Drabble
Naruto milik Masashi Kisimoto
Ulat Bulu milik Caaries Laventa
Pernah dipublish di facebook dan wattpad.
.
.
.
Jam bermain di Taman Kanak-Kanak Bunga Matahari
.
.
.
"Bagaimana ini?" Si bocah emo bertanya dengan nada kesal.
Gaara mulai terisak.
"Jangan nangis!" Sasuke membentak.
Gaara pun menangis.
Tangisan yang melengking, berisik.
"Tuh kan! Udah kubilang jangan main ulat bulu!" Sasuke semakin mengomel jengkel.
Tangisan Gaara pun menarik perhatian manusia-manusia kecil di sekitar mereka.
Tak lama, seorang wanita dewasa menghampiri dua anak itu.
"Ya ampun! Gaara ada apa dengan tanganmu?!" Konan mempercepat langkahnya saat melihat tangan Gaara yang memerah.
Tangis Gaara semakin pecah.
"GATAL GATAL GATAAAAL!" Teriaknya nyaring disertai tangisan.
Beberapa anak lain mulai mengerubungi pusat perhatian.
Tapi Konan lebih dulu membawa Gaara dan menyuruh anak-anak lain melanjutkan waktu bermain mereka.
.
.
.
Setelah kerumunan mulai membubarkan diri, Sasuke mendengus, mengejek temannya yang cengeng.
"Sa-sasuke kun?"
Sampai suara imut bocah perempuan menarik perhatian Sasuke.
Bungsu Uchiha melihat sosok mungil di depannya.
"Hn? Ada apa Hinata chan?" Tanyanya.
"Gaara kun kenapa?"
"Tangannya gatal, dia mainin ulat bulu sih. Padahal aku kan udah ngelarang dia." Jawab Sasuke dengan nada sedikit ngotot.
"Ka-kasihan ya Gaara kun." Hinata berujar sedih, ikut berduka cita.
"Apa lagi yang gatal tangan kiri, nanti kalau dia buang air harus dibantu saudaranya dan itu mengerikan."
Hinata terdiam, sedikit tidak mengerti ucapan Sasuke.
"Kenapa mengerikan Sasuke kun?" Tanya Hinata bingung.
"Itu karena kalau buang air dibantu dengan Itachi tidak sama bersih seperti dibantu Ibu, rasanya tidak enak Hinata chan," jelas Sasuke tetap memasang wajah kesal.
Hinata ingat, Ibu Gaara kan tinggal di Suna. Gaara tinggal bersama saudarnya, tidak mungkin Ibu Gaara ke Konoha hanya untuk membantu Gaara buang air.
Hinata mengangguk, lalu berujar.
"Hinata gak tau sih, soalnya Hinata suka buang air sendiri."
Tampak rona merah di pipi Sasuke.
"Po-pokoknya apapun itu, jangan ma-main ulat bulu." Bocah emo mengalihkan pembicaraan.
"Oh iya, ulat bulu itu seperti apa, Sasuke kun?" Tanya Hinata lagi.
Dalam hati Sasuke bersyukur Hinata tak membahas tentang buang air lagi. Sasuke malu tuh, ketauan masih suka dicebokin.
"Masa kamu gak tau sih?" Tanya Sasuke tak percaya.
Hinata menggeleng "Hinata emang gak tau kok, Hinata gak bohong."
Sasuke mengangguk-ngangguk.
"Ulat bulu itu seperti ulat biasa tapi ada bulu bulu halusnya, biasanya sih warna hitam dan ada di tanaman." Jelas Sasuke.
"Ulat bulu itu bisa bikin gatal loh, Hinata chan harus hati-hati ya."
Cieee Sasuke perhatian.
Hinata mengangguk mengerti.
Lalu memasang raut wajah bingung lagi.
"Ada bulu halus dan warna hitam ya?" Tanya Hinata.
Sasuke mengangguk.
"Apa itu juga ulat bulu?" Hinata menunjuk alis tebal dan keren berwarna hitam milik Sasuke. Karena kalau tebal saja itu punya Lee, milik Sasuke berbeda, tebal dan keren. Bukan tebal saja, catat!
"Eh?"
Dengan rasa penasaran yang tinggi, Hinata menyentuh alis Sasuke.
"Waahh lembut sekali." Hinata semakin merasa tertarik, matanya berbinar-binar.
"Tapi ini gak gatal kok Sasuke kun."
"Hi-hina .. "
Hinata berjinjit setinggi mungkin, ia mengendus alis Sasuke dengan hidung mungilnya.
Sasuke menutup matanya rapat-rapat, gugup.
"Harum! Harum dan lembut. Tapi gak gatal."
Rasanya Sasuke ingin pingsan saat Hinata menggesekkan pipi imut dengan rona merah kesukaannya pada alis Sasuke.
.
.
.
Mereka tidak menyadari sosok dewasa yang menatap mereka tanpa berkedip.
"Dasar anak-anak, masih kecil sudah nganu, emes deh."
.
.
.
Tamat bagian pertama.
Alan ada bagian ke dua.
Mampir yuk ke akun wattpad Caa, Caaries Laventa. Selama ini up ff di sana, mampir juga di akun HinataCentric_2017 di wattpadya, di sana juga rame banget, lebih rame kalau lebih banyak dukungan, ada event juga bagi-bagi hadiah lainnya loh :D
Dibuat: 9/04/2016
Dipublikasikan: 26/04/2017 (wattpad)
19/01/2018 (ffn)
