Disclaimer: Gekkan Shoujo Nozaki-kun © Izumi Tsubaki
Tidak ada keuntungan material yang didapat dari tulisan ini.
Warning: Pendek; cuma fanfik 'cemilan' di kala bosan. Pun ditulis di kala bosan.
Cermin dan Orang yang Kusukai
by rufinaa
.
"Oi, Waka. Kau sedang apa sih?" Yuzuki memergoki Wakamatsu, adik kelas merangkap korban rundungan Yuzuki di klub basket, sedang memerhatikan sebuah cermin tangan di depan ruang klub paduan suara.
"UWAA!" Wakamatsu terkejut bukan main. Ia berseru keras hingga Yuzuki ikut terkejut. "Jangan membuatku terkejut dong, Kak Seo!"
"Kau yang membuatku terkejut, tahu." Yuzuki balas mengomel. Ia kembali terpaku pada cermin tangan yang dipegang Wakamatsu. Cermin itu berbentuk lingkaran dengan bingkai emas mengkilap, pegangan tangannya dipenuhi ukiran-ukiran indah dan batu permata. Dan sebenarnya memang terlihat janggal jika benda secantik itu ada di tangan Wakamatsu yang berotot.
"Hah, kenapa sih Kak Seo selalu saja―"
"Apa? Apa? Cermin tangan? Kau punya benda begituan, ya?" tanya Yuzuki, lalu mencoba merebutnya tapi Wakamatsu berhasil mengelak. "Kenapa? Berikan padaku! Memangnya itu benda pusaka?"
"Ja-jangan, Kak! Ini―"
Sebuah ide mendadak terbesit di dalam pikiran pangeran muda jangkung itu. Ah, apa kutipu saja ya Kak Seo? Kalau tidak salah, di salah satu komik shoujo milik Kak Nozaki, ada adegan antagonis perempuan yang menipu protagonis perempuan mengenai benda pusaka!
Wakamatsu berbalik, lalu menyodorkan cermin yang ia peganG. "I-iya, Kak! Ini cermin ... cermin pusaka! Dia bisa menjawab semua pertanyaan kita!"
"Hoo ... menarik. Aku mau coba." Yuzuki mengambil cermin tangan dari Wakamatsu. "Mau tanya apa, ya... Hm..."
"Ta-tanya apa saja bisa!"
"Oh!" Yuzuki menjentikkan jarinya. "Eh, cermin. Kau tahu siapa orang yang kusukai?"
"Eh? Ka-Kak Seo suka seseorang? Aku mau lihat!" tanya laki-laki jangkung itu, memaksa kepala Yuzuki untuk bergeser agar ia dapat melihat dengan jelas. Yuzuki risih, ia menjauhkan kepalanya dari cermin dan melihat dari jauh, sedangkan Wakamatsu melihat dari samping. Mereka melihat cermin itu bersama, dan posisi Yuzuki membuatnya dapat melihat refleksi wajah Wakamatsu di dalam cermin.
"Oh, ada wajahmu, Waka."
"A-apa?! Tidak mungkin!" Wakamatsu langsung panik. "Masa Kakak suka padaku sih?"
"Iya, aku suka kok." Yuzuki menukas cepat, tapi dengan wajar datar. "Terutama waktu kita main basket bareng. Makanya, selalu kuoper ke Waka dengan kecepatan penuh, kan?"
"Anu ... kalau dengan kecepatan penuh bukannya berbahaya...?" Wakamatsu menelan ludah, ia mendengar langsung dari pelaku bahwa operan mematikan itu ternyata disengaja.
"Tidak, itu biar tidak direbut oleh anak basket yang lain. Buktinya selalu berhasil kau dapatkan, kan?" tanya Yuzuki, matanya kemudian berbinar. "Bahkan kau jago sekali, selalu menangkapnya dengan wajah!"
Rasanya Wakamatsu ingin menangis. "Kak Seo menyukai diriku atau menyukai untuk merundungku?"
"Hmm ... keduanya!"
"Sepertinya aku benar-benar dibenci oleh Kakak, ya..."
Wakamatsu menghela napas panjang, lelah dengan seniornya yang satu itu. Apa jangan-jangan ini cermin yang menunjukkan orang yang tidak disukai?
Yuzuki masih mengagumi kehebatan cermin tangan tersebut. Padahal, jika mereka lebih 'cerdas' sedikit saja, itu hanyalah cermin biasa.
.
.
fin
a/n:
Semoga Yuzuki sudah terlihat cukup tega di fanfik ini. /SALAH
WakaSeo (atau SeoWaka?) adalah salah satu pair yang kusukai karena hubungan mereka menarik. Tingkahnya selalu masuk akal walau kenyataannya peran mereka agak terbalik dari pair di komik shoujo pada umumnya. Makanya, di komiknya Nozaki pun Waka jadi cewek dan Seo jsdi cowok, lol.
(eh, apa Nozaki aja ya yang hobi ngebalik-balikin peran ... toh Mamiko diilhami(?) dari Mikoshiba...)
Begitu sajalah~ Semoga menghibur!
