Tittle : Boy In Luv
Author : Mr_KHC and AL
Genre : Romance, Drama, Hurt, Crispy Lay's, YAOI, Slice Of Life, etc.
Main Cast :
-Kim Jongin
-Byun Baekhyun
-Park Chanyeol
Other Cast : U will find inside there
Pair : ChanKai, ChanBaek, KaiBaek, HunKai
Rate : T semi M
Disclaimer : Ide cerita adalah hasil pemikiran otak saya dan sahabat saya, no plagiarism, bila ada kesamaan tempat, jalan cerita, dll, mohon dimaafkan, karena otak manusia tak dapat ditebak. Semua cast hanya milik Tuhan, dan saya hanya meminjam...
Enjoy it!
Warning : typo menyebar dan tercecer, bagi yang tak Suka YAOI silahkan hengkang.. :D
Anyyeong... /lambai-lambai
Kekeke...kali ini saya dateng bawa FF baru lagi, tapi ini kolab bareng temen saya, sebut saja AL entah apa yang ada di otak kami, tiba-tiba tercetus untuk membuat fanfict semacem ini.
Happy read all..love u all..
SUMMARY..? no summary just read... xD
KHC-N-AL============
.
.
.
.
.
Boy in Luv
Masih terhitung awal memasuki musim gugur, namun tak seperti biasa, awan terlihat mendung pagi ini bahkan ramalan cuaca di televisi mengatakan akan terjadi hujan hari ini, namun tak mengurungkan niat orang-orang untuk memulai aktivitas mereka hari ini meskipun mereka mengenakan mantel yang sedikit tebal dengan sebuah payung di tangan mereka. Begitu pula dengan namja tan manis yang tengah duduk di sebuah halte sedang membaca buku tentang sejarah Korea selatan, menunggu bis yang akan membawanya ke sekolah pagi ini. Panggil saja Kim Jongin siswa tingkat 3 semester akhir, hanya tinggal menunggu hari ujian tiba, dan inilah kesibukannya saat ini, belajar, belajar, dan belajar, namun sebenarnya Jongin tak terlalu memikirkan hal itu karena pada dasarnya ia memang jenius, hanya saja ia memang gemar membaca, membaca apapun yang ia lihat.
Tak lama bis yang ia tunggu datang, Jongin segera melangkahkan kakinya memasuki bis, dan mencari tempat duduk yang kosong namun nihil karena semua kursi telah terisi, dengan sangat terpaksa ia berdiri dengan memegang ring yang berada diatasnya. Sebenarnya jika ia mengikuti saran sang Eomma untuk membawa mobil sendiri, mungkin ia tak akan sesulit ini, namun ia lebih memilih untuk memakai transportasi umum, karena setidaknya ia bisa mengurangi jumlah pembuangan gas emisi ke udara di pagi hari lagipula tak ada salahnya jika menggunakan transportasi umum, ia bisa memperhatikan sekitar sambil menunggu bis sampai di depan sekolahnya.
30 menit berlalu, Jongin telah sampai di sekolahnya dan disana, tepat disana para fans-nya telah menantinya, ia segera memasuki gerbang sekolah karena waktu telah menunjukkan pukul 6. 45, yang artinya 15 menit lagiles tambahan di pagi hari akan segera dimulai, ia bergegas berjalan kearah kelasnya yang sialnya berada di lantai kedua dengan sangat terpaksa ia menerobos kerumunan fans-nya dengan sesekali tersenyum saat para fans menyapanya, dan juga memberikan bingkisan untuknya, sebenarnya ia tak tega menolak pemberian dari mereka namun ia tak memiliki banyak waktu untuk meladeni para fans-nya hari ini, mengapa ia memiliki banyak fans? Tentu saja karena Jongin adalah seorang kapten tim basket di sekolah mereka, anak dari pemilik 'Pegasus' aoutomotive sebuah perusahaan yang bergerak dalam perakitan mobil-mobil mewah dan sport yang terkenal dengan harganya yang fantastis dan kualitas yang tak bisa diremehkan, bahkan dunia telah mengakui mobil-mobil keluaran perusahaan ini sangat sempurna dan segi performa dan keamanan berkendara, namun bukan hanya itu saja yang membuat mereka-para fans menyukai Jongin, itu juga di karenakan warna kulitnya yang sangat kontras dari teman-teman yang lain, ia memiliki kulit tan yang banyak meng-klaim bahwa warna kulit Jongin sexy, se-sexy tubuh Jongin juga tentunya.
===Boy In Luv===
"Haah..haah.." Jongin mengatur nafasnya saat ia berhasil keluar dari kerumunan fans-nya.
"Pagi Jong.." sapa seseorang setelah ia memasuki ruang kelasnya.
"Pagi Baek.." balas Jongin dengan senyum ramahnya. Lalu duduk tepat di samping namja yang ia panggil 'Baek', ia adalah Byun Baekhyun sahabat Jongin sedari kecil. Entah mengapa ia merasa bahwa ia dan Baekhyun selalu bernasib sama, mulai dari sekolah yang sama, hingga satu kelas yang sama, dan mereka pun tak habis pikir dengan hal itu, takdir mungkin yang membuat mereka menjadi sahabat sejati hingga tua nanti? entahlah.
"Ini hadiahmu untuk hari ini.." ucap Baekhyun sembari memberikan tas plastik besar yang berisi bingkisan dari fans-nya, Jongin yang melihatnya kaget tak percaya jika semakin hari kantong plastik yang Baekhyun bawa semakin besar saja.
"Dan ada bekal makan siang di lokermu.." lanjutnya
"Baiklah..nanti saat istirahat kita makan bersama.." inilah kebiasaan Jongin saat mendapat bingkisan dan bekal makan siang dari fans-nya, ia selalu berbagi dengan sahabatnya, ia menyuruh Baekhyun untuk tak perlu membawa bekal makan siang, karena pasti ia akan mendapat bekal dari fans-nya, dan benar..itu diluar pikirannya, betapa banyaknya bekal itu jika Jongin menghabiskannya sendirian, bisa-bisa perutnya meledak, dan Jongin menyuruh Baekhyun dan juga teman sekelasnya untuk membantunya memakan bekal makan siang yang telah dibuat oleh fans-nya dan sepertinya mereka tak keberatan.
.
.
"Good morning everyone.." sapa guru Kim seonsaengnim saat memasuki kelas Jongin. Mereka mulai membuka buku pelajaran untuk les tambahan pagi ini dan dimulai pula rintikan hujan turun membasahi bumi korea pagi ini. Jongin menatap sekilas hujan yang membasahi lapangan basket sekolahnya yang tauh dari tempat ia belajar sekarang, karena memang lapangan basket itu berada tepat ditengah hingga siapapun dapat melihat lapangan itu walaupun berada di dalam kelas sekalipun, dan tanpa sadar tangan kanannya meremas kemeja seragamnya mungkin lebih tepatnya ia meremas kalung yang melingkar indah di lehernya yang tertutup seragam sekolah. Entah apa yang dipikirkan Jongin sekarang ia tersenyum lalu kembali fokus pada Kim seonsaengnim yang sedang menerangkan tentang pelajaran bahasa inggris.
...
"Bagaiamana kabar kedekatanmu dengan Chanyeol, Baek?" tanya Jongin saat mereka berdua sedang menikmati makan siang dari para fans Jongin di rooftop sekolah mereka, ya memang ini adalah tempat favorit mereka berdua karena mereka bisa merasakan semilir angin musim gugur walaupun tadi hujan sempat mengguyur tempat dimana mereka berada namun mereka masih menyukainya, aneh.
"Uhuk..uhuk..yha...uhuk.." Baekhyun terkejut seketika tersedak mendengar pertanyaan Jongin yang menurutnya blak-blak an itu, Jongin membantu menepuk punggung Baekhyun sambil memberinya minum.
"Yha..kenapa kau tanya hal itu eoh..tentu saja dia masih menyukaimu Jongin pabbo..apa dia tak tahu kalau kau su-hmpp" Jongin segera membungkam mulut Baekhyun dengan sebelah tangannya karena ia mendengar ada suara langkah kaki.
'CKLEK'
Benar dugaan Jongin, ada seseorang yang datang kemari, dan ia adalah Park Chanyeol, namja yang memimiliki tinggi diatas rata-rata yang menyukai Jongin, siswa kelas 3 sama seperti Jongin dan Baekhyun namun berbeda kelas, Jongin dan Baekhyun yang berada di kelas 3-A sedangkan Chanyeol berada di kelas 3-D, tambahan, dia juga adalah wakil ketua tim basket, dan ayahnya seorang jendral di sebuah angkatan militer korea.
"Hai...boleh aku bergabung..?" tanyanya, Jongin mempersilahkan Chanyeol untuk bergabung dan makan siang bersama mereka, namun berbeda dengan Baekhyun, ia hanya menundukkan kepalanya pipinya telah merona sekarang, tebak Jongin, karena ia tahu bahwa Baekhyun telah menyukai Chanyeol semenjak kelas 1namun berbeda dengan Jongin, ia tak menyukai namja tinggi itu sama sekali, walaupun Chanyeol berkali-kali menyatakan perasaannya pada Jongin.
"Apa bekal dari penggemarmu lagi Jong..?" tanya Chanyeol menunjuk kotak bekal makanan yang dibawa Jongin.
"Yaa..begitulah.." jawab Jongin seadanya.
"Apa nanti kau ikut latihan basket..?"
"Tentu saja..karena hari ini yang kutunggu-tunggu untuk berlatih basket lagi.. apa kau mau menemaniku Baek.?" Tawar Jongin
"Ehm..bagaimana ya..maafkan aku Jongin-ah, bukannya aku tak mau tapi aku ada janji dengan Appa-ku untuk belajar bisnis.." jawab Baekhyun tak enak.
"Tak apa Baek.. asal setelah itu kau sukses aku tak akan memarahimu.." celetuk Jongin
"Yha..kau pikir aku namja apa hah.?" Baekhyun menjitak kepala Jongin dan membuat Jongin meringis sambil mengusap kepalanya
"Arra..arra..."
"Kalian sangat dekat sekali ne..?" tanya Chanyeol
"Tentu saja..aku dan Baekhyun adalah sahabat sedari kecil, bukankah begitu Baek..?" Baekhyun hanya mengangguk pelan sambil menutupi wajahnya yang masih merona.
"Dan juga Baekhyun yang masih single dan ia sedang mencari kekasih sekaligus pendamping hidupnya..., benar Baek?" goda Jongin, yang membuat Baekhyun menginjak kaki Jongin tak manusiawi.
"Hahaha..benarkah itu Baek..?" tanya Chanyeol
"Sudah kubilang iya.." jawab Jongin antusias, yang membuat Baekhyun kesal dan mencubit brutal badan Jongin
"Aw..aw..yha...aku bicara kenyataan..hahaha" ucap Jongin berlari mencoba melepaskan dari kebrutalan Baekhyun yang terus mencubit badannya.
"KEMBALI KAU OH JONGIIINNN!"
" 'Oh'..? bukankah marganya 'Kim'?" ucap Chanyeol bermonolog ria.
.
.
.
======Boy In Luv=====
3.45 Pm
Terdengar suara decitan sepatu yang bergesekan dengan lantai dan bola yang di-drabble menggema di seluruh ruangan, tak lupa teriakan histeris dari para penonton yang berada di ruangan tersebut. Ya, hari ini-sabtu sore setelah mata pelajaran berakhir, di lapangan basket indoor sedang diadakan latihan dari para pemain basket inti, yang mana berisi beberapa siswa kelas 1, 2, dan kelas 3 yang dibagi menjadi dua kelompok yakni senior dan junior yang mana para junior akan mengikuti turnamen, mau tak mau senior menjadi lawan tanding mereka ,dan dua diantara para pemain seniornya adalah Jongin sang ketua klub sekaligus kapten dari tim senior dan juga Chanyeol.
Semua pemain saling berebut bola dan memasukkannya kedalam ring, namun sepertinya mereka tak se-gesit Jongin yang memiliki no punggung 88 ia dan timnya telah mendapatkan nilai 18 di quarter ke-empat dan hanya tersisa waktu 2 menit yang dimiliki oleh tim junior untuk mencetak skor pertama, seperti tak ada ampun untuk para junior mereka, tim senior masih gencar merebut bola dari tangan lawannya.
'PRIIIITTT!'
Wasit telah meniup peluit yang artinya pertandingan telah usai dengan skor 18-0 kemenangan berada pada tim senior.
Jongin berjalan ketepi lapangan di tempat duduk para pemain basket, ia mengambil backpack hitam-nya, ia merogoh tas-nya, mengambil handuk dan.. tunggu "Dimana botol air mineralku? sial! Pasti ulah fans" batin Jongin, ia segera menegakkan badannya dan mulai menghitung dalam hati 1..., 2...
"Oppa...emm...i-ini untukmu.. kau pasti haus, terimalah!" dan 3.. tepat dugaannya, ada yeoja yang menawarkan minuman kepadanya. Jongin mendongak dan melihat yeoja itu menyodorkan sebotol air mineral dengan wajah bersemu malu.
Merasa tak enak jika menolak, Jongin menerima botol berisi air mineral tersebut tak lupa ia mengucapkan terima kasih.
"Gomawo.."
"Ne oppa...saranghae!" ucap yeoja itu blak-blakan.
Jongin yang mendengar itu hanya tersenyum "Maaf aku tak bisa menjawabnya.." ucap Jongin ramah, yeoja itu yang tadinya berwajah bahagia tiba-tiba murung dan sepertinya menahan tangisannya, yeoja itu berbalik lalu berlari meninggalkan Jongin. Jongin hanya mengedikkan kedua bahunya lalu meminum air mineral pemberian yeoja itu.
"Ah...apa ini sudah genap 200 orang yang kau tolak Jong..?" tanya rekan se-timnya setelah ia duduk di samping Jongin sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan keringat- Minseok, defense kebanggaan tim-nya
"Entahlah aku tak menghitungnya.."
"Kalau menurut hitunganku, ini sudah genap 200 termasuk Chanyeol sebanyak 50 kali namun kau selalu menolaknya, wae...? kenapa kau tak mau menerimanya sekali saja..?" ucap Minseok
"Aku tak bisa melakukan itu..ada banyak alasan kenapa aku tak menerimanya..sudah dulu ne.." jawab Jongin sambil mengenakan jaket varsity-nya yang baru saja ia keluarkan dari dalam tas, kemudian berlalu meninggalkan lapangan basket.
..
Jongin berjalan melewati koridor, hingga ia sampai di ruangan yang berisi loker-loker para siswa. Jongin berjalan menuju lokernya yang mana dilantai telah ada tas plastik dari hadiah para penggemar Jongin yang dikumpulkan Baekhyun pagi tadi dan sepertinya jumlahnya bertambah, Jongin membuka lokernya perlahan, karena ia tau pasti akan ada beberapa barang yang terjatuh dari sana.
'Brugh'
'Glodak'
Benar dugaannya, pasti ada saja barang yang terjatuh dari sana, Jongin berJongkok lalu memunguti hadiah dari para fans-nya lalu memasukkannya kedalam tas plastik tadi tak lupa juga yang berada di dalam lokernya ia pindahkan pula. Alasan kenapa Jongin selalu mendapat hadiah dari para fans-nya karena Jongin tak pernah membuang pemberian mereka, dan Jongin selalu membawanya sepulang sekolah, dan itu membuat para penggemarnya senang jika memberi hadiah lagi kepada Jongin setiap harinya.
Jongin mengambil seragam sekolahnya lalu merogoh saku blazernya, Jongin terkejut karena ia tak menemukan apa yang ia cari "Dimana kalungku..?" ucap Jongin, lalu meletakkan kembali blazernya dan mulai mencari kalungnya, berJongkok ke lantai alih-alih jika kalungnya terjatuh di lantai.
Hingga ia berhenti dari kegiatannya, karena melihat sepasang sepatu berada di depannya, Jongin mendongak mendapati Chanyeol yang sedang berdiri di depannya, "Kau sedang apa..?" tanyanya.
"Ani..aku hanya sedang mencari kalungku.." jawab Jongin lalu berdiri, Chanyeol mengangguk mengerti, lalu merogoh saku celana basketnya dan mengeluarkan sebuah kalung dengan bandul salib dan juga ada sebuah cincin berwarna perak dan berlian kecil ditengahnya, mirip seperti cincin pernikahan.
"Apa ini milikmu?" tanya Chanyeol menunjukkan kalung yang ia bawa kepada Jongin, Jongin terkejut lalu merebut kalung itu dari tangan Chanyeol.
"Haah...beruntungnya..thanks Yeol kau menemukannya.." Jongin menghela nafas lalu memakainya.
"Sepertinya kalung itu sangat berharga untukmu..?" tanya Chanyeol
"Ne..sangat..karena ini dari orang yang berharga dalam hidupku" jawab Jongin
"Nuguya..? aku jadi penasaran siapa orang yang sangat berharga untukmu.."
"Sudahlah tidak penting..aku duluan.."
"Tunggu.." ucap Chanyeol sembari menarik sebelah tangan Jongin
"Wae..?"
"Katakan siapa orang itu.."
"Yha..tentu saja dia adalah Eomma-ku.."
"Ehm begitu.."
"Wae..? kau tak percaya..?"
"Ani hehe..maaf..aku percaya.." ucap Chanyeol sambil menggaruk belakang kepalanya.
"Sudah ne aku duluan.." pamit Jongin berjalan meninggalkan Chanyeol sambil menenteng tas plastik besar di tangannya.
...
"Masih gerimis..?" ucap Jongin saat ia akan bersiap pulang, dan melihat rintikan hujan, Jongin berjalan dengan menjadikan tas-nya sebagai payung sementara karena ia lupa tak membawa payung hari ini menuju halte bis.
"Butuh tumpangan..?" tawar seseorang sesaat setelah Jongin sampai di depan halte bis, Chanyeol yang kepalanya menyembul dari balik kaca mobilnya
"Ani..aku naik bis saja, lagipula aku tak langsung pulang kerumah, jadi terima kasih untuk tumpangannya.
"Kau yakin..?" tanya Chanyeol meyakinkan, dan dibalas anggukan mantap dari Jongin.
"Baiklah..aku duluan ne..berhati-hatilah.." ucapnya dibalas senyuman dan jempol oleh Jongin.
..
Tak lama bis tujuan Jongin datang, Jongin segera memasuki bis tersebut dan mencari tempat duduk, sepertinya tak ada satupun tempat duduk yang tersisa lagi.
"Kakak...?" panggil seorang anak kecil kepada Jongin dengan menarik jaket bawah Jongin, Jongin reflek menoleh kearah sumber suara.
"Ne..? ada apa adik kecil..?" tanya Jongin sambil berJongkok di depan anak kecil tersebut
"Yha.. Hongbin-ah, apa yang kau lakukan..?" tanya seorang yeoja paruh baya yang duduk disampinya
"Ani Eomma...kakak ini kacian, dia beldili..dan yang dibawa juja banyak.." ucap anak kecil bernama Hongbin tersebut sambil menunjuk kearah tas plastik yang dibawa Jongin.
"Ah baiklah..kemarilah duduk diatas paha Eomma ne.." ucap Eomma dari anak kecil tersebut lalu menggendong anak kecil itu dan memangkunya
"Duduklah nak.." ucap wanita itu mempersilahkan Jongin duduk, dengan sopan Jongin tersenyum lalu duduk di tempat yang anak kecil tadi tempati.
"Terima kasih Ahjumma.., ah tunggu sebentar.." ucap Jongin lalu mulai mencari sesuatu di dalam tas plastik yang ia bawa.
"Ini untukmu adik kecil.." ucap Jongin sembari mengeluarkan sebuah kotak yang berukuran sedang dan memberikannya kepada anak kecil tersebut.
"Waaa...apa ini untuk Binnie..?" tanyanya antusias, dan dibalas anggukan serta senyuman dari Jongin.
"Bukalah...hyung juga penasaran dengan isinya.." titah Jongin, yang dituruti oleh anak kecil itu, ia membuka kotak yang baru saja diberi oleh Jongin, dan matanya berbinar-binar
"Waaaaa...coklaat... banyak cekalii..." ucapnya senang
"Apa kau suka..?" tanya Jongin, dan dibalas anggukan antusias dari namja kecil itu.
"Terima kasih ne anak muda.." ucap ibu dari anak itu.
"Telima kacih kakak.." ucap anak kecil itu sambil memeluk kotak yang berisi coklat pemberian Jongin.
"Tak apa Ahjumma, panggil saja aku Jongin.., dan..apakah namamu Hongbin adik kecil..?" ucap Jongin sambil mengusak pelan rambut anak kecil tersebut.
"Ne..namanya lee Hongbin, dia baru saja berusia 4 tahun.."
"Ah..bisa kuminta alamat rumah kalian Ahjumma..?"
"Tentu saja..tapi untuk apa..?"
"Sepertinya Hongbin sangat menyukai coklat, mungkin saja aku bisa mampir dan memberi coklat untuknya setiap hari.., karena setiap hari, aku selalu mendapat coklat"
"Jadi kau idola sekolah ne..?"
"Hehe..begitulah.."
"Dan apa yang kau bawa sebanyak ini semua dari penggemarmu..?"
"Ne.., aku selalu membawanya pulang, namun semua ini akan kuberikan kepada anak-anak yang kurang beruntung dariku"
"Wah..hatimu mulia sekali..pantaslah jika banyak yang menyukaimu anak muda, selain tampan, ramah, kau juga baik.."
"Aniyo..Ahjumma bisa saja..hehe.." ucap Jongin malu-malu.
"ah..ini alamat rumah kami.. maaf jika rumah kami tak pantas menerimamu Jongin-ah..karena kami bukan keluarga yang berada.." ucap lee Ahjumma memberikan alamat rumahnya kepada Jongin, lalu Jongin mengambilnya dan menyimpannya di saku jaket yang ia kenakan.
"Tak apa Ahjumma..aku tak pernah memandang status sosial orang lain.. ah sepertinya aku sudah sampai, baiklah Ahjumma, aku permisi dulu..bye Hongbinnie.." ucap Jongin berpamitan
"Iya kakak...telima kacih.."
Jongin keluar dari bis yang ia tumpangi, ya jalan ini hampir menuju kearah rumahnya, namun sebelumnya ia berjalan berlawanan arah rumahnya menuju sebuah panti asuhan kecil yang berada di ujung gang.
"Aku pulaang.." seru Jongin saat memasuki panti asuhan tersebut, merasa mengenal suara seseorang yang baru saja memasuki panti, anak-anak kecil yang berada disana langsung lari berhamburan kearah Jongin.
"Ini ada bingkisan untuk kalian semua ne..." ucap Jongin memberikan tas plastik yang ia bawa kepada Ahjumma pemilik panti asuhan ini.
"Kau selalu membawa bingkisan seperti ini setiap hari Jongin-ah..kau tahu ini sangat merepotkan.." ucapnya sambil membagi bingkisan kepada anak asuhnya.
"Ani Ahjumma, ini semua untuk mereka..lagipula aku mendapatkannya secara gratis..hehe.." ucap Jongin.
"Terima kasih banyak Jongin-ah..kau benar-benar anak baik.." ucap Ahjumma itu sambil mengusap pucuk kepala Jongin
"Sama-sama.."
..
.
.
==========Boy In Luv=======
.
Setelah Jongin puas bermain bersama anak-anak yang berada di panti asuhan tadi, ia kembali berjalan kearah rumahnya. Dan berhenti di sebuah kedai yang menyediakan Parkir sepeda angin untuk penduduk sekitar.
Jongin memasuki kedai tersebut, "Permisi.." ucapnya ramah, dan disambut oleh pemilik kedai ramah.
"Wah..kau sudah pulang tuan muda oh..?" tanya Ahjussi pemilik kedai tersebut
"Jangan memanggilku dengan sebutan tuan muda Oh Ahjussi, panggil aku Jongin saja.."
"Kekeke..arraseo.. apa kau ingin langsung pulang kerumahmu..?" tanyanya
"Ne Ahjussi...ah..apa ramennya masih ada..?"
"Tentu saja..aku selalu menyisakan satu porsi untukmu..gratis"
"Woah...terima kasih Ahjussi.." girang Jongin, saat mendengar kata gratis. Bukan Jongin tak mampu membeli ramen ini, membeli tokonya pun ia mampu, namun karena keramahan Jongin-lah yang membuat pemilik kedai ini segan memberikan ramen gratis untuknya.
...
Jongin keluar dari kedai dengan membawa sepeda anginnya dan juga seporsi ramen hangat dari pemilik kedai tersebut. Ia segera mengayuh sepeda kesayangannya, menikmati angin malam yang mulai menusuk kulit sambil sesekali menyenandungkan lagu favoritnya.
Jongin merasa kayuhan sepedanya semakin berat lantaran jalan yang ia lalui tak lurus, melainkan menanjak, Jongin turun dari sepedanya dan mulai berjalan menaiki bukit yang tak terlalu tinggi namun dapat membuatnya kelelahan ketika sampai di depan rumahnya.
"Haah..haah...menyebalkan sekali, tak bisakah kita pindah dari tempat yang menyebalkan ini, memang terasa menyenangkan saat bisa turun dengan menggunakan sepeda, tapi lihat, ini terasa sangat melelahkan saat kembali kemari.. pantas saja berat badanku tak bertambah walaupun aku telah makan sebanyak apapun.." ucap Jongin bermonolog saat ia telah sampai di depan gerbang rumahnya yang berdiri megah dan kokoh bak istana dengan banyak ukiran burung legendaris phoenix di setiap bangunannya yang berada diatas bukit.
"jika saja aku bisa memilih, lebih baik aku tinggal di sebuah apartemen kecil, daripada tinggal dirumah sebesar ini hanya berteman dengan pengawal-pengawal yang menyeramkan dan menyebalkan itu..yang benar-benar membatasi ruang gerakku di rumah..aisshhh!" omel Jongin lalu memasuki gerbang rumah
"Selamat malam tuan muda.." sapa sang penjaga gerbang ramah
"Ne Ahjussi..semoga kau tak mendengar ocehanku tadi..hehe"
"Keke..maaf tuan muda, sayangnya aku mendengar semuanya.."
"Awas saja jika kau melapor kepada si vampir berdarah dingin itu.."
"Kekeke..tenang saja tuan muda, rahasia anda terjaga aman"
"Apanya yang vampir berdarah dingin hm..?" tanya seseorang yang telah berdiri di samping Jongin, namun Jongin tak menyadarinya, Jongin menolehkan pandangannya kearah orang yang berbicara pada mereka.
"WAAAAA... !"
.
.
.
.
.
.
TBC?
Or
END?
