Mon Voyage, C&B

Park Chanyeol x Byun Baekhyun

BxB

Ini mungkin memalukan tapi yeah aku tidak bisa diam saja. Dia kekasihku dan aku pikir selama empat tahun ini, ah tidak tapi lebih tepatnya enam tahun ini aku selalu merawatnya dengan baik juga memperhatikannya dengan baik. Bahkan sejak kami memutuskan untuk tinggal bersama kekasihku terlihat berisi dan berotot bahkan aku sempat khawatir saat tubuhnya terlihat semakin seksi dengan tubuh enam kotaknya sampai aku berfikir membuatnya menjadi buncit agar tidak ada perempuan atau lelaki manis yang meliriknya. Tidak seperti dulu yang terlihat kurus dimana mana.

Bisa dibilang aku kekasih yang berhasil dalam memperhatikan pertumbuhan Chanyeol. Ya dia adalah Park Chanyeol, dia kekasihku sejak enam tahun lalu dan setelah menjalin hubungan selama dua tahun kami memutuskan untuk tinggal bersama sampai saat ini. Sebenarnya Chanyeol yang mengajakku bukan atas kemauanku sih.

Kami lahir di tahun yang sama hanya saja aku terlahir 6 bulan lebih awal darinya. Aku tak suka mengakui ini jika aku lebih tua darinya. Chanyeol adalah sosok lelaki sempurna jika dilihat dari sisi depan belakang samping kanan kiri juga atas bawah dan yang pasti luar dalamnya juga sempurna, HEI.. aku serius ini, jika kau melihat fisiknya dan aku akui aku adalah lelaki yang beruntung bisa mendapatkan Chanyeol.

Hey, tapi Chanyeol juga lelaki beruntung bisa mendapatkanku.

Aku Byun Baekhyun yang memiliki mata puppy yang membuat banyak orang gemas melihatku dan aku setuju itu. Aku tak suka mengatakan ini tapi orang selalu bilang aku cantik dan manis juga menggemaskan, dan aku lebih suka dibilang menggemaskan daripada cantik atau manis. Aku lelaki dan aku lebih suka jika aku dibilang tampan atau manly tapi mereka selalu menolak untuk mengakuinya. Menyebalkan.

Jadi, kupikir aku dan Chanyeol adalah pasangan yang sama sama beruntung dan sempurna.

Aku melengkapi Chanyeol dan begitu sebaliknya bahkan temanku Jongdae dan Luhan sangat iri melihat kami yang selalu terlihat mesra. Oke tandai dengan tanda petik juga tambah dengan bold dan italic kata 'selalu terlihat mesra'. Karna hampir setahun belakangan ini aku sering mengomeli Chanyeol dari pagi hingga pagi lagi dan hebatnya Chanyeol akan menjawab—

"Baekhyun sayang, yang penting aku tetap mencintaimu sampai saat ini. Sini cium dulu"

Dan bibir seksinya akan selalu menyerangku. Jadi jika aku sehari marah sepuluh kali maka aku akan mendapat sepuluh kali ciuman dan bonusnya kami akan bercinta. Sebenarnya sebelum setahun terakhir ini kami juga bertengkar tapi tidak sesering ini.

Apa kalian penasaran bagaimana aku dan Chanyeol bisa berpacaran? Kuharap kalian menjawab iya karna aku sudah menyiapkan apa yang akan aku ceritakan.

Kami dulu kuliah di kampus yang sama Chanyeol dengan jurusan Teknik informatika dan aku dari jurusan teknik sipil. Kami berada di satu fakultas, fakultas teknik. Kami jadi sering bertemu setelah kami ikut club yang sama. Kami sama sama suka travelling dan kami mengikuti club pecinta alam dan sejak saat itulah kami mulai dekat, dekat dan dekat sampai kami sama sama jatuh cinta dan akhirnya pacaran. Bedanya otak Chanyeol lebih cerdas dariku meskipun aku sering mengatainya bodoh. Tapi Chanyeol tidak pernah marah, katanya—

"Karna aku sayang padamu baby, itu panggilan yang imut" Itulah kenapa aku semakin memanggilnya bodoh.

Chanyeol itu cerdas tapi bukan berarti aku bodoh, Chanyeol bisa lulus kuliah lebih awal, cukup 3,5 tahun sedangkan aku harus terima lulus 4,5 tahun lebih lama. Itu karna dosen pembimbing sialan yang mempersulitku jadi aku sedikit terlambat. Dan selama setahun itu aku dan Chanyeol harus rela untuk jarang bertemu karna aku harus fokus dengan skripsiku. Aku sengaja menghindari Chanyeol-ku karna keberadaan Chanyeol sangat mengganggu. Aku bukannya mengerjakan skripsiku nanti justru yang ada kami habiskan dengan bercumbu, sangat tidak sehat. Selain itu karna Chanyeol sudah berhasil mendapat pekerjaan, sebagai karyawan baru dia tentu harus fokus dengan pekerjaannya.

Sebenarnya saat Chanyeol belum lulus kekasih tampanku itu sudah mendapat tawaran pekerjaan jadi saat lulus Chanyeol langsung bekerja. Tidak seperti aku yang setelah lulus kuliah sampai sekarang tak bekerja. Jangan berpikiran yang tidak tidak dulu. Jadi setelah tau Chanyeol lulus 3,5 tahun itu membuatku sedikit banyak pikiran karna aku tertinggal darinya dan aku sudah cukup pusing dengan bahan skripsi, metode yang sulit dan bodohnya aku tetap bertahan menggunakan metode itu juga dosen yang menyebalkan. Jadi setelah lulus aku berpikiran untuk istirahat dua bulan dan tidak memikirkan pekerjaan dengan berjalan jalan dengan Chanyeol saat kekasihku libur bekerja (intinya aku ingin refreshing dulu selama dua bulan).

Chanyeol juga tidak memaksaku untuk bekerja, yang memaksaku hanya orangtuaku dan Yoona kakakku yang super cerewet. Aku menikmati waktu dua bulanku dan karna terlalu menikmatinya aku lupa dengan janji dua bulan itu, akhirnya aku menambah sebulan lagi, jadi 3 bulan aku tak mencari pekerjaan dan hanya bersenang senang dengan Chanyeol juga teman temanku Luhan dan Jongdae.

Barulah dibulan ke empat aku mulai mencari pekerjaan karna aku mulai merasa jenuh dengan berdiam diri dirumah, didepan tv dan jenuh dengan omelan ayah ibu juga Yoona. Aku terus mencari info pekerjaan kesana kemari dan saat mendapat panggilan tapi aku merasa tidak cocok maka aku tidak mendatanginya, sampai Yoona mengataiku—

"Baek, aku penasaran dengan nilai bagusmu. Sebenarnya kau ini bodoh makannya tidak ada perusahaan yang mau menerima orang bodoh sepertimu. Dan karna kau mahasiswa tua itulah kenapa dosenmu dulu memberikan nilai bagus agar kau sedikit senang." Dan sisi iblisnya akan muncul dengan tertawa setan.

Yoona akan melakukan itu saat aku membuka laptop dimeja makan saat malam hari dan dia yang bangun karna haus dan berdiri dekat lemari es sambil mengataiku. Aku tidak mengerti dengan kakakku itu, sudah tau tiap malam terbangun haus tapi tidak pernah membawa air kekamar saat bersiap tidur. Aku jadi curiga apa setiap tidur mulutnya selalu terbuka sampai kering.

Aku pada akhirnya mengeluh ke Chanyeol karna tak kunjung bekerja dan Chanyeol selalu menenangkanku. "Kau tidak perlu bekerja Bee, aku kepala rumahtangga jadi aku akan menghidupimu dengan semua kebutuhanmu, memberikan cintaku seutuhnya. Jangan sedih, coba sini lihat bibirnya bisa di ikat tidak" lihat betapa bodohnya Chanyeolku.

Mana ada bibir yang diikat?

Tentu saja itu alasannya agar bisa menciumku. Tapi memang benar, selama Chanyeol sudah bekerja dia selalu mengisi uang di rekeningku dengan jumlah yang tak sedikit membuatku tak enak hati tapi Chanyeol tetap kukuh memberikannya, padahal kami belum menikah.

Ayah dan ibu bahkan tak mengerti kenapa Chanyeol masih mau bertahan dengan orang sepertiku yang seorang pengangguran dan lebih herannya lagi saat tau aku masih punya uang, karna semenjak aku lulus ayah berhenti memberiku uang. Sampai akhirnya Chanyeol mendatangiku dan mengatakan dia membeli apartment baru dan mengajakku untuk tinggal bersama.

Aku? Tentu saja senang. Siapa yang tak senang tinggal berdua dengan kekasihnya. Bagusnya lagi ayah dan ibu mensetujuinya saat Chanyeol datang ke rumah dan meminta ijin untuk membawaku.

Kurasa ayah dan ibu sudah tak mencintaiku lagi, itu hanya pikiran sesaatku sebenarnya karna ayah tak berfikir dan langsung mengatakan 'Baiklah' saat Chanyeol baru akan menutup mulutnya. Mungkin ayah dan ibu sudah bosan melihatku tak melakukan apapun selama setahun dan hanya dirumah menghabiskan makanan dan merusak pemandangan. Setelah itu aku benar benar tinggal dengan Chanyeol di apartmentnya setelah dua tahun kita apartment Chanyeol tapi Chanyeol selalu bilang itu milik kami. Aku terharu—

"Chanyeol~"

"Aku bekerja untuk masa depan kita baby, kau senang?" Aku mengangguk karna aku sudah tak sanggup menjawabnya, yang kulakukan hanya menangis. Lalu Chanyeol memelukku erat.

"Kalau begitu setelah ini kita bercinta ya?" Apa aku pernah mengatakan Chanyeol-ku itu mesum?.

Chanyeol akan bekerja dari senin sampai jumat itupun Chanyeol berangkat sesuka hatinya yang penting datang ke kantor dan masuk absensi. Terkadang aku mempertanyakan perusahaan macam apa yang membuat aturan seperti itu. Sampai aku mencari tau tentang perusahaan dan ternyata itu adalah perusahaan besar terkenal dan aku tentu saja sangat bangga kekasih tampanku bisa diterima di perusahaan itu tanpa Chanyeol melamar, karna Chanyeol yang ditawari langsung dari perusahaan. Chanyeol-ku sangat pintar bukan?.

Aku menghabiskan waktuku di apartment Chanyeol dengan menonton film, bermain game. Ah ya Chanyeol memiliki laptop khusus game dan aku bisa dengan sesuka hatiku untuk menggunakannya bahkan Chanyeol punya empat (Chanyeol itu sedikit sombong membeli laptop banyak karena jika temannya datang dia akan mengajak mereka bermain bersama dengan per-anak satu laptop) dan tidur tiduran. Aku tidak mencuci baju karna Chanyeol menyarankanku untuk membawa ke binatu selain itu juga karna Chanyeol tak memiliki mesin cuci katanya agar aku tak kelelahan. Chanyeol-ku memang berlebihan padahal aku hanya perlu memasukkan baju dan duduk menunggu sampai selesai dan menjemurnya, sudah, tapi Chanyeol memang berlebihan dan aku hanya mengangguk mengiyakan. Ah ya, alasan lainnya karna kata Chanyeol—

"Bee kalau kau kelelahan kau pasti memilih tidur dan kita tak jadi bercinta. Lalu bagaimana Chanju ku? Kalau tak sering sering di asah nanti karatan dan mengkerut dan kau tak akan puas dan aku tak akan bertenaga" mesum sekali bukan? Aku baru tau kalau Chanju bisa karatan dan mengkerut jadi aku selalu tanya.

"Chan bagaimana bisa Chanju karatan? Baekju malah tak pernah kuasah karna kau yang selalu memasukiku dan Baekju masih baik baik saja. Apa perlu Baekju ku asah di lubangmu juga Chan? Aku takut dia juga akan karatan" aku benar benar khawatir dan memikirkannya.

Dan setelah itu Chanyeol selalu melotot dan pergi ke kamar mandi. Apa aku salah?.

Aku juga tidak memasak, pertama karna aku memang tak bisa memasak. Jangankan aku yang laki laki Yoona yang perempuan saja tak bisa memasak padahal dia bercita cita menjadi istri yang baik untuk suaminya kelak dan ingin menikah muda. Katanya padahal pacar saja dia tak punya, makannya Yoona selalu iri melihat aku dan Chanyeol.

1 : 0

Tapi aku dan Yoona kalau sudah berada di dapur berdua akan sangat akur dan diam tanpa cekcok tapi setelahnya ibu akan berteriak dan ayah harus rela memijat kepala ibu yang pusing karena ulah ku dan kakak ku yang merusak dapur. Lagipula Chanyeol juga tak ingin dapurnya hancur dan aku paham itu jadi aku tak pernah memasak dan kami akan sering delivery atau Chanyeol yang akan memasak untukku.

Aku menghabiskan waktu 6 bulan di apartment Chanyeol dengan kegiatan diatas, di awal aku menikmatinya tapi setelah enam bulan itu aku benar benar jenuh. Hanya akhir pekan yang tak membuatku jenuh karna aku akan menghabiskan waktuku dengan jalan jalan dengan Chanyeol-ku. Kita akan belanja bulanan di minggu pertama setelah Chanyeol gajian kemudian kita akan saling bercumbu didepan tv atau kamar, ah ya kami pernah melakukannya di balkon saat malam hari dan itu benar benar luar biasa sensasinya.

Di minggu kedua kami akan jalan jalan entah itu ke luar kota, keluar negeri, kepantai ataupun ke gunung. Aku dan Chanyeol masih sangat suka travelling sampai saat ini. Sampai akhirnya aku diam diam browsing mencari resep makanan dan cara memasaknya untuk menghilangkan rasa bosanku. Saat Chanyeol sudah berangkat bekerja maka aku akan pergi ke minimarket dekat gedung apartment kami dan membeli bermacam macam bahan dan mengaplikasikan apa yang sudah kubaca dan pelajari. Jika rasanya tidak enak dilidahku akan kubuang tapi jika enak akan kuhidangkan (dan lebih banyak tidak enaknya) dan Chanyeol akan bertanya apa aku yang memasaknya?.

Awalnya aku tidak mau mengaku dan lebih sering berbohong, tapi waktu itu aku ketahuan sedang memasak.

"Baek, apa yang kau lakukan?" Aku terkejut tentu saja, aku takut Chanyeol marah jadi aku menangis begitu saja tanpa menjawab membuat Chanyeol bingung dan memelukku erat.

"Hey sayang, kenapa justru menangis. Hmm?" aku menggeleng dipelukannya. "Jangan menangis Baekki nanti jeleknya semakin terlihat".

Kenapa aku bisa lupa dengan kebodohan Chanyeol. Bukannya menghibur dengan kata kata romantis tapi semakin membuatku kesal. Yaa, aku jadi kesal dan bukannya takut lagi, bahkan rasa takutku langsung hilang. Chanyeol-ku memang bodoh dan tidak romantis. Tapi pada akhirnya aku menceritakan apa yang selama ini kulakukan dengan dapurnya.

"Lalu kenapa menangis tadi?"

"Aku takut kau marah kan kau melarangku untuk menyentuh dapur"

"Astaga Baek maafkan aku sayang kau pasti selama ini tertekan dengan sikapku dan was was saat sedang memasak"

Yeah, sebenarnya tidak sama sekali karna aku tidak tertekan apalagi was was, tadi aku hanya kaget jadi responku berlebihan tapi aku 'iya' kan saja agar Chanyeol-ku tidak mengataiku lagi. Dan setelah itu Chanyeol justru mengajariku memasak, aku juga memaksa dia untuk membeli mesin cuci agar aku tidak mati kebosanan dirumah dan sekali lagi Chanyeol mengabulkannya. Chanyeol-ku memang baik.

Ah ya, Chanyeolku itu juga penuh kejutan. Dia tau aku sangat suka barang couple dengannya, pernah saat aku bermain game ada suara pintu diketuk dan ternyata ada paket datang. Aku tidak pernah memesan barang dan kurir bilang itu untuk Byun Baekhyun. Untukku. Saat ku buka ada dua pasang sepatu Balenciaga dengan corak merah putih dan satunya hijau putih dengan ukuran berbeda. Didalamnya ada surat.

'Untuk Baekhyunee sayang. Setelah kau menerima ini berikan aku hadiah kehangatan untuk Chanju.

-PCY-'

Sangat tidak romantis tapi aku senang. Padahal tanpa ia minta aku pasti dengan senang hati bercinta dengannya. Aku selalu merindukan Chanju yang tegang dan panjang. Dan kegiatan Chanyeol yang suka memberikan barang couple itu sering lelakiku lakukan sampai sekarang. Chanyeol ku sangat romantis kan?. Sudah berapa kali aku mengatakan Chanyeol romantis?

Tidak hanya sepatu barang couple kami tapi hampir semua yang melekat di tubuh ku dan Chanyeol sama, hanya berbeda warna dan ukuran. Aku sebenarnya pecinta fashion dan selalu memperhatikan apa yang kugunakan, aku selalu berpakaian trendy dan berkelas. Hahaha jangan mengataiku karna aku membeli barang mahal padahal aku tidak bekerja. Saat itu Luhan mampir ke apartmentku sepulang bekerja, oh ya Luhan sudah bekerja di sebuah Bank. Yah memang tidak sesuai jurusannya tapi Luhan menikmatinya. Luhan di apartmentku dan melihat bagaimana aku berpakaian membuat mata rusanya membola.

"Baek kau serius ini pakaianmu?"
"Tentu saja, kau pikir ini hasil mencuri?"
"Bukan begitu Baek. Ini pakaian mahal dan kau tidak bekerja dan kau tak punya uang dan kau membelinya dan sekarang kau pakai kau tau ini gila Baek. Kau sempurna!"

Yah, aku tau aku pintar memadupadankan pakaian dan aksesoris tidak seperti Chanyeol. Tapi kata kata Luhan tadi sangat menyebalkan juga.

Satu tahun lebih enam bulan kegiatanku bertambah setelah enam bulan kuhabiskan dengan main main di apartment Chanyeol. Dan saat itulah aku mulai mengomel, marah marah dan akhirnya pertengkaran kecil di antara kami terjadi. Setelah kupikir pikir setiap pertengkaran kami selalu aku yang memulainya. Tapi aku marah juga karna beralasan, tentu saja aku tau Chanyeol bekerja keras demi menghidupi kami yang notabennya kami masih berpacaran bukan menikah dan Chanyeol mengambil tanggungjawab ayah dan ibu untuk mengurusku, menjagaku layaknya suami.

Ooh aku benar benar mencintai Chanyeol-ku.

Saat itu aku memasak dengan resep baru dan sekali coba aku berhasil membuat rasa yang enak, aku ingin Chanyeol mencobanya. Chanyeol biasanya pulang jam enam sore jadi sebelum Chanyeol datang aku sudah menyiapkan semuanya diatas meja makan. Aku menunggu tapi Chanyeol tak datang juga sampai jam tujuh, terlewat satu jam.

"Apa Chanyeol kena macet?"

Aku menghubunginya tapi tak ada jawaban dan pesanku di abaikan dan aku mulai menggerutu saat kulihat jarum jam di angka delapan dan masakanku sudah dingin. Aku hangatkan takut takut Chanyeol akan datang sampai aku mulai mengantuk dan masakanku mulai dingin lagi. Aku marah dan ingin menangis rasanya sampai aku ketiduran di meja makan.

Waktu aku membuka mata aku terbangun diatas kasur tanpa Chanyeol, ternyata Chanyeol sedang di dapur menggoreng telur.

"Oh, Baek. Kau sudah bangun sayang? kemarilah aku membuat sarapan untuk kita". Aku hanya berjalan menurutinya dan kulihat meja sudah ada satu piring besar nasi goreng dan susu tak ada yang lain.

"Dimana masakan yang semalam?" aku bertanya dan Chanyeol diam sebentar nampak bingung sampai akhirnya—

"Aah, yang semalam? aku membuangnya sepertinya basi"

"CHANYEOOLLL!".

Tbc

Apaan iniiiiiii?

Anggap cemilan yaa,. Aku bosan bikin yg hurts,

Gak lebih dari 5 Chapter dan akan bertemu kata "END"

Review sangat diperkenankan.