Daily Up!
.
.
Minat untuk intip keseharian Taehyung dan Jungkook
yang hubungannya tanpa status?
.
Morn?
.
Hari Senin.
Hari yang paling dibenci Jeon Jungkook. Lelaki berparas manisㅡmanik kelam yang bulat dengan pipi chubby dan juga sepasang gigi depan mirip kelinci.
Sibuk bergelung di ranjang dengan selimut yang membungkus badan montoknya. Walau sudah jam enam lewat, tapi tak ada tanda Jungkook untuk siap berangkat sekolah.
Krasak krasakkk...
Mengintip sedikit, Jungkook melihat bayangan hitam di jendela kamar. Memutar bola mata malas, bibir menggumam sesuatu.
"Bocah itu lagi..."
Mulai menghitung mundurㅡterlampau biasa dengan apa yang akan dilakukan sosok yang akan masuk ke kamarnya.
"Satu..."
Suara langkah kaki terdengar mendekat.
"Dua.."
Kenop pintu kamar yang terhubung dengan balkon terlihat berputar.
"ㅡTigㅡ"
"Kookiee!!!"
Pintu kamar terbuka lebar. Nyaris menghela napas kasar, Jungkook kembali bersembunyi di balik selimut.
"Heiㅡkebiasaan belum bangun"
"ㅡ"
Badan mendadak kaku mendengar suara bariton memenuhi penjuru kamar. Panggilan yang terdengar seperti bocah tadi hilang entah kemana berganti suara berat yang membuat Jungkook total merinding.
Kim Taehyung.
Lelaki yang bertempat tinggal tepat di sebelah rumah Jungkook. Berperibadian gandaㅡmenurut pandangan Jungkookㅡkarena yea, kadang lelaki itu bersikap dewasa tapi sikap kekanakan masih melekat pada diri Taehyung.
"Jungkook! ㅡbisa terlambat nanti kalau tidur terus!"
Hening sejenak dan Jungkook bisa merasakan ada yang naik ke ranjangnya. Taehyung memeluk gulungan selimut dari belakang dan menghirup lamat-lamat aroma bocah itu. menyenderkan kepala pada badan Jungkook dengan kedua mata yang perlahan terpejam.
"Taehyung berat! Minggir sana!"
"Tak mau sampai kau bangun"
"Malas, tak mau upacara"
"Ho, kalau begitu bolos saja denganku. Kita ke game ceㅡ" "Jangan sinting! Kau itu sudah kelas dua belas, Tae!"
"Ho"
"Taeㅡ"
"Jungkookㅡoh, ada Taehyung?"
Lantas Taehyung memperbaiki posisinya dengan bersender pada sandaran ranjang. Tersenyum kotak pada mama Jeon yang tiba-tiba masuk.
"Pagi tante!"
Mama Jeon tersenyum kemudian berpaling pada anak semata wayangnya. "Jungkook belum bangun?"
Mengangkat bahu sebagai jawaban, mama Jeon menghela napas.
"Biar aku yang bangunkan"
"Aku sudah bangun dari tadi"
Suara malas Jungkook terdengar dari dalam selimut. Keduanya saling menatap sekilas.
"Mandi kalau begitu, Kook. Sudah siang" jeda, berpaling pada Taehyung "Tae mau sarapan disini sekalian? Kebetulan mama bikin sarapannya lumayan banyak"
"Akuㅡ"
"Rumahnya di sebelah. Untuk apa sarapan disini"
Mama Jeon mendelik. "Jungㅡ"
"Tak apa, sayang kan kalau kebuang. Aku akan sarapan disini"
Samar-samar Taehyung mendengar decakan sebal dan jangan tanya dari siapa. Terkekeh gemas, tangan terulur mengelus kepala Jungkook yang dibungkus selimut.
"Ya sudah, ditunggu di bawah ya. Jungkook cepat mandi"
Kemudian mama Jeon keluar sebelum menutup pintu kamar. Lantas Jungkook beranjak sembari membuka selimut hingga nyaris Taehyung terjungkal. Terdengar pekikan kaget, Jungkook tak peduli.
"Sedang apa sih disini? Segala mau sarapan di rumah orang"
"Membangunkanmu, kan"
"Iya aku sudah bangun, sekarang kembali sana ke kamarmu!"
"Kau belum mandi" celetuk Taehyung. Mendesis sebal, Jungkook menatap jengkel.
"Bagaimana aku mau mandi kalau kau masih disini, Taehyung"
Taehyung mendekat sembari menunjukan jari telunjuknya. Alis tebal menekuk tak suka mendengar panggilan Jungkook untuknya.
"Hei hei hei, mana embel-embel hyungnya?"
Jungkook membuang mukaㅡterlampau biasa memanggil nama langsung.
"Atau panggil sayang saja bagaimana?"
"Heol, makan tuh sayang!"
"Aduh! Galak, sih"
Melempar bantal sebagai balasan. Telak mengenai wajah tampan Taehyung. Terlalu malas meladeni ringisan bocah itu, Jungkook memilih beranjak menuju lemari untuk mengambil baju seragam. Mengabaikan kalimat yang baru saja membuatnya telak merona samar.
Meski, iya mengatakan seolah tak suka, namun wajahnya mengatakan segalanya. Taehyung tahu betul namun berusaha untuk menahan. Di belakang, terkikik gemas dengan tingkah Jungkook.
"Mau mandi?"
"Iya dan kau keluarlah. Sudah siang"
"Mandi bersama saja biar cepat"
Maniknya membola, degup jantung sudah tak karuan. Meremat baju seragam hingga tak berbentuk sebagai pelampiasan. Sial, lidah Kim Taehyung itu licin sekali. Pintar menggoda anak orang hingga jatuh terpesona.
Kurang ajar. Jungkook paling sebal kalau sudah begini.
"Rumahmu di sebelah, kalau kau lupa"
Kekehan polos terdengar, senang sekali menggoda Jungkook-nya.
Jungkook-nya, eh?
Sejak kapan, ya?
Jungkook berbalik, menatap sengit Taehyung yang masih betah duduk di ranjangㅡmemasang tatapan polos. Nyaris mengertak gigi karena gemas mendekati sebal.
"Mau sampai kapan disitu? Pergi sana, aku mau mandi!"
"Sampai kau masuk aku baru kembali ke kamar"
"Ya ampㅡah, terserah!"
Menyerah, akhirnya melangkah ke kamar mandi masih dengan piyama yang masih melekat. Niat membuka piyama sebelum masuk kamar mandi pupus sudah. Suara bantingan pintu terdengar keras setelahnya hingga mama Jeon berteriak ada apa dari bawah.
"Kau kebanyakan main dengan Mingyu, Jeon"
Tepat mendengar percikan air dari showerㅡTaehyung menatap figura di atas nakas. Tersenyum lembut melihat Jungkook dengan tersenyum manis sembari membawa bunga bersama dirinya. Foto yang diambil saat kelulusan menengah pertama Jungkook.
Taehyung berani jamin sebelum masuk menengah atas, Jungkook manis luar biasa. tak hanya secara visual, namun sikapnya membuat Taehyung luluh dan gemas. Beda dengan sekarang. bahkan ucapan kasar tak jarang dikeluarkan untuknya.
Tapi sungguh, itu tak membuat rasa sayang Taehyung pada Jungkook memudar. Meski Jungkook total berubah, kalau sudah dimanja juga kembali ke sifat aslinya, kok. Apalagi dimanja dengan Taehyung.
Karena Jungkook itu sudah Taehyung anggap seperti adik sendiri baginya sejak masih kecil.
Tunggu, adik ya? Kalau Jungkook?
.
.
Haaaii?? Bae balik dengan vkook, hoho
Next or delete? Minta responnya yaaawww
.
Bae817
