenuhi keinginan Sasori. Tapi mengapa saat ini malah aku yang berlari untuknya. Apa setiap kesalahan yang dilakukan sasori harus aku yang menanggungnya. Sial '

Begitu sampai digedung tempat pesta pernikahanya. Para tamu undangan yang tersisa melongo, ada juga yang memaki melihat kondisi Gaara yang tidak sepantasnya menjadi pengantin pria.

Dengan setelan jas yang dipakai asal-asalan dan kemeja yang tidak terkancing seluruhnya,lalu dasi yang dipakai tidak sewajarnya dan rambut acak-acakan dengan peluh membanjiri tubuhnya.

Melihat kondisi calon suaminya dan apa yang telah terjadi pada ayahnya. Ia ingin sekali berlari meninggalkan tempat ini dan menangis sejadi-jadinya. Namun Hinata tau jika itu dilakukanya hanya akan menambah aib kedua keluarga.

Gaara berjalan gontai menuju altar dengan wajah tanpa akspresi. Sambil merapikan kemeja dan membenarkan dasinya, Gaara menghampiri Hinata lalu berdiri disampingnya.

" Maafkan aku" Bisik Gaara,tanpa menoleh sedikitpun pada Hinata.

Dan pesta pernikahan pun dimulai. Dengan disaksikan setengah dari para tamu yang tersisa dan para keluarga dari pengantin pria dan wanita.

Meski dengan kondisi pengantin pria yang acak-acakan dan pengantin wanita yang makeup nya luntur karna air mata,lalu cemoohan para tamu. Pesta pernikahan berlangsung dengan hikmat.

Neji yang sedari tadi menahan emosi dan Hanabi yang terus-terusan menangis karna tidak tega melihat kakaknya. Segera meniggalkan pesta begitu selesai mengucapkan selamat tinggal pada sedikitpun menoleh atau sekedar menyapa Gaara dan keluarga Sabaku yang kini telah menjadi bagian dari keluarganya.

Gaara dan hinata masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan keluarga Sabaku untuk mereka berdua.

"Aku sudah bertanggung jawab atas semua kesalahan yang dilakukan Sasori padamu. Tapi satuhal yang aku minta darimu,jangan pernah sekalipun kau menyamakan aku dengannya meskipun kami kembar"

TBC