Seperti kelopak bunga yang terjatuh ke tanah oleh musim. Dia akan sendirian, kesepian dan sedih. Namun serbuk sari membantunya untuk tumbuh menjadi bunga yang baru. Memulai kehidupan barunya bersama yang lain, penuh kebahagiaan.
Cinta, adalah hal yang paling utama dalam membangun sebuah kebahagiaan. Namun, cinta juga adalah hal yang paling menyakitkan. Jatuh cinta, seperti hujan yang rela jatuh ke bumi berkali - kali walaupun sangat menyakitkan, dia tetap kembali.
Dia, seperti musim salju yang dingin, seperti musim kemarau yang memberi kehangatan, seperti musim semi yang menumbuhkan cinta, dan seperti musim gugur yang manjatuhkan cinta tersebut.
Dia, seperti langit malam yang kehilangan bulan dan bintangnya, sangat gelap dan menyeramkan. Dia seperti langit mendung yang menjatuhkan hujan, sangat menyedihkan.
Berdoa sepanjang hari berharap agar angin menyampaikan harapannya pada tuhan. Berharap angin bisa memberi tahu alam semesta tentang perasaannya.
Perasaannya yang menyayat hati.
--
WILL BE BACK
PROLOG
"Aku mempunyai sebuah kisah. Kisah tentang seseorang yang keinginannya terkabul saat turunnya salju pertama. Apa kau percaya itu?"
Lelaki mungil itu membicarakannya dengan mata berbinar. Seolah - olah kisah tersebut adalah kisah yang sangat indah.
"Sebelum aku merasakannya, aku tidak percaya. Dan sayangnya, aku tidak tertarik pada kisahmu itu, dude."
Berwajah datar namun sangat tampan. Sangat berbeda dengan lelaki mungil tersebut yang memiliki wajah cantik walaupun sering mengatakan dirinya manly.
"Dengarkan kisah ini dan kau akan tertarik pada akhirnya."
"Baiklah - baiklah. Silahkan ceritakan, dan aku akan medengarnya."
Si wajah datar adalah Sehun, dan lelaki mungil adalah Luhan. Walaupun dengan tingkat ketertarikan yang sangat minim, Sehun menyetujui untuk mendengarkan kisah tersebut. Sedangakan Luhan hanya bersorak senang.
" Saat itu, akhir musim gugur. Seorang laki - laki dengan tinggi badan yang hampir mencapai dua meter berjalan dengan sempoyongan di sebuah taman. Netranya menatap ke arah langit malam yang kosong. Tubuhnya menggigil kedinginan. Nafasnya terdengar putus asa. Dengan sisa tenaga yang dia punya, saat turunnya salju pertama, pria itu menyampaikan harapannya, 'agar tetap hidup, dengan sebuah kebahagian.' . Dan itulah harapannya, sebelum matanya tertutup dan sebelum menyadari bahwa ada seseorang yang berlari ke arahnya dangan tatapan khawatirnya. Orang itu men-"
Suara dering telepon yang berjudul Bad Boy dari girl grup Korea Selatan menggema keseluruh penjuru kamar sehun, menghentikan Luhan yang baru memulai kisahnya.
"Sebentar." Ucap Luhan sambil melangkah pergi ke luar ruangan meninggalkan Sehun sendiri, dengan pemikirannya.
"Maaf, dude. Aku harus pergi. Sampai jumpa besok di sekolah, babe."
Sehun hanya mengangguk sebagai balasannya. Menghiraukan panggilan 'babe' dari Luhan. Di kepalanya masih banyak pertanyaan tentang kisah yang diceritakan Luhan. Apa yang terjadi selanjutnya? Apa yang dilakukan orang itu?
Benar yang seperti Luhan katakan, dengarkan kisah ini dan kau akan tertarik pada akhirnya.
--
WILL BE BACK
PROLOG
END
--
please wait for next chapter.
