Disclaimer: Gekkan Shoujo Nozaki-kun © Izumi Tsubaki
Tidak ada keuntungan material yang didapat dari tulisan ini.
Warning: Pendek;cuma fanfik 'cemilan' di kala bosan. Pun ditulis di kala bosan.
Cermin dan Lorelei
by rufinaa
.
Wakamatsu menimbang-nimbang sebuah cermin tangan berwarna emas. "Aku diberi ini sama Kak Mikoshiba, tapi bagaimana cara menggunakannya, ya?"
Barusan ia mendapat titipan sebuah cermin tangan milik Sakura―lebih tepatnya, dititipkan oleh Mikoshiba untuk diberikan ke Sakura karena ia buru-buru ingin pergi ke suatu tempat dan sudah ditunggu banyak perempuan cantik (baca: figurin). Karena Wakamatsu anak yang baik hati dan tidak bisa menolak, jadilah ia mengiyakan saja permintaan Mikoshiba.
Wakamatsu melihat cermin di tangannya. Ukiran dan batu-batuan pada cermin tersebut membuat benda di tangannya tampak antik, sekaligus terlihat janggal ketika dibawa oleh Wakamatsu yang notabene anak klub olahraga yang tinggi jangkung dan berotot.
"Rasanya aku pernah melihat benda ini di sesuatu tempat...," Wakamatsu bergumam panjang, kali ini sambil berjalan di koridor ruang klub yang sepi. Sedetik kemudian ia berhenti. "Oh, aku tahu! Ini ada di komik shoujo punya Kak Nozaki!"
"Apa namanya? Cermin ... pusaka? Yang bisa mengabulkan permintaan itu?" Ia kembali berbicara sendiri. "Eh, bukan. Yang bisa menjawab pertanyaan itu, deh."
Wakamatsu bergumam lagi. "Hmm ... mau nanya apa, ya..." Ia berhenti melangkah, lalu melihat papan nama klub paduan suara. "Oh, aku akan bertanya itu!"
Ia langsung berbalik badan, berdeham sekali. "Wa-wahai cermin pusaka, siapakah sosok Lorelei yang sesungguhnya?"
Jantung Wakamatsu berdebar, lama-lama semakin cepat. Perlahan, ia mulai melihat wajah seseorang yang terpantul di cermin itu.
Dan wajah itu adalah wajah Seo Yuzuki.
"Hahaha, mustahil. Suara Kak Seo kan sum―"
"―Hee, suaraku kenapa?" Mendadak ada suara Seo Yuzuki di belakangnya.
Mendengar suara malaikat pencabut nyawa itu, Wakamatsu langsung membeku di tempat.
Ia ingin menganggap bahwa suara barusan hanyalah halusinasi―sayangnya, itu Seo Yuzuki yang asli. Dan demi mempercayai halusinasi itu, Wakamatsu tidak akan pernah mengetahui bahwa, secara kebetulan, cermin itu memantulkan jawaban identitas Lorelei yang sebenarnya.
.
.
fin
a/n:
Cermin itu cermin pusaka? Bukan, itu cermin biasa.
Tau kan si Waka sukanya hiperbola gara-gara efek komik shoujo-nya Nozaki. x"D
