Bully Bea.

.

"Umm, Captain?" Beatrix merasa risih karena orang yang dipanggil captain itu terus saja menatap dirinya. Wajah Beatrix mulai menampakkan rona merah disana. "Ke-kenapa kau terus menatapku?"

Orang yang dipanggil Captain itu tersenyum tipis, tatapan mata pemuda itu tidak lepas dari gadis yang tengah duduk di ujung ranjang. "Apa tidak boleh?"

Beatrix langsung salah tingkah dengan pertanyaan yang di ajukan kepada dia, ia mengalihkan wajahnya ke arah lain untuk menutupi rona merah dikedua pipinya.

Sang Captain hanya tertawa kecil melihat tingkah lucu dari gadis berambut coklat itu. "Bea, jujur saja. Tingkahmu saat ini sangat lucu, aku jadi ingin menggodamu lagi... Atau membuatmu tidak bisa berjalan..."

"Gran!"

Si captain itu kembalu tertawa keras saat dia dapat protesan dari Beatrix. Ia mendorong Beatrix untuk merebah di atas kasur. "Kau manis Bea..." Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Beatrix, sang gadis sudah sangat siap jika Gran/Captainnya itu menciumnya.

Gadis itu menutup kedua matanya.

Namun sekian lama ia menunggu, tapi benda lunak itu tidak kunjung menyumbat bibirnya. Beatrix malah merasakan sebuah getaran dari sang Captain. Dengan pelan, Beatrix membuka kedua matanya, ia menatap sebal Gran yang sedang tertawa kecil.

"Gran!" Ia mendorong kuat tubuh pemuda itu. "Ja-jangan menggodaku!"

"Tapi aku suka Bea, wajah meronamu itu... Aku sangat suka."

"Ta-tapi ja-jangan menggodaku seperti itu, bego!"

Gran kembalu tertawa, ia kemudian membelai pipi merah Beatrix. "Baiklah, aku akan serius sekarang..." Gumam pemuda itu, kemudian ia mencium lembut bibir plum milik Beatrix.

Mereka berdua berciuman dengan sangat mesra, melupakan gadis berambut pirang yang tengah menatap mereka bosan. "Ayo, kita ada misi selanjutnya!"

Kedua insan itu langsung mengambil pakaiannya masing-masing, dan bergegas untuk keluar dari kamar tersebut.

.

..

...

END

...

Iseng nulis ini disela-sela kesibukan.

Dan ya, saya main GBF juga. Baru beberapa bulan.

Oke segutu saja, maaf kalau ada salah kata.