Like I'm Gonna Lose You.

Cross Gender, Romance, Drama, OOC.

Rate M (NC-21)

Choi Siwon x Cho Kyuhyun.

Siwon tengah di bakar cemburu, kehadiran teman lamanya menjadi alat Siwon untuk membuat Kyuhyun seolah akan kehilangan dirinya.

-Like I'm Gonna Lose You-

Oktober 2008, Manhattan, New York City.

Manhattan merupakan pusat perekonomian sekaligus pusat kota New York. Salah satu kawasan di Manhattan yang menarik untuk dikunjungi adalah SoHo. Ditempat ini terdapat banyak sekali galeri seni dan pertokoan, baik yang berskala nasional maupun internasional. Hal itu membawa Kyuhyun untuk menelusuri sekitar kawasan fashion tersebut. Sesekali dia memotret sekeliling yang menampilkan pemandangan indah khas New York.

"Astaga, tempat ini memang sangat indah." Decak kagum Kyuhyun tidak pernah henti. Masuk ke dalam salah satu toko, tujuan Kyuhyun adalah membeli sesuatu yang bisa di bawa pulang ke Korea. Kyuhyun fokus memilih sepatu yang menjadi barang favoritenya. Terdapat brand ternama diantaranya adalah Adidas dan Steve Madden.

"Ommo! Itu dia sepatu yang aku cari." Dengan cepat Kyuhyun menghampiri tempat sepatu yang menjadi pilihannya. Saat dia menyentuh sepatu itu, seorang pria juga menyentuh sepatu itu. Merasa ada yang menyentuh punggung tangannya, Kyuhyun mengangkat wajahnya ke depan. "Ommo, seorang pria membeli sepatu wanita?" Pikir Kyuhyun.

Pria itu terlihat gugup seakan mengerti tatapan Kyuhyun. Dia mengangkat tangannya dari Kyuhyun lalu berdehem pelan, Kyuhyun masih memandangnya, "Dia seperti orang Korea." Pikir Kyuhyun lagi.

"Siwon, what are you doing? Come here, I got my shoes!" Panggil seorang pria bule pada pria yang berdiri di depan Kyuhyun. Siwon, nama pria itu tersenyum lalu berjalan ke arah pria bule tadi. Kyuhyun memandang punggungnya, "Siwon? Sepertinya dia orang Korea sepertiku." Gumam Kyuhyun tanpa sadar tersenyum.

Keesokan harinya, taksi membawa Kyuhyun ke Staten Island Ferry. Staten Island Ferry adalah kapal ferry yang berlayar dari Manhattan menuju Staten Island, salah satu wilayah di New York City yang juga berupa pulau seperti halnya Manhattan. Kyuhyun memandang pemandangan New York Harbor yang indah. Dalam perjalanan juga Kyuhyun dapat melihat patung Liberty dari dekat.

Kyuhyun masih belum sadar kalau seorang pria duduk disebelahnya, Kyuhyun masih fokus memandang pemandangan. Saat Kyuhyun memandang keseluruh penjuru kapal, dia baru sadar jika disebelahnya ada pria yang pernah ditemuinya di toko.

Wajah Kyuhyun tiba-tiba memanas saat berpandangan dengan pria itu. Pria itu tersenyum menampilkan dimplenya. "Apa kau orang Korea?" Tanya pria itu kemudian. Kyuhyun mengangguk pelan, "Iya, aku orang Korea." Jawab Kyuhyun. Pria itu mengulurkan tangannya, "Choi Siwon." Ucapnya memperkenalkan diri. Kyuhyun menerima uluran tangan Siwon, "Cho Kyuhyun."

Keduanya saling tersenyum lalu mulai mengobrol ringan dan memutuskan untuk jalan-jalan berdua mengelilingi New York. Mereka pergi ke tempat-tempat populer dari Patung Liberty, Times Square, Central Park sampai Fifth Avenue tempat pertama mereka bertemu pada waktu itu.

Kyuhyun tersenyum mengingat masa lalu. Pertemuan pertamanya dengan Siwon, 7 tahun yang lalu. New York, kota kelas atas yang menjadi saksi pertemuan keduanya. Siwon, pria yang Kyuhyun temui pertama kali di salah satu toko terkenal di New York kembali dipertemukan dengannya saat dia berkeliling seorang diri. Kyuhyun juga ingat saat Siwon melamarnya.

Hari itu salju pertama turun di New York, dia yang saat itu masih begitu muda tengah berjalan bersama Siwon di sekitar Brooklyn Bridge, salah satu jembatan gantung tertua di Amerika Serikat. Hari dimana dia merasa gembira karena Siwon mengajaknya kencan romantis seharian penuh.

Tangan Siwon merogok kantong coat hitamnya, dia bersiap mengeluarkan cincin yang akan dia berikan untuk Kyuhyun. dua tahun menjalani hubungan membuat Siwon mantap untuk meminta Kyuhyun mendampinginya seumur hidup. ''Apa kau mau menikah denganku, love?''

Lamunan Kyuhyun hilang saat Siwon masuk ke kamar. Kyuhyun tersenyum pada orang yang dicintainya, ''Sayangku, kau sudah pulang?'' Kyuhyun tidak jadi bangun karena Siwon terlebih dahulu mendekatinya. ''Love, 10 jam tidak bertemu denganmu membuatku sangat rindu.'' Siwon mencium pipinya mesra. Kyuhyun hanya terkekeh, ''Bicaramu semakin berlebihan saja.''

Siwon tersenyum, tangannya mengelus pipi Kyuhyun. ''Matamu sembab, jadi tidak cantik lagi.'' Ucap Siwon bercanda, Kyuhyun cemberut lalu mengambil cermin dari atas buffet samping tempat tidur. ''Aku menangis karena menonton drama.'' Siwon tertawa kecil mendengarnya, ''Apa aku begitu lucu!'' Kyuhyun sedikit menaikan nada bicaranya.

''Tidak terlalu love, kau terlihat sangat lucu saat kita sama-sama panas!''

Astaga, mulut Kyuhyun menganga mendengarnya. Jika Kyuhyun terlihat lucu saat mereka panas, kenapa Siwon terus saja menyerangnya bukannya tertawa. Mungkin lucu dalam artian lain, hanya Siwon yang tahu soal itu. Kyuhyun tidak mau peduli, dia turun dari ranjang lalu dengan cepat membuka dasi yang masih terpasang di leher suaminya.

''Aku teringat pada New York, tempat kita bertemu dan berkencan.''

''Benarkah, aku juga rindu pada kota itu.''

Kyuhyun tersenyum dan nampak berpikir tanpa sadar jika dia hampir membuka seluruh kancing kemeja Siwon.

''Love, apa kau mau memandikanku.'' Siwon tersenyum geli saat mengatakan itu. Kyuhyun sadar lalu menatap tangannya sendiri, ''Bagaimana kalau...'' Kyuhyun berbisik di telinga Siwon. Siwon tersenyum senang, ''As your wish, love!''

Kyuhyun's Pov-

Aku menggigit bibirku saat gairah pada diri suamiku mulai muncul, rasanya darahku terbakar dan jantungku melompat di tempat. Dia menarik pinggangku untuk mendekat padanya, tanganku refleks meraih rambutnya saat mulutnya menciumku. Dia mendorongku sampai menempel di tembok yang entah sejak kapan tidak terasa dingin saat menyentuh kulit punggungku yang hanya berbalut pakaian tipis.

''Ukh, sayang~'' Aku mengerang di dalam mulutnya, tangannya memegangi kedua pinggangku agar diam saat dia mempermainkan lidah dan mulutku.

Sejenak Siwon melepaskan ciumannya, matanya berkilat menatapku. ''Aku tidak bisa menolak pesonamu, love! Pesona lucumu sudah muncul.'' Aku hanya tersenyum dan membiarkan saat Siwon membuka kancing kemeja berbahan tipisku. Setelah selesai membuka kancingku, dia menarik lepas kemejaku melewati bahu. ''Kau indah love, tidak pernah berubah.''

''Apakah yang satu lagi masih sama indahnya?'' Siwon mengedipkan mata sambari meraih pinggang celana panjangku. Membuka kancing dan menarik turun risletingnya. ''Kau sudah melihatnya selama 5 tahun, Siwon.'' Aku mengingatkannya. Dia menyentuh pahaku, aku menggigit bibir saat merasakan sentuhannya. ''Angkat kakimu love!'' Perintahnya. Aku menurut dan mengangkat kakiku satu persatu, dengan cepat Siwon melepas celanaku.

''5 tahun ya? Itu artinya aku sudah melihatnya selama 370 kali.'' Siwon berhenti dan memandangiku setelah berhasil melepas kemeja dan celana pendekku. ''Hmm, kau sangat beruntung. Sepertinya lebih dari 370 kali, terkadang kita melakukannya tidak teratur.'' Aku memainkan mata padanya. Siwon terlihat gemas, ''Aku tidak tahan love, pesona lucumu menyilaukan. Sekarang katakan padaku, aku harus mulai darimana sekarang?''

''Kiss me!'' Bisikku, membawa tangan Siwon ke bibir lalu turun ke leherku. Siwon mengambil ikatan di meja riasku lalu mengikat rambut blonde panjangku. ''Kau memang si imut dengan pesona lucu.''

''Cium aku, sekarang!'' Aku mulai memerintah. Siwon menggelengkan kepala, ''Aku yang mengontrol semuanya love, aku suka memulainya dari bawah!'' Dia berjongkok di depan pahaku, aku merasa sangat tegang sekarang. Rasanya kakiku ikut bergetar, ini bukan yang pertama tapi sensasinya selalu membuatku penasaran dengan adegan selanjutnya.

''Ukh~'' Aku merapatkan kedua kakiku saat telapak tangan besarnya menyentuh pahaku. Menggodaku dengan menaik-turunkan tangannya, sesekali dia menggoda 'milikku' dari luar pantiesku. ''Tenangkan dirimu love.'' Siwon menahan agar kakiku berhenti bergerak-gerak, demi Tuhan rasanya menggelikan dan aku rasa sesuatu mulai membasahi 'milikku'.

Siwon berhenti lalu berdiri, ''Sayangnya aku masih berpakaian lengkap.'' Ucapnya dengan nada menyesal. Aku gemas lalu memukul pelan lengannya, ''Baiklah, akan aku lakukan!'' Dengan perlahan aku berlutut di depannya. Dengan jari gemetar aku membuka ikat pinggangnya, perlahan menarik celana hitam panjang dan boxernya ke bawah. Suamiku yang hot ini tidak pernah lupa memakai celana dalam untuk menutupi 'miliknya' yang super.

Aku mengeluarkan milik Siwon dari underwearnya. Melingkarkan jari telunjuk dan jempolku di antara milik Siwon. Mengurutnya dari pangkal hingga ujung, memainkan jariku dengan sesuka hati. Milik Siwon mengeluarkan sedikit cairan bening, aku menjilatnya dengan ujung lidahku. Perlahan aku masukan milik Siwon ke dalam mulutku, menghisapnya dengan kuat.

"Love~" Siwon mengerang dan membelai rambutku. Aku semakin bersemangat untuk mempermainkannya, rasanya menyenangkan dan aku mulai menyukainya setiap kali kami melakukan ini.

''Stop it!'' Dia mengaduh saat aku semakin liar, Siwon memang tidak suka melepaskan hasratnya di dalam mulutku. ''Lucunya kau love!'' Siwon kembali meraih bibirku dan membawaku pada ciuman penuh tuntutan, rasa ciuman yang berbeda dari tadi. Masih ada sisa cairan Siwon di bibirku, kini menyatu dengan salivanya. Dia juga ingin merasakan rasa miliknya sendiri, aku pikir.

Author's Pov-

Bibir hangat Siwon mulai sibuk meninggalkan jejak di tulang selangka Kyuhyun yang indah lalu turun ke pundaknya. Kyuhyun memejamkan mata sambil meremas rambut halus Siwon. Saat ini mereka sudah dalam keadaan naked di atas tempat tidur dengan Siwon yang menindih Kyuhyun. Bibir Siwon terus menelusuri kulit halus Kyuhyun, mungkin jika wajah Siwon terdapat kumis halus atau brewok tipis bisa membuat kulit Kyuhyun memerah tapi untunglah wajah Siwon bersih dari bulu.

''Kau hanya milikku, love!'' Siwon berlutut lalu menarik kaki Kyuhyun sampai menjuntai diatas tempat tidur. Dia membuka lebar paha Kyuhyun, Kyuhyun langsung menutup matanya karena sudah tahu sensasi apa yang akan dia dapatkan selanjutnya.

''Hmmmnghh~'' Kyuhyun meremas seprei saat bibir Siwon mulai melakukan aksinya.

Siwon melahap milik Kyuhyun yang telah basah. ''Ohh, cintaku~'' Siwon melahapnya dengan rakus, menjilati sisa cairan Kyuhyun, mempermainkan milik Kyuhyun sesuka hatinya. Kyuhyun menegakkan tubuhnya, menunduk melihat aksi Siwon yang begitu pandai dan berpengalaman.

Siwon menatap lekat Kyuhyun sambil tersenyum, menjilati daerah bibir dan dagu Kyuhyun lalu mengecup pipi kanan Kyuhyun. ''Kita mulai sekarang love, tahun ini kita harus mendapatkan Baby!''

''Iya, aku sangat ingin bayi. Kita sudah menunggunya selama 5 tahun.''

''Tentu, love! Kita akan mendapatkannya!''

Siwon membuka lebar kaki Kyuhyun, menuntun miliknya ke milik Kyuhyun. Menggeseknya sebentar lalu dengan satu hentakan keras Siwon mendorongnya masuk. Siwon langsung membungkam teriakkan Kyuhyun dengan ciuman hangatnya yang terasa basah.

-Like I'm Gonna Lose You-

Kyuhyun's Pov-

Saat aku bangun, sepertinya ini masih gelap. Aku tidak tahu berapa lama aku tertidur, rasanya semalam sangat melelahkan. Aku kembali menarik selimut, melirik sosok pria disebelahku lalu mengelus wajahnya. "Kau luar biasa tampan, sayang."

Aku mencoba untuk duduk, menatap pemandangan kota yang terlihat jelas di depanku lewat jendela yang tidak terhalangi gorden. Ada sedikit cahaya di antara gedung pencakar langit itu. Siwon terbangun lalu menarikku ke dalam pelukannya, membungkus tangannya di tubuhku sehingga tangannya melingkar di pinggangku. Dia mencium lembut rambutku dan dia menghirup napas dalam-dalam.

"Ini masih sangat pagi, love." bisiknya. "Tidurlah lagi love." tambah Siwon.

Aku tersenyum kecil lalu mencium bibir Siwon pelan dan perlahan melepaskan lengan Siwon dipinggangku dengan hati-hati. Begitu hendak bangun, sesuatu terasa mengganjal bagian bawahku, milik Siwon masih tertanam dengan sempurna.

"Ukh! Srrrttt... Enghh..." Aku meringis sambil mengguncang bahu Siwon.

"Kenapa love?" Tanya Siwon masih memejamkan mata. "Bangunlah... Selalu saja seperti ini! Dasar tukang tidur!" umpatku pelan.

Siwon malah menarik pinggangku kencang sehingga aku sedikit terkejut saat ujung junior Siwon mendesak semakin dalam. Tubuh kami menempel begitu intim."YA! Bangunlah... Ini sudah hampir siang!" Pintaku dalam dekapan Siwon, memukul kecil dada bidangnya.

Dengan mata masih terpejam, Siwon mencium puncak kepalaku "Kau cerewet sekali love." tangan Siwon yang semula berada di pinggangku perlahan turun ke bokong, meremas nakal salah satu pantatku yang berisi dan menekannya.

Aku terkesiap, menggigit bibir bawahku. "Be-ber-berhenti atau kau tidak bisa menyentuhku lagi." ancamku.

Mendengar ucapanku lantas berhasil membuat Siwon membuka matanya. "Tidak! Aku tidak akan bisa jika tidak menyentuhmu!" Siwon segera melepaskan tangannya.

Aku memundurkan tubuhku perlahan lalu melepaskan kontak diantara kami. Aku menahan diri untuk tidak bersuara, rasanya memalukan apalagi suara dibawah selimut saat kami melepaskan kontak, ah aku malu!

Siwon menarik tengkukku, menyatukan bibirnya lalu melumatnya pelan. Aku membalasnya dengan lembut, berciuman manis tanpa bermain lidah. Kemudian Siwon melepaskan ciumannya. "Morning kiss with beautiful wife!" Siwon tersenyum.

Kedua pipiku memerah, aku sangat terpesona setiap melihat suamiku yang tampan. "Ayo bangun!" Aku langsung bangun dari tempat tidur, aku tertawa menyadari jika aku tidak memakai apa-apa.

"Hahaha... Kita mandi dulu love! Ayo~" Tanpa aba-aba Siwon menarik tanganku masuk ke kamar mandi.

-Like I'm Gonna Lose You-

Author's Pov-

Sarapan pagi di luar ditemani oleh hangat matahari yang baru naik. Kyuhyun menuang kopi untuk Siwon yang masih membaca berita dari tablet miliknya. Memotong waffle di piringnya lalu menyuapkan ke mulutnya, ''Bagimana kalau kita jalan-jalan.'' Saran Kyuhyun.

''Boleh, love.'' Jawab Siwon tanpa mengalihkan matanya dari tablet. Kyuhyun hanya cemberut lalu menyesap raspberry juice di gelasnya. ''Cuaca sangat cerah, kita pergi ke pantai saja.'' Kyuhyun bicara lagi, kali ini Siwon telah selesai membaca. Pria berkulit kecoklatan itu menyeruput kopinya, ''Pantai akan sangat panas love, apa kau tidak masalah?'' Siwon paling tahu kalau istrinya takut matahari.

''Kau benar juga, bagaimana kalau kita...''

''Di rumah saja, istirahat love. Weekend ini kita pakai untuk istirahat, kau sudah lelah beberapa hari ini love.''

Kyuhyun tidak bisa menolak lagi. Dia tidak mau merubah suasana hati Siwon yang sedang baik, belakangan suaminya itu mudah marah. Sifat posesifnya semakin menjadi setelah kejadian Kyuhyun hampir di culik beberapa waktu lalu.

''Aku sudah selesai.'' Kyuhyun mendorong piringnya, Siwon menatapnya serius. ''Habiskan sarapanmu, aku tidak suka kalau kau membuang-buang makanan.'' Ucap Siwon tegas. Kyuhyun tidak bicara lagi, dia bergegas menghabiskan semua sisa makanan dipiringnya, walaupun perutnya akan bermasalah jika dia terlalu kenyang.

''Sarapan tidak akan membuatmu gemuk, love.'' Siwon mengingatkan, dia paling tahu kalau Kyuhyun tengah menjaga berat badan. Dengan penuh usaha, Kyuhyun berhasil menghabiskan sarapannya. Siwon tersenyum lalu mengelus pucuk kepala Kyuhyun, ''Anak pintar~'' Kyuhyun mau tidak mau tersenyum.

''Oh ya, nanti malam aku akan pergi ke pameran temanku. Apa aku boleh pergi?'' Dengan ragu Kyuhyun meminta ijin, dia sudah pasrah jika Siwon tidak mengijinkan.

''Temanmu yang mana?''

''Jonghyun, teman kuliahku dulu. Dia seorang fotografer hebat dan dia mengundangku.''

''Kenapa kau baru bilang, love!'' Siwon sedikit jengkel, Kyuhyun tersenyum manis agar Siwon luluh. Dia bangun dan memeluk Siwon dari belakang, ''Maaf sayang, aku lupa memberitahumu.'' Kyuhyun memberikan kecupan di pipi Siwon. Siwon masih sedikit kesal karena Kyuhyun tidak mengatakan hal itu lebih awal, ''Untuk kali ini aku maafkan, aku akan mengantarmu.''

''Terima kasih, suamiku!''

-Like I'm Gonna Lose You-

Kyuhyun's Pov-

Dengan ragu, selalu saja ragu jika bersama Siwon yang pencemburu. Aku takut dia akan kembali mencemburuiku saat aku dan Jonghyun bertemu, tapi dia memaksa untuk ikut menemaniku. Apalagi sebelumnya aku belum memperkenalkan Jonghyun padanya, kami hanya sesekali mengobrol di twitter. Itupun saat dia tidak sengaja menemukan akun twitterku, aku juga tipe orang yang jarang membuka media sosial.

Kami masuk ke dalam galeri yang kental dengan warna biru laut. Tempatnya luas dan modern, tamu undangan sudah memenuhi galeri. Seorang wanita muda menghampiri kami, ''Selamat datang!'' Wanita itu menyapa kami. Rambutnya panjang berwarna merah, sama seperti lipstiknya. Aku merasa kesal karena wanita itu memandang Siwon lama sebelum aku berdehem. Akhirnya wanita itu berhenti menatap suamiku lalu memberikan kami brosur.

''Kyu!'' Jonghyun datang dari arah kerumunan.

''Aku sangat senang kau datang.'' Lanjutnya, aku tidak sadar kalau Siwon sudah meninggalkan kami untuk mengambil minum.

''Selamat atas pameranmu, Jjong!'' Ucapku tulus. Dia tersenyum dan terus menatapku dengan wajah bahagia. ''Terima kasih sudah datang. Oh kau datang dengan siapa?'' Dia bertanya.

''Siwon, suamiku.'' Jawabku menunjuk pria yang tengah mengambil anggur di meja yang tidak terlalu jauh dari tempatku berdiri.

''Jong, wawancara akan di mulai.'' Wanita yang tadi menyapaku memberitahu. Dengan wajah sedikit bersalah, Jonghyun menatap ke arahku. ''Maaf, aku harus meninggalkanmu sebentar.''

Aku tersenyum memaklumi lalu menepuk pundaknya, ''Pergilah, kau terlihat hebat hari ini.'' Dia tersenyum lebar lalu melambaikan tangan dan pergi bersama wanita tadi. Aku hanya tersenyum lalu saat menatap ke tempat Siwon tadi, dia tengah menatapku. Mata kami bertemu dan saling mengunci.

Tatapan mata gelapnya tidak bisa aku baca. Apa yang dia pikirkan, apa dia cemburu, marah atau dia merasa diabaikan? Sedikit kepedihan aku lihat di mata hitamnya. Langkah tegap yang berwibawa, dia berjalan mendekatiku. Aku menelan saliva dengan sedikit kesulitan, sial aku butuh air sekarang!

''Dia cukup tampan dan berbakat.''Siwon berbicara pelan disampingku, aku menatapnya dengan wajah khawatir. ''Demi Tuhan, aku baru melihatnya lagi setelah beberapa tahun.'' Aku berbisik padanya. Siwon menyesap anggur putih di gelasnya tanpa memperdulikan ucapanku.

''Dia fotografer profesional, ayo kita lihat yang lainnya.'' Dia menarik tanganku untuk berkeliling. Aku menurut dan mengikutinya, sepanjang jalan aku senang melihat karya Jonghyun yang begitu menakjubkan. Dia memang seorang yang profesional di bidang ini, aku tidak tahu kapan dia serius dengan hobinya saat kuliah dulu.

Tiba-tiba Siwon diam mendadak, aku sampai terbentur lengan kekarnya. ''Kenapa?'' Aku bertanya padanya. Siwon melepaskan tangannya yang menggenggam tanganku, matanya berkilat menatap salah satu foto. ''Aku baru tahu, kau seorang model.'' Nada suaranya sedikit mencemooh.

Aku terkejut karena terdapat fotoku disini. Untuk beberapa detik aku kagum pada diriku sendiri, aku terlihat berbeda di foto itu. Tapi kapan Jonghyun mengambil fotoku? Aku menggeleng pada Siwon, aku sendiri tidak tahu kenapa fotoku ada disitu. ''Aku sungguh tidak tahu apa-apa, Siwon.''

''Kau sudah melihatnya? Bagaimana menurutmu?''

Aku membalikan badanku saat Jonghyun mendekat. ''Jong, kapan kau mengambil fotoku? Bukankah ini pertemuan pertama kita setelah cukup lama?''

Jonghyun tersenyum lalu menyentuh foto itu, ''Kau objek yang menarik untuk di foto. Kita pernah bertemu secara tidak sengaja, saat kau menangis di bukit.''

Siwon langsung menatapku tajam, oh my... Menangis di bukit? Aku mencoba berpikir untuk mengingat kapan aku pernah menangis di bukit. Aku ingat, aku pergi menyendiri di bukit saat cemburu pada Siwon. Di awal pernikahan kami, aku cemburu pada Miss berambut pendek yang mencintai suamiku.

''Itu... Itu sudah sangat lama. Kau masih menyimpannya, aku tidak percaya.'' Aku mencoba tersenyum agar suasana tegang diantara kami bertiga sedikit mencair.

''Foto yang bagus Mr. Lee.'' Siwon berbicara, suaranya rendah namun terdengar tajam. Lagi-lagi aku merasa jantungku berhenti berdetak saat ini.

Jonghyun tersenyum ke arah suami tampanku, ''Terima kasih Mr. Choi, aku banyak mendengar tentangmu.''

Oh Jong! Jangan mulai lagi. Siwon akan berpikir jika kehidupannya diawasi. Dia tidak suka orang lain membicarakan kehidupannya, apalagi jika membicarakanku. Itu hal yang paling dia benci.

''Jong, sepertinya kami harus pergi. Ada janji lain yang harus kami datangi.'' Aku berusaha menyudahi ketegangan yang semakin terasa.

''Tunggu, dimana aku bisa membeli foto itu?'' Siwon bertanya dengan tegas, Jonghyun terlihat sedikit tersinggung. ''Foto ini tidak aku jual.'' Wajah Siwon mengeras, ''Dimana aku bisa membelinya!'' Siwon mulai kehabisan kesabaran, dia begitu marah sekarang. Jonghyun mengepalkan tangannya, ''Disebelah sana, Sunny akan mengurusnya.'' Jonghyun menunjuk wanita yang tadi menyapa kami. Siwon berjalan angkuh ke arah wanita itu, ''Jika tidak dijual kenapa dia memanjangnya!'' Gumam Siwon masih bisa aku dengar.

''Jonghyun, maafkan Siwon. Dia tidak suka jika kehidupannya dibicarakan orang lain terlebih itu aku.''

''Dia terlihat angkuh Kyu. Aku memajang fotomu karena kau tampak indah. Apa aku salah? Aku pikir kau akan senang.''

''Oh, aku senang Jong. Aku senang karena fotoku bisa dipajang di pameran besar seperti ini. Tapi berbeda dengan suamiku, dia tidak menyukai itu.''

''Aku mengerti dan aku bisa melihatnya.''

Aku tersenyum kecil dan melirik ke arah suamiku, dia tengah melakukan transaksi dengan kartu kreditnya. Apa yang akan terjadi setelah kami pulang dari sini. Aku juga tidak bisa menyalahkan Jonghyun, dia memiliki maksud baik dan aku sebenarnya senang dengan foto itu. Aku terlihat cantik dan indah, apalagi banyak orang yang menyukainya juga.

-Like I'm Gonna Lose You-

Author's Pov-

Siwon menggigit bibit Kyuhyun setelah membawa istrinya itu masuk ke dalam kamar mereka. Dengan sorot mata yang masih terlihat memancarkan kemarahan, Siwon tidak membiarkan Kyuhyun menolak. Kyuhyun mencoba mendorong Siwon namun kekuatannya tidak mampu mengalahkan kekuatan Siwon. Tangan Siwon menurunkan resleting dress peach Kyuhyun lalu menarik bra Kyuhyun kasar.

''Siwon, aku minta maaf~'' Kyuhyun memohon agar Siwon berhenti namun Siwon tidak memperdulikannya. Dia langsung melumat dada Kyuhyun dan menghisapnya kasar membuat Kyuhyun kesakitan.

''AKH!'' Ringis Kyuhyun.

''Siwon~ aku mohon...'' Siwon masih mempermainkan dada Kyuhyun bergantian. Siwon mengarahkan tangannya ke daerah sensitif Kyuhyun yang hanya memakai celana dalam. Siwon menarik paksa celana dalam Kyuhyun, dia langsung memasukan jarinya tanpa aba–aba lalu mengocok milik Kyuhyun dengan cepat dan kasar.

''Maaf.. ahhhh…'' Kyuhyun masih memohon, Siwon mengangkat kaki Kyuhyun agar tetap terbuka.

Siwon membuka sabuknya dan menurunkan celananya, terlihat sekali miliknya yang sudah menegang. Siwon memojokan Kyuhyun di dinding, dengan cepat dia menghantamkan miliknya pada milik Kyuhyun. ''AKH!'' Kyuhyun memekik saat benda keras dan panjang itu memenuhi miliknya. Siwon tidak peduli Kyuhyun merasa sakit atau kelelahan yang ada dalam sorotan matanya adalah rasa cemburu dan marah.

-Like I'm Gonna Lose You-

Keesokan Harinya.

''SIWON!'' Kyuhyun berteriak karena Siwon tidak menanggapi ucapannya. Kyuhyun sudah lelah bicara tapi Siwon tidak merespon apa-apa. ''Aku jujur Siwon. Aku sama sekali tidak tahu soal foto itu. Lagipula Jonghyun bilang dia mengambil foto itu tanpa sepengetahuanku dan itu foto lama.''

''Itu lebih dari satu foto Kyuhyun! Foto terakhir bahkan dia ambil saat ulang tahunmu. Dia penyusup sekaligus pemuja rahasiamu!'' Ucap Siwon emosi.

''Pemuja rahasia?''

''Dan kau dengan senang hati masuk ke dalam perangkapnya. Bagaimana bisa kau tidak memberitahuku soal undangan itu, setidaknya beritahu aku soal pria itu sebelum kau datang ke pamerannya. Kau seperti bermain dibelakangku.''

''Ya Tuhan, Siwon. Kau menuduhku? Aku lupa dan aku ingat saat dia mengingatkanku soal undangan itu.''

''Itu artinya kau selalu berkomunikasi dengannya. Aku bukan orang bodoh Kyu, tatapan pria itu sudah terlihat jika dia menyukaimu lebih tepatnya memujamu.''

Kyuhyun benar-benar merasa pusing. Siwon benar-benar terbakar cemburu saat ini. Percuma Kyuhyun menjelaskan jika Siwon masih kekeh dengan pendapatnya sendiri.

''Kenapa kau diam, itu tandanya aku benar!'' Siwon keluar dari kamar, tidak lupa dia membanting pintu. Kyuhyun hanya menahan diri agar tidak ikut emosi, ''Sifatmu tidak pernah berubah, Siwon!''

-Like I'm Gonna Lose You-

Beberapa Hari Kemudian, at The Caffè Pascucci.

Jam makan siang sudah tiba, Changmin membawa Kyuhyun makan siang di salah satu kafe waralaba di Apgujeong-dong yang pernah digunakan sebagai salah satu lokasi syuting utama untuk drama SBS tahun 2001 Beautiful Days. Namun cafe itu sudah mengalami sedikit perubahan tampilan, menyesuaikan dengan tuntutan pelanggan masa kini.

"Aku rasa kau harus sedikit lebih lembut pada karyawan, mereka sudah bekerja keras selama ini." Ucap Changmin sambil menikmati makanannya. Kyuhyun berhenti memotong beef steak dipiringnya, "Aku hanya ingin mereka lebih giat bekerja, itu saja." Balas Kyuhyun santai.

Changmin tersenyum kecil, "Memberi karyawan semangat seharusnya dengan begitu manis dan wajah yang tersenyum lebar seperti ini." Changmin membuat ekspresi yang menampilkan wajahnya yang full dengan senyuman. Kyuhyun akhirnya tersenyum kecil walaupun dia mencoba menutupi itu.

"Kau tidak cocok melakukan itu, Ceo Shim." Kritik Kyuhyun. Changmin berhenti membuat ekspresi lucu, "Karyawan akan kabur jika kau selalu menampilkan wajah serammu. Mata yang melotot, tatapan tajam dan kata-kata yang tidak manis itu..."

"Berhenti bicara Shim Chwang!" Potong Kyuhyun. Changmin diam lalu tersenyum, akhirnya Kyuhyun kembali memanggilnya dengan panggilan itu. Sudah lama rasanya Kyuhyun tidak pernah memanggilnya dengan panggilan itu.

''Apa kau ada masalah Kyu?'' Tanya Changmin menyadari jika hari itu Kyuhyun sedikit tidak baik. Kyuhyun berhenti mengaduk lemon miliknya, ''Iya, Siwon marah padaku.'' Jawab Kyuhyun.

''Marah kenapa lagi suamimu itu, hmm?'' Changmin merasa bosan karena sahabatnya suka berselisih dengan suaminya. Biasanya karena hal yang sepele, bukan masalah besar.

''Dia cemburu, semuanya karena teman kuliahku dulu. Lee Jonghyun, kau mungkin tidak mengenalnya karena saat kuliah kau pindah ke Jepang.''

''Kau kan tahu Kyu, Siwon Hyung itu seperti apa. Kita bekerja sama urusan pekerjaan saja dia selalu mencemburuiku. Padahal dia sendiri yang menanam saham di perusahaanku.''

''Iya, aku bekerja denganmu karena ini hobiku. Tapi Siwon terkadang selalu salah paham. Aku sebenarnya lelah, tapi karena cintaku yang besar untuknya.. Aku bisa bertahan.''

''Oh ya Kyu, bagaimana menurutmu dengan tema bulan depan yang tadi kita bahas?''

''Aku rasa itu pilihan yang terbaik.''

-Like I'm Gonna Lose You-

Seorang wanita berambut cokelat dengan potongan pendek nampak turun dari dalam taksi. Di depan rumah mewah itu, wanita itu tersenyum sambil membuka kacamata hitamnya. Wanita itu masuk ke dalam pekarangan rumah setelah sebelumnya satpam mengijinkannya masuk. Wanita berusia awal 30 tahunan itu berjalan menuju pintu utama di rumah besar tersebut. Berhenti di depan pintu utama, dia menekan bel di sisi pintu bercat putih.

Ting! Tung!

Tidak butuh waktu lama, pintu di buka oleh asisten rumah tangga. Wanita paruh baya yang telah bekerja selama puluhan tahun pada keluarga Choi tersenyum melihat wanita yang datang. ''Heechul Nona?''

''Hallo Ahjumma, apa kabar?'' Kim Heechul tersenyum pada asisten rumah tangga yang telah lama mengenalnya. Kim Ahjumma terlihat senang dengan kedatangan Heechul.

''Silahkan masuk Nona, Tuan pasti akan sangat senang.'' Kim Ahjumma membantu membawa koper Heechul masuk. Dengan senang hati Heechul masuk ke rumah yang sudah lama tidak dia datangi, ''Rumah ini tidak banyak berubah, aku kira Siwon akan menjualnya.''

''Silahkan duduk, Ahjumma akan memanggil Tuan.'' Wanita paruh baya itu naik ke lantai atas, meninggalkan Heechul yang tengah memperhatikan sekelilingnya. ''Rumah ini semakin bagus dan mewah.'' Pikirnya.

Siwon buru-buru turun saat mendengar sahabat baiknya datang. Siwon dan Kim Ahjumma terlihat senang dengan kedatangan Heechul, sementara Kyuhyun tidak mengenal wanita itu. Kyuhyun yang tadi sibuk di perpustakaan langsung keluar dan turun ke bawah untuk melihat.

''Chullie~''

Heechul berdiri melihat Siwon yang mendekatinya, ''Hallo, Siwon!'' Wanita cantik itu tersenyum pada Siwon. Siwon langsung memeluk Heechul, ''Lama tidak melihatmu, akhirnya kau kembali.'' Heechul tersenyum dibalik punggung Siwon.

Kyuhyun memperhatikan dari tangga, ''Siapa wanita itu, beraninya dia berpelukan dengan suamiku.'' Kyuhyun meremas tangannya sendiri, buru-buru Kyuhyun turun dan mendekati keduanya.

''Kau sudah tua Siwon, lihatlah wajahmu mulai berkerut.'' Canda Heechul menyentuh pipi Siwon, ''Kau yang sudah tua, kantong matamu mulai turun.'' Balas Siwon. Heechul memukul lengan kekar Siwon, ''Enak saja, aku masih cantik Siwon!''

Kyuhyun berdehem agar kedua orang itu menyadari kehadirannya. Heechul menatap Kyuhyun, ''Oh, kau Kyuhyun kan?''

''Iya, kenalkan namaku Choi Kyuhyun.'' Kyuhyun mengucapkannya dengan lantang.

''Heechul dia istriku yang pernah aku ceritakan.'' Ucap Siwon, Kyuhyun menatap Siwon walaupun pria itu selalu menghindari kontak mata dengannya.

''Senang bertemu denganmu, namaku Kim Heechul. Aku saudara kembar Siwon hehehe maksudku kami besar bersama saat kecil.''

''Heechul kita bicara di balkon belakang, Ahjumma tolong bawa barang Heechul ke kamar tamu dan bawakan kami minum.''

''Baik, Tuan!''

Siwon dan Heechul berjalan ke arah halaman belakang, hanya mereka berdua karena Siwon tidak mengatakan apapun pada Kyuhyun. Kyuhyun hanya membuka mulut melihat keduanya, ''Tidak bisa dipercaya.'' Kyuhyun mengikuti Kim Ahjumma yang membuat minuman di dapur.

''Ahjumma, dia sebenarnya siapa?'' Tanya Kyuhyun langsung.

Kim Ahjumma yang tengah membuat lemon tea menoleh pada majikannya, ''Heechul Nona itu teman Tuan sejak kecil, Nyonya. Beberapa tahun lalu, Heechul Nona dan keluarganya pindah ke luar negeri. Saat Tuan kembali dari Amerika, Heechul Nona sudah tidak tinggal di Korea lagi.''

''Oh, teman masa kecil.''

''Permisi, Nyonya.'' Kim Ahjumma dengan semangat membawa minuman. Kyuhyun hanya berwajah muram melihatnya, ''Ahjumma sama saja!'' Kyuhyun berjalan mendekati balkon belakang, dia mengintip Siwon dan Heechul yang sedang tertawa bersama. ''Kau marah padaku tapi saat bersama wanita itu kau memberikan senyuman tampanmu!''

Siwon tahu Kyuhyun memperhatikan mereka, ''Maaf love, tapi aku masih marah padamu.'' Ucap Siwon dalam hati. Di terus mengobrol dengan Heechul, dia memang merindukan teman masa kecilnya itu.

''Sepertinya sudah jam makan malam, ayo kita makan. Setelah itu kau bisa menceritakan kehidupanmu selama di luar negeri.'' Siwon berdiri dari duduknya.

''Kau memang selalu tepat waktu Siwon, baru saja minuman ini datang.''

''Yah, itu sudah menjadi kebiasaanku. Ayolah, kau pasti rindu masakan Ahjumma. Saat di rumah Eomma, Ahjumma selalu memasak makanan enak. Dan dia akhirnya ikut denganku kesini.''

Siwon dan Heechul saling bicara saat berjalan ke ruang makan. Di ruang makan Kyuhyun sudah duduk menunggu. Heechul tersenyum pada Kyuhyun lalu duduk disebelah Kyuhyun. ''Hy, sepertinya kita harus banyak mengobrol nanti Kyu.''

''Iya, kita pasti akan bicara.'' Jawab Kyuhyun lalu matanya menatap Siwon, Siwon pura-pura tidak melihat dan fokus makan. Kyuhyun cemberut melihatnya. Heechul memperhatikan Siwon dan Kyuhyun yang canggung, dia mulai mencurigai sesuatu. ''Mereka pasti sedang perang dingin.''

-Like I'm Gonna Lose You-

TBC.