Cast: Kim Jongin, Do Kyungsoo, etc

WARNING GS.

.

.

Do Kyungsoo. Mahasiswi jurusan matematika murni, tingkat 3. Kyungsoo sedari lahir sudah miskin, dia dapat bersekolah dengan bermodalkan dengkul. Sejak sekolah dasar ia terbiasa membawa bekal makan agar tidak perlu jajan. Makan dengan garam, atau hanya kuah kaldu pun sudah membuatnya kenyang. Kyungsoo kuliah dengan beasiswa, dia tidak memerlukan untuk bayar uang kuliah, untuk kesehariannya pun dia dapat. Tidak besar memang, dan Kyungsoo tidak pernah lupa untuk memberikan sebagian uang beasiswa dan uang kerja sambilan kepada adik – adiknya. Ia selalu ingin adiknya hidup layak.

.

.

.

Kyungsoo menghela nafasnya kasar untuk kesekian kali nya. Dia dipecat (lagi) untuk yang ke sekian kali nya. Tidak. Jangan salahkan Kyungsoo. Salahkan om – om yang mencoba meremas pantat sexy Kyungsoo. Tentu saja Kyungsoo membalasnya dengan menyiramnya dengan kuah ramen dan 5 menit kemudian Kyungsoo menjadi pengangguran. Dia terbiasa menahan lapar selama seharian, tapi ia butuh uang untuk membayar sewa apartemennya. Apartemen bobrok memang. Termurah, terkumuh, terlantar. Tidak apa – apa selama itu murah. Biaya hidup di Seoul itu mahal! Ia harus berhemat supaya adik – adiknya bisa sekolah dengan layak.

Kalau sudah begini, ingin sekali Kyungsoo merutuki nasibnya yang terlalu miskin. Baekhyun bilang, dengan menjual keperawatan kepada ahjussi hidung belang bisa dapat uang banyak. Ia bergidik ngeri membayangkannya. Ia gadis baik – baik tentunya. Ia butuh uang dengan cara yang ia suka.

"Kyung, kau melamun jorok ya? Jangan di kahayalkan saja, lakukan saja itu nikmat" Kyungsoo mendelik kearah Baekhyun. Selalu saja kurcaci ini menganggu khayalannya. Baekhyun itu sahabat susah Kyungsoo. maksudnya mereka sama – sama hidup melarat dan bermodalkan beasiswa. Baekhyun bertemu Kyungsoo di hari pertama penerimaan mahasiswa baru.

Tapi Baekhyun sekarang sudah tidak se-melarat dirinya, sejak menjadi kekasih tuan Park Richyeol. Canda. Park Chanyeol. Kakak 3 tingkat diatas mereka. Sangat kaya. Sangat tampan. Sangat tinggi. Sangat sinting dan sangat mesum. Kyungsoo mengingat beberapa tahun ke belakang sejak Baekhyun mendeklarasikan dirinya sebagai kekasih Chanyeol, Baekhyun sering terlihat lesu dan banyak di temukan kissmark sekitar paha, punggung, dada terkadang leher. Kyungsoo sering menyebutnya Baekhyun 'budak chanyeol' dan Chanyeol 'mahasiswa abadi', 6 tahun kuliah di jurusan teknik mesin tidak membuat pria itu mengangkat toga nya dengan alasan "aku ingin lulus dengan

Baekhyunku". Persetan. Kyungsoo tidak pernah mau menunda kelulusannya untuk seseorang. Kuliah.

"Kau dikeluarkan lagi dari rumah makan cepat saji tempat kau bekerja?"

"Sudah ku bilang, cari saja pacar kaya atau ahjussi kaya" Kyungsoo tau otak Baekhyun pintar tapi tidak dengan mulutnya.

.

.

.

Menjadi pengangguran ternyata ada enaknya. Dia tidak harus berlari selepas menyelesaikan kelasnya, atau tidak perlu berdempetan untuk mencari spot nyaman di bus. Dia hanya perlu berjalan santai, kalua bus nya penuh tinggal tunggu bus selanjutnya. Matanya tidak sengaca membaca papan iklan lowongan pekerjaan.

Dicari, guru matematika. Syarat: Mahasiswa atau lulusan jurusan matematika….

.

.

.

Disini. Di rumah super megah bak istana. Kyungsoo hanya pernah melihat rumah – rumah seperti ini di tayangan drama TV yang ditonton Baekhyun. Rumahnya bagus tentu saja dengan warna yang di dominasi warna putih. Lembaga Kurusu mengatakan Kyungsoo akan menjadi guru privat matematika untuk persiapan ujian akhir siswa mengah atas. Tidak masalah. Kyungsoo itu kalkulator berjalan, dia sudah hafal rumus – rumus matematika. Apalagi hanya anak SMA (dih sombong).

BRUK

Khayalan Kyungsoo terhempas sudah ketika seseorang melemparkan tas nya padanya. Kyungsoo melotot memperhatikan siapa anak SMA urakan yang melemparkan tas seenaknya.

HOLY

FVCKI@

SYIUT

Kyungsoo sering lihat tampang menyebalkan orang ini, seseorang yang sering datang ke tempat kerja nya dulu. Ahjussi mesum yang meremas pantat perawannya.

Tunggu

Bukan ahjussi.

Anak SMA.

Dengan baju seragam anak sekolah menengah. Ingin Kyungsoo keluar saat itu juga, tapi teringat jika ia harus membayar penalty 10x lipat jika melanggar kontrak.

Anak dengan baju sekolah menengah atas itu hanya memberikan tatapan mengejek padanya "Seonsangnim, mohon bantuannya. Aku buruk dalam matemtika"

Smirk itu!

Untuk apa memberikan smirk seperti itu. – Kyungsoo

Seakan melupakan masalah nya Kyungsoo mencoba professional menjalin hubungan guru dengan muridnya. Tidak ada salahnya

Bocah itu bernama Kim Jongin. Bocah sekolah menengah atas tingkat akhir, dengan ketampanan maksimal dan sexy. Ah pasti Kyungsoo sudah gila, baiklah dia tampan. Tapi dia tidak punya minat belajar sama sekali.

"Berhenti memandangiku Jongin-ssi, lihat buku jangan lihat wajahku"

"Kau cantik. Kau sexy. Kau tipeku. Mau berpcaran dengan ku?"

Kyungsoo menatap Jongin dengan jengkel, ini kesekian kali Jongin menawarinya pacaran.

"Kalau kau tidak bisa serius, kita akhiri saja pertemuan kali ini"

"dan aku akan bilang pada ibu ku, kau makan gaji buta. Bagaimana?"

Bocah licik.

.

.

.

Kesepakatan awal, Kyungsoo akan mengajari Jongin seminggu 3x tetapi tadi pagi, lembaga Kursus menawarkan untuk mengajar setiap hari. Kyungsoo bimbang. Ia tidak mau sesering mungkin bertemu Jongin. Tapi ia tergoda dengan uangnya. Bahkan ibunya Jongin rela memberikan uang lembur jika Kyungsoo mau mengajar hingga malam. Kyungsoo tidak habis pikir apa yang Jongin adukan, sementara ia tidak pernah memperhatikannya dalam mengajar.

Jongin meletakan dagu nya diatas kedua tangannya, tatapannya dalamnya terarah pada Kyungsoo. tidak berubah sejak 2 jam lalu.

"Jongin tolonglah, ini sudah minggu ke empat. Sedangkan kau tidak ada perubahan dalam nilai matematika mu. Aku tidak ingin dipanggil lembaga kursus lagi"

"Tidak apa – apa, aku akan bilang kalua aku benar – benar payah dalam matematika. Kau hanya perlu berdiam diri, dan aku memandangimu seharian."

Bocah sinting ini selalu seenaknya. Orang kaya tidak tahu bagaimana susahnya mencari uang.

"Aku akan mengabulkan permintaan apapun tiu jika kau berhasil dalam simulasi ujian matematika besok"

"Aku terima. Aku akan dapat nilai sempurna dan jadilah kekasih ku Noona"

Kyungsoo menelan ludahnya susah payah. Ia sangat minim dalam hal berpacaran. Ia hanya pernah berpacaran ketika sekolah menengah dan itupun hanya sebatas pulang – pergi bersama. Jongin 3 tahun dibawah Kyungsoo. apa yang akan dikatakan Baekhyun nanti jika ia tau. Ibu Jongin bilang ia akan dapat bonus jika Jongin berhasil di ujian besok. Seketika ia mengingat adik – adiknya kelaparan.

"Baik, aku akan jadi kekasihmu jika kau berhasil mendapatkan nilai sempurna untuk simulasi ujian besok. Tanpa menyontek, bagaimana?" Jongin membalas dengan seringai yang menyebalkan

"Aku ini cerdas, tanpa contekan pun aku bisa mengerjakannya"

Kyungsoo terkikik sebal, setidaknya tidak ada manusia yang sempurna dan mana bisa dia dapat nilai sempurna tanpa contekan.

.

.

.

Kyungsoo terduduk lesu di meja kantin fakultas nya. Ia tidak tau apa yang akan terjadi setelah ini.

"Kau kenapa? Kau diperkosa murid privatmu itu?"

Kyungsoo semakin sedih mendengar ucapan Baekhyun yang mungkin saja akan terjadi nanti. Kyungsoo membalasnya dengan gelengan "Dia mendaptkan nilai sempurna pada ujian simulasi tadi"

Baekhyun tertawa lepas mendengarnya. Dia cukup tau mana mungkin ada anak sebodoh itu di sekolah menengah atas super elit itu. Baekhyun tidak sebodoh Kyungsoo. dia tahu Jongin sejak Kyungsoo bekerja di bar, hingga menjadi guru privat. Kyungsoo itu bodoh kuadrat. Baekhyun tidak harus berpikir lama untuk menyimpulkan jika Jongin suka Kyungsoo.

"Tidak apa, kau sendiri bilang kalau ia sexy? Tidak apa – apa kalau kau dihamili dia, dia orang kaya. Benar bukan?" Kyungsoo mendesah pasrah. Tidak ada gunanya bercerita pada makhluk semodel Baekhyun yang sama sintingnya dengan Jongin.

Selepas kelas selesai ia sudah berencana pergi ke took sayuran dengan Baekhyun. Mencari diskon minggun, tapi si bodoh itu dengan santai bilang "Chanyeol ingin mengajaku pergi. Bye. Kau harus segera mencoba makeout dengan kekasih baru mu itu"

Gila memang.

Kyungsoo kira selepas kelas selesai penderitaannya berakhir, ternyata penderitaanya tiada akhir. Ia menemenukan Jongin di depan pintu masuk fakultas nya dengan celana jeans hitam dengan sweater abu. Ia tidak terlihat seperti anak sekolahan. Ia terlihat seperti anak sekolahan.

Terlalu sibuk dengan kepalanya Kyungsoo tidak sadar jika Jongin sudah berdiri tepat di depannya. Dengan senyuman khas nya. Manis. Eh?

"Hai sayang"

Lidah Kyungsoo kelu. Apa ? sayang? Ah ya mereka sepasang kekasih bukan? Kyungsoo merasa mendapatkan karma nya sendiri. Memaksakan senyum Kyungsoo berusaha setenang mungkin "hai.. selamat atas nilaimu. Semoga semakin baik untuk ujian sesungguhnya"

"Aku ingin hadiah"

Kyungsoo melongo. Jongin itu lebih kaya darinya, untuk apa ia memberikan Jongin hadiah.

"Aku tidak punya uang Jon—"

"Aku ingin kencan dengan mu seharian, hari ini seperti layaknya sepasang kekasih."

APA?

.

.

.