Disclaimer : Masashi Kishimoto

Warning: typo, etc.

...

Hari tampak mendung saat Hinata melangkahkan kakinya di trotoar, dalam perjalanan menuju kerumahnya. Melihat keadaan yang seperti itu, gadis bermata rembulan tersebut cepat-cepat memperlaju langkah kakinya agar tidak kehujanan. Tapi gadis itu akhirnya menyerah juga saat tetes-tetes air hujan jatuh menimpa kepalanya dengan derasnya.

Hinata tidak suka ini. Baginya hari ini sudah cukup mendung di sekolah, sekarang malah hujan. Memperparah suasana hatinya yang buruk.

"Ting!"

"Irrashaimasu.. Loh, Hinata-chan. Kenapa basah kuyup? Kehujanan ya?" sapa seorang perempuan berambut hitam saat Hinata melangkah masuk ke dalam restoran sushi langganannya.

"Iya, Baa-san. Tadi tidak sempat berteduh." Jawab Hinata lesu. Gadis itu segera duduk di pojokan konter dan langsung menundukkan kepalanya. Kelelahan.

"Ah, kasihan sekali. Baa-san buatkan ocha, ya, untukmu." Tawar perempuan tersebut.

Hinata mengagguk. "Arigatou gozaimasu, Baa-san." Ujarnya.

Dan perempuan berambut hitam tadipun segera berlalu meninggalkan Hinata sendirian. Kebetulan saat itu restoran sushi mereka sedang sepi.

"Mau pesan apa?" tanya suara dingin yang tiba-tiba muncul.

"Seperti biasa saja, Itachi-kun." Jawab Hinata sekenanya.

"Aku bukan Itachi."

Jlek! Hinata terbangun. Baru menyadari bahwa suara berat nan dingin itu bukan milik Itachi. Hinata mulai ragu kalau sushi yang akan dia pesan rasanya tidak seenak buatan Itachi.

"Jangan melamun! Cepat pesan. Aku sibuk." Bentak suara dingin tadi membuat Hinata memicingkan matanya.

'Sibuk apanya? Restoran tengah sepi begini.' Innernya.

"Baiklah, kalau begitu. Aku pesan salmon sushi!" jawab Hinata tegas, 'dan awas tidak seenak buatan Itachi-kun.' Tambahnya dalam hati.

"Wajahmu jangan sok seperti itu!" kata suara itu lagi yang membuat perempuan berambut hitam tadi, ah, Mikoto, tertawa geli.

"Kalian baru kenal tapi sudah akrab ya." Komentar Mikoto sembari meletakan ocha hangat dan salmon sushi pesanan Hinata.

"Silahkan. Selamat menikmati Hinata-chan." Kata Mikoto ramah.

"Arigatou gozaimasu, Baa-san.". Hinata mengambil sumpitnya dan memasukkan sushi tersebut kedalam mulutnya dengan perlahan. Matanya melirik-lirik ke arah sumber suara tadi. Tapi hanya aura dingin nan pekatlah yang dirasakan Hinata.

Hap!

Satu kunyahan.

Dua kunyahan.

Tiga kunyahan.

Mata Hinata langsung berbinar.

"Lezat sekali." Komentarnya. Wajahnya langsung memerah merasakan kenikmatan sushi yang dikunyahnya. Rasa segar dari ikan salmon benar-benar membuat Hinata terhanyut. Sungguh manis, segar. Memakannya membuat Hinata melupakan harinya yang buruk.

"Coba lihat wajahmu." Ejek sosok bersuara dingin tadi.

Wajah Hinata cemberut. "Hu-um. Mulutmu pedas sekali. Pasti kau terlalu banyak makan wasabi. Tapi karena sushi buatanmu enak, jadi aku diam saja." Ujar Hinata.

"Hn, tadi meragukanku. Lihat sekarang keadaannya terbalik." Ejek suara tadi.

Hinata tidak perduli. Matanya kini terpejam menikmati rasa sushi kesukaannya itu. Wajahnya kian lama makin memerah.

"Enak sekali. Kamu siapa sih? Dewa sushi ya." Komentar Hinata yang tengah diatas awang-awang.

Terdengar suara tirai tersibak dan Hinata membuka matanya. Namun gadis itu menyesali tidakannya karena di saat yang bersamaan sepasang tangan pputih dan kekar menangkup wajahnya dan dahinya terbentur dengan dahi dengan wajah yang sempurna.

Wajah Hinata semakin memerah.

"Aku, Uchiha Sasuke. Hyuuga Hinata."

...

Owari

...