MAKE IT REAL

AN: HEYY ^^ author hanori yang imut ini kembali :* :p wuahahahahaha. Bagaimana dengan fic yang sebelumnya? Pasti aneh ya kan? Maklumlah saya ini masih author baru ^^

Hehehehe dan ini adalah pengalaman pertama saya membuat FF Naruto ^^

Kali ini saya akan membuat fic, idenya dari sebuah lagu yang kudengar dengan headset yang tersambung dengan handpone ku sambil berjalan di koridor sekolah, masih panjang ceritanya hingga aku mendapatkan ide ini ^^ hehehe maklumi lah :3 malas ngetiknya

Ok!

Summary: " jika kau memang mencintaiku... buatlah itu terlihat nyata untukku"

Seorang gadis indigo sedang bangun dari tempat tidurnya kemudian ia membuka tirai jendela miliknya kemudian ia menguap. Masih tepikir olehnya tentang kebodohannya yang menanti pernyataan cinta dari orang yang sama sekali tidak pernah mencintainya. Teringat olehnya ketika ia menyatakan perasaannya pada pemuda itu, dan berharap pemuda itu akan membalas perasaannya. Tapi ternyata... pemuda itu malah menerima cinta dari wanita lain, apalagi ia menyaksikan kejadian itu.

FLASHBACK

Seorang gadis berambut indigo yang diketahui bernama Hinata sedang menuju ke sebuah sungai dimana ia akan latihan di tempat itu, tapi langkahnya berhenti di tengah perjalanan karena sebuah suara dua orang manusia yang sedang bercakap-cakap. Ia memutuskan untuk bersembunyi di pohon.

"Naruto, bukankah kau menyukaiku?" tanya sakura

"hmmmm. Memangnya ada apa Sakura?" tanya balik Naruto

"hmm... aku hanya ingin mengatakan bahwa ternyata aku juga mencintaimu, eeh Naruto apakah perasaanmu masih sama seperti yang dulu?" tanya Sakura. Naruto terlihat diam begitu lama memikirkan sesuatu, ia ingin memiliki Sakura tetapi ia tak ingin melukai Hinata, dan sekarang hal itu membuatnya bingung.

"Naruto! Kau tak apa-apa kan?" ucap sakura menghentikan lamunan Naruto

"eeh, hmm, iya." Jawab Naruto gugup

"jadi bagaimana? Kita 'jadi' atau tidak.?" Ucapnya sambil malu-malu

"eeh, hmm, iya."

" benarkah?" tanya sakura sekali lagi

"Iyaaaa" ucap Naruto gemas sambil mencubit pipi Sakura, dan Sakura hanya mengalungkan lengannya di leher naruto. Mereka tidak tahu bahwa ada seorang gadis yang berhati malaikat menyaksikan mereka sambil membungkam mulutnya sendiri agar isakan tangisnya tak terdengar

END FLASHBACK

Sudah dua tahun sejak kejadian itu Hinata dan Naruto sama sekali kurang akrab, Naruto yang selalu merasa bersalah selalu meminta maaf pada Hinata dan hanya dibalas dengan anggukan atau dengan kata 'aku baik-baik saja'. Tapi walaupun begitu Naruto tahu bahwa hinata masih sakit hati, pada akhirnya ia memutuskan untuk tidak mengganggu Hinata lagi.

Hinata sedang berdiri di tepi sungai. Sambil mentup matanya ia bernyanyi sebuah lagu

So I lay my head back down

And I lift my hands and pray

To be only yours I pray

To be only yours I know now

You're my only hope

Hinata menghayati lagunya hingga ia tak sadar bahwa air matanya jatuh. Ia tak menyadari bahwa ada seorang pria berambut raven bermata onyx sedang memperhatikannya.

"suara mu bagus juga" ucapnya datar. Hinata tersentak, ia berpikir bahwa tidak ada yang bisa menemukannya di tempat sepi seperti ini.

'eeeh… A-ano Sasuke-kun Mengapa kau bisa mengetahui kalau aku berada disini" jawab Hinata sambil menunduk. Sasuke lalu berjalan hingga tepat berada di depan Hinata. Ia lalu mengangkat dagunya

"Janganlah menunduk saat bicara dihadapanku." Ucap Sasuke datar. ia semakin mendekatkan wajahnya ke Hinata. Sedangkan Hinata hanya diam dengan wajah yang memerah, disamping itu ada seorang pria berambut pirang sedang menyaksikan mereka 'Apakah si Teme sedang mencium Hinata? Tapi mengapa mereka bisa sedekat ini? Dan sejak kapan mereka saling akrab? Apakah semenjak itu….'

"Kau lucu juga, dan kau… Cantik." Ucap Sasuke bersungguh – sungguh, ia menatap Hinata sangat dalam, lalu melepaskan tangannya dari dagunya. Hinata hanya menunduk dengan wajah memerah.

"Terima kasih." Ucapnya dengan senyum tulus dan lembut, lalu ia pergi melewati Sasuke yang masih terpanah pada Hinata. Disisi lain ada seorang pria berambut pirang bermata safir sedang memandang mereka sambil bertanya-tanya.

!

Seorang Uzumaki Naruto sedang berjalan menuju ke apartemen miliknya dengan satu pikiran saja

'Sasuke dan Hinata…. Bagaimana bisa mereka…' sepanjang perjalanan pulang itulah yang ia pikirkan, ia bahkan tidak fokus saat berjalan sehingga ia menabrak beberapa orang yang sedang berjalan.

TBC

Huuuh bagaimana?

Sebenarnya mau aku selesaikan ini cerita, tapi karena saya sudah ngantuk dan besok juga harus kesekolah. Makanya saya hentikan sampai disini OK!

Aku tunggu repiunya dan kalian tunggu lanjutan ceritanya