Ctak ctik!
Ctak ctik!
Ctak ctik!
.
Bunyi benturan teratur antara barisan tombol keyboard dan jari-jemari kian terdengar diseluruh ruang kamar milik seorang namja manis. Meski malam semakin larut serta hawa dingin kian terasa karena hujan baru semenit dari reda, sang namja manis yang sedang terpaku pada benda elektronik itu belum jua selesai dengan kegiatannya sejak sekitar satu jam yang lalu. Entah kapan namja manis itu akan tidur dan mengistrihatkan tubuhnya untuk bersekolah esok hari…
.
.
Lee Sungmin's Room – Pkl. 21:30 KST
…
WELCOME TO THIS SITE!
JUST ENJOY OUR SPECIAL-SERVICE!
"Our Service is Specially for you who want to feel an experience with your One-Day Boyfriend or Girlfriend"
Please sign-in or sign-up first ^^
…
Begitulah garis besar tulisan yang berada dipuncak layar komputer putih itu, dan namja manis pemilik benda elektronik tersebut—yang diduga bernama Lee Sungmin—masih terdiam menatap halaman muka alamat situs tersebut. Sedikit-banyak ia sejujurnya masih ragu untuk memulai bergabung dengan situs yang (agak) mencurigakan didepannya, ia bahkan baru mengetahui perihal kegunaan situs itu dari temannya hari ini…dengan kata lain, ia terlalu nekat. Padahal bukan tidak mungkin situs itu adalah situs yang berbahaya, namun…
.
"Kalau hyung memang serius ingin merasakan pengalaman memiliki pacar dalam sehari, cobalah buka situs itu…hyung pasti akan mengerti."
.
—memikirkan perkataan -atau saran- temannya itu, membuat tekadnya membulat. Dengan cepat telapak tangannya pun bergerak mengarahkan mouse, menjalankan kursor dilayar menuju kotak persegi panjang dengan tulisan "sign-up" lalu mengetiknya hingga situs kembali bekerja ke perintah selanjutnya.
.
o0o
.
.
.
Special Service Site
by.
Marcent Cho
…
A KyuMin Fanfiction
.
Three-shoots
Cast(s) © GOD
Story © MINE
AU, Romance, bit-Hurt, etc.
[!] BoysLove, Rated-T
Typo(s), Minim EYD, No-edit, Abstract-plot, and other..
.
.
o0o
…Don't Like Don't Read, Please…
Say No for Plagiat, Okay?
.
HAPPY READING
o0o
.
.
:: First Site ::
OneDayofBoyfrienddotCom
.
.
Namja manis dengan nama lengkap Lee Sungmin disana terlihat sedang menggerakan kesepuluh jarinya dengan lincah, matanya pun tak putus-putus menatap layar komputer putih yang ada dihadapannya. Sesekali ia mendecih pelan saat jarinya tak sengaja mengetikan huruf hangeul yang salah, ia pun dengan kilat menghapus dan mengganti huruf tersebut sambil menggerutu dengan bibirnya yang mengerucut. Hari memang sudah malam, bahkan besok ia masih harus sekolah.. namun tampaknya ia tak lelah sama sekali untuk menyelesaikan apa yang tengah ia kerjakan saat ini. Tepatnya untuk melanjutkan apa yang telah ia mulai sejak tadi…
Salahkan saja namja berpipi tebal yang telah membuatku termakan rasa penasaran yang besar pada situs ini!—jeritnya dalam hati.
o0o
Flashback
School – Pkl. 12:25 KST
.
Uhuk!
Seorang namja dengan wajah putih bersih itu tersedak oleh susu coklat kotakan yang sedang diminumnya, bukan karena apa-apa, hanya saja ia begitu kaget saat mendengar pertanyaan konyol—menurutnya—dari namja manis yang duduk tepat didepannya.
"M-mwo? Kau tanya apa, hyung?" mata bulatnya mengerjap kilat.
Sementara namja manis yang tadi bertanya—Lee Sungmin—kini menggembungkan kedua pipi chubby-nya. "Mochi~ kau tidak mendengar perkataanku dari tadi, hah?" rengutnya sebal.
"Aniya, ani, bu-bukan begitu," Henry Lau, namja dengan pipi menyerupai kue mochi, menaruh susu kotaknya diatas meja sembari menggeleng cepat. "Tapi, tadi yang hyung tanyakan…" ucapnya menggantung.
Sungmin mendegus pelan. "Aku hanya bertanya padamu, 'bagaimana caranya supaya aku bisa mempunyai pacar?'. Kenapa tampangmu malah jadi seperti itu? Apa pertanyaanku aneh?"
Henry terdiam sebentar, lalu membuka kembali suaranya. "Kenapa hyung tiba-tiba bertanya tentang itu?"
Kali ini Sungmin yang terdiam. Ia menundukan kepalanya perlahan sambil menjawab pertanyaan Henry dengan suaranya yang pelan, hampir lirih tepatnya. Namun suara Sungmin tentu masih bisa didengar oleh Henry,
"Aku hanya iri pada kalian."
"Eh?" Henry serta-merta membulatkan lagi kedua matanya. Apa katanya? Iri? Batin namja bakpao itu.
"Hu-um, aku hanya iri dengan kalian saja.."
Sungmin mendongakan wajahnya, menatap Henry yang sedang menunggu setiap lanjutan perkataannya,
"Hyukkie.. meskipun dia terkenal cerewet dan yadong tingkat akut seantero sekolah, tapi nyatanya dia sudah empat tahun menjalani hubungan dengan namja berwajah tampan bernama Lee Donghae yang selalu memperlakukannya dengan lembut dan hangat. Henry juga, kau pun sudah memiliki Zhou Mi yang berbadan tinggi dan satu kewarganegaraan denganmu, ia namja yang lucu dan suka membuat kita tertawa. Bahkan Kibum yang terkenal cuek dengan namja dan yeoja tidak tahunya sudah memiliki namjachingu yang sangat hebat bernama Choi Siwon, bahkan sang namjachingu sudah mengajak Bummie untuk bertunangan dengannya setelah lulus High School.." Sungmin menghembuskan napas setelah ucapan panjangnya, "Lalu bagaimana denganku? Di umurku yang ke-18 satu Januari kemarin, aku resmi tidak pernah memiliki pacar selama 18 tahun." Ia mengakhirinya dengan hembusan napas yang kedua.
Henry yang mendengar seluruh uneg-uneg hyung sekaligus sahabatnya itu hanya bisa menatap Sungmin dengan perasaan tak menentu, sejujurnya ia sendiri pun bingung ingin mengatakan apa pada hyung kesayangannya ini.
Sungmin kembali membuka suara, "Padahal paling tidak, aku kan juga ingin merasakan pengalaman memiliki seorang pacar. Sehari juga tidak masalah." Ia menggembungkan pipinya dan kembali menyesap susu strawberry yang tadi sempat ditinggalkannya sejenak.
Eh? Pangalaman memiliki pacar sehari? Batin Henry, sedetik kemudia ia pun langsung berpikir keras. Rasanya ia tahu solusi bagi hyung manis dihadapannya…
"Hyung, kau benar ingin merasakan pengalaman memiliki pacar? Walaupun hanya sehari?" tanyanya meyakinkan.
Sungmin mengangguk antusias, masih dengan mulutnya yang tersambung dengan sedotan.
"Kalau memang mau hyung hanya seperti itu…sepertinya aku bisa memberikan hyung saran yang ini.. eung, sebenarnya Mimi ge yang memberitahuku mengenai hal ini." Henry menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Kedua bola mata Sungmin yang memang sudah membulat kini semakin membesar. "Apa? Kau punya saran apa? Apa? Apa? Katakan padaku, mochi~" tanyanya tak sabaran.
Henry berdehem sebentar sebelum berbicara, "Apa hyung tahu sebuah situs bernama 'Special Service dot Com'?"
Sungmin menggeleng pelan dengan polosnya.
"Kalau hyung memang serius ingin merasakan pengalaman memiliki pacar dalam sehari, cobalah buka situs itu…hyung pasti akan mengerti."
Dan Sungmin dibuat melongo mendengar penuturan seorang Henry Lau selanjutnya.
.
Flashback End
o0o
Back to time…
Jari-jemari Lee Sungmin itu kini bergerak semakin lincah. Ia sudah sampai ditahap pendaftaran setelah sekitar tiga menit menunggu proses loading, ia pun dengan cepat mengetikan jawaban di berbagai kolom yang disediakan sang pembuat situs sebagai tanda sign-up di sosial media itu, Sungmin sedang berada di kolom pengisian keenam…setelah sebelumnya ia mengisi lima pertanyaan yang disediakan; nama, tanggal tahir, alamat rumah, asal sekolah, nomor ponsel, dan terakhir..
—What do U want, a Boyfriend or Girlfriend?—
Sungmin menimbang-nimbang sejenak apa yang harus ia isi. Tidak ada pertanyaan mengenai gender-nya dari kolom-kolom pertanyaan yang telah ia isi sebelumnya, mungkin untuk itulah terdapat pertanyaan mengenai 'apa yang kita mau, namjachingu atau yeojachingu?'. Namun sepertinya sang namja manis itu justru terlihat semakin bingung. Habis mau bagaimana lagi, ia kan seorang…
"Kalau aku menuliskan 'boyfriend'…akan terlihat aneh tidak ya?" gumamnya pelan.
Benar. Namja bertampang imut ini adalah tipe uke sejati.
Sungmin menggelengkan kepalanya cepat. "Aish, sudahlah! Biarkan saja! Ini kan situs pelayanan jasa, mau tidak mau orang ini harus menerima setiap jawabanku 'kan? Lagipula hanya pekerjaan sehari saja, tidak mungkin dipermasalahkan." Putusnya mantap dan kembali mengetikan barisan hangeul pada pertanyaan terakhir itu membentuk sebuah kata,
—BOYFRIEND—
Selesai, dan tinggal menunggu proses loading kedua. Tak menunggu waktu lama, dari layar komputer kembali muncul sebuah kotak yang berisi pertanyaan. Lagi.
"Kriteria namjachingu seperti apa yang kau inginkan?" ucap Sungmin mengikuti setiap kata yang ada diatas kotak maya tersebut. Setelah membaca tulisan disana, keningnya berkerut. Ia bingung.
Tipe namja idamanku ya? Batinnya.
Dan dalam waktu kurang dari semenit, bibir cherry-nya mengembangkan senyum simpul. Kesepuluh jarinya pun kembali mulai mengetikan kata perkata untuk mengisi kotak berwarna merah jambu yang ada dibalik layar..
.
o0o
KyuMin
o0o
.
NEXT DAY
.
Morning – Pkl. 06:05 KST
Namja manis itu menggeliat pelan dalam balutan selimut beruangnya. Ia tahu hari sudah pagi, tapi sayang, matanya masih terlalu enggan untuk terbuka. Sesekali ia akan membalik tubuhnya kekanan dan kekiri, menggulung tubuhnya sendiri diselimut tebal miliknya. Sekolah tempat ia belajar yang memang baru akan dimulai pukul delapan nanti pun, membuat namja manis itu semakin berniat mengulur-ngulur waktunya untuk mandi.
Kurasa tidur 30 manit lagi tidak akan masalah, batinnya malas.
Namun baru sekitar lima menit ia menutup (kembali) matanya—
.
Drrt drrt drrt.
Drrt drrt drrt.
.
"Aish, siapa yang mengganggu tidur singkatku?" racaunya kesal. Matanya masih tertutup sementara tangan kanannya terulur ke arah meja nakas yang ada di sebelah single-bed miliknya, ia hendak meraih ponsel pink yang tergeletak disana.
.
One New Messege
.
Pesan? Siapa yang mengirimiku pesan sepagi ini? Pikirnya dengan alis yang menyatu. Ia punya beberapa orang yang dicurigainya, salah satunya Henry. Namja China yang memberitahunya mengenai jejaring sosial 'aneh' kemarin malam.
"Kalau memang Henry, kemungkinan besar ia hanya ingin bertanya mengenai keberhasilan pendaftaranku ke situs itu. Dasar mochi~" tebaknya asal sambil mendengus pelan.
Sungmin pun membuka pesan singkat tersebut,
…
Good morning, sayang~ bagaimana tidurmu, apakah nyenyak?
Aku merindukanmu..
Saranghae ^^
—Sender: +622117137xxxx
…
Dalam sekejap, namja berambut coklat gelap itu terbengong. Mulutnya bahkan sampai membuka lebar dan matanya menatap layar ponsel tanpa berkedip.
"…nugu?" tanyanya pada sang ponsel (#eh -_-)
.
o0o
.
Sungmin memakai sepatunya dengan mata menerawang, ia masih memikirkan pesan singkat yang ia terima tadi pagi. Itu bukan Henry, tentu saja! Pertama, nomor itu nomor yang tidak ada di kontak ponselnya. Dan kedua, ia bisa mati berdiri kalau itu sungguh dari Henry…lalu membayangkan koala merah setinggi tiang listrik yang mengejar-ngejar dirinya dengan sebuah kampak semakin membuatnya merinding. Hissh.. hentikan imajinasi mengerikanmu, Lee Sungmin! Teriaknya dalam hati sambil menepuk-nepuk pipinya agak kencang.
.
Cklek.
.
Seorang yeoja cantik muncul dari balik pintu coklat di depan Sungmin. Lee Sung-hoon, eomma-nya, menatap Sungmin dengan bibirnya yang menyunggingkan senyum simpul. "Minnie, kau sudah ingin berangkat, chagi?" tanyanya lembut.
"Ne, eomma. Aku akan segera berangkat." Sungmin menjawab disertai anggukan kepala, ia membalas senyum cantik eomma-nya sambil medirikan tubuh. Setelah itu ia mengecup pipi kiri eomma-nya dan berniat menuju keluar, "Min berangkat sekolah dulu, annyeong eomma~"
"Hati-hati dijalan, sayang. Jangan lupa nanti eomma dan appa akan pergi dinas sampai besok pagi, Sungjin juga akan menginap dirumah temannya untuk mengerjakan tugas kelompok hari ini.. kau jaga rumah dengan baik, oke?"
"Eung! Arraseo~ ^^"
Baru mencapai sekitar dua langkah dari depan pintu, Sungmin mendengar sang eomma kembali bersuara,
"Oh iya, sayang. Kenapa kau tidak pernah memberitahu eomma..?"
Sungmin menolehkan wajahnya dengan penuh tanya, "Eh? Memberitahu apa?"
"Kalau kau sudah punya namjachingu."
Hah?
"Mwo? Aku tidak punya…" Sungmin menggelengkan kepalanya cepat.
Kali ini giliran Sunghoon yang menyerngit bingung, "Tapi dia bilang kalau ia adalah namjachingu dari anak pemilik rumah ini. Eomma kan hanya memiliki kau dan Sungjin.. adikmu jelas-jelas baru putus kemarin, jadi itu sudah pasti kau yang dimaksudnya kan, Min? Dia menyapa eomma dengan sangat sopan tadi."
Sungmin mengerjap-ngerjapkan matanya. Benarkah?
"Kalau kau tidak percaya, coba saja kau temui orangnya." Jari telunjuk yeoja itu terulur, ia menunjuk pada seorang namja yang berdiri membelakangi mereka dari luar pintu pagar. "Eomma sudah menyuruhnya untuk masuk, tapi dia bilang akan menunggu diluar saja."
Tanpa menunggu lagi Sungmin langsung berlari menuju namja yang dimaksud oleh eomma-nya. Namja yang dari arah belakang terlihat memakai baju bebas dan memiliki rambut sedikit ikal berwarna coklat auburn, tingginya pun Sungmin yakin berbeda lima senti lebih dari dirinya. Namja yang lumayan tanggi.
Pikiran namja manis itu masih diliputi kebingungan..
.
Tap!
.
Akhirnya langkah Sungmin berhenti tepat disamping namja tersebut. Mendengar bunyi tapakan kaki yang terhenti, namja itu pun membalikan tubuhnya menghadap Sungmin yang sedang menghembuskan napas,
"Selamat pagi, chagiya.. sudah siap untuk berangkat?"
Namja manis berseragam itu mendongakan kepala, berniat menatap sang lawan bicara. Namun, begitu kedua retina matanya menangkap penuh wajah namja dihadapannya… dalam sekejap wajah manisnya merona merah.
Tampan..
.
Deg!
.
Aish, apa yang kau pikirkan, Lee Sungmin?!
Sungmin dibuat terdiam ditempatnya berdiri..
"Gwaenchana? Kenapa kau bengong, chagi?" namja itu menatap Sungmin dengan senyum tipis yang tersungging.
Sungmin masih terpaku tanpa suara, tak menjawab pertanyaan namja tersebut.
"Apa kau sudah siap untuk berangkat sekolah?" Tanya namja itu lagi.
Sayangnya.. perkataan yang dilontarkan Sungmin selanjutnya, bukanlah jawaban dari salah satu pertanyaan yang dilontarkan oleh namja dihadapan Sungmin. Melainkan,
"Nugu…seyo?"
Namja dengan wajah kategori kelewat tampan itu terdiam mendengar pertanyaan Sungmin. Menatap wajah penuh kejut dihadapannya dengan seksama, sebelum akhirnya kedua sudut bibir tebalnya menarik senyum simpul—kembali. Mulutnya pun terbuka bersiap menjawab pertanyaan yang disuarakan oleh Sungmin.
…dan jawaban dari namja tampan itu membuat seluruh persendian seorang Lee Sungmin mendadak beku.
"Cho Kyuhyun ibnida, ne namjachingu ga."
Mulut tipis sang namja manis dibuat menganga dengan tak elitnya.
NA-NA-NA-NA-NAE NAMJACHINGU?! O.O
—hati Sungmin berteriak penuh shock!
.
.
o0o
ToBeContinue
o0o
.
.
.
A/N ::
Three-shoots baruuuuuuuuuu *tiup terompet* *main gendang* *tebar confetti* *peyukk KyuMin* #eh \^o^/
Spesial untuk yang udah repiu di FF "Wrong Capsule" dan "No No No!"~~ hehe :3
Ini cuma cerita ringan dengan plot yang SANGAT mainstream, jadi mungkin gak terlalu spesial banget buat kalian hehehe :D tapi semoga kalian suka sama sama FF kacangan buatanku ini hehe ^^
.
Mian kalo chapter satunya terlalu sedikit :') chapter dua nanti word-nya akan aku banyakin kok… bahkan ada atau tidaknya review di FF ini, aku bakal tetep update sampe chapter terakhir pokoknya! *keukeh* #plakk #diceburin xDD
Updete-nya selang seminggu aja ya mau tidak…? Jadi chapter dua seminggu lagi, terus chapter terakhir dua minggu lagi.. semoga rentang waktunya gak terlalu lama untuk ditunggu~
.
.
Want to gimme a R.E.V.I.E.W? ^O^/
