ANYEONG YEOROBEUN..!

I'M COME BACK AGAIN WITH EXO FF

HOPE YOU ENJOY TO READ IT

NO BASHING | PLEASE COMMENT | I DON'T LIKE SILENT READER (NEOMU SHIREO..!)

.

.

Title
EIBA HIGH SCHOOL

Length
N - CHAPTER

Rating
PG-15 (T)

Genre
ROMANCE, ANGST, COMEDY, DRAMA, YAOI (DON'T LIKE, DON'T READ)

Author
RUKA17

CAST/Main Cast
BAEKHYUN, CHANYEOL, KAI, D.O, KRIS, TAO, LUHAN, SEHUN

Support Cast
SUHO, LAY, CHEN, MINSEOK, SUNGGYU, WOOHYUN, YONG GUK, ZELO, DAEHYUN

Disclaimer

Cast milik tuhan YME dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk meramaikan FF ini.

Warning

typo, alur maksa, gaje, humor garing, EYD awut-awutan

.

.

Sedikit bocoran..eerr..ga ding..rada banyak..haha.. ini epep terinspirasi dari drama korea yang berjudul SCHOOL 2013 dengan cukup banyak remake disana sini..haha..dan maaf sekali kalau alurnya mungkin rada jauh dari drama yang asli. Trus judulnya kok bisa dikasih EIBA High School? Disini author kasih nama sekolahnya EIBA singkatan dari Exo Infinite BAp.. hehe.. trus kenapa kok author jadi kepikiran buat bikin ni epep? Mau tau? Kasih tau gak ya? #PLAAAKKK.. hehehe.. ku kasih tau aja deh.. jadi gini, saat author nonton drama ini yang notabene bergenrekan friendship dan straight romance, entah mengapa ya kok dimata author ni drama rada-rada menyimpang (?) #yaelah thor mo ngomong YAOI sama YURI aja pake kata-kata gaje gitu. Ya seperti itulah hingga akhirnya author ngebuat ni epep. Gajekan? #abaikan

Langsung aja ke cerita yang sebenarnya. Cekidot..^^

.

.

Segala sesuatu dalam kehidupan adalah sebuah eksperimen

Semakin banyak kamu bereksperimen maka hasil yang kamu peroleh akan semakin baik

Banyak orang tua tidak mengetahui apa yang sedang disembunyikan oleh anak-anak mereka

Ini adalah sebuah sekolah

(School 2013)

.

.

SEOUL. 07.00 AM. EIBA HIGH SCHOOL

Tap..tap..tap

Terlihat 3 orang namja dengan tatanan yang acak-acakan sedang merapatkan tubuh mereka dan mengepung seorang namja cantik dibelakang gudang sekolah. Ketiga namja itu saling beradu pandang kemudian menatap kembali setiap inchi tubuh namja cantik yang mereka kepung seraya bersmirk ria seperti macan yang bersiap-siap menerkam mangsanya. Kini tubuh namja cantik itu terlihat bergetar dengan hebatnya.

"Kyungsoo-ah, aku tahu kau bawa uang hari ini. Kemarinkan dompetmu," ujar salah seorang dari mereka seraya mengulurkan tangannya, meminta namja cantik yang bernama Kyungsoo itu untuk menyerahkan dompetnya.

"M-mianhae.. Sunggyu-sii.. A-aku t-tidak bawa uang hari ini." Kyungsoo benar-benar sangat takut melihat ketiga namja itu yang sebenarnya adalah teman satu kelasnya yang suka sekali mem-bully-nya.

"Ya.. Jangan membuat kami marah.. Cepat berikan uangmu." teriak yang lain

"M-mianhae..Woohyun-sii..aku benar-benar sedang tidak membawa uang.." ujar Kyungsoo dengan terbata-bata dan menundukkan kepalanya karena saking takutnya.

Tiba-tiba saja sebuah tangan dingin meraih pipinya dan tangan itu berusaha mendongakkan kepalanya.

"Ya..kau bisa merasakannya kan?! Kami kedinginan. Kami minta uangmu hanya untuk membeli rokok." ujar seorang namja berkulit tan.

Kyungsoo menatap mata namja itu, lalu turun kebibirnya yang tebal dan bisa dilihatnya asap yang mengepul keluar dari mulutnya karena udara yang dingin saat itu.

"Mi..mianhae.. Kai-sii.. T-tapi songsaengnim tidak memperbolehkan kita merokok disekolah.."

"Ck.." terdengar decakkan kesal yang keluar dari mulut Kai. "Apa kau ingin menggurui kami hah?!"

"A-a..aniyeo.." Kyungsoo menggeleng-gelengkan kepalanya dan kembali menundukkan kepalanya.

Kai pun memegang dagu Kyungsoo dan sekali lagi ia berusaha mendongakkan kepala Kyungsoo, sedangkan tangan yang satunya lagi berusaha meraih dan melepaskan kacamata yang terselip di kedua kuping Kyungsoo.

"Haah..ternyata aku baru sadar kalau wajahmu itu sungguh sangat cantik. Kenapa selama ini aku tidak menyadari ada malaikat cantik didekatku?" ujar Kai seraya tersenyum evil. "Apa kau ingin aku merusak wajah cantik ini?" lanjut Kai seraya mengelus pipi Kyungsoo.

Penyataan Kai membuat tubuh namja cantik itu semakin bergetar hebat. Ia sungguh tidak tau bagaimana caranya agar ia bisa terlepas dari cengkraman Kai.

Kai mendekatkan wajahnya pada Kyungsoo dan mendengus didekat pipi namja cantik itu. "Bagaimana kalau kau yang menghangatkanku?" ujar Kai seduktif ditelinga Kyungsoo yang berhasil membuat Kyungsoo membelalakkan matanya yang bulat.

2 namja yang lainnya yang juga ikut mengepung Kyungsoo hanya bisa terkekeh melihat kelakuan teman mereka yang sedang menggoda namja cantik itu. Baru saja Kai ingin menempelkan bibirnya dileher Kyungsoo yang putih bak salju itu, tiba-tiba seorang namja dengan nada tinggi berteriak didekat mereka.

"Yak.. Kkamjong-ah.. Apa yang sedang kau lakukan? Cepat lepaskan dia!"

Kai menjauhkan wajahnya dari Kyungsoo dan menoleh kearah asal suara tersebut. "Ck.. Dasar kecoak kecil. Mengganggu urusan orang saja," gumamnya.

Namja yang telah merusak kegiatan Kai itu melirik kearah Kyungsoo. "Ya..Kyungsoo-ah..Kemarilah.." ujar namja itu tapi Kyungsoo masih betah berdiri terpaku ditempatnya.

"Yak..palli..!" ujar namja itu lagi.

Dan dengan segera ia menepis tangan Kai dan berlari kearah namja itu, lalu berlindung dibelakang punggungnya.

"Cepatlah kembali kekelas. Biar aku yang mengurusnya." ujar namja itu pada Kyungsoo.

"Ta..tapi.."

"Yak..pergilah..!"

Kyungsoo dengan getaran tubuh yang masih belum bisa ia stabilkan, secepat kilat berlari meninggalkan keempat namja itu.

Kai yang sejak tadi menatap sinis namja yang berani mengganggu acaranya, kemudian melangkahkan kakinya mendekati namja itu.

"Ya.. Baekhyun-ah.. apa kau punya uang untuk membeli rokok?" ujar Kai santai. "Tenang saja. Kami hanya pinjam uangmu. Nanti akan kami kembalikan. Kalau itu kami ingat..haha.."

Pernyataan Kai sontak membuat 2 teman Kai yang lain juga ikut tertawa, sedangkan Baekhyun hanya diam melihat tingkah laku namja-namja itu.

"Aku tidak punya uang. Kalau kau mau uang minta saja sana sama orang tuamu." cibir Baekhyun

"Ck..apa kau kira aku ini bodoh. Mana mungkin mereka mau memberikan uang mereka untuk membelikan anaknya rokok." ujar Kai

"Nah, itu kau tahu.." sindir Baekhyun

.

Grep..!

.

Kai mencengkram erat kerah Baekhyun.

"Kau ingin mencari masalah dengan kami hah?!"

Baekhyun menatap lekat mata Kai dan menjawab pernyataan Kai dengan santai. "Bukan aku yang mencari masalah, tapi kalian sendiri yang mendatanginya."

"Ck..kau..!" Kai mendecakkan lidahnya dan mengepalkan tangannya didepan wajah Baekhyun.

"Ya..ya..ya..apa yang kalian lakukan disana?!" teriak seorang guru dari jarak yang tidak jauh dari posisi mereka.

"Yak.. Kkamjong-ah.. Ada guru yang datang.." teriak Sunggyu gelagapan. "Ayo kita pergi dari sini!"

Tapi entah mengapa tubuh Kai masih saja betah terdiam sambil mengepalkan tangannya didepan wajah Baekhyun.

"Ya..palli..!" ujar Sunggyu dan Woohyun seraya menyeret Kai menjauh dari Baekhyun.

"Awas kau! Lihat saja nanti." ujar Kai seraya berlari meninggalkan Baekhyun yang sibuk membenahi kerahnya.

Guru yang tadi berteriak pada mereka tidak sempat mengejar ketiga namja yang sudah lari kalang kabut itu.

"Ya..apa yang kalian lakukan tadi?" Tanya sang guru ketika ia berhasil menghampiri Baekhyun

"Tidak ada songsaengnim. Kami hanya berbincang-bincang sebentar saja." ujar Baekhyun dengan santai, tapi didalam hatinnya ia sangat berterima kasih pada gurunya itu karena ia sangat tidak suka berurusan dengan Kai and The Gang.

"Jeongmal? Kalau begitu cepat kau ke kelas. Sebentar lagi pelajaran akan dimulai."

"Ne..songsaengnim.." ujar Baekhyun seraya membungkukkan badannya lalu pergi kekelas dengan langkah yang dipercepat.

.

-EXOBAPINFINITE-

.

Seperti biasanya, kelas 2E memang terkenal dengan kelas yang paling ramai disekolah. Apalagi saat ini wali kelas mereka belum juga masuk kekelas. Dan seperti biasanya juga Kyungsoo masuk kekelas dengan menundukkan kepalanya dan duduk dibangku paling depan. Mau tahu kenapa dia selalu duduk didepan? Sebenarnya bukan karena dia pintar. Malah dia ini termasuk siswa yang memiliki peringkat akademik dibawah rata-rata. Kyungsoo selalu duduk dibangku depan karena matanya yang sudah rabun. Lihat saja kacamata tebalnya yang menempel dihidungnya itu.

Kyungsoo duduk dibangkunya tanpa mengucapkan satu katapun. Ia berusaha mati-matian agar getaran pada tubuhnya karena kejadian tadi pagi tidak diketahui oleh orang lain. Ia memutar bola matanya dan melirik kearah bangku yang ada disampingnya. Diamatinya seorang namja yang baru saja datang itu dan langsung mengeluarkan buku dan kotak pensilnya yang berwarna biru laut.

"Woaaa..lihat..siapa yang baru datang eoh?!" teriak seorang namja bersurai emas dibelakang bangku Kyungsoo. "Woaaa..uri Luhannie ternyata.. Seperti biasa, kau juga cantik sekali hari ini," lanjut namja itu seraya tersenyum seperti orang idiot.

"Yak..Bang Yong Guk..! Luhan itu namja," tegur seorang namja yang duduk dibelakang Luhan.

"Waeyo Sehunnie?! Luhannie memang cantik kan?"

Sehun tidak bisa membalas pernyataan Yongguk dan memilih untuk diam. Yah, memang benar sih kalau Luhan itu bisa dibilang namja tercantik disekolahnya. Bagaimana tidak? Setiap dia lewat, entah itu dihalaman sekolah atau dilorong sekolah atau dikantin sekolah semua mata yeoja dan namja yang ada disekolah itu pasti meliriknya.

"Ya…hari ini kita mau main ke gamenet lagi kan?! Aku mau menyelesaikan pertarunganku yang tertunda," ujar seorang namja yang sedari tidak pernah melepas PSP-nya

"Ne..Zelo-ah..aku juga ingin segera mengupgrade kekuatanku supaya bisa mengalahkanmu.. hahaha.." timpal namja yang lain

"Ck..ya..Daehyun-ah..sudah berapa kali ku bilang kalau kau tidak mungkin bisa mengalahkan ku," sindir Zelo

"Jeongmal? Kita lihat saja nanti siapa yang bakalan menangis diakhir," timpal Daehyun

"Ya..ya.. apa kalian melupakan sang Master eoh?" ujar Yongguk seraya menunjuk dirinya sendiri "Aku yang akan membuat kalian menangis..haha…"

.

BRAAAKKK...!

.

Kelas 2E yang tadinya sangat ramai, tiba-tiba hening ketika 3 orang namja masuk kekelas. Ya, mereka adalah Kai dan antek-anteknya, Sunggyu dan Woohyun. Kai dan teman-temannya ini sangat disegani disekolahnya. Siapapun yang berani macam-macam dengan mereka pasti tidak akan pulang dengan tubuh yang masih utuh, paling tidak sedikit lebam disana-sini.

Kai berjalan kearah bangku miliknya yang terletak di deretan paling belakang, lalu meletakkan tubuhnya diatas kursi dengan kasar dan mengangkat kedua kakinya diatas meja. Matanya kini tertuju pada seorang namja kecil yang duduk di deretan paling depan, sedangkan namja yang diperhatikan oleh Kai terlihat menundukkan kepalanya dan meremas seragam sekolahnya hingga tangannya menjadi putih pucat.

"Ya..kyungsoo-ah.. urusan kita belum selesai," ujar Kai memecah keheningan yang ada.

Kata-kata Kai telah berhasil membuat seluruh mata yang ada memandangnya dengan tatapan tajam. Hal tersebut membuat Kyungsoo semakin membenamkan kepalanya diatas meja.

.

Puk…

Sebuah tangan menepuk kepala Kyungsoo dan dengan takut-takut ia mendongakkan kepalanya dan melihat orang yang berdiri disampingnya. Ternyata orang yang menepuk kepalanya itu adalah Baekhyun, orang yang telah menolongnya cengkraman Kai tadi pagi. Baekhyun tersenyum padanya menandakan bahwa Kyungsoo tidak perlu khawatir akan ancaman Kai dan Kyungsoo pun membalas senyuman Baekhyun. Baekhyun pun mengusap-usap kepala Kyungsoo sebelum ia pergi menghampiri bangkunya yang terletak dipojokkan kelas.

.

BRAAAKKK..!

Kursi milik Baekhyun terlempar dari tempat asalnya dan tangan Woohyun menggebrak meja Baekhyun, menghentikan langkah Baekhyun tepat di depan bangku miliknya. Woohyun mengulum dengan tempo cepat permen karet yang ada di dalam mulutnya seraya menatap tajam kearah Baekhyun.

Suasana didalam kelas terlihat sangat mencekam. Aura hitam berkoar-koar dimana-mana membuat seisi kelas tidak sanggup menelan ludah mereka hingga pada akhirnya wali kelas mereka masuk kedalam kelas.

"Yak.. Nam Woo Hyun.. Byun Baek Hyun.. cepat duduk dibangku kalian!" teriak sang wali kelas seraya melangkahkan kakinya ke depan kelas.

"Taejang – ketua kelas," ujar sang wali kelas

Tidak ada sahutan.

"TAEJANG..!" ujar sang wali kelas sekali lagi dengan lebih keras yang sukses membuat Suho yang sedari tadi menatap Baekhyun menoleh kearah sang wali kelas.

"Ah..ne..songsaengnim.." Suho berdiri lalu melanjutkan kata-katanya, "Chalyeo – attention.. Gyeong e – bow."

"Okay.. buka buku sastra kalian halaman 77," ujar sang guru seraya menulis sesuatu di papan tulis.

.

TOK..TOK..

Seorang guru yang lain masuk ke kelas 2E dan membuat semua mata tertuju padanya.

"Ada apa songsaengnim?" tanya sang wali kelas

"Ah.. Tao songsaengnim.. saya hanya ingin mengecek sesuatu.." jawab sang guru

"Ne..?"

"Tolong taruh tas kalian diatas meja.." teriak sang guru pada para siswa yang ada dikelas dan mereke pun menuruti perintah dari sang guru.

"Yak.. Kim Jong In.. mendekatlah dan kemarikan tas mu.." lanjut sang guru

Kai mendecakkan lidahnya dan menyambar dengan kasar tas miliknya, lalu diserahkannya tas miliknya pada sang guru.

"Yak.. Byun Baek Hyun.. bisakah kau mengecek isi laci Kai?" ujar sang guru

"Ne..?"

"Tolong cek isi laci Kai.." ulang sang guru

Baekhyun berdiri dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya menuju bangku milik Kai, lalu diraba-rabanya laci milik Kai.

"Tidak ada apa-apa disini songsae-."

TUK..

Baekhyun bisa melihat dengan jelas sebuah benda putih berbentuk kotak jatuh dari laci milik Kai.

"Kemarikan benda itu.." suruh sang guru

Baekhyun memungut benda yang tidak lain adalah bungkus rokok itu, lalu menyerahkannya kepada sang guru. Sang guru menoleh kearah Kai dan mengisyaratkan padanya untuk mengikutinya.

"Tarawa – follow me."

Baekhyun sempat mendapatkan death glare dari Kai sebelum ia pergi meninggalkan kelas bersama dengan sang guru.

.

-EXOBAPINFINITE-

.

"Yak..yak..Apa benar Kai merokok disekolah?" ujar Daehyun pada siswa disamping kiri dan kanannya.

"Ya..apa kau tidak lihat eoh? Jelas-jelas Baekhyun menemukan bungkus rokok dilaci Kai," sahut Zelo yang otomatis membuat para siswa yang ikut mendengarkan gossip disela-sela pelajaran menoleh kearah Baekhyun.

"Ya..kalian berhentilah bergosip kalau kalian tidak mau mati ditangan Kai," ujar Suho yang sedari tadi mendengarkan celotehan siwa-siswi itu.

"Ah..taejang.." ujar Tao yang sukses membuat Suho kembali focus menatap kearah papan tulis.

"Ne..songsaengnim.." balas Suho

"Karena sedari dulu kau yang selalu menjadi ketua kelas, aku ingin ada pergantian ketua kelas dan juga wakil ketua."

"Ne..songsaengnim.." Suho tersenyum bahagia karena mendengar bahwa ia akan segera melepaskan jabatan sebagai ketua kelas yang sangat ia tidak suka.

"Okay..kalau begitu.. siapa yang ingin mencalonkan diri sebagai ketua kelas?" tanya Tao pada murid-muridnya.

Tak ada satupun murid yang mencalonkan diri untuk menjadi ketua kelas.

"Ya..apa kalian tega menyuruh Suho menjadi ketua kelas selama dua tahun berturut-turut?!" ujar Tao.

Karena penuturan sang wali kelas tersebut, Luhan mengangkat tangannya walaupun sedikit ragu-ragu.

"Aku mau jadi wakil ketua kelas," ujar Luhan

Kata-kata Luhan langsung disetujui oleh Tao. "Baiklah..lalu siapa yang akan jadi ketua kelas?"

Lagi-lagi keheningan melanda kelas tersebut.

"Apa kalian tidak butuh ketua kelas? Atau kalian akan membiarkan Luhan yang menjadi wakil ketua kelas bekerja sendirian?" Tao memandang setiap mata yang ada disana

"Aku mengusulkan Baekhyun.." ujar Sehun yang sontak membuat Baekhyun yang sedari tadi menatap kearah luar jendela, kini memandang kearah Sehun

"Nado.." timpal Yongguk seraya mengangkat tangannya

Aksi mengangkat tangan dan menyerukan nama Baekhyun pun diikuti oleh semua murid yang ada.

"Baekhyun-ah..apa kau mau menjadi ketua kelas?" tanya Tao

Baekhyun memutar bola matanya dengan malas, lalu menatap kembali sang wali kelas. "Shireo.."

.

BRAAAKKK…!

Terdengar suara pintu kelas yang digeser dengan kasar. Sang wali kelas menatap kearah namja yang baru saja kembali dari ruang BP.

"Waseo?!" ujar Tao pada Kai

Kai menghempaskan dirinya diatas bangku lalu menganggangkat kedua kakinya.

"Aku mengusulkan Baekhyun menjadi ketua kelas," ujar Kai seraya tersenyum evil.

.

-EXOBAPINFINITE-

.

Lunch time

"Ya..ya..kau lihat tadi? Apa aku tidak salah dengar? Kai mengusulkan Baekhyun menjadi ketua kelas?" ujar Zelo seraya memasukkan sesendok penuh nasi kedalam mulutnya

"Ya..apa yang sedang dipikirkan anak itu eoh?" sambung Daehyun

"Ini aneh.." timpal Sehun

"Hmm..sangat aneh.. Kau lihat saja tadi pagi Baekhyun sudah membuat Kai kesal, tapi tiba-tiba Kai memilihnya menjadi ketua kelas.." Suho berusaha memecahkan masalah yang mungkin tidak bisa dipecahkan.

"Ya..kau lihat dimana Luhan? Apa dia tidak makan siang?" ujar Yongguk

"Tadi dia keperpustakaan.." balas Sehun

"Mworago? Ckck..waktu jam makan siang saja masih sempat ke perpustakaan.." cibir Yongguk. "Benar-benar deh..ga hanya cantik tapi juga pintar.." lanjut Yongguk yang serta merta mendapat timpuk dari Sehun karena lagi-lagi mengucapkan kata CANTIK untuk Luhan.

"Lanjutkan makanmu..kau berisik sekali.." ujar Sehun seraya melayangkan death glare pada Yongguk.

"Yak..yak..yak..minggir..minggir..!" teriak Woohyun pada deretan siswa yang hendak mengambil jatah makan siang.

Suho dan teman-temannya yang sedang asik menyantap makan siang dalam satu meja itu menoleh kearah asal suara yang membuat kuping mereka panas.

"Ckck..lagi-lagi mereka membuat keributan," decak Yongguk

"Ya..Itu bukan urusanmu.. cepat habiskan makananmu.." ujar Zelo. "Atau kau perlu kusuapi?"

"Ck..araseo.." Yongguk kembali menyantap makanannya.

PRAAANGGG..

Terdengar suara pecahan piring yang sontak membuat seisi kantin sekolah dilanda keheningan.

"Sudah ku bilang minggir."

Terlihat Kai mencengkram kerah seorang siswa yang menghalanginya mengambil makanan.

"Yak..waegeurae?!" teriak Tao yang baru saja datang dan melihat keributan yang terjadi.

"Tidak ada apa-apa kok songsaengnim. Iya kan Chen-sii," ujar Sunggyu seraya menepuk pundak namja yang bernama Chen itu.

"Jeongmal?" tanya Tao pada Chen

"N-ne..songsaengnim," balas Chen dengan terbata-bata.

"Ck..minggir.." ujar Kai seraya mendorong Tao menjauh dari hadapannya.

"Yak.. Kim Jong In..! Aku ini gurumu." teriak Tao seraya mengepalkan tangannya.

.

PUK..

Tiba-tiba sebuah tangan menepuk pundak Tao sehingga membuat Tao terpaksa menoleh ke belakang dan didapatinya Baekhyun berdiri dibelakangnya. Dilihatnya Baekhyun yang menatap tajam kearah Kai.

"Ck..aku sudah tidak selera makan..kkaja.." ujar Kai seraya pergi meninggalkan kantin dan diikuti oleh Sunggyu dan Woohyun.

"Yak..Kim Jong In..berhenti!" Tao kembali berteriak pada Kai dan Kai pun menoleh kearah Tao

"Ada apa lagi?"

"Yak..! Jaga bicaramu ketika kamu sedang berbicara dengan orang yang lebih tua," celoteh Tao. "Mana handphonemu.. Kemarikan.."

Dengan malas Kai menyerahkan ponselnya pada Tao. "Berapa nomor telepon ayahmu eoh? Dia harus tahu kalau anaknya sudah membuat keributan disekolah."

"Ck..menyebalkan.."

"Mworago?!"

Kai menatap tajam mata sang guru. "M-E-N-Y-E-B-A-L-K-A-N."

PLAAAKKK..

Tao sudah tidak bisa menahan lagi emosinya yang meluap-luap dan akhirnya ia mendaratkan tamparannya dipipi kiri Kai. Sadar akan perlakuannya pada Kai membuat tangan Tao bergetar hebat, lalu dengan segera berlari meninggalkan kekacauan yang ada disana tanpa menoleh kebelakang. Sedangkan para siswa disana hanya terdiam melihat drama yang disuguhkan siang hari itu.

.

-EXOBAPINFINITE-

.

"Apa berita itu benar Jaejong?" tanya seorang namja yang duduk diatas kursi dan melipatkan kedua tangannya diatas meja dengan papan nama yang bertuliskan Kepala Sekolah Yunho

"Ne..sajangnim.." balas seorang namja yang diketahui bernama Jaejong

"Apa kau melihatnya sendiri?"

"Aniyeo sajangnim. Saya dapat berita ini dari orang lain."

"Apa menurutmu Tao songsaengnim benar-benar melakukan tindak kekerasan pada muridnya?"

"Mungkin lebih baik kalau sajangnim menanyakannya langsung pada Tao songsaengnim."

"Araseo.. suruh dia ke kantorku.."

"Ne sajangnim.."

"Ah..kurigoo.. apa kau sudah membuatkan jadwal untuk aku bisa bertemu dengan hometutor itu?"

"Ah..geurae..dia sekarang ada disini.."

"Kalau begitu panggilkan dia. Suruh dia masuk.."

"Ne.."

Jaejong pergi keluar ruangan kepala sekolah, lalu kembali lagi dengan membawa seorang namja setinggi tiang listrik (?)

"Ini hometutor yang saya bicarakan kemarin.."

"Annyeonghasimika.. Kris imnida.. bangapta.." ujar namja jangkung itu seraya berjabat tangan dengan Yunho

"Ne..Kris-sii..panggil saja saya Yunho."

"Ne Yunho sajangnim."

"Kalau begitu aku tidak perlu basa-basi. Aku ingin Kris songsaengnim menjadi wali kelas 2E." ujar Yunho seraya tersenyum pada Kris.

.

-EXOBAPINFINITE-

.

Keesokkan harinya

SREK..TRAK..

Tao merapikan beberapa bukunya yang diagunakan untuk mengajar dikelas 2E siang itu.

"Pelajaran selesai sampai disini dan setelah ini kita langsung ke ruang musik," ujar Tao pada murid-muridnya yang dibalas dengan sorak sorai dari para siswa.

"Ah..Baekhyun-ah..kau tahu dimana Kai? Apa hari ini dia membolos lagi?" tanya Tao sebelum ia pergi meninggalkan kelas.

"Maaf..saya tidak melihatnya hari ini.." balas Baekhyun

"Geurae..kalau kau bertemu dengannya, tolong suruh dia keruangan saya."

"Ne..songsaengnim.."

Tao pun segera keluar dari kelas dan diikuti oleh siswa-siswa lainnya, sedangkan Baekhyun masih merapikan barang-barangnya. Baekhyun memutar bola matanya ke sekeliling kelas dan dilihatnya Kyungsoo juga masih duduk di bangkunya. Ternyata Kyungsoo sedang merapikan alat tulis yang berserakkan diatas mejanya. Baekhyun pun berdiri dari tempat duduknya dan pergi menghampiri Kyungsoo. Ia tersenyum pada namja itu, lalu membantunya memasukkan alat tulis kedalam kotak pensil.

.

GRAAAKKK…!

Suara pintu kelas yang bergeser dengan keras membuat Baekhyun dan Kyungsoo menoleh kearah asal suara. Ternyata orang yang membuat suara tersebut adalah Kai. Kai sepintas memandang kearah Baekhyun dan Kyungsoo, lalu berjalan menuju bangku miliknya.

"Tadi Tao songsaengnim mencarimu," ujar Baekhyun pada Kai. "Pergilah keruang musik."

Kai menatap tajam Baekhyun. "Apa sekarang kau sedang berakting menjadi ketua kelas?"

Baekhyun mengacuhkan perkataan Kai. Ia memandang kearah Kyungsoo, lalu mengajaknya keluar ruangan. "Kkaja..kita pergi ke kantin." Kyungsoo pun menuruti ajakan Baekhyun.

Kai menjatuhkan tasnya dengan kasar kelantai. Ia memutar badannya dan menggapai lengan Kyungsoo dengan kasar untuk menahan langkahnya.

"Yak..kyungsoo-ah.. kau punya uang? Hari ini aku tidak membawa dompetku.." ujar Kai mengintimdasi Kyungsoo.

Baekhyun yang melihat aksi Kai pada Kyungsoo, langsung menarik Kyungsoo menjauh dari Kai. "Kau..pergilah keruang music.." ujar Baekhyun pada Kyungsoo. Kyungsoo hanya menatap Baekhyun. "Ku bilang pergilah ke ruang music.."

"N-ne.."

Akhirnya Kyungsoo pun menuruti perintah Baekhyun untuk pergi ke ruang music dan sebelum ia pergi meninggalkan kelas, kyungsoo sempat menatap kedua namja itu dengan penuh kekhawatiran.

Semoga tidak terjadi apa-apa – batin kyungsoo.

Kini Kai berhadapan dengan Baekhyun dan menatap namja itu dengan tatapan tajamnya.

"Wae? Kau ingin membayarku?" ujar Kai

"Untuk?" Baekhyun tidak mengerti maksud Kai

"Untuk membayarkan jasa balas budi padaku karena aku telah memilihmu menjadi ketua kelas." Kai melayangkan seringainya

"Geurae..kalau begitu bagaimana kalau setiap pagi hari aku meneleponmu untuk membangunkanmu," jawab Baekhyun santai.

"Cih..aku dan dirimu bukan teman dekat. Buat apa kau bersusah payah meneleponku pagi hari."

"Okay..kalau kau tidak menginginkannya..then nevermind.." ujar Baekhyun seraya membalikkan dannya hendak pergi mengikuti siswa yang lainnya keruang music.

Tapi tiba-tiba, seragam Baekhyun ditarik oleh Kai dari belakang hingga ia terjatuh ke lantai dengan posisi terduduk.

"Berhentilah mengacaukan segalanya..asaekki yah.." Kai memberikan death glare-nya pada Baekhyun dan Baekhyun pun membalasnya dengan tatapan tajam.

.

-EXOBAPINFINITE-

.

"Haaah..kenapa orang itu menyuruhku datang hari ini?" Kris menghela nafasnya. "Ck..padahal baru besok aku mulai bekerja."

Kris membuka pintu mobilnya dan melangkahkan kakinya menuju lobby sekolah. Dilihatnya sekeliling ruangan tersebut dan didapatinya sebuah kaca besar yang terpapang di pojok ruangan. Ia pun menggerakkan tubuhnya mendekati kaca itu dan merapikan jas hitam yang ia pakai. Ternyata tidak hanya dia sendiri yang sedang merapikan bajunya. Seorang namja berpostur tinggi, hampir setinggi Kris, tapi badannya sedikit lebih kurus darinya, juga sedang merapikan diri lebih tepatnya membentulkan name tag miliknya yang bertuliskan 'HUANG ZI TAO'.

"Apakah mereka belajar dengan baik?" tanya Kris pada namja itu.

"Ah..n-ne..?" Tao tidak menyadari bahwa sejak tadi Kris ada disampingnya dan mengamati dirinya.

"Anda seorang gurukan? Apakah nilai mereka baik?" ujar Kris seraya tersenyum

"Ah..itu..tentu saja..mereka belajar dengan baik.." jawab Tao dengan sopan. "Ah..maaf sebelumnya.. Anda ayah dari siapa? Sepertinya Anda sangat memperhatikan studi anak Anda." Lanjutnya.

Kris menghela nafasnya. Ia menatap namja itu dan melirik kearah name tag yang dipakai oleh Tao.

"Mandarin Languange," gumam Kris

"Ne?" Tao memasang muka bingung dihadapan Kris

"Apa kau tidak tahu siapa aku?" tanya Kris seraya mengangkat alisnya.

"Ah..itu..maaf.. memori saya kurang begitu baik.. Ayah dari siapakah Anda?"

Kris hanya tersenyum menanggapi pernyataan Tao.

"Aigoo..seharusnya dia sudah datang.." Jaejong bergumam sendiri seraya menengok kekanan dan kekiri mencari sosok seseorang. "Aigoo songsaengnim.. anda sudah datang?!" teriak Jaejong setelah ia melihat Kris berdiri di depan kaca besar bersama dengan Tao di lobby sekolah.

Jaejong pun melangkahkan kakinya menghampiri Kris. "Aigoo..Tao songsaengnim.. kenapa Anda tidak menyuruhnya keruangan? Ah..mari ikuti aku.." ujar Jaejong seraya sedikit menarik lengan Kris.

Tao memiringkan kepalanya dan mengedip-ngedipkan matanya. Ia sama sekali tidak mengerti apa yang sedang dilakukan Jaejong pada namja yang baru saja ia temui itu.

Tao mengikuti mereka berdua menuju keruang pertemuan. Ia masih saja memandangi namja tinggi itu dengan berbagai pertanyaan yang muncul begitu saja dipikirannya.

"Waahh.. dia keren sekali.." ujar seorang guru yeoja yang berdiri disamping Tao.

Tao menoleh pada yeoja itu dan menatapnya dengan sorot mata yang memancarkan kebingungan. "Nugu?"

"Kris songsaengnim.."

"Kris?" gumam Tao

Oohh, jadi guru baru itu bernama Kris..

"Siapa dia?" tanya Tao lebih lanjut

"Ya..kau tidak tahu siapa dia?" ujar yeoja itu

Tao hanya mengeleng-gelengkan kepalanya menandakan bahwa ia benaer-benar tidak tahu siapa Kris itu.

"Dia itu seorang guru bahasa Mandarin.."

"Bahasa Mandarin?" Tao sedikit kaget

"Ne..sama sepertimu Tao songsaengnim..dan katanya murid-murid yang belajar padanya selalu lolos di unversitas-universitas terkenal di Seoul yang memiliki fakultas Sastra."

Tao mengangguk-anggukan kepalanya, lalu kembali menatap namja yang bernama Kris tersebut.

Dia cukup tampan.. tapi kenapa dia mau menjadi seorang guru?

.

-EXOBAPINFINITE-

.

"YaK..kenapa kau seperti itu padaku?!"

Kai masih saja menatap tajam Baekhyun yang tidak melakukan perlawanan sedikitpun.

"Apa kau senang mempermalukanku di depan anak-anak eoh?!" lanjut Kai. "Yak..jawablah..jangan hanya diam saja.."

Kai menggenggam kerah Baekhyun dan menariknya hingga ia berdiri sejajar dengan Kai.

"Yak..katakan.. kenapa kau lakukan itu padaku?!" ujar Kai dengan nada yang sedikit ditinggikan. "Yak..Byun Baek Hyun.. jawablah.. apa kau bisu eoh?!"

Baekhyun masih saja mengunci mulutnya. Dia sama sekali tidak ingin berdebat dengan Kai.

"Asaekki..!" geram Kai.

Karena amarah yang memuncak, Kai pun mendorong Baekhyun hingga tubuh Baekhyun terantuk meja dan jatuh kelantai. Baekhyun pun tidak tahan dengan perlakuan Kai padanya dan akhirnya ia menarik kursi yang ada di dekatnya. Ia mengangkat kursi itu dan mengarahkannya tepat dihadapan Kai.

.

PRAAAANNNGGG..! BRAAAAKKK..!

.

Terdengar suara serpihan kaca dan kursi yang terjatuh dari lantai 4 gedung sekolah.

.

DRAAPP..DRAAP..

.

Beberapa guru berlarian di koridor lantai 4 dan mereka mendapati seorang murid yang berdiri disebelah kaca jendela yang pecah.

.

"Byun Baek Hyun!" teriak seorang guru BP

"Baekhyun-ah.." Tao terkejut melihat namja yang berada ditempat kejadian adalah Baekhyun.

.

.

.

Akhirnya..selesai juga chapter pertama..

Baru kali ini ngetik 1 chapter sepanjang ini..hha

Bagaimana chingudel?

TBC kah? Atau delete?

Review please!

Ditunggu ne..

Pay..pay..^^