Baka Mindess
Aku menatap matanya, aku menatap mata onyxnya yang menggoda. Aku menyukainya. Sangat menyukainya. Namun aku tak bisa memilikinya. Karena inilah aku, seorang putri. Lucy Heartfilia. Kalau saja aku tidak kabur dari istana. Aku pasti bisa bertemu dengannya. Terlambat.
Tadi aku hampir jatuh ke jurang, laki-laki rambut pink menolongku.
"Terimakasih"
"Namamu siapa?"
"Lucy"
"Oh, lucy.. aku natsu. Salam kenal ya" ucap laki-laki rambut pink.
Deg! Jantungku berdetak cepat.
"A-ano, bisakah kita bersahabat?" Tanyaku.
"Maaf, tidak bisa. Aku cuma boleh bersahabat dengan pangeran atau putrii lainnya"
"Tapi aku putri"
"Bohong, mana ada putri dengan pakaian seperti itu" kata Natsu.
"Tapi aku.."
"Aku tidak mau lagi menikah dengan seorang yang bernama Lucy, sekalipun dia putri di kerajaan"
"Semua yang namanya lucy berarti anak pembohong" lanjutnya.
Aku menangis andai saja aku tidak kabur dari istana. Aku pasti bisa bersamanya. Tapi terlambat. Aku tak bisa lagi bersama dia. Orang yang telah menolongku. Sekaramg aku masih menangis di tengah jalan. Lalu ada mobil melintas, aku menutup mataku.
"LUCY!" teriak Natsu. aku terbangun.
"Pa-pangeran?" Tanyaku.
"Pangeran? Maksudmu?" Tanyanya.
"Ara... ara..."
"Eh, Mira-san?" Tanyaku.
"Kau pasti mimpi lagi ya" kata Mira
"Eh iya, hehehe"
"Huft, kau ini setiap malam mimpi aneh terus.. makanya jangan kebanyakan baca novel"
"Ahaha..."
"Baiklah, sebaiknya kau pulang, Lucy. Ini sudah malam, dan kau malah tertidur di guild" kata Mirajane.
"Terimakasih, bye"
TBC
Belum bisa buat fic, gomenne.
