..

..

..

Teacher Teacher

Main Cast : HunHan

Other Cast : sesuai dengan alur cerita

..

..

..

Seorang guru yang bingung akan perasaanya setelah melihat malaikatnya didalam kelas yang diajarinya

..

..

..

Di kelas B48 sekolah Seoul , hanya seorang gadis malas yang tidak fokus dan mau mendengarkan penjelasan dari Shindong Saem karena dirinya tidak menyukai cerita yang diceritakan oleh orang tersebut. Namun tidak ada satu pun yang berani mengikuti keberanian gadis tersebut untuk tidak mendengar penjelasan dari Shindong Saem karena Shindong Saem kalau sedang marah cukup mengerikan untuk disaksikan apalagi dialami.

"Hei Chan..." Luhan menggangu sahabatnya yang sedang fokus mendengar perkataan sang guru

"Shh..." Chanyeol menyuruh sahabatnya untuk diam sedangkan Luhan hanya cemberut saja setelah mendapat respon seperti itu dari sahabat dobinya yang yang yang sangat tinggi

Luhan malas sekali jika sudah guru yang sangat dia benci masuk kedalam kelas untuk mengajar karena semuanya hanya mendengar cerita yang tidak penting. Coba banyangkan pelajaran sejarah dihubungkan dengan keluarga yang ada dichina sana, apa hubungannya coba.

TINGGGG

"Baiklah, minggu depan kita lanjutkan ceritanya" sang guru membereskan bukunya dan keluar dari kelas dengan langkah santainya

"Hah... Akhirnya..." Luhan lega karena guru yang sangat dibencinya sudah keluar dari kelas, hanya satu les yang memakan waktu empat puluh menit saja rasanya sudah seperti satu harian dan membuatnya sangat bosan

"Kau kenapa memanggilku tadi?" Chanyeol membalikkan badannya hingga menatap Luhan yang sedang bersantai

BUGH

"Aww..." Chanyeol mengadu kesakitan ketika kepalanya dipukul tanpa perasaan oleh sahabat rusanya yang sialnya cantik

"Sudah telat" Luhan jengkel karena sahabatnya baru merespon apa yang sudah dikatakannya tadi

"Kau nakal jadi orang" Chanyeol mengelus kepalanya yang habis kena pukulan cinta dari sahabatnya

Luhan ingin membalas perkataan Chanyeol yang memang benar namun sebuah suara menghentikan aktifitasnya untuk mengerjai sahabatnya.

"Pagi anak - anak"

Hanya dengan sebuah suara yang sangat manly membuat semua perhatian menuju sumber suara, semuanya terpana dengan ketampanan seorang pria yang mungkin akan menjadi guru baru mereka.

"Pagi pak" semuanya menjawab dengan senyuman manis karena terpesona dengan ketampanan guru tersebut

Luhan tersenyum nakal karena senang memiliki satu - satu guru tamapan dikelas mereka, berbeda dengan para siswa pria karena cemburu kekasih mereka lebih terpesona dengan guru baru tersebut yang kulitnya sangat putih.

"Baiklah, perkenalkan nama saya Oh Sehun dan kalian bisa memanggil saya Saem Oh" Sehun memperkenalkan dirinya kehadapan semua siswa yang terpesona padanya, Sehun mengetahui dirinya menjadi sorotan namun hal itu sudah biasa baginya

"Saya disini untuk menggantikan Saem Kim karena beliau sedang cuti melahirkan" Sehun menjelaskan kedatangannya kekelas ini sedangkan yang lain paham dengan adanya guru baru yang sangat mempesona

"Baiklah, sekian perkenalan dari saya dan saya ingin mengabsen kalian satu persatu" Sehun mengambil buku absen untuk lebih mengenal siswanya satu persatu

"Minho"

"Hadir Saem"

"Chanyeol"

"Hadir Saem"

"Mingyu"

"Hadir Saem"

"Joshua"

"Hadir Saem"

"Hyuna"

"Hadir Saem"

"Krystal"

"Hadir Saem"

"Luna"

"Hadir Saem"

"Yoona"

"Hadir Saem"

"Yuri"

"Hadir Saem"

"Luhan"

"Hadir Saem"

"Baiklah, mari kita mulai pelajarannya"

Sehun sudah selesai mengabsen semua siswa yang ada didalam kelas B48 dan membuka bukunya untuk melanjutkan materi yang tertinggal dari Saem Kim.

"Saem, saya ingin bertanya"

"Baiklah, silahkan bertanya" Sehun tidak bisa menolak karena statusnya sebagai guru harus bisa menjawab semua pertanyaan umum dari siswa

"Apakah Saem sudah memiliki kekasih?" Hyuna bertanya tanpa tahu malu sedangkan yang lain menyoraki keberanian Hyuna bertanya hal privasi tersebut

"Saya belum memiliki kekasih" Sehun mengatakannya dengan jujur karena sampai saat ini dia belum memiliki kekasih

"Benarkah?" Hyuna tidak percaya karena Sehun Saem sangat tampan namun belum memiliki kekasih hingga saat ini

"Iya, sudah buka buku kalian halaman 148. Silahkan dibaca kemudian jawab soal pada halaman 150 dan dikumpul sekarang juga"

Sehun memberikan perintah mutlak dengan tegas sedangkan yang lain mendesah kecewa karena guru tampan mereka memberikan banyak kali tugas dan harus dikumpul saat ini juga. Semuanya mengerjakan dengan tenang sedangkan Sehun memperhatikan wajah siswanya yang sangat cantik dan tampan, namun dirinya terpesona pada siswa bernama Luhan yang sangat cantik jelita.

"Kau sudah siap?" Sehun bertanya karena sedari tadi Luhan hanya bersantai sambil memeriksa kerjaannya

"Sudah Saem" Luhan memasang tampang polosnya untuk menjebak Sehun Saem kedalam pesonanya

"Sini saya periksa" Sehun mengambil buku Luhan untuk diperiksa sedangkan Luhan memperhatikan Sehun Saem yang sedang fokus membaca bukunya kelihatan sangat sexy ditambah Sehun Saem memakai kemeja putih dengan tubuhnya yang sangat bagus

"Semuanya benar"

Sehun menebak jika Luhan adalah anak terpintar dikelas ini karena cari cara belajar dan menjawab soal semuanya sangat cepat dan sempurna.

"Terima kasih Saem" Luhan senang karena pertama kali dipuji guru dan juga yang memuji adalah mahluk yang sangat tampan seperti Sehun Saem

Sehun berkeliling kelas untuk memeriksa kerjaan siswanya yang tergolong pintar karena masuk ke kelas unggulan.

TINGGGG

"Baiklah, silahkan kumpul semuanya dan berikan pada Luhan. Luhan tolong bantu bawa kemeja saya" Sehun menyuruh Luhan untuk membawakan semua tugas untuk dikumpul karena dirinya cuma lebih mengenal Luhan dibandingkan dengan yang lainnya

"Baik Saem"

Luhan dengan senang hati membantu untuk mengumpulkan tugas sesuai perintah Sehun Saem sekalian untuk modus berdekatan dengan cowok tampan tersebut.

"Ayo"

Sehun mengajak Luhan keruangannya untuk diletakkan diatas meja sedangkan Luhan dengan senang hati mengikuti Sehun Saem dari belakang.

"Letakkan disini saja, terima kasih Lu" Sehun tersenyum tulus pada Luhan sedangkan yang diajak bicara justru terpana melihat senyuman manis milik cowok tampan didepannya

"Hm" Luhan hanya mengangguk untuk menghilangkan rasa gugupnya

"Saya permisi dulu Saem" Luhan pamit karena jantungnya akan selalu berdebar tiga kali lipat jika berdekatan dengan Sehun Saem yang super tampan dan imut ketika tersenyum

"Hm, sekali lagi terima kasih"

Luhan menghilang dibalik pintu sedangkan Sehun sibuk menyimpan semua perlatan mengajarnya untuk pulang kerumah.

..

..

..

Chanyeol, Joshua dan Luhan bermain kerumah sahabat mereka yang bernama Mingyu untuk mengerjakan tugas dari Daruma Sensei. Daruma Sensei adalah guru tergalak yang ada di Seoul Internasional School dan sialnya mengajar dikelas Luhan cs.

"Lu, menurutmu apakah Sehun Saem sangat tampan sehingga semua wanita mengidolakannya"

Chanyeol bertanya hal tersebut karena sedari tadi disekolah banyak sekali yang menggosipkan tentang Sehun Saem yang sangat tampan padahal mereka juga tidak kalah tampan dari Sehun Saem.

"Sangat tampan" Luhan menjawab dengan jujur karena dirinya juga terpesona dengan Sehun Saem namun masih sekedar rasa fans pada idolanya saja untuk saat ini

"Dibandingkan dengan kami?" Chanyeol masih tidak terima jika Sehun Saem lebih diidolakan daripada mereka karena mereka semua juga tampan

"Masih Sehun Saem jauh lebih tampan. Chanyeol chanyeol, kau terlihat seperti orang bodoh jika cemburu seperti itu"

"Ish..." Chanyeol kesal karena Luhan sahabatnya sama dengan yang lainnya lebih memilih Sehun Saem dibandingkan dengan mereka dan mengatainya bodoh lagi

"Apasih hebatnya dia, lebih tampan kami daripada dia si tembok" Chanyeol sebal pada Luhan sahabatnya karena lebih memilih Sehun Saem daripada dirinya yang jauh lebih tampan sedangkan Luhan hanya geleng – geleng kepala melihat sahabatnya yang kekanakan

"Chanyeol jangan seperti itu, kalau memang Sehun Saem lebih tampan dari kita kau mau bilang apa?" Joshua jengah melihat Chanyeol yang seolah tidak mau disaingin oleh Sehun Saem yang langsung populer hari pertama dikelasnya

"Benar, kalau kau merasa tampan maka tunjukkan pesonamu. Jangan bibir saja melengkuk kebawah seperti minta dipotong" Mingyu menimpali karena cukup unik memiliki teman atau sahabat aneh seperti Chanyeol

Chanyeol semakin mencebikkan bibirnya, karena tidak ada yang membelanya untuk hal ketampanan justru membullynya dan membuatnya semakin banyak diam tidak seperti biasanya.

Mereka mengerjakan tugas Daruma Sensei dengan cepat karena Luhan ingin pulang lebih awal sesuai dengan janjinya pada sahabatnya Baekhyun yang sedang menginap dirumahnya.

"Aku duluan ya, bye" Luhan pamit pulang duluan karena tugasnya sudah siap dan memberikan bukunya pada yang lain untuk belajar dan beruntungnya tugasnya akan dikumpul minggu depan sehingga mereka masih bisa bertanya kapan – kapan pada Luhan

Luhan berjalan kaki untuk menuju rumahnya yang cukup jauh dari rumah Minggyu namun hal itu sudah bisa untuknya sekalian berolahraga dengan jalan kaki. Merasa haus dan ingin yang segar, Luhan membeli caffe latte dicafe terdekat dan bersyukur karena dirinya masih bisa meminum minuman kesukaannya hari ini.

Selesai membeli caffe latte, Luhan melanjutkan perjalanannya untuk pulang kerumah sambil meminum minuman segar yang dia belli.

Dirinya cukup terkejut karena melihat Sehun Saem yang dia sukai dikota lebih tepatnya sedang berbelanja bulanan dimarket kota dan membuat dirinya baru menyadari bahwa Sehun Saem ternyata keren juga dengan baju kasual dengan celana jeans.

Luhan ragu apakah dirinya ingin memanggil Sehun Saem yang berada tepat didepan matanya dan coffe late miliknya hampir tumpah karena grogi untuk memanggil Saem kesayangannya.

Antara ingin menyapa dan tidak ingin menyapa Sehun Saem membuat Luhan bimbang akan dirinya sendiri. Luhan bertekad karena takdir ada ditangannya sehingga berani menyapa Sehun Saem dan tidak peduli akan respon orang lain akan dirinya serta dirinya dibicarakan oleh banyak banyak bukan masalah untuknya.

"Sehun Saem" Luhan memanggilnya sambil berjalan menuju market yang sama sekali bukan tujuan awalnya

Sehun membalikkan badannya dan cukup terkejut karena menemui Luhan dimarket yang akan dia kunjungi "Luhan"

Sehun cukup malu dipanggil Saem diluar jam pelajaran, tapi untuk menjaga kesopanan dan tata krama, dirinya tidak mempermasalahkan panggilan yang diberikan Luhan padanya.

"Sedang apa Saem?" Luhan bertanya seperti teman lama yang jumpa sedangkan Sehun hanya tersenyum saja pada Luhan

Luhan terpana karena senyuman Sehun Saem sangat menarik hatinya serta menggoda imannya untuk memiliki Sehun Saem secepatnya.

"Sedang belanja bulanan, kau sedang apa Lu?" Sehun sebenarnya berharap untuk tidak bertemu Luhan diluar sekolah karena Luhan sudah mencuri pandangnya pada pandangan pertama

"Habis kerja kelompok dirumah Minggyu Saem" Luhan menjawab dengan jujur karena dirinya masih berpakaian sekolah dan membawa tasnya

"Baiklah, Saem duluan ya" Sehun masuk kedalam market dan meninggalkan Luhan yang masih diam ditempatnya

"Menarik." Luhan suka karena Sehun Saem sangat perfect untuknya jika menjadi kekasih

..

..

..

Sesampainya dirumah, Luhan menuju kamarnya yang berada dilantai dua karena dirinya ingin privasi yang tenang dari berbagai sumber suara.

"Dari mana saja kau anak nakal" sebuah suara atau lebih tepat amukan langsung diajukan padanya yang berhenti ditempat dan berdoa agar dirinya tidak dihukum seperti biasa

"Eomma, habis kerja kelompok dengan teman – teman" Luhan selalu takut pada Eommanya yang sangat galak seperti singa betina

"Kau yakin?" Heechul bertanya tidak yakin karena Luhan sering ketahuan berbohong padanya dan membuatnya tidak pernah percaya lagi pada putrinya yang sudah berbohong padanya

"Iya Eommaku sayang" Luhan bingung bagaimana cara menyakinkan Eommanya yang sangat – sangat emosional

"Baiklah Eomma percaya, naik kekamar dan ganti bajumu setelah itu makan siang dimeja makan"

Heechul pergi setelah memberikan perintah pada Luhan yang harus mematuhinya atau mendapat hukuman yang tidak enak seperti uang jajan dipotong atau fasilitas internetnya dicabut hanya karena masalah kecil.

Luhan naik ketingkat dua dimana kamarnya berada dengan terburu – buru untuk mengganti baju dan setelahnya dirinya langsung turun untuk makan siang sebelum nyonya besar Heechul yang sialnya Eommanya mengamuk dan meneriakinya disiang bolong.

Terkadang dirinya menyesal kenapa lahir dari Eomma yang sangat galak dan terkadang bersyukur karena semua fasilitas dan permintaannya terkabulkan dalam hitungan detik. Luhan bertanya pada Tuhan dalam doanya 'dosa apa yang telah kuperbuat dimasa lalu sehingga hidupku seperti ini dimasa ini, benar – benar tidak adil untuknya..'

Sore harinya Luhan mengajak Baekhyun untuk jalan – jalan dan mengenal beberapa tempat disekitar rumahnya, maklum saja Baekhyun berasal dari Bucheon sehingga tidak terlalu mengetahui lokasi di seoul.

"Kau betah dirumah daritadi?" Luhan bertanya pada Baekhyun yang sedang sibuk memakan es krimnya sambil jalan

"Eoh, tentu saja" Baekhyun menjawab setelah menjilat es krim yang sangat nikmat rasa strawberry

"Hah…"

Luhan menghela nafas karena tidak pernah kepikiran olehnya bahwa akan ada orang yang bertahan tinggal dengan singa betina.

Baekhyun yang melihat sahabatnya Luhan menghela nafas cukup aneh dengan pertanyaan yang baru saja diajukan oleh sahabatnya "Kenapa kau bertanya seperti itu dan kenapa kau baru saja menghela nafas?"

"Tentu saja, Eommaku sangat galak dan tidak pernah percaya padaku" Luhan menceritakan hal yang selalu membuat masa – masanya menjadi sulit ketika berada dirumah

"Tapi tadi kulihat Eommamu sangat baik padaku" Baekhyun tadi memasuki rumah Luhan dan bertemu dengan Bibi Xi tidak kena marah dan sebagainya justru Bibi Xi sangat baik padanya dan berbanding tiga ratus enam puluh derajat dari yang Luhan katakan barusan

"Mungkin karena kau tamu sehingga dia tidak berani memarahimu" Luhan juga bingung namun itu lahh yang terlintas dipikirannya dan mengatakannya secara gamblang pada Baekhyun

"Ada – ada saja, ayo kita lanjutkan jalan – jalannya" Baekhyun malas membahas yang tidak - tidak dan memilih untuk melanjutkan jalan – jalan mereka yang belum siap

Sisanya mereka lanjutkan dengan jalan – jalan dan beli minuman karena Baekhyun si gendut selalu mengaku kehausan dan membeli minuman yang cukup banyak/

~TBC~

Kembali lagi dengan cerita baru dengan judul Teacher Teacher terinispirasi dari lagu AKB48 – Teacher Teacher

Selamat kepada AKB48 yang sudah merilis Lagu Teacher Teacher pada tanggal 31 Mei 2018