Naruto Masashi © Kishimoto

.

Pieces of Secret Memories © Uchiha Ricchan


Warning : newbie, typos, less convincing to be considered as fiction


.

.

.

.

.


Prologue


Cuaca hari ini sama sekali tidak bersahabat. Angin berhembus kencang. Langit terlihat kelam kelabu. Jalan yang biasanya dilalui banyak kendaraan, sekarang hanya beberapa yang lewat. Sore hari yang sama dengan hari kemarin.

Terlihat bangunan sebuah sekolah yang menjulang tinggi. Dengan dinding yang didominasi warna putih, bangunan tersebut menarik pandangan beberapa orang yang lewat untuk sekedar melihat bangunan besar tersebut.

Konoha High School.

Sekolah yang paling terkenal, paling besar, dan paling terfavorit di Jepang. Dan tentunya, murid-murid di sana memiliki kecerdasan otak di atas rata-rata bukan?

Di kelas XI-A, seorang guru bermasker biru tua tengah menerangkan sebuah pelajaran. Biasanya, murid-murid di luar sana berpikir jika sedang kegiatan belajar mengajar, murid-murid pintar pasti akan diam memperhatikan dengan seksama. Namun, sama seperti yang lain. Para muridnya banyak yang bermain kertas. Lempar-lemparan barang seperti pensil, penghapus, dan kertas. Bahkan ada yang tidur.

Seperti pemuda yang sangat mencolok di antara para murid. Ia duduk— atau lebih tepatnya tidur di bangku pojok kelas.

Rambut biru tua yang biasa disebut raven yang memiliki gaya seperti chickenbutt itu menjulang ke atas. Wajahnya ia tutupi dengan buku yang bertuliskan Nippon no Rekishi yang berarti Sejarah Jepang. Kedua matanya tertutup rapat. Sedangkan pemuda di samping si rambut chickenbutt itu tidak henti-hentinya bermain kertas dan melemparnya ke sembarang arah.

Tiba-tiba—

"Uzumaki-san! Uchiha-san!" Sentak guru bermasker yang bernama lengkap Hatake Kakashi tersebut. Pemilik marga Uchiha membuka bukunya dan menatap bosan ke arah guru bermasker biru tua tersebut. Sedangkan pemilik marga Uzumaki menoleh dan nyengir ke arah gurunya tersebut. Cengiran khas sang Uzumaki sulung tersebut.

Uchiha Sasuke, pemuda berumur 16 tahun. Duduk di kelas XI-A Konoha High School. Merupakan cowok nomor satu di sekolah tersebut. Nomor satu atas ketenarannya, nomor satu kepandaiannya, dan nomor satu ketampanannya.

Sifatnya yang cool, pendiam namun pandai ini sangat menarik perhatian para gadis. Dengan rambut bak chickenbutt dan manik onyx menyempurnakan rupanya, jadi tidak heran bila banyak pemuda yang iri dengan Uchiha bungsu ini. Bungsu? Ya, dia memiliki kakak yang tidak kalah tampannya. Namanya Uchiha Itachi. Ia duduk di kelas XII-A. Keduanya di kelas A bukan? Terbukti karena mereka termasuk dalam kategori luar biasa. Kedua Uchiha ini juga sangat kaya. Ayah mereka adalah pemilik Perusahaan Uchiha yang menggurita di seluruh Jepang.

Walaupun terkenal dengan sifatnya yang pendiam, ia memiliki sahabat. Yaitu pemilik marga Uzumaki.

Uzumaki Naruto, pemuda berumur 16 tahun. Duduk di kelas XI-A Konoha High School. Seperti dikatakan di atas. Ia adalah anak sulung dari Namikaze Minato dan Uzumaki Kushina. Adiknya duduk di kelas X-B. Namanya Namikaze Naruka. Ia mirip dengan sang kakak. Rambut si kakak seperti kulit durian yang berduri, namun berwarna pirang. Sedangkan sang adik dipanjangkan. Mata keduanya mirip— biru langit.

Si Uzumaki sulung ini terkenal dengan sifat supel, cerewet, berisik, dan hiperaktif. Walaupun begitu, tidak sedikit yang mengidolakannya. Jadi, lucky untuk si Namikaze bungsu yang memiliki kakak setenar ini.

Tidak kalah dengan sang Uchiha. Uzumaki yang satu ini juga putra dari pemilik Perusahaan Namiki. Perusahaan yang setara dengan Perusahaan Uchiha.

"Tolong perhatikan pelajaranku, mengerti?" Ujar Kakashi sambil melirik ke arah papan tulis. Sasuke dan Naruto hanya mengangguk tanda mengerti.

Walaupun hanya begitu, kejadian tadi sempat menarik para perhatian para gadis di kelas. Yah, namanya juga duo terkenal di sekolah.

.

"Hoi teme, kapan kau punya gadis pendamping?" Tanya pemuda dengan rambut pirang terangnya— Naruto. Yang dipanggil dengan sebutan teme menoleh dan mencibir ke arah Naruto.

"Setelah lebaran monyet, dobe." Jawab si pemuda bermata onyx— Sasuke. Naruto mengerucutkan mulut dan menyipitkan matanya.

"Ayolah teme. Masa' di antara para penggemarmu, tidak ada yang menarik?" Tanya Naruto lagi. Ia mengguncang-guncangkan bahu Sasuke. Meminta penjelasan yang jelas. Yang diguncang-guncangkan malah diam sambil menatap sinis sahabat pirangnya itu.

"Aku tidak ingin terjerat lagi," jawab Sasuke datar dan malas. Dahi Naruto berkerut. Terjerat katanya?

Saat hendak bertanya lagi— dengan mulut sudah menganga lebar, Sasuke mendahului berkata, "sudahlah dobe. Aku malas berbicara tentang gadis." Ia pun menggaruk rambut ravennya dan beranjak dari bangku. Naruto mau tidak mau mengangguk dan menggerutu.

Kapan sih bisa membuat Sasuke suka dengan seorang gadis? Atau jangan-jangan dia yaoi? Ouh! Tidak Naruto, kau pikir orang sepertinya mau dengan cowok. Dengan cewek saja enggan, apalagi cowok?

Uzumaki sulung itu hanya mendesah tidak jelas.

.

Di tempat yang nun jauh di sana, seorang gadis cantik dengan seorang gadis berkacamata duduk di atas tempat tidur.

"Neechan, kapan kita ke Jepang?" Tanya sang gadis ke arah gadis berkacamata. Yang dipanggil neechan itu menoleh dan tersenyum manis. "Secepatnya, imouto." Gadis cantik itu ikut tersenyum. Neechannya mengelus rambut imoutonya dengan lembut.

"Kita akan ke Jepang secepatnya. Makanya, kamu harus cepat sembuh, imouto." Ujar sang neechan. Si imouto mengangguk.


Ricchan : Konbanwa minna-sama ~ \(^0^)/

Atashi wa Ricchan desu.. Yoroshiku nee!

Saya author baru di sini. Mohon bantuannya ya. Saya cuma meminta sedikit saran dan kritikan senpai di sini mengenai first story saya/

Nee, onegaisimasu, minna.. *bow*