Disclaimer:
Gintama © Sorachi Hideaki
Tak Menyangka © Seiyura
K+ | Crime, Tragedy | (Maybe)OOC | Alternate Universe? | Typo(s) | Gaje
…Soyo tak menyangka akan secepat ini.
Padahal, baru saja kemarin Kagura berkunjung kerumahnya. Bercerita kepada mereka berdua–Soyo dan Nobume–bahwa Okita Sougo mengajak Kagura untuk kencan.
Tapi lihat sekarang, ia sedang berada di depan makam sahabatnya–
–makam Kagura.
…Soyo tak menyangka akan secepat ini.
Padahal, baru saja kemarin ia bisa membuat teh yang sempurna. Yang tak terlalu manis dan tak terlalu pahit. Nobume sudah pergi saat itu, jadi Kagura saja yang mencicipi teh miliknya–Kakaknya adalah yang pertama mencobanya.
…Soyo tak menyangka akan secepat ini.
Lihat sekarang. Ia terdiam membisu dihadapan batu nisan bertuliskan "Yato Kagura". Ia hanya terdiam seperti kedua orang tua Kagura, seperti Gintoki dan Shinpaci, Nobume, Kamui, dan Okita Sougo tentunya.
Hanya bisa terdiam membisu. Tak tau harus berekspresi apa. Semua orang yang dekat dengan Kagura hanya bisa menatap kosong batu nisan dihadapan mereka. Sama sekali tak ada tangisan, karena kesedihan itu terlalu sulit untuk diungkapkan.
…Soyo tak menyangka akan secepat ini.
Ia tak pernah menyangka ini akan begitu cepat. Semua seolah terjadi begitu saja. Ah… Padahal ia belum meminta maaf kepada Kagura. Meminta maaf karena telah mencintai Okita Sougo juga.
Satu-persatu semua orang mulai pergi. Setelah berdiam diri Shinpaci, Gintoki, dan Keluarga Yato berbalik pergi. Menyisakan Nobume, Sougo, dan Soyo yang masih berdiri.
Setelah berdiam diri cukup lama, Nobume menepuk pundak Soyo mengisyaratkan ia akan pergi duluan. Meninggalkan Sougo dan Soyo yang masih saling terdiam. Menunduk beberapa lama lalu menoleh kearah punggung Sougo.
Okita-san pasti sangat kehilangan Kagura-chan, bahkan mungkin lebih kehilangan dibandingkan siapapun. Meskipun Okita-san dan Kagura-chan lebih sering berdebat tak berguna, cinta mereka melebihi itu semua.
…Pasti itu sangat menyakitkan
Menghela nafas dan mengucapkannya dalam satu tarikan, "Okita-san, ayo kembali. Sebentar lagi malam." Sougo 'pun berbalik pergi dengan kepala tertunduk. Meninggalkan Soyo dibelakang. Setelah beberapa langkah Sogo menyadari bahwa sang gadis tak mengikuti.
"Apa yang kau lakukan? Bukankah kau bilang harus kembali?" Ucap Sogo dengan suara parau. Soyo berbalik dan menyusul lelaki itu juga dengan kepala tertunduk. Mereka semua telah pergi meninggalkan Kagura yang sudah tenang dialam sana. Tetapi, tanpa disadari siapapun–
–hari itu Soyo tersenyum. Senyum kemenangan.
Ya. Soyo tak menyangka semuanya akan secepat ini.
Owari
/Tepar
Serius, ini gak tau bikin apaan. Lagi baca-baca tes untuk orang psikopat, dan saat udah selesai baca eh malah ngelamun gak jelas, tiba-tiba tanpa sadar lahirlah fanfic ini. Gilaaa… Ini fanfic pertama yang diselesaikan tanpa ada jeda. Biasanya 'kan molor sampe berbulan-bulan /nahloh. Intinya ini gabungan dari tes psikopat dimana 'ada kakak beradik perempuan yang ketemu lelaki tamvan dipemakaman dan akhirnya terjadi pembunuhan' sama kasus Mirna yang… udah selesai atau belum ya? Persetan. Dan kayaknya cukup sekian. /Tijel /dilempar
Oh iya, dari cerita ini, ada yang paham maksud cerita ini itu apa?
