Opening Bukti Versi Naruto.
By : Vallyant Sayoga.
(Lihat diYoutube)
Play
Menma-Ranka-Hachi-Mu-Buna -Ran
Shukaku-Han-Fuka
Karura-Shima-A-Natsu
Tayuya-Hina-Fugaku
Manda-Baji-Ebisu
Monga-Nan-Setsuna-Kaguya
Nango-San-Shizuku
Taku-Ponta-Burami-Chiriku
B-Futaba-Taku
Mijin-Michy-Tofu
Reff :
Haku-Deidara-Baki
Gari-Chikara-Pakura-Sari
Fugai-Hanabi-Seramu-Satori
Tenten-Tera-Dan-Gaara-Ya- Hidan-Ichi
Gamamaru-Araya
Zaji-Baki-Kagura-Ginkaku
Pakkun-Tazuna-Tenga-Hikaku
Kaya-Ni-Tami-Yura-Hikaru
Tofu-Meizu-Shikamaru
Mei-Zetsu-Kankuro-Fuu-Tokara
Kushina-Sarada
Sagan-Sagi-Fuku-Matsu-Sota
Kurama-Sabiru
B-Futaba-Taku
Mijin-Michy-Tofu
Reff :
Haku-Deidara-Baki
Gari-Chikara-Pakura-Sari
Fugai-Hanabi-Seramu-Satori
Tenten-Tera-Dan-Gaara-Ya- Hidan-Ichi
Gamamaru-Araya
Zaji-Baki-Kagura-Ginkaku
Pakkun-Tazuna-Tenga-Hikaku
Kaya-Ni-Tami-Yura-Hikaru
Tofu-Meizu-Shikamaru
Reff :
Haku-Deidara-Baki
Gari-Chikara-Pakura-Sari
Fugai-Hanabi-Seramu-Satori
Tenten-Tera-Dan-Gaara-Ya- Hidan-Ichi
Gamamaru-Araya
Zaji-Baki-Kagura-Ginkaku
Pakkun-Tazuna-Tenga-Hikaku
Kaya-Ni-Tami-Yura-Hikaru
Tofu-Meizu-Shikamaru
End!
Disclamer : Naruto x HighSchool DXD.
Summary : Kanapa? Kenapa kau memberikan kehidupan lagi untukku? Aku ingin kita bahagia dialam sana. tapi kenapa? Hanya aku masih berguna untuk menyelamatkan dunia, kau rela membuatku hidup lagi? Tapi walaupun begitu... aku tetap mencintaimu.
Genre : Adventure, Romance, Drama, Dll.
Pair : Naruto x ...?
Rating : M.
Age : Naruto 25 Thn.
Normal Pov Now!!!
Teelihat seorang laki-laki yang sedang duduk diatas atap sekolah, dia duduk dibangku yang sudah ada disitu.
Angin berhembus kencang membuat helaian rambut kuning pendek keemasanya melambai-lambai, dan ia membuka kelopak matanya yang sedari tadi terpejam, dan tampaklah iris lavender, bagai rembulan yang indah.
Ia memakai seragam ala guru, berwarna hitam berdasi putih, dengan arloji ditangan kirinya.
Ia menatap langit biru dengan tenang, dan tiba-tiba suara derap kaki yang terdengar ditelinganya, ia menoleh kesamping untuk tau siapa yang menghampirinya.
Dan terlihat gadis bersurai hitam poni, beriris pink, dan memakai seragam khas sekolah kuoh.
Dan tiba-tiba gadis itu langsung membungkuk hormat kepadanya, dan berkata.
"Naruto-sensei, bolehkah aku menemanimu disini?"
Tanya Gadis itu, kepada laki-laki yang kita ketahui adalah Naruto.
Naruto tidak menjawab, dia hanya melihat gadis itu sementara, mengalihkan padanganya kelangit biru lagi, dan mengganguk singkat, untuk mensetujui permintaan gadis tersebut.
Gadis tersebut yang melihat orang yang ia panggil sensei menganguk, dia langsung tersenyum kecil dan duduk disamping senseinya tersebut.
Dan hanya keheningan diantara kedua insan tersebut.
Naruto agak sedikit kesal dengan keheningan ini, walaupun ia orangnya pendiam, tapi ia tetap seorang yang humoris.
Narutopun membuka perbincangan.
"Sedang apa kau disini Sona?"
Tanya Naruto yang tidak mengalihkan pandanganya kelangit biru.
Gadis yang diketahui bernama Sona, dengan malu-malu menoleh kearah Naruto, dan ia mendapati sensei yang tengah menatapnya tenang, membuat rona tipis hinggap dipipinya.
"Ti-tidak. A-aku hanya sedang bersantai-santai juga, menikmati waktu jam istirahat."
Jawab Sona dengan malu-malu, sedangkan Naruto mendengar perkataan, membuatnya menatapnya datar.
Sebenarnya Naruto sudah tau gelegat muridnya satu ini, tidak mungkin Sona sang ketua osis, menikmati jam istirahatnya, pasti ada sesuatu.
"Kau itu ketua osis Sona, tidak mungkin kau bisa menikmati jam istirahat, memang kau tidak ada tugas osis yang harus diselesaikan?"
"Tidak ada Naru-"
Kring! Kring! Kring!
Tiba-tiba suara HP berdering, tidak mungkin suara HP tersebut dari Naruto, karena ia meninggalkanya diruang guru, ya suara HP tersebut berasal dari Sona.
Sona merogoh kantung seragamnya, dan keluarlah HP yang masih berdering.
"Maaf Naruto-sensei, aku angkat telepon dulu."
Ijin Sona dan diberi anggukan oleh Naruto.
Sonapun berdiri dan menjaga jarak dari Naruto, dan saat selesai menelepon Sona menghampiri Naruto, lalu berkata.
"Naruto-sensei aku-"
"Biar aku tebak, yang tadi meneleponmu adalah Tsubaki, dan ia menyuruhmu untuk keruang osis, karena ada tugas yang harus diselesaikan. Aku benarkan?"
Mendengar perkataan Naruto, membuat Sona mengganguk malu.
"Kalau begitu aku keruang osis dulu Naruto-sensei."
Ujar Sona langsung membungkuk, dan pergi dari hadapan Naruto.
Naruto langsung mengalihkan pandanganya kelangit biru lagi, ia menutup kelopak matanya lagi, namun saat membuka matanya ia mendapati dirinya ditengah hutan dalam keadaan malam, yang sipenuhi umang-umang yang berterbangan menyinari malam.
Dan ia tidak memakai seragam guru kuoh lagi, tapi ia memakai baju trening berwarna hitam, berseleting jingga, memakai celana jingga, memakai sepatu ninja, dan memakai ikat kepala berlambang desa konoha, dan iris matanya menjadi biru sapphire lagi.
(Ini tempatnya dimana Naruto, menyatakan cintanya pertama kali kepada Hinata, diThe Last).
Naruto yang sedang duduk diatas bekas pohon yang ditebang, ia merasakan getaran dibelakang punggungnya, tanpa ia menoleh ia sudah tau bahwa, yan membuat getaran dipunggunya adalah seorang wanita bersurai indigo, berpakaian minim, berstoking sampai paha dan bersepatu ninja, yang membelakanginya juga, dan ia sedang merajut sebuah syal berwarna merah, ya ia adalah istrinya Naruto, yaitu Hyuga Hinata.
Naruto tersenyum kecil dengan kebiasaan istrinya yang suka merajut syal, iapun berkata.
"Maaf menunggumu lama."
Ujar Naruto disertai senyum tulusnya.
"Tidak apa-apa."
Jawab Hinata singkat.
"Kau marah?"
"Tidak."
Perkataan singkat dari Hinata, karena sang istri sedang merajuk, membuat Naruto benar-benar gemas.
Naruto berdiri dari duduknya, menghadap sang istri yang masih memunggunginya, dan masih setia merajut syal.
Naruto langsung memeluk tubuh sang istri, melingkarkan tangan kekarnya diperut ramping istrinya, dan menaruh kepalanya diatas bahu Hinata.
"Maaf ya."
Perkataan Naruto membuat Hinata berhenti merajut syalnya, dan mengusap pipi Naruto dengan tangan kananya, dan memberinya senyuman tulus.
"Tidak apa, aku maafkan kok."
Hinata langsung merajut syal merah itu lagi, Naruto hanya bisa menggeleng-geleng kepalanya, atas prilaku istrinya.
"Aku sangat merindukanmu, kenapa kau melarangku untuk selalu bersamamu, selamanya disini?"
Hinata melirik suaminya yang sedang memanyunkan bibirnya.
"Ini adalah tugas dari Shinigami-sama Naruto-kun, yang telah diamanatkan olehku, aku tidak bisa menolak perintahnya."
"Tapi kenapa dia harus memilih aku, yang harus mendamaikan dunia ini? Aku sudah menunggu kematianku yang sanggat lama, hanya untuk menemuimu, aku ingin menghabiskan waktu abadiku disini bersamamu, dan kita tinggal menunggu kedua anak kita, yang akan suatu saat nanti, tapi kenapa kau rela membuatku hidup kembali Hinata?"
Hinata menghelai Nafas sejenak, karena tingkah manja, dan pertanyaan panjangvlebar suaminya ini suaminya ini.
"Karena kau berpotensi, oleh karena itu dia memilihmu Naruto-kun, aku tidak bisa menolak seorang Shinigami, yang menyuruhku untuk menghidupkanmu kembali, aku tidak bisa menolaknya Naruto-kun."
Yang dikatakan Hinata ada benarnya juga, Naruto itu orangnya sangat kuat, walaupun sudah tidak mempunyai kekuatan 9 biju, namun ia masih mempunyai tekad yang kuat, dan kekuatan byakugan dari sang istri.
"Hinata, aku ingin berbicara denganmu, soal-"
"Kau mau memilih pasangan hidup lagi."
Naruto agak sedikit terkejut atas perkataan istrinya, namun ia baru ingat bahwa ini adalah mindscapenya dan istrinya, jadi yang ia pikirkan pasti istrinya akan tau.
"Iya Hinata, kumohon kau jangan marah akan hal ini."
"Aku tidak marah Naruto-kun, sebenarnya aku yang salah, aku yang harusnya seorang istri yang seharusnya selalu mencukupi kebutuahanmu, mempersiapkan baju atau sarapan saat kau bekerja, namun aku tidak bisa, aku sekarang hanya sebuah roh, yang bersemayam didalam tubuhmu, aku sudah mati, hanya rohku yang tersisa, aku memakluminya Naruto-kun aku mengerti perasaanmu, kau boleh menikahi seorang perempuan diluar sana, walau itu sakit, tapi aku tetap mencintaimu Naruto-kun."
Mendengar perkataan istrinya Naruto tanpa sadar meneteskan air matanya, dan mempererat pelukan istrinya.
"Aku juga mencintaimu Hinata..."
Dan tiba semuanya memutih, dan saat Naruto membuka matanya lagi, dia sudah berada diatap sekolah kuoh lagi, dan penampilanya sudah menjadi guru kuoh lagi.
Kring!!!
Dan bel selesai istirahatpun berbunyi, Naruto langsung menuju kekelas mengajarnya.
Skip Time.
Sore harinya selepas dari aktivitas mengajarnya Naruto sekarang sedang berjalan dalam diam hingga dirinya melewati daerah sungai yang terletak dipinggiran kuoh.
Dan juga dirinya melihat seorang pria berjambul pirang yang sedang asik memancing meskipun tidak pernah mendapatkan ikan seekorpun.
Naruto tau itu adalah petinggi malaikat jatuh yaitu Azazel, kalau kalian ingin tau kenapa Naruto, tau Azazel petinggi malaikat jatuh, karena saat terlahir kembali Naruto berumur 20 tahun saat itu, Naruto bertemu Azazel ditepi sungai, dan Naruto menyangka kalau Azazel itu musuh, karena ia merasakan aura yang tidak mengenakan dari dalam tubuh azazel.
Dan merekapun bertarung, setelah bertarung selama hampir 2 jam, Azazel berhasil menjelaskan kepada Naruto, dan sampai saat ini mereka menjadi sahabat.
"Yo! Azazel!"
Panggil Naruto pelan yang membuat Azazel mengalihkan pandanganya kearah sumber suara, dan dirinya dapat melihat pemuda bersurai pirang yang menjadi sahabatnya ini sedang mendekat kearahnya sambil melambaikan tangan.
"Naruto, kemarilah dan duduklah."
Balas pria yang bernama Azazel tersebut sambil tersenyum, dan mempersilahkan Naruto duduk disampingnya.
"Bagaimana kabarmu Naruto?"
Ucap Azazel ketika melihat Naruto yang sudah duduk disampingnya, dan hanya dibalas anggukan oleh Naruto pertanda baik.
"Kudengar bahwa Kokabiel berkhianat? Apakah itu benar Azazel?"
Tanya Naruto dengan suara datar membuat Azazel yang mendengarnya hanya tertawa pelan.
"Benar seperti dugaanmu Naruto, namun aku sudah menyuruh Vali untuk membereskanya, jadi tenang saja"
Jelas Azazel sambil tertawa pelan.
"Vali? Sang pemegang Albion kah?"
Ucap Naruto yang sepertinya pernah mendengar nama Vali dari Hinata yang diberitahu oleh Shinigami, sedangkan Azazel yang mendengar pertanyaan Naruto barusan hanya mengangguk.
"Benar, Vali adalah salah satu pemegang Longinus Albion."
Ucap Azazel menjelaskan salah satu muridnya itu kepada Naruto yang hanya diam sambil mendengarkan perkataan Azazel barusan.
"Baiklah jika begitu aku akan kembali kerumah."
Ucap Naruto sambil bangkit dari duduknya kemudian mulai melangkah menjauh dari Azazel.
"Oi, secepat itukah kau akan pergi? Temani aku sebentar saja Naruto."
Ucap Azazel dengan nada yang dibuat buat.
"Aku masih normal Azazel, jaa ne."
Balas Naruto sambil berlalu pergi meninggalkan Azazel yang terdiam mencerna perkataan Naruto barusan, dan ketika dirinya sadar akan perkataan Naruto barusan.
"Sialan kau Naruto!"
Teriak Azazel kesal kepada Naruto yang sudah hilang entah kemana .
Skip Time.
Malam harinya dikota kouh atau lebih tepatnya diakademi Kuoh sekarang telah tertutupi oleh sebuah kubah transparan yang menutupi seluruh sekolah tersebut, dan didalam kubah tersebut dapat terlihat beberapa mahluk yang memiliki sayap kelelawar atau lebih dikenal dengan istilah iblis, sedang dalam keadaan terpojok karena melawan sosok mahluk bersayap gagak atau juga lebih dikenal dengan istilah Datenshi, yang sekarang sedang membuat sebuah partikel cahaya raksasa dihadapanya dan sukses membuat para Iblis disana menatapnya takut.
"Beginikah kekuatan kalian? Menyedihkan"
Ucap Datenshi tersebut remeh dan tidak ia ketahui bahwa ada kehadiran sosok lain yang menyaksikan kejadian tersebut, dalam diam dari atas atap sekolah dan ciri sosok tersebut mempunyai surai pirang spike dan beriris lavender, yang ketika dirinya melihat Datenshi tersebut melemparkan partikel cahayanya kearah sekumpulan Iblis, yang merasa bahwa mereka akan musnah saat itu kemudian sosoknya melompat terjun kearah sekumpulan Iblis tersebut.
"Cih Kokabiel sialan!"
Teriak pemuda bersurai coklat yang sedang dalam kondisi terluka parah itu, sambil menatap nanar kearah partikel cahaya atau yang lebih ia kenal dengan nama Lightspear itu, mengarah kepada dirinya dan juga teman temanya yang lain.
"Inikah akhirnya?"
Desis gadis bersurai merah yang juga berada disamping pemuda yang sedang terluka parah tersebut.
"Hahaha Matilah dan perang akan menjadi pilihan terakhirnya!"
Tawa Kokabeil sambil melemparkan Lightspear raksasanya.
Wussh!
Blaaar!
Semua Iblis disana menutup matanya ketika merasakan bahwa kematian mereka akan segera tiba, karena memang sejak dari awal mereka tahu melawan Datenshi sekelas Kokabeil, yang rumornya adalah Malaikat perang dulunya sebelum jatuh membuat mereka yang belum terlalu terlatih kesusahan dan akhirnya kalah telak, namun rasa sakit yang mereka tunggu dari lightspear Kokabeil tidak pernah tiba dan akhirnya salah satu Iblis yang ada disana membuka kedua matanya dan dirinya dapat melihat bahwa ada sosok yang telah melindungi mereka semua yaitu seorang Pria bersurai pirang jabrik dengan kedua iris lavender mereka mengenali sosok tetsebut, karena sosok tersebut adalah Sensei mereka.
"Kalian tidak apa?"
Tanya sosok yang menyelamatkan kelompok Iblis tersebut datar, namun sebenarnya dalam hatinya ia sedang kesal karena keterlambatan pemegang Albion untuk menghentikan amukan Kokabeil ini, sedangkan para Iblis disana hanya shock melihat siapa yang menyelamatkan mereka.
"Na-naruto Sensei!"
jerit semua Iblis disana Kaget dan Kokabeil yang melihat serangannya digagalkan seseorang yang masih tertutupi debu itu kemudian menggeram kesal.
"Cih! Siapa kau brengsek!"
Naruto membalikan badannya dan menatap Kokabiel, dengan iris lavendernya.
"Aku adalah seorang guru disini, dan mereka adalah murid-muridku, kelihatanya mereka dihajar habis habisan oleh dirimu gagak."
Ucap Naruto santai dan membuat Kokabiel murka.
"Beraninya!!! kau rasakan ini!!!"
Kokabiel menembakan 10 lightspearnya dengan cepa karah Naruto, sedangkan Naruto menatap datar lightspear tersebut.
Naruto langsung mengangkat sebelah tanganya, dan mendorongnya kedepan.
"Hakke Kuzo!"
Dan tiba-tiba lightspear Kokabiel terpental entah kemana.
Semua orang yang melihat itupun membolakan mata mereka.
"Oh! Sepertinya kau lumayan kuat manusia! Baiklah kita mulai permainanya!"
Ucap kokabiel sambil menyiapkan kedua lightspear dikedua tanganya.
"Akan kulayani gagak."
To Be Continue...
