Ji Hansol x Nakamoto Yuta

They belong to SM. Entertainment.

[PROLOG]

Untuk Ji Hansol, kasih yang sangat di inginkan. Untuk Ji Hansol, kasih yang tak terencana. Tak ada pula aturan wacana tertera. Setidaknya begitu sang lelakimu mengira.

Mata hitam legam punya lelakimu kala itu terpejam. Bibir terkatup. Rambutnya bergerak, mengurai. Tampak pula pancaran temaram, melekas keresahan dengan senyum penuh bangga. Bergemuruh rasa dihatinya, tapi tak pula berkeping pecah. Pergi ia sekarang, entah kemana.

Hei, cerita tentang kalian telah diukir. Hanya saja rentetan aksara tak mampu angkat suara.

Ji Hansol, jujur saja, aromamu pernah menyatu dengan lenguh desahnya, bukan? Karena setelah itu, rindunya padamu menyerang menggelinjang kaku. Dinginnya kala itu, menghujani tubuhnya. Menyusup, menusuk liar ke dasar sukma.

Rindunya kian mengait. Rasa bibirmu yang terkulum pernah mendebarkan dadanya begitu sengit. Dirinya merindu berat, namun tak ada lagi bibir yang bisa dikecup untuk tempat melepas kelu.

Kala, jika larut semakin basah. Keringat bukan, ia simpan buih-buih nista. Maafkan dirinya, kelancangan selaksa dosa yang ia tanam bersama rasa yang tak mampu memberontak keluar. Biarkan sekali saja ia melumat gelak gemetar dibibirmu. Menanggalkan cemas dan ragu yang bergelut didadanya, usai dirimu melenggang menuju entah. Debu tebal lekas menghantam dada. Menggantikan erotisnya yang pernah kau berikan setelah senja. Pijak kerinduan beranak pinak. Ji Hansol, ia begitu mencintaimu apa adanya.

Pukul dua dini hari di pagi buta,

Ini adalah sahabat Yuta.

Terimakasih telah kau sempatkan membaca.

Semoga Tuhan memberimu karma terindah.

Taeil.