Prolog

Hanya melihat senyum gadis itu dari kejauhan, membuat Mikoto Mikoshiba ikut tersenyum.

Meskipun bukan dirinya yang membuat gadis itu tersenyum.

Mikoto hanya ingin melihat tawa gadis itu, meskipun bukan lelucon recehnya yang membuat gadis itu tertawa.

Meski begitu, ia merasa senang.

Yang Mikoto suka hanyalah tawa dan senyum gadis itu.

Tapi, gadis itu sama sekali tidak pernah meliriknya.

Chiyo Sakura, itulah nama gadis yang membuatnya jatuh cinta untuk pertama kali.

Di ujung lorong SMA Roman, Mikoto hanya bisa memandang Chiyo yang sedang bercanda bersama Umetaro Nozaki, sahabat Mikoto sejak SMP.

Mikoto mengalihkan pandangannya ke arah jendela. Musim semi telah tiba. Bunga sakura sudah mulai bermekaran. Warna pink pun mulai mendominasi di seluruh kota.

Mikoto hanya bisa tersenyum memandang bunga Sakura yang tertiup angin musim semi.

"Ohayou Mikoshiba!"

Bersamaan dengan suara yang memanggilnya, sebuah tangan kurus pun merangkul pundaknya.

"Kashima!"

Yuu Kashima, sahabat baik Mikoto. Meskipun penampilannya seperti anak laki-laki, sebenarnya dia ini perempuan tulen. Coba saja kalau gadis berambut pendek ini tidak pakai rok. Orang bisa salah mengiranya adalah anak laki-laki.

"Melamun lagi? Pagi-pagi kok udah melamun. Nanti kesurupan lho."

"Nggak ada hubungannya denganmu, baka!"

"Sensi amat pagi-pagi? Lagi 'M' ya?" tanya Yuu heran. Niatnya kan hanya bercanda.

"Baka! Mana mungkin laki-laki bisa 'M'?!" sahut Mikoto sewot.

"Lo rese' kalo lagi laper. Kantin yuk. Gue belum sarapan nih!"

"Sori. Kayaknya emang bawaan laper," ujar Mikoto.

"Yaudah yuk!" ajak Yuu sambil melangkahkan kaki jenjangnya menuju kantin. Tanpa disuruh dua kali, Mikoto pun mengikuti sahabatnya.

Lalu, mereka pun melewati Chiyo yang sedang asyik mengobrol dengan Umetaro. Keduanya seperti tidak menyadari dua orang dari kelas 2-G—Mikoto dan Yuu—lewat.

'Terlihat seru, namun hanya begini saja, aku sudah cukup,' batin Mikoto.

—tbc—