Tittle

Remember When

cast

Kim Kibum x Cho Kyuhyun

Genre

Romance, Family, Angst

Warning

Typos, tulisan yang tidak BAKU dan sebagainya, GS.

Don't like Don't read, that SIMPLE.

.

.

.

Happy Birtday Kim Kibum.

Happy reading

.

.

.

[~Lizz_L_L~]

Aku terbangun dan segalanya terlihat gelap, dingin dan basah. "Dimanakah aku berada?! tempat apa ini?!"

Remang-remang gelap dengan semilir angin dingin yang menerpa seluruh pori-pori ku hingga rasa tak nyaman itu menelusup semakin dalam menguasaiku dan membuatku gemetar.

Aku sendiri berdiri di tengah-tengah kumpulan rumah-rumah dalam petak terlihat tertata dan berjejer rapi, terlihat mencurigakan. Di sini gelap tidak ada listrik dan penerangan apapun hanya cahaya temaram dari sebuah lilin kecil di masing-masing rumah yang berpendar lemah seolah memberitahukan tentang keberadaan sebuah jiwa yang hidup namun hampir mati, jiwa yang sekarat.

" kenapa sepi sekali, tak adakah orang di sini, sebenarnya aku ada di mana?!" tanya Kyuhyun mulai di hantui oleh perasaan takut. Tatapan matanya mengedar mengamati sekitar, berharap ada seseorang yang sekedar lewat untuk menjelaskan sebenarnya tempat apa ini, harapannya sia-sia karena tak ada seorangpun yang terlihat hidup di tempat ini, kyuhyun terus mencari di setiap sudut berusaha menemukan kehidupan lain selain dirinya namun rasa basah pada kakinya tak bisa dia acuhkan, entah perasaan dari mana seolah ada sesuatu yang menariknya dan menyuruhnya untuk menatap ke arah bawah tepat di kakinya dan tiba-tiba saja Indra penciumannya di serang oleh bau...

AMIS

.

.

MERAH

.

.

DARAH

ini adalah DARAH~

Di sana, di bawah kakinya telah banyak mengenang darah segar sebatas mata kakinya, cairan merah pekat berbau amis itu membuat mata Kyuhyun terbelalak dengan mulut terbuka, Nafas Kyuhyun seolah tercekat. "Kenapa bisa ada darah disini, ini darah siapa kenapa banyak sekali?!" bisik Kyuhyun dalam hati seraya menoleh panik ingin lari namun tak bisa, kakinya seolah tertancap di tanah itu, nafas Kyuhyun rasanya menghilang cepat dan terdengar putus-putus dengan keringat dingin yang membasahi baju seragam yang di kenakannya.

Tak lama berselang bunyi gemuruh aneh mengalihkan atensi Kyuhyun dari genangan merah pekat cairan beraroma besi di bawah kakinya dan mendongakkan kepalanya ke atas langit yang terlihat sewarna darah, merah menyala bertabur pekatnya kabut.

Sekali lagi Kyuhyun membelalakkan matanya dengan nafas yang tercekat, genangan air mata tampak terlihat di kedua iris selelehan caramel miliknya. Kyuhyun ketakutan, dia sangat ketakutan saat melihat tsunami DARAH setinggi lima belas sampai dua puluh meter di atas permukaan laut itu semakin meninggi di atas kepalanya dan mungkin sebentar lagi akan jatuh menghantam dirinya menjadi puing-puinh.

" tidak mungkin~siapapun tolong aku, aku~hah~hah...aku akan mati" bisik Kyuhyun ketakutan memundurkan langkahnya hanya satu langkah dan dia masih terpaku seolah kakinya berubah menjadi jeli lembek yang tak bisa di gerakan untuk berpindah dari tempatnya sampai ada sebuah jemari seseorang yang menariknya menjauh dari tempat itu, seorang pemuda dengan wajah samar datang menyelamatkannya mengengam jemari dingin Kyuhyun untuk menjauh dari tempat di mana dia berpijak, menjauh dari tsunami darah yang hendak melumatnya. Entah kenapa Kyuhyun merasa aman saat melihat pemuda dengan wajah samar itu tersenyum dan menyelamatkannya seolah dari senyum pemuda itu dia mengatakan " tenanglah semuanya akan baik-baik saja" Kyuhyun tak tau harus menangapi dengan apa yang jelas dia sangat berterima kasih pada pemuda itu dan sebelum Kyuhyun sadar dia, tautan tangannya entah kapan sudah terlepas begitu saja membuatnya terjatuh dan di selimuti oleh kegelapan sekali lagi dan segalanya mencerah setelah beberapa detik.

Kyuhyun berdiri di sebuah petak kolam ikan dengan banyak tanaman air lainnya.

Kyuhyun merasa sangat bingung ada di manakah dia saat ini. Bahkan Kyuhyun tak melihat apapun selain kolam dengan pinggiran yang terbuat dari semen entah seberapa luasnya tempat ini Kyuhyun bahkan tak bisa melihat ujungnya. sejauh mata memandang yang terlihat hanya kumpulan petak kotak kolam-kolan tanpa ujung. Seolah tempat itu sengaja di buat untuk mengurung seseorang agar tidak bisa kabur dari sana.

" aku ada di mana lagi kali ini?!" tanyanya lagi berdiri dengan bingung sambil berusaha menjaga keseimbangannya di antara pijakan kecil pembatas antara satu petak kolam dengan petak kolam yang lainnya Kyuhyun sungguh tak ingin terjatuh dan berakhir dengan terjun ke dalam kolam gelap yang tak Kyuhyun ketahui ada apa saja di dalammya, terlihat tenang namun tak menghilangkan sisi yang tampak sangat berbahaya.

Hampir berjam-jam Kyuhyun berjalan nyaris berlari namun dia semakin tersesat dan tak menemukan ujung dari tempat ini sampai saat matanya melihat pemuda itu yang tersenyum dari sudut jauh, entah mengapa ada salah satu sudut di hatinya yang bisa bernafas lega saat melihat pemuda itu. Kyuhyun kembali mengejar melangkahkan kakinya mengikuti pemuda itu untuk keluar dari tempat luas penuh air yang terlihat membahayakan dan tanpa sadar langkah kakinya membawa Kyuhyun masuk kedalam sebuah hutan bambu yang terlihat gelap dengan daun bambu yang berguguran namun terkesan sangat menakutkan.

Pemuda bersuarai karamel itu terus melangkah memasuki hutan bambu, bahkan tak ada sedikitpun cahaya yang dapat menembus pekatnya rimbunan batang bambu yang bergemerisik memgejeknya dan segalanya kembali gelap.

" ya~tuhan ada di manakah aku kali ini, aku ingin ini segera berakhir, aku~takut" bisik Kyuhyun dalam hati. " aku mohon jangan biarkan aku sendiri, jangan biarkan aku sendiri, aku takut~hah...hah...tolong aku, aku tak ingin sendirian di sini...hah...hah..." bisik Kyuhyun lagi tersirat sekali dalam nada suaranya keputusan asaan yang dalam. Matanya terlihat kosong dengan rasa gelisah yang tak bisa di sembunyikan. Kyuhyun jatuh terduduk dengan lutut yang berdarah. Dia tersanduk oleh langkah paniknya seorang diri.

Srak

Srak

Kyuhyun menoleh waspada ke arah asal suara yang mencurigakan di belakangnya, terlihat sebuah bayangan besar yang melintas beberapa menit yang lalu. Kyuhyun menajamkan penglihatannya dan betapa jantungnya tiba-tiba berhenti saat melihat penampakan sebuah ular raksasa berwarna hitam sebesar tiga kali ukuran gajah dewasa yang berdiri menjulang di depannya dengan desisan berbahaya menatap Kyuhyun dengan tatapan mengancam, namun bukan hal itu yang membuat tubuh Kyuhyun jatuh melemas bagai jeli, tapi penampakan seorang pemuda yang dua kali telah menolongnya terlihat di lilit oleh ular raksasa itu hingga darah segar mengalir dan menyembur dari dalam mulutnya dan membasahi baju serta wajah Kyuhyun.

Tanpa sadar air mata Kyuhyun meleleh deras dengan tatapan yang membelalak, Kyuhyun gemetar, Kyuhyun ketakutan, Kyuhyun putus asa, rasanya Kyuhyun ingin melubangi dadanya sendiri dan menarik jantungnya agar dia bisa mati cepat dan tak melihat pemandangan mengerikan yang ada di depan matanya.

" tidak~jangan dia hosh...hosh...jangan dia, aku mohon, aku tak ingin sendiri...jangan mati~hah~hah, jangan bunuh dia~" racau Kyuhyun dengan nafas putus-putus menunduk seraya menjambak surainya~terlihat sangat terguncang. Kyuhyun terpuruk dalam ketakutannya saat mendengar Derik tulang yang meremuk dalam remasan kuat ular besar itu dan pemuda itu tak terlihat di dalam lilitan membunuh ular besar berwarna hitam yang meremukan pemuda itu hingga ke tulangnya.

Kyuhyun sudah tak tahan lagi.

" Aaarrrgggghhhhhh..." Kyuhyun menjerit dengan sekuat tenaganya dengan jantung yang berpacu seakan menghentak kuat rongga dadanya sementara air mata masih terus mengalir dari kedua iris selelehan karamel miliknya dan...

Kyuhyun terbangun dari mimpi buruknya dengan keringat yang membanjiri kaos dan sarung bantal yang di kenakannnya.

" hosh...hosh...hosh..." Kyuhyun menghirup nafas dalam-dalam seolah oksigen dalam paru-parunya menipis dan berniat mengerutkan paru-parunya dalam beberapa detik sana.

Kyuhyun menatap langit-langit kamarnya dengan tatapan kosong, setelah beberapa detik nafasnya mulai terdengar teratur. Setelah selesai Kyuhyun merasakan perasaan lelah yang amat sangat dan tubuhnya merasa sangat kesakitan, hatinya menyesak secara perlahan.

Kyuhyun menangis tanpa suara, dia bingung~ dia hanya bisa terdiam mangatupkan bibirnya rapat-rapat. bahkan Kyuhyun kesusahan untuk bangun hanya untuk sekedar mengambil air. wajahnya pucat dan tubuhnya gemetar hebat. Bahkan tidak hanya sekali dua kali Kyuhyun mengalami dan di hantui mimpi yang menyeramkan seperti itu. Sejak dia mulai terbangun dan membuka matanya.

Mimpi tentang seorang pemuda yang bahkan dia tidak bisa mengingat wajahnya dan selalu berakhir dengan tragis, kematian pemuda dalam mimpinya itu seakan menjadi momok tersendiri untuk Kyuhyun, membuatnya seakan di hantui perasaan takut dan gelisah yang semakin memenjarakannya.

[~Lizz_L_L~]

"Pagi ma~" sapa Kyuhyun pada ibunya. Wanita setengah baya itu terlihat tersenyum manis melihat Kyuhyun dan mengernyit setelah mendapati penampakan kusut anaknya.

"Kau tidak tidur lagi semalam?!" tanya sang ibu seraya mengusap surai karamel Kyuhyun. Kyuhyun mengelengkan kepalanya. "Apa mimpi buruk lagi?!" tanya sang ibu tersirat sekali dalam manik coklat wanita setengah baya itu gurat kecemasan.

"Hemm" gumam Kyuhyun. "kenapa aku selalu mimpi buruk?! Apa ini ada hubungannya dengan kecelakaan yang ku alami, ma?" tanya Kyuhyun seraya memeluk perut ibunya. Terlihat sekali jika Kyuhyun tampak kelelahan, bahkan kini wajahnya terlihat sedikit pucat.

Tak mendapati jawaban sang ibu membuat Kyuhyun mengalihkan atensinya dan menatap sang manik mata sang ibu langasung. "Mama, kau menangis?!" tanya Kyuhyun saat kepalanya mendongak menatap sang ibu yang buru-buru menyeka air matanya.

"Tidak~mata mama pedih karena bawang" alasan klasik tapi beruntung Kyuhyun percaya dengan hal itu meski terselip sedikit kejanggalan saat dia mendengar jawaban ibunya. "Setelah makan kau bisa mandi dan tidur beberapa saat Kyu, mama rasa kau perlu tidur lagi lihat kantung matamu sangat mengerikan sayang, jika kau takut bermimpi buruk lagi mama akan menemanimu nanti" ucap sang ibu menangkup kedua pipi tirus Kyuhyun dan sekali lagi seolah ada benda tumpul yang di hantamkan ke ulu hati wanita setengah baya itu menatap menampakan anaknya.

"Ah~kurasa mama benar, aku hanya butuh tidur aku akan mencoba tidur setelah ini" ucap Kyuhyun membuat sang ibu tersenyum dan segera mengambilkan nasi panas ke piring Kyuhyun.

"Makan yang banyak sayang kau terlihat kurus untung saja pipimu tidak menghilang begitu banyak" ucap sang ibu dengan sayang berniat mengoda Kyuhyun.

"Ma~aku heran dengan tubuhku, kenapa tubuhku kurus sekali tapi perutku besar, apa jangan-jangan aku terkena penyakit tumor atau penyakit berbahaya lainnya?! Apa ini karena efeck pengobatanku?!" tanya Kyuhyun seraya menepuk dan mengelus perut buncitnya dengan tatapan polos. Ibu Kyuhyun meraih kedua tangan Kyuhyun seraya menatapnya dengan binar kesedihan yang terpancar sedikit tersamarkan di balik senyum palsunya.

"Tidak apa-apa kau baik-baik saja sayang, jangan terlalu di pikirkan, kau bisa makan makananmu sekarang sebelum dingin, kau harus menjaga keadaan tubuhmu sayang berjanjilah kau akan tetap sehat" ucap ibu Kyuhyun menuntun Kyuhyun dan tersenyum seraya mengusap kepala Kyuhyun lembut, tanpa di ketahui keduanya seorang gadis dan pria paruh baya terlihat mengawasi mereka. Pria paruh baya itu tampak mendekap sang gadis yang sedang menangis sesenggukan dengan begitu erat.

"Sudah jangan menangis lagi Heechul, kau tidak ingin membuat Kyuhyun khawatirkan, kau harus tegar dan menjadi penopang untuk adikmu hem~" ucap sang ayah tersenyum menatap putrinya yang masih menangis sesenggukan mendengar percakapan sang ibu dan adik terkasihnya. Gadis dua puluh dua tahun itu mengangguk singkat seraya mengusap air matanya kasar, Tn Cho mengusap kepala anak gadisnya dan tersenyum menenangkan.

"Gadis pintar, ayo pergi sebelum ibumu mengamuk karena kita terlalu lama di sini" ucap sang ayah seraya menuntun Heechul menuju meja makan.

.

.

.

°•°•°

"Hei~Kyu jelek, Tsk~kenapa denganmu kau terlihat semakin gendut sekarang oh...?!" tanya seorang pemuda bersurai sehitam arang yang entah datang darimana menatap Kyuhyun intens, Kyuhyun diam tidak mengubris kedatangan pemuda itu, tampaknya Kyuhyun masih asyik mengunyah buah pirnya tanpa sedikitpun terpengaruh dengan kedatangan tamu tidak di undangnya~Kim Kibum.

"Wah~makan sendiri, aku tidak di tawari nih? Tega sekali" ucapnya pura-pura merajuk dan berjongkok di samping Kyuhyun. Sementara Kyuhyun hanya melirik pemuda itu sekilas sementara mulutnya masih asyik mengunyah buah pirnya seraya mengoyang-goyangkan kakinya tampak tidak perduli. Seolah eksistensi Kibum tidak terlihat dan tidak penting di matanya.

"Hah~kau masih tidak mau bicara denganku?! Aku kan sudah memperkenalkan diriku, apa kau tidak mau berteman denganku, jahat sekali~?!" ucap Kibum pura-pura bersedih dan membuat bulatan-bulatan kecil di lantai kayu rumah Kyuhyun dengan sikap dramatis. Sangat tidak Kibum sekali.

Tak berapa lama Kyuhyun menyodorkan piring berisi setengah buah pir miliknya ke arah wajah Kibum. Kibum mendongak tampak sedikit terkejut melihat pergerakan gadis bersurai eboni yang ada di depannya, bukankah ini suatu kemajuan untuk Kibum. Tanpa bisa di cegah senyum ceria tampak menghiasi wajah tampan miliknya.

"Kenapa?! tidak mau?!" tanya Kyuhyun dengan wajah datarnya. Masih betah dengan posisi piring yang terjulur.

Senyum sumringah terlihat semakin jelas di bibir semerah darah milik Kibum saat mendengar suara Kyuhyun untuk yang pertama kalinya. "Tentu saja aku mau, terima kasih Kyuchan" ucap Kibum senang seraya mengrusak surai Kyuhyun dan mengambil sepotong buah pir miliknya. "Kyuchan" gumam Kyuhyun merasa sangat familiar dengan panggilan kekanakan itu. Kyuhyun menatap pemuda berwajah datar itu sekilas entah kenapa tiba-tiba saja ada sedikit perasaan aneh yang singgah di hatinya saat menyadari kedekatan mereka yang begitu nyata. Perasaan membingungkan yang anehnya terasa sangat nyaman. Sekelebatan bayangan-bayangan samar bermunculan satu persatu di otak Kyuhyun, membuatnya sedikit meringis nyeri menahan rasa sakit di kepalanya yang seakan menghantam telak. Kyuhyun mengelengkan kepalanya pelan berusaha mengusir pertunjukan live berwarna hitam putih dengan wajah-wajah samar yang ada di kepalanya cepat-cepat, Kyuhyun hanya tidak ingin merasakan rasa sakit dan dengungan menyebalkan di telinganya saat gambar-gambar buram itu kembali menginvasi otaknya.

Kibum tersenyum ke arahnya dengan cengiran bodohnya, gadis bersurai eboni itu mengalihkan tatapannya ke depan menuju sebuah danau yang lumayan besar dengan air jernih yang terlihat tenang. Desiran angin perlahan mulai membelai surainya yang tidak terikat, membuat sosok Kyuhyun terlihat semakin cantik. Kibum tersenyum penuh rasa sakit saat melihat keadaan Kyuhyun saat ini, bajkan kesedihan terlihat di kedua manik gelapnya.

Kyuhyun baru lima hari mengenal Kibum. pemuda itu tiba-tiba saja sudah ada di sampingnya dan mengocehkan segala hal yang bahkan tidak di mengerti oleh Kyuhyun, namun gadis bersurai karamel itu sama sekali tidak keberatan akan keberadaannya atau mengusir manusia aneh super tidak jelas sepertinya.

Entah datang darimana pemuda itu yang jelas hampir setiap hari dia selalu mampir setiap jam sembilan pagi menemani Kyuhyun duduk-duduk seperti saat ini, membuat lelucon yang nyaris selalu gagal untuk membuat Kyuhyun tersenyum berakhir dengan dia yang merajuk memelas kemudian tepat jam enam sore pemuda itu pergi dengan cengiran anehnya.

Entahlah Kyuhyun merasa jika senyum Kibum di penuhi oleh luka. Meski begitu anehnya Kyuhyun tak pernah merasa sedikitpun terganggu atau bosan dengan kehadiran Kibum di sampingnya. Mungkin ini terdengar ganjil tapi Kyuhyun merasa jika dirinya merasa sangat nyaman dengan kehadiran pemuda itu. Tanpa di sadarinya iris selelehan karamel milik Kyuhyun menatap intens Kibum dan sebuah senyum kecil terukir di bibirnya. Tapi terlihat berbeda dengan matanya yang mengeluarkan buliran air mata bening dan seketika dadanya menyesak entah karena apa.

"Kau menangis?!" tanya Kibum dengan pancaran mata yang sama bahkan senyum penuh luka itu membuat Kyuhyun semakin di dera rasa sakit yang tak tertahankan. Tangan Kibum terulur untuk menghapus air mata di pipi Kyuhyun namun sebelum jemari dinginnya menyentuh pipi mulus Kyuhyun. Gadis itu sudah bangkit berdiri dan berlari memasuki rumahnya tanpa pernah berniat untuk menoleh lagi ke arah Kibum yang kini mengantar kepergian Kyuhyun dengan tatapan sendu penuh kesedihan.

"Kembalilah pada kenyataan sayang, lupakan aku dan kau hanya harus memulai segalanya dari awal" bisiknya samar dengan tatapan penuh luka.

[~Lizz_L_L~]

"Aku mengantuk, apa ini masih lama?!" tanya Kyuhyun pada seorang pemuda yang duduk tenang di kursi kemudi. Pemuda berwajah samar itu tersenyum dengan sangat tampan membuat Kyuhyun balas tersenyum di tempatnya.

"Tidurlah Kyuchan, aku akan membangunkanmu saat kita sudah sampai" Kyuhyun mengangguk dan mulai memejamkan matanya.

"Apa kita akan menikah hari ini?! Kau tidak berbohong kan?!

" ya kita akan menikah segera dan pindah ke tempat baru untuk memulai segalanya, dari awal hanya kita berdua, apa kau menyukainya?!"

"Ya~terima kasih" ucap Kyuhyun tersenyum. " terimakasih karena telah memberikanku kebahagiaan ini" bisiknya lagi penuh cinta mengengam jemari pemuda itu dengan satu tangannya sementara tangan yang lainnya mengelus perut ratanya. "Aku mencintaimu"

"Aku lebih mencintaimu" balas pemuda itu.

.

.

"Dasar bajingan tengik. Apa yang kau lakukan hah~" raung Kyuhyun dengan kilat amarah di matanya. Gadis berseragam SMA itu mengamuk.

"Memangnya kenapa aku hanya melakukan apa yang ingin aku lakukan, ayolah Kyuchan kau bukan bocah SD lagi untuk mengetahui soal ini" ujar sang pemuda berwajah samar seraya bersmirk ria di antara lorong koridor sekolahnya.

Kyuhyun mengusap bibirnya kasar berniat untuk pergi namun cekalan tangan pemuda itu menghentikannya. "Kau marah?! Bukankah kau sendiri yang mengatakan jika ingin menjadi pengantin ku?! Aku sudah memberimu jalan mudah sayang, kau sudah lupa?!" bisik pemuda itu seduktif seraya memeluk pinggang ramping milik Kyuhyun membuat rona merah tersebar di pipinya dan rasa marah yang sejak tadi menguasainya nyaris lenyap tidak berbekas.

Kyuhyun menundukan kepalanya. "Kau tau itu tidak mungkin, kita bahkan tidak boleh melakukan hal ini, kita~" ucapan Kyuhyun terputus Lantara lidahnya keluh saat ingin mengatakan kenyataan jika mereka adalah saudara.

"Kau akan terkejut saat melihat ini tapi percayalah aku bisa menikahimu, ayo aku tunjukan sesuatu padamu" ujar pemuda itu menyeret tubuh Kyuhyun keluar dari lorong sekolahnya menuju pagar, berniat membolos.

Kyuhyun hanya bisa menatap punggung kokoh kakaknya, pemuda yang sangat di cintainya.

.

.

"Haruskah kita mengatakannya?!" tanya Kyuhyun di area pelataran kampusnya.

Pemuda itu menganguk takjim. "Aku tidak mau sembunyi lagi, kita bisa keluar dari rumah dan hidup berdua, meski papa dan Mama tidak merestui kita kelak aku akan tetap memilihmu, apa kau ragu?!" tanya pemuda itu lagi.

"Tidak~hanya saja...aku merasa sangat bersalah pada mereka" jawab Kyuhyun.

"Tidak apa-apa lama-lama mereka akan mengerti tentang kita, lagipula Heechul nonna sudah merestui, bukankah ini hal bagus" ujarnya seraya tersenyum menenangkan.

"Kau benar~tidak ada yang perlu di cemaskan" jawab Kyuhyun mendongakkan kepalanya seraya tersenyum menatap pemuda itu.

"Kita akan bahagia, percayalah" ucap pemuda itu seraya memeluk tubuh kecil Kyuhyun.

"Ya aku percaya padamu, Kibum"

[~Lizz_L_L~]

"Ma ~aku bermimpi hal aneh, bukan mimpi buruk hanya saja~entahlah terasa sangat membingungkan" ujar Kyuhyun seraya memainkan kakinya duduk memunggungi sang ibu yang sedang menyisir rambut panjangnya.

Heechul yang asyik dengan ponselnya seketika mendongak menatap Kyuhyun. Bahkan yang tampak tengelam dalam bacaannya ikut menatap Putri keduanya dengan perasaan berdebar.

"Memangnya kau bermimpi apa sayang?!" tanya sang ibu seraya melirik Heechul dan suaminya.

"Aku bermimpi melihat seorang pemuda wajahnya tidak terlihat tapi sepertinya aku mengenalnya, entahlah mimpi itu terlihat begitu random dan meloncat-loncat. Apa sebelum ingatanku hilang, apakah ada seseorang yang seperti itu dekat denganku, apa Mama tau?!" tanya Kyuhyun memutar tubuhnya menatap sang Mama yang sedang balas menatapnya dengan tubuh kaku.

"Ma~Kenapa?! Apa pertanyaanku aneh?!"

"Tidak itu~" jawab sang ibu merasa bingung harus menjawab apa.

"Kyuchan kau di dalam, aku datang ayo main~hari ini aku ingin menunjukan tempat yang bagus padamu?!" teriak seorang pemuda di luar sana. Kyuhyun mendengar suara pemuda itu.

"Apa kalian mengenal Kibum?! Kurasa aku pernah menyebut namanya satu kali dalam mimpiku?!"

"Tidak sayang tidak ada yang seperti itu, jangan di pikirkan, berbaliknya biar Mama sisir kembali rambutmu" ucap sang ibu gelagapan dengan nafas tercekat.

"Kyuchan, apa kau mendengarku?!" teriak Kibum lagi.

"Ma~Kibum sudah memanggilku, bolehkah aku keluar sekarang?!" tanya Kyuhyun kalem, Sang ibu hanya mengangguk seraya menunjukan senyum kakunya. Tanpa menunggu lagi Kyuhyun melonpat turun dari sofa berlari kecil menghampiri pemuda itu di halaman belakang rumahnya.

"Jangan lari-larian Kyu nanti kau terjatuh" teriak sang ayah dan di balas anggukan permintaan maafan Kyuhyun, bahkan anak itu terlihat sangat berbeda jika Kyuhyun yang dulu mungkin dia hanya akan menjulurkan lidah tanpa berniat mengambil pusing peringatan sang ayah, ingat Kyuhyun bukanlah wanita penurut tapi kali ini berbeda, Kyuhyun telah berubah sejak kejadian malam itu.

Tak lama berselang sang ibu membungkam mulutnya dengan telapak tangannya berusaha menahan isak tangis yang lolos setelah kepergian Kyuhyun.

"Jangan menanggis, kita bisa melewati ini semua, kau harus kuat sayang" ucap Tn Cho menengangkan istrinya.

Sementara Heechul hanya mampu menatap udara kosong dengan mata berkaca-kaca. Hatinya sangat hancur melihat adiknya yang bersikap seperti bukan adiknya yang dulu, semakin hari Heechul merasa Kyuhyun semakin mirip seperti robot.

"Sialan~kenapa ini semua terjadi pada mereka, kenapa kau begitu tidak adil Tuhan" ucap Heechul dalam hatinya yang semakin lama semakin menyesak. Setitik air mata meluncur dari pipinya dengan kasar di usapnya air mata itu tapi bukannya berhenti air matanya kian menderas, Heechul menangis semakin kencang.

.

.

.

°•°•°

Tok

Tok

Tok

Heechul mengernyit saat mendengar suara ketukan konstan di pintu rumahnya.

"Apakah tidak ada pembantu yang membukanya, kemana mereka semua" dengus Heechul sedikit kesal karena suara ketukan itu menganggu acara menonton drama kesukaannya. "Ya sebentar~" teriak Heechul seraya berjalan menuju pintu utama dengan sikap malasnya.

Heechul Meraih gangang pintu dan membukanya perlahan, tubuh gadis itu membeku sesaat dan tangannya terkepal erat nyaris membuat buku-buku jarinya memutih saat mendapati sesosok pemuda bersurai magenta berdiri di depan pintu rumahnya.

"Mau apa kau kesini?!" tanya Heechul dengan nada dingin yang mrnusuk dalam suaranya. "Pergi dan jangan pernah menampakan dirimu lagi di hadapanku ataupun di depan Kyuhyun" tambahnya lagi, terdengar kejam memang tapi bersyukurlah karena Heechul masih bisa menahan diri untuk tidak menancapkan sebuah belati tajam ke tubuh pemuda mungil itu dan mencabik-cabiknya dengan biadab.

Heechul menarik pintu rumahnya berusaha menutup pintu tepat di depan wajah Baekhyun~pemuda bersurai magenta.

"Heechul Noona, aku mohon ijinkan aku menjelaskan sesuatu, aku mohon biarkan aku bertemu Kyuhyun~aku menyesal, berikan aku kesempatan nonna" ucap Baekhyun memelas seraya menahan pintu yang hampir tertutup.

"Menjelaskan~berhenti beromong kosong Baekhyun, apa yang ingin kau jelaskan hah~?! Sudah sangat jelas, bagiku kau adalah penyebab semua tragedy ini terjadi, kau adalah makhluk jahat rendah yang membuat adik-adikku menderita, dasar pengkhianat cepat pergi dari sini brengsek" jerit Heechul melepaskan jemari lentik Baekhyun dari pintu dan menutup pintu dengan keras. Heechul terduduk dan menangis sesenggukan di depan pintu yang tertutup.

"Nonna aku mohon dengarkan aku, aku memang bersalah, aku mengaku~aku menyesal jangan hukum aku seperti ini nonna" jerit Baekhyun sesekali tersedak di antara isak tangisnya seraya mengedor pintu rumah Heechul, semakin lama semakin terdengar lemah. "Aku juga kehilangan sama seperti Kyuhyun nonna, semua orang mencaciku, semua membenciku aku tidak ingin apa-apa, aku mohon ijinkan aku bertemu dengan Kyuhyun dan meminta maaf sebelum aku pergi, aku mohon berikan aku kesempatan hiks~aku menyesal" tangis Baekhyun semakin tidak terdengar. Sementara Heechul semakin terisak kencang kala mendengar penuturan Baekhyun, Heechul tau apa yang terjadi dengan pemuda itu setelah tragedy naas yang menewaskan salah satu adiknya dalam sebuah kecelakaan dan membuat Kyuhyun koma hampir dua bulan lamanya. Membuat dirinya dan keluarganya di terpa kesedihan tanpa ujung. Sebenarnya Heechul tau jika Baekhyun tidak sepenuhnya bersalah dalam hal ini. Dia hanya membela dirinya dan juga orang yang di sayanginya dan Heechul tau itu, tapi keegoisannya memilih untuk melempar semua kesalahan pada pemuda mungil itu, hanya hal itulah yang bisa dia lakukan untuk bertahan. Rasanya ingin sekali Heechul mengutuk takdir buruk yang menerpa keluarganya saat ini.

.

.

"Hanya katakan maka kau, kekasihmu dan adik bisumu ini akan selamat" ucap sang kepala geng berandal itu mengancam dengan wajah bengisnya. Sementara Chanyeol sudah terlihat lemah tidak berdaya dengan tubuh penuh dengan bekas cambukan dan darah di mana-mana. Sementara adiknya Byun V terlihat menagis terisak tanpa suara di kejauhan.

Baekhyun mengigit bibirnya ragu membuat bibir sobeknya semakin berdarah saat dia menggigitnya semakin keras.

"Baek, dengarkan aku uhuk~jangan percaya dengan mereka, semua uhuk yang mereka katakan adalah sampah, hanya tutup mulutmu percayalah kita akan keluar dari sini..."

Jduak

Sebuah balok kayu menghantam tepat ke kepala Chanyeol membuat pemuda itu berhenti berbicara dan terdiam dengan kepala terkulai lemas dan cairan sewarna karat besi mengalir dari kepalanya.

"Chanyeol~" jerit Baekhyun menahan tangisnya. "Baiklah~aku akan mengatakannya lepaskan mereka aku mohon, jangan siksa mereka lagu" ucap Baekhyun memelas. V meronta berusaha menghalangi Baekhyun untuk mengatakan apapun.

"Maafkan aku Kyu, Kibum aku terpaksa~aku juga ingin egois karena aku juga ingin menyelamatkan mereka, jika kalian tidak bisa menyelamatkanku dan orang yang kusayangi maka aku akan melakukannya sendiri, aku tidak bisa menunggu terlalu lama" ucap Baekhyun dalam hati penuh dengan perasaan menyesal menatap Chanyeolnya yang diam tak bergerak.

"Mereka ada di sebuah rumah di daerah Myeongdong nomor lima belas" ucap Baekhyun lancar dengan tatapan mata kosong dan tangis tanpa suara, dia bahkan terlihat sangat menyedihkan sekarang.

"Bagus, ternyata tidak sulit untuk membuatmu membuka mulut" ujar pria penyiksa itu seraya terkekeh.

V menatap Baekhyun dengan sorot mata tidak percaya dan kecewa. "Maafkan aku~aku terpaksa" ucap Baekhyun dengan lelehan cairan panas itu semakin deras membanjiri pipinya, setelah puas menyiksa para bajingan gila itu membiarkan Baekhyun, Chanyeol dan V begitu saja hingga tak berapa lama kemudian beberapa orang datang untuk menolong Baekhyun yang sedang di sekap bersama V dan Chanyeol di sebuah gudang tua di dermaga terbengkalai, namun setelah mendengar penuturan Baekhyun jika dirinya telah membocorkan rahasia keberadaan Kibum mereka marah dan berhamburan keluar dengan rencana penyelamatan Kibum sang ketua yang nyawanya sedang dalam bahaya saat ini, namun terlambat setelahnya Baekhyun mendengar kabar jika Kibum dan Kyuhyun mengalami sebuah kecelakaan parah dengan mobil yang terguling di tengah jalan. Membuat jantung Baekhyun seakan berhenti berdetak saat itu juga. Dia adalah seorang bodoh yang dengan gamblangnya mengacaukan semua rencana yang telah Kibum rancang dari awal dengan sempurna untuk meringkus para bedebah yang telah melakukan tindakan ilegal gembong narkoba terbesar dan seorang mafia, meski Kibum tidak lebih baik dari mereka setidaknya Kibum tidak melakukan aksi pembunuhan dan penjualan organ-organ terlarang. Bahkan ada di antara mereka menjual sebuah kapsul penyambung nyawa yang di duga terdapat serbuk daging bayi yang di dalamnya.

Dan karena kebodohannya dia telah kehilangan segalanya, teman baiknya~Kyuhyun, kekasihnya~Chanyeol, adiknya~V dan orang yang perduli pada seorang yatim piatu seperti dirinya~Kibum seorang ketua, teman dan kakak dan hebatnya sekarang Baekhyun telah di cap sebagai seorang pengkhianat, bahkan Chanyeol tidak mau menatap wajah Baekhyun setelah kematian Kibum. Dia bertanya apa salahnya, dia hanya ingin menyelamatkan orang-orang yang dia sayangi dan hal itu juga salah, lalu apa yang harus dia lakukan sekarang. Tak adakah yang mengerti jika dirinya juga sedang bersedih dan menderita.

Baekhyun masih tetap menangis dalam diam di depan pintu rumah Kyuhyun merasa sangat menyesal, andai dia bisa memutar ulang waktu mungkin saat itu dia akan memiliih menunggu atau membunuh dirinya sendiri dan membawa rahasia keberadaan Kibum hingga ke liang kuburnya.

"Maafkan aku karena membuat Kibum terbunuh, maafkan aku karena membuat Kyuhyun menjadi seperti itu, maafkan aku atas bebodohanku, aku tidak bermaksud mengacaukan semuanya, aku mohon maafkan aku" isak Baekhyun dengan kepala menunduk masih bersimpuh.

"Apa maksudmu~?!" tanya Kyuhyun yang mendapati seorang pemuda aneh menangis dan bersimpuh di balik pintu rumahnya. Kyuhyun baru saja pulang dari acara jalan-jalannya di area sekitar rumahnya dengan Kibum.

"Kyu~Kyuhyun..." nafas Baekhyun tercekat saat mendapati penampakan gadis bersurai eboni itu.

"Uh~apa maksudmu Kibum sudah mati~jangan bercanda, aku baru saja pergi dengannya" Kyuhyun mengerang dengan iris yang membulat dengan wajah pucatnya seraya memegangi kepalanya yang tiba-tiba saja berdenyut sakit. Menampilkan gambar hitam putih yang saling bergerak secara random membuat kepalanya seakan ingin meledak.

"Kyuhyun~apa yang kau lakukan padanya sialan~" teriak Heechul marah menjauhkan Baekhyun dari Kyuhyun yang masih menjerit bertanya, wajah Kyuhyun terlihat seputih kapas sekarang.

"Kibum~Kim Kibum~tidak mungkin, apa yang terjadi uhg~" bisiknya nyaris tertelan, bahkan dunia seakan berputar-putar mengelilinginya.

"Tenanglah Kyu, kau harus tenang~aku mohon jangan lagi~" harap Heechul menangkup pipi pucat sang adik yang kini telah memejamkan mata dan ambruk setelahnya. "Panggil ambulans, cepat~Kyu...bangunlah" jerit Heechul menepuk pipi Kyuhyun dengan tangis yang mulai mengalir. Baekhyun merogoh saku celananya mengambil ponsel dan mendial nomor rumah sakit terdekat. Mendengar jeritan Heechul ayah dan ibu Kyuhyun berlari dengan tergesah. Karena terlalu lama menunggu ambulans datang dengan sigap berlari ke garasi rumahnya dan mengeluarkan mobilnya cepat di gendongnya tubuh lemah Kyuhyun masuk kedalam mobil di ikuti Ny. Cho, Heechul dan Baekhyun setelahnya.

Kibum hanya mampu mengawasi kepergian mobil itu dengan tatapan nanar. Kibum terisak pelan merasa telah menjadi seorang pecundang sejati. Dia bahkan tidak bisa melindungi Kyuhyunnya di saat seperti ini. "Maafkan aku".

Tbc

Yuhuuuuuu Lizz bawa cerita baru special pakek telor khusus buat memperingati hari ultah suaminya si ika, Kim Kibum. Ya awalnya kepengen buat oneshoot tapi ya gitu deh gegara si ka publish duluan jadinya dengan terpaksa aku bakal buat jadi twoshoot soalnya ceritanya masih panjang sih, moga gg ngebosenin ya dan jangan lupa tinggalkan reviewnya.